
Apakah Kakek termasuk orang Aula Jiwa?" tanya Li Yuan dengan penasaran.
"Sebenarnya ini menyangkut hal yang sangat rahasia. Kakekmu bukan seperti yang kau pikirkan. Demi menyelamatkan ibu, ia harus membuat kesepakatan dengan pemimpin Aula Jiwa Yaoguai terkait pembentukan Kuil Aula Jiwa di kota Xiening" jawab ibunya dengan ekspresi serius.
"Tapi peristiwa itu sudah berlalu lama dan sepertinya mereka orang-orang dari Aula Jiwa sudah tidak di Kota Xiening. Mereka berpindah tempat untuk mengaburkan identitas mereka" ujar Li Dan memberi penjelasan.
Li Yuan sedikit mulai mengerti tentang Aula Jiwa, namun ia semakin tertarik untuk mengetahuinya lebih mendalam.
"Kekuatanmu sudah cukup tinggi, kami tidak khawatir untuk memberitahu dirimu tentang hal ini. Namun kamu tetap lebih waspada, Yaoguai dan pengikutnya adalah pemuja Dewa Kegelapan" pungkas Xu Zuhui sambil menatap Li Yuan.
"Dewa Kegelapan?" tanya Li Yuan dengan ekspresi sangat serius.
"Iya benar, sebagai penguasa Dunia Bawah ia sangat diagungkan oleh orang-orang Aula Jiwa" jawab Li Dan sambil mengangguk pelan.
Setelah mendengar penjelasan dari ayah dan ibunya, wawasan Li Yuan bertambah semakin luas. Ia juga dapat merasakan ikatan batin yang kuat dengan ibunya, karakteristik jiwa yang dimiliki oleh Li Yuan ternyata memang benar berasal dari garis keturunan ibunya.
"Oiya, seharian ini aku dan juga ayah mertuamu menemukan batu energi yang sangat banyak. Semuanya merupakan tingkat atas, dan sepertinya didapatkan secara ilegal dari Gunung Guntur" ucap Li Dan sambil tersenyum.
"Ayah mertuaku? Sejak kapan aku menikah?" gumam Li Yuan dalam hati.
"Bukankah itu berarti sumberdaya tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang yang berada di pihaknya?" tanya Li Yuan dengan rasa ingin tahu.
"Menurut ayah mertuamu memang seperti itu, kejadian ini juga sudah berlangsung sejak lama. Bahkan meningkatnya kekuatan Sekte Api Abadi tidak terlepas dengan hal ini. Ayah kira keinginan Kaisar Tang Shiji untuk memperistri Jia Hien terkait akan hal ini, ia berusaha mencari dukungan dari Sekte Laohu jika terjadi sesuatu" ujar ayahnya dengan serius.
"Tetapi ayah juga jangan mengejekku terus" ucap Li Yuan sambil cemberut.
__ADS_1
"Ayah hanya berkata fakta, jika tidak begitu bagaimana mungkin menantuku menginap di rumah kita" jawab Li Dan sambil tersenyum menatap istrinya.
"Huh.." sambil menghela napas, Li Yuan tampak tak berdaya.
"Kapan kau akan menikah? Berilah kami cucu agar kami tidak kesepian. Kamu hanya pulang sebentar lalu pergi lagi tanpa kapan tahu harus kembali" ujar Ibunya yang kini bergantian memojokkan Li Yuan.
"Aku belum cukup umur. Ayah saja menikah di usia dua puluh tiga tahun" jawab Li Yuan dengan nada cemberut.
"Itu beda ceritanya, waktu itu ayahmu ini sangat sulit menaklukkan ibu mu. Keluarga Xu sangat teliti dalam menilai orang." jawab Li Dan sambil tersenyum malu.
Malam berlalu dengan cepat, kediaman Klan Li berlangsung dengan damai. Li Yuan berada di tengah ayah dan ibunya melepaskan kerinduan yang selama ini tertahan. Sedangkan Fang Yin berada di kamar Li Peiyu, tampaknya mereka sudah memiliki kecocokan.
Pada saat yang bersamaan, kegaduhan besar terjadi di Kota Jincheng, kedatangan mayat pasukan bayangan telah membuat penghuni Istana Langit gempar. Bahkan seorang penyampai pesan juga menyampaikan jika Pendekar Pedang Tiga Elemen akan menyambangi Kota Jincheng.
