
Sementara itu Yue Hao melanjutkan dengan berkeliling memperkenalkan manor keluarga Yue. Setelah itu Li Yuan menempati bangunan yang khusus untuk ia tempati, meskipun tidak terlalu besar namun terlihat nyaman untuk ditinggali.
Sesampainya di kamarnya, Li Yuan segera membersihkan diri lalu langsung beristirahat. Perjalanan ke Kota Nanguan cukup melelahkan, selama beberapa hari terakhir Li Yuan banyak mengeluarkan energi Qi dalam jumlah besar.
Keesokan harinya Li Yuan menemani Yue Hao ke pusat kota, jaraknya tidak jauh dari tempatnya tinggal. Mereka hanya berdua berjalan dengan santai sambil melihat-lihat.
"Apakah kamu mau mencoba makanan khas Kota Nanguan? tanya Yue Hao.
" Boleh juga, kebetulan aku memang berencana mencari rumah makan" jawab Li Yuan.
Lalu keduanya menuju sebuah rumah makan mewah, para pelayan menyapa Yue Hao dengan ramah.
"Selamat datang Nona Yue" ucap seorang pengelola rumah makan tersebut.
Yue Hao hanya mengangguk ringan, lalu menuju lantai dua dimana ia biasa melakukan reservasi. Bangunan ini meskipun tidak terlalu tinggi namun memiliki jarak pandang yang cukup bagus.
Sebagai daerah dataran rendah, rumah makan di Kota Nanguan kebanyakan menyediakan masakan laut dengan beberapa variasi menu.
Tidak menunggu lama, pesanan mereka segera disajikan. Yue Hao makan dengan lahap seperti seseorang yang beberapa hari tidak makan.
"Sepertinya kamu sangat menyukai makanan ini?" tanya Li Yuan kepada Yue Hao.
"Iya, aku sangat menyukainya. Sebab di rumah, aku tidak diperbolehkan makan seperti ini" ucap Yue Hao dengan cuek.
Li Yuan tampak tertegun dengan selera makan Yu Hao, meski begitu pesona cantiknya saat makan tetap saja terlihat anggun.
Saat tengah asyik makan, Li Yuan mendengar suara gaduh di lantai pertama. Ada suara tamparan dan jeritan yang terdengar. Situasi seperti ini membuat Li Yuan terusik dan segera menghampirinya.
"Dasar orang rendahan! seharusnya kamu beruntung jika aku tertarik padamu!" ucap seorang pemuda dengan wajah galak.
"Tuan muda, tolong maafkan saya. Saya sudah memiliki tunangan" jawab wanita itu.
Terlihat seorang lelaki di sebelahnya tampak gemetar menahan takut.
"Tuan muda, jika tuan muda menginginkannya silahkan ambil saja. Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan gadis ini" ucap lelaki itu sambil berdiri dan berlalu pergi.
Melihat kekasihnya pergi, membuat wanita tersebut berlinang air mata. Ia tidak menduga jika lelaki yang ia cintai akan meninggalkannya seperti ini.
"Jangan tinggalkan aku" ucap wanita itu sambil meraih pergelangan tangan pria yang menjadi kekasihnya.
"Kita sudah tidak ada hubungan lagi, sebaiknya kamu menuruti kemauan tuan muda Xue" pungkas lelaki itu sambil melepaskan pegangan tangan kekasihnya.
__ADS_1
"Hahaha.. Lelaki yang menjadi tunanganmu sudah pergi, jadi sudah tidak ada alasan bagimu untuk tidak menurutiku" ucap pria yang bernama Xue Wang.
"Tidak... Aku tidak mau" ucap wanita tersebut dengan ketakutan.
Para pelanggan rumah makan yang lain tidak berani melerai adegan yang terjadi di depan mereka. Xue Wang adalah putra dari Xue Rengui, yang merupakan kepala pasukan sekaligus tangan kanan Jenderal Chen Sheng. Sikapnya yang arogan dan suka mempermainkan wanita sudah sering menjadi perbincangan penduduk kota.
Li Yuan yang menyaksikan hal tersebut menjadi gerah, ada kilatan kebencian yang tersorot dari kedua bola matanya.
"Cepatlah duduk di sini, jangan keras kepala" ucap Xue Wang hendak menarik tangan wanita tersebut.
