Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Menolong Putri Yue Hao


__ADS_3

Li Yuan terbang dalam waktu yang cukup lama, berdasarkan rute yang dia tuju ia hanya mengarah ke wilayah timur. Li Yuan terbang di atas awan, hanya sesekali ia istirahat.


Hampir lima hari sejak Li Yuan meninggalkan Sekte, ia begitu menikmati perjalanannya di atas udara. Saat ini tanpa ia sadari, ia sudah memasuki wilayah Provinsi Rajawali Emas. Dari atas udara, ia melihat ke bawah dan mulai memperhatikan sebuah jalan yang panjang dan sepi. Meskipun hari masih siang, tidak ada aktivitas perjalanan yang dapat dilihat. Namun dalam jarak beberapa kilo meter berikutnya, Li Yuan dapat mendengar suara teriakan dari sebuah pertarungan.


Dengan mengendurkan kecepatan, Li Yuan menoleh ke bawah dan melihat sebuah kereta pengawalan yang sedang disergap oleh kelompok pasukan bertopeng.


Li Yuan segera turun ke bawah, ada sebuah batu besar tidak jauh dari lokasi pertempuran. Meskipun lokasinya tidak merata, ia mendarat dengan mulus tanpa diketahui oleh orang-orang yang sedang bertikai.


Pada jarak ini, Li Yuan dapat merasakan kehadiran tiga orang dengan kekuatan Pendekar Suci. Aura panas yang keluar dari dalam tubuh mereka membuat Li Yuan menjadi penasaran. Selain ketiga orang pendekar ahli tersebut, ada puluhan Pendekar Langit yang tengah mengepung rombongan kereta kuda tersebut.


"Zring"


"Zring"


"Zring"


Suara benturan benda logam begitu nyaring terdengar di tempat yang sepi ini, tampak kelompok bertopeng sangat mendominasi. Puluhan pasukan yang melindungi kereta kuda semakin terdesak dan tewas dalam beberapa kali sabetan pedang.


"Kalian mundurlah, lindungi tuan kalian dan jangan biarkan ia keluar jika ingin hidup" ucap Li Yuan terdengar dingin. Beberapa orang menoleh, namun tidak menolak ucapan Li Yuan dan mengikutinya dengan tetap waspada. Bagi mereka kehadiran Li Yuan sudah dianggap sebagai dewa penolong.


"Siapa kamu? Sebaiknya kamu tidak ikut campur jika tidak ingin mati" ucap salah seorang pria bertopeng.


"Aku adalah malaikat kematian kalian, dan aku memiliki urusanku sendiri. Jadi kalian tidak usah mempedulikannya" ucap Li Yuan sambil berdiri dan berkata dengan ringan.


"Hahaha.. Dasar sombong" ucap pria tersebut memandang Li Yuan penuh minat, tatapannya terlihat tajam dengan niat membunuh.


"Serang!" ucap pria bertopeng tersebut tanpa berucap lebih banyak. Ia meraung sambil mengangkat pedangnya ke atas langit.


Li Yuan sedikit mengeluarkan Qi nya, perlahan-lahan udara berubah menjadi dingin dan membentuk ratusan pedang transparan. Pedang-pedang tersebut berada di atas kepala Li Yuan, bergerak dengan suara desiran yang mennyeramkan.

__ADS_1


Kemanapun Li Yuan melangkah, ada jeritan dan teriakan yang terdengar. Pedang angin yang diayunkannya tanpa enggan menembus tenggorokan lawan-lawannya. Bentuknya transparan, namun daya tebasannya sangat mengerikan. Melihat pemandangan ini membuat orang-orang mengeluh tanpa henti, ada penyesalan di mata mereka namun mereka tidak dapat mengatakannya.


Menyaksikan teman-temannya dibantai dengan sia-sia, membuat tiga orang pendekar Tingkat Suci mulai beraksi, sebelumnya mereka masih diam karena beranggapan musuhnya masih terlalu lemah. Qi yang kuat keluar dari tubuh mereka, auranya melonjak dengan sangat luar biasa. Hawa panas berkumpul di telapak tangan, membuat telapak tangan mereka menyala seperti bara api.


Ketiga orang pendekar Suci bergerak dengan cepat menghujam tubuh Li Yuan, serangan ketiga orang tersebut sangat menakutkan, membuat anggota dari pasukan penjaga kereta berkuda tampak pasrah.


Di sisi lain, Li Yuan masih dengan tenang menghadapi perubahan situasi tersebut, ia sama sekali tidak melakukan gerakan apapun.


"Booomm"


Pukulan ketiganya mendarat dengan sempurna di dada Li Yuan, namun ekspresi ketiga pendekar ahli itu berubah menjadi sangat serius.


