Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Dominasi Li Yuan


__ADS_3

"Kita akan ke Provinsi Naga Biru saja, di sana lebih aman. Ku dengar Pendekar Pedang Tiga Elemen juga berasal dari sana. Kita akan meminta perlindungannya dan menceritakan tentang apa yang baru saja terjadi di dalam Sekte" jawab Yu Bin yang merupakan murid paling senior diantara mereka.


Mendengar saran dari Yu Bin, mereka semua mengangguk setuju. Untuk malam ini mereka memutuskan untuk beristirahat di atas perahu bekas sambil mengganti pakaian serta untuk menutupi identitas mereka.


Malam pun berlalu dengan cepat, namun suasana di alun-alun Kota Nanguan masih ramai. Keberadaan Jenderal Chen Sheng yang kini menjadi tawanan pasukan Gubernur Provinsi sangat menarik perhatian. Selain itu penjagaan dari ribuan pasukan membuat situasi Kota Nanguan dalam kondisi siaga.


Pada pagi harinya, Li Yuan kedatangan seorang pengikutnya yang bernama Ying Cushan. Sebelumnya Li Yuan sudah menginformasikan tentang rencana keberangkatannya menuju Kota Jincheng.


Tanpa membuang waktu mereka berdua segera menuju alun-alun Kota untuk menjemput Jenderal Chen Sheng. Kedatangan Li Yuan disambut langsung oleh Yue Fei dan putranya yang bernama Yue Feng.


"Maaf telah merepotkan kalian" sapa Li Yuan saat melihat kedua orang ayah dan anak tersebut.


"Tidak apa-apa, justru kami senang telah dilibatkan" jawab Yue Fei dengan santai.


Ber"Baiklah jika begitu, aku tidak akan sungkan. Aku akan pergi sekarang juga untuk menyelesaikan hutang dengan mereka" ucap Li Yuan dengan ekspresi santai.


"Sepulang dari sana mampirlah ke rumah. Aku akan meminta putriku untuk menyiapkan makanan untukmu" ucap Yue Fei sambil tersenyum.


Mendengar ucapan dari Gubernur Provinsi tersebut tentu Li Yuan dapat memahaminya. Namun buru-buru ia berkata dengan sopan.


"Baiklah Tuan, aku akan mampir dan sekaligus untuk menyampaikan terimakasih atas bantuanmu" jawab Li Yuan dengan hormat.


Mereka tidak lama berbincang sebelum akhirnya sebuah perahu terbang sudah siap diberangkatkan menuju Kota Jincheng.


Dari kejauhan tampak enam orang yang berjalan dengan cepat segera berlari menuju perahu terbang tersebut tanpa bertanya terlebih dahulu.


Mereka sedang terburu-buru dan berusaha secepat dan sejauh mungkin meninggalkan Provinsi Rajawali Emas.

__ADS_1


Di atas perahu, Li Yuan dengan santai duduk di dalam ruangan khusus. Sementara Jenderal Chen Sheng yang sudah tak berdaya berada di bawah penguasaan Ying Cushan.


Sejak kemarin Li Yuan tidak beristirahat, pada saat ini ia akan memanfaatkan waktu selama dalam perjalanan untuk beristirahat. Meskipun ia adalah seorang pendekar yang sudah berada di ranah Kaisar Dewa, Li Yuan sama sekali tidak mau menonjolkan dirinya.


Hari sudah siang saat perahu terbang tersebut sudah tiba di Kota Jincheng. Setelah beristirahat selama beberapa jam, tubuh Li Yuan kini berada dalam kondisi terbaiknya. Sementara kondisi tubuh Jenderal Chen Sheng kian mengenaskan, namun di dalam hati kecilnya ia sangat berharap jika pihak Istana Langit akan menyelamatkannya.


"Gawat, sepertinya kita naik perahu terbang yang salah" ucap Yu Bin setelah menyadari lokasi di mana perahu terbang tersebut mendarat.


"Kau benar, kita di kota Jincheng sekarang" sahut murid lainnya dengan nada cemas.


"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Hu Ge yang ketakutan.