Pada saat ini tiba-tiba ada bayangan melintas dan berhenti di depan Xue Wang.
"Aarrgghh"
Terdengar suara seperti babi dipotong, lalu terlihat tubuh Xue Wang terhempas di atas meja makan. Wajahnya tampak pucat sambil memegangi pergelangan tangannya.
"Bugh"
Sedetik kemudian Li Yuan muncul di depan Xue Wang, tendangan kakinya mendarat di wajahnya.
Sambil meludahkan darah dari mulutnya, Xue Wang menatap kaget ke arah Li Yuan. Beberapa giginya rontok akibat tendangan Li Yuan, membuat Xue Wang kelihatan buruk.
Gerakan Li Yuan yang sangat cepat, terlambat disadari oleh penjaga yang melindungi Xue Wang.
Prajurit! Hajar orang ini, bunuh dia segera!
ucap lelaki itu sambil memerintahkan kepada para pengawal.
Tap!
Tap!
Tap!
Dalam sekejap, puluhan prajurit mengepung Li Yuan.
Mendengar ucapan dari lelaki tersebut membuat Li Yuan tersenyum datar. Ia tidak menghiraukan kedatangan para prajurit yang rata-rata memiliki kekuatan pendekar raja.
Bugh!
Bugh!
__ADS_1
Bugh!
Sedetik kemudian puluhan prajurit yang mengepung Li Yuan jatuh tersungkur ke tanah. Tubuh mereka terhempas dengan keras dan ada luka dalam yang mereka rasakan.
Detik berikutnya Li Yuan sudah berada di depan pengawal pribadi Xue Wang.
"Sebaiknya kamu tidak ikut campur atau kamu akan mati" ucap Li Yuan dengan dingin, tangan kanannya mencengkram leher lelaki tersebut dan mengangkatnya ke udara.
Wajah lelaki tersebut berubah menjadi pucat, napasnya terasa sesak. Lelaki itu hendak mengatakan sesuatu, namun cengkraman Li Yuan semakin keras.
"Kraakk"
Terdengar suara patahan tulang leher, membuat seisi ruangan menjadi hening.
Li Yuan menolehkan kepalanya dan memandang ke arah wanita itu, "Apakah nona baik-baik saja?" tanya Li Yuan
"Ia memaksaku untuk ikut dengannya padahal aku sudah menolaknya" ucap wanita itu sambil menunjuk ke arah Xue Wang.
"Kurang ajar, asal kau tahu ayahku adalah Kepala Pasukan Keamanan Kota Nanguan. Ia takkan melepaskan mu" ucap Xue Wang.
Li Yuan menatap dingin ke arah Xue Wang, ia terlalu malas berhadapan dengan orang seperti Xue Wang.
"Lain kali, jika kau hendak keluar rumah maka bawalah ayahmu"
Li Yuan segera melangkah maju, lalu menendang tubuh Xue Wang dengan cukup keras.
"Bugh"
Tubuh Xue Wang kembali terhempas, namun kali ini lebih parah dari sebelumnya. Tubuhnya berguling dan tersungkur ke tanah. Dari mulutnya mengeluarkan darah segar, terlihat darah kental yang mengandung gumpalan. Xue Wang luka dalam yang sangat parah dan inti energinya telah hancur.
Tiba-tiba Yue Hao turun dari lantai dua, baru saja ia menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh Li Yuan. Ia tidak mencegahnya karena ia juga tidak menyukai Xue Wang.
Setelah peristiwa itu, Li Yuan dan Yue Hao pulang menuju kediamannya, di tengah perjalanan Li Yuan berkata.
"Mengapa ayahmu tidak bertindak dan malah membiarkan kejadian seperti ini?" tanya Li Yuan.
"Pengaruh kekuatan militer memiliki peran yang sangat penting di Ibukota Nanguan ini, meskipun ayahku seorang penguasa Ibukota namun untuk urusan militer dikendalikan oleh Jenderal Chen Sheng" ucap Yue Hao.
Setelah mendengarkan ucapan Yue Hao, Li Yuan bereaksi dan berkata.
"Jika demikian mengapa tidak membangun kekuatan sendiri untuk bisa diandalkan?"
__ADS_1
Yue Hao menatap Li Yuan dengan serius, ia tidak mengerti dengan jalan pikirannya namun apa yang barusan diucapkan oleh Li Yuan memang ada benarnya.