"Ini.. Bagaimana mungkin?" tanya salah seorang dari pendekar suci tersebut.


Mundur!


Mundur!


Ia tidak menduga jika penyergapan yang rencananya mereka lakukan untuk menculik putri penguasa Kota Nanguan, berubah menjadi masalah yang sangat besar.


Tiga orang pendekar ahli yang khusus di datangkan dari Sekte Api Abadi, menggigil ketakutan. Mereka tidak tahu jika di Provinsi Rajawali Emas terdapat kultivator yang begitu menakutkan. Bahkan, karakteristik api yang mereka gunakan betul-betul tidak bekerja pada pemuda itu.


Lari!


Lari!


Ucap salah seorang dari mereka meraung dengan putus asa.


Pada saat ini, mereka berada dalam masalah besar, di udara mereka melihat pedang-pedang transparan melayang menghunus ke arah mereka menahan mereka untuk kabur.

__ADS_1


"Ampuni kami.. Tolong lepaskan kami" ucap pendekar suci tersebut tampak mengiba.


Mereka adalah orang yang sudah banyak mengalami pertarungan, namun saat menghadapi Li Yuan mereka menyadari kekuatannya berada sangat jauh di atasnya. Bukan hanya itu, tinju api sama sekali tidak berefek pada tubuhnya, menadakan bahwa ia juga memiliki karakteristik api, bahkan lebih mengerikan. Memikirkan hal yang tidak masuk akal ini, membuat wajah mereka bertiga ketakutan, mereka menjadi gila untuk saat ini.


Sesaat setelah mengatakan itu, tubuh mereka tampak membeku. Hembusan angin kini bertiup dengan kencang, pohon dan dedaunan bergerak dengan melambai tak beraturan. Dari dalam tubuh Li Yuan ada hawa panas yang keluar dan bergabung ke dalam pedang transparan di atas Li Yuan. Kejadiannya sangat cepat, Li Yuan bergerak dan menebaskan pedang angin ke arah tubuh pendekar suci tersebut. Dengan seketika tubuh ketiganya terbelah menjadi dua bagian, meninggalkan bekas sayatan yang sangat halus.


Mendengar suara orang-orang yang memohon, membuat Yue Hao menoleh keluar dan memandang ke sekeliling dengan serius. Puluhan anggota pasukan pengawalnya sudah tewas, sementara yang lainnya terluka. Mata cantik Yue Hao  tertuju pada salah seorang pendekar yang baru saja membantai kelompok pasukan bertopeng. Ada wajah kekaguman yang sulit ia deskripsikan, dari jurus yang digunakan oleh pendekar tersebut ia berkeyakinan jika pendekar tersebut berasal dari Sekte Angin Puyuh.


"Terimakasih Tuan Pendekar" ucap salah seorang pasukan pengawal, tampaknya ia merupakan komandan dari pasukan pengawal tersebut.


"Tidak perlu sungkan" ucap Li Yuan singkat.


"Tuan Pendekar, terimakasih atas pertolonganmu" tiba-tiba terdengar suara yang merdu dari arah samping.


"Perkenalkan, aku adalah Yue Hao" sambung Yue Hao dengan sopan.


"Sama-sama nona, tidak usah sungkan. Nama saya Yuanli" ucap Li Yuan dengan menyamarkan nama aslinya.


"Apakah Tuan Yuanli akan ke Kota Nanguan juga?" tanya Yue Hao


Li Yuan tampak berpikir, ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di Provinsi Rajawali Emas. Ia memang mau ke Ibukota.


"Benar nona" jawab Li Yuan singkat.


"Jika begitu kita berangkat bersama saja, kebetulan kami juga akan menuju Ibukota" ujar Yue Hao. Dalam hatinya ia sangat berharap agar Li Yuan dapat bergabung dengan kelompoknya.


"Baiklah Nona, sepertinya itu bukan ide yang buruk" Ucap Li Yuan sambil mengangguk ringan.


"Jika demikian, aku merasa senang" ucap Yue Hao sambil tersenyum.

__ADS_1


Seorang kepala pasukan segera membereskan keadaan, setelah meminum sebutir pil, tampak luka-luka yang dirasakan mulai berkurang dan energi mereka bisa kembali dengan cepat.


Li Yuan sedikit tertarik dengan hal ini, ia teringat akan obat-obatan buatan ayah dan ibunya. Selama di Gunung Hua, ia tidak lagi menemukan obat-obatan jenis pil. Tubuh Kaisar alngitnya memang tidak memerlukan Pil namun ia sedikit tertarik ingin mempelajarinya.


__ADS_2