"Ya sudah, kalian tenang saja. Lebih baik kita tetap di sini sambil menunggu jadwal keberangkatan ke Kota Qinghai berikutnya" ucap murid lainnya berusaha mengatasi kepanikan.


Mendengar beberapa perbincangan yang sedikit unik membuat Li Yuan sedikit tertarik. Namun saat dirinya memperhatikan wajah orang-orang yang tidak asing, ia hanya tersenyum ringan.


"Kenapa mereka berada di sini? Apakah ini terkait kekacauan Sekte mereka?" gumam Li Yuan dalam hati.


Jika ditotal mereka sudah beberapa kali berjumpa, sejak awal bertemu di rumah makan saat menaklukan angin topan di pantai Kota Yingjian.


Melihat keberadaan Li Yuan yang sedang menatap ke arah enam orang murid tersebut, membuat Yu Bin menyadari sesuatu.


"Lihatlah, ternyata langit benar-benar melindungi kita" ucap Yu Bin dengan keras.


Li Yuan semakin tertarik dengan keenam orang yang sudah ia kenal tersebut, mereka tampak melangkah dengan cepat menghampiri Li Yuan.


"Tuan pendekar tolonglah kami" ucap Yu Bin hendak berlutut.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Li Yuan sambil menahan posisi Yu Bin agar tidak berlutut.


"Sekte kami sudah dikuasai dari orang-orang Aula Jiwa" jawab Yu Bin dengan pelan.


Sementara keempat rekannya hanya menundukkan kepala dengan ekspresi yang tampak muram.


Li Yuan sangat terkejut dengan pengakuan pria yang berada di depannya, karena hal ini tidak ia pikirkan sebelumnya.


"Kalian tunggulah di sini, setelah urusanku selesai maka aku akan menemui kalian" ucap Li Yuan dengan serius.


"Baik Tuan Pendekar" jawab mereka berenam dengan serempak.


Setelah mengatakan hal itu, Li Yuan dan Ying Cushan segera bersiap untuk turun dari perahu terbang. Adapun Jenderal Chen Sheng masih berada di bawah pengawasan Ying Cushan.


Sesaat setelah turun dari perahu terbang, tubuh Jenderal Chen Sheng segera dihempaskan ke tanah begitu saja. Setelah itu Ying Cushan menyeretnya dengan tangan kirinya sepanjang jalan menuju Istana Langit.


Ekspresi Ying Cushan sangat tenang saat memimpin jalan di depan, sebagai mantan pemimpin Pasukan Bayangan tentu ia sudah hafal dengan Kota Jincheng dan Istana Langit.


Pemandangan seperti ini jelas menghebohkan penduduk yang sedang beraktivitas di pusat Kota. Mereka tidak dapat melihat wajah orang yang kini tengah diseret oleh Ying Cushan, namun dari baju yang dikenakannya mereka dapat melihat jika itu adalah seragam Jenderal besar Istana Langit.


Sesampainya di depan gerbang Istana Langit, sebanyak sepuluh orang pendekar ahli yang berada di ranah Pendekar Suci tengah berdiri menatap ke arah Li Yuan dengan dingin. Di belakang mereka, puluhan Pendekar Tingkat Langit berdiri sambil menyilangkan dada.


Mereka semua adalah pasukan bayangan yang baru saja dibentuk oleh Kaisar Tang Shiji dengan bantuan Sekte Api Abadi. Sebelumnya tiga puluh orang pasukan bayangan yang dikirim ke Kota Qinghai hanya kembali tanpa nyawa. Hanya jasad mereka yang kembali dengan sudah membujur kaku, kecuali pimpinan mereka yang bernama Ying Cushan.


Kemudian tanpa banyak bicara, Li Yuan menatap ke arah sepuluh orang pendekar tingkat suci lalu berkata dengan lantang.


"Hari ini aku akan membunuh kalian semua jika kalian berani menghalangiku"

__ADS_1


Mendengar ucapan Li Yuan, pasukan bayangan Istana Langit tersebut hanya mencibir.


"Kamu terlalu percaya diri anak muda. Di Istana Langit kini tengah berkumpul lima orang Tetua Sekte Api Abadi, kamu tentu tidak akan selamat dari kematian hari ini" ucap seorang pria setengah baya.


__ADS_2