Kaisar Tang Shiji tidak menduga jika rencananya untuk menghabisi pendekar pedang tiga elemen akan gagal. Pasukan pengawal pribadinya kini pulang tanpa nyawa, hal yang sangat berbanding terbalik dari yang ia harapkan.
"Kurang ajar.." ucap Kaisar Tang Shiji sambil menggertakkan gigi.
"Kaisar, apakah kita perlu melakukan negosiasi dengan Pendekar Pedang Tiga Elemen?" ucap penasehat Istana.
"Betul Kaisar, kita sudah mengalami kerugian yang banyak. Jika diteruskan mengejar pendekar tersebut, aku khawatir Kota Jincheng akan benar-benar dalam keadaan bahaya" ucap Jenderal Ying Kai.
"Aku akan meminta masukan Tetua Sekte Api Abadi terlebih dahulu, hal ini juga berhubungan dengan sumberdaya batu energi yang diterima sekte" ujar Yang Shiji sambil menahan amarahnya.
Semua petinggi Istana Langit terdiam, tubuh mereka menjadi dingin ketika melihat tumpukan mayat yang tidak jauh berada dari ruangan tersebut.
__ADS_1
"Lapor Kaisar.. Dari jejak yang ditinggalkan pada mayat-mayat ini maka bisa dipastikan sebelum meninggal mereka mengalami siksaan jiwa yang sangat dahsyat" ucap Kepala Tabib Istana setelah memeriksa kondisi mayat yang masih utuh tersebut.
"Apa?" ucap Kaisar Tang Shiji dengan tidak percaya.
"Bukankah ada Ying Cushan, seharusnya ia bisa mengatasi serangan jiwa" ucap Kaisar Tang Shiji dengan ekspresi ngeri.
"Sepertinya kekuatan orang tersebut berada di atas Ketua Ying Cushan, namun anehnya diantara korban tewas hanya dirinya yang tidak ada di dalamnya" ucap Kepala Tabib Istana Langit dengan hati-hati.
Jenderal Ying Kai sedikit lega, jika kakaknya tidak termasuk dalam jumlah korban yang meninggal. Tetapi ia tidak mengetahui bagaimana nasib kakaknya tersebut.
Seisi aula menjadi hening, jika pihak lawan memiliki elemen jiwa maka sangat sulit untuk menghadapi orang seperti itu. Bahkan pedang yang dimilikinya sudah mengidentifikasi bahwa dirinya memiliki tiga elemen.
Membayangkan monster seperti itu datang ke Kota Jincheng sama saja akan terjadi pembantaian massal, kekuatan jiwa dapat mengendalikan orang lain untuk bunuh diri secara massal.
Kekuatan seperti ini biasanya hanya dimiliki oleh orang-orang yang berasal dari Aula Jiwa. Meskipun mereka tidak tertarik dengan kekuasan, namun doktrinnya sangat mengerikan.
Kaisar Tang Shiji yang memiliki dua karekteristik saja bisa dipastikan akan kesulitan melawan pendekar pedang tiga elemen. Dengan kekuatan yang sama saja, hal itu sudah membuat Tang Shiji kesulitan. Ditambah adanya karekteristik langka seperti itu, membuatnya tidak akan nyaman jika mendengar Kota Qinghai.
"Pertemuan ini akan dilanjutkan beberapa hari lagi, aku akan berdiskusi dengan para Tetua Sekte Api Abadi terlebih dahulu. Untuk sementara kita abaikan dahulu Provinsi Naga Biru, perketat segala pintu masuk menuju Kota Jincheng" ucap Kaisar Tang Shiji memberi perintah.
"Baik Kaisar" jawab para pengikutnya dengan patuh.
Sejak menjadi Kaisar Langit ini adalah pertama kalinya Kaisar Tang Shiji ketakutan. Dominasinya di Provinsi Naga Biru terpatahkan oleh kehadiran pendekar pedang tiga elemen.
Pada saat ini, di bekas kediaman Jenderal Wan Sui tampak orang-orang dari Asosiasi Sumber Kehidupan tengah sibuk menata bangunan tempat tinggal mereka yang baru. Bersama keluarga Li Tong mereka bekerja dengan cepat dan membuat pengumuman yang menghebohkan Kota Qinghai.
__ADS_1
Sementara Li Yuan tidak ikut membantu, semua ia serahkan pada Li Tong yang akan membantu ayahnya. Keberadaan Li Tong juga sangat membantu mental orang-orang dari Klan Li.