
Li Yuan hanya menikmati hari dengan mengawalinya sarapan bersama Fang Yin. Kebersamaan yang sudah direstui oleh kedua keluarga membuat mereka terlihat semakin akrab.
"Bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Li Yuan dengan tenang.
"Sangat bahagia" ucap Fang Yin dengan wajah cerah.
Mendengar ucapan Fang Yin serta ekspresinya yang bahagia, Li Yuan menganggukkan kepala dengan pelan.
"Besok aku akan pergi, kamu sering-seringlah menemani Yu'er. Aku hanya memiliki seorang adik, tetapi aku tidak banyak memiliki kesempatan untuk menemaninya. Pada kesempatan ini aku meminta padamu, jadilah kakak untuknya selama aku tak ada di sampingnya" ucap Li Yuan lembut sambil menggenggam tangan Fang Yin.
"Tentu saja Yuan Gege" sahut Fang Yin dengan senang.
"Terimakasih" ucap Li Yuan dengan hangat.
Setelah bergabung dengan Sekte Laohu kini semuanya telah banyak berubah, seiring bertambahnya kekuatan Li Yuan maka bertambah pula masalah yang harus ia pecahkan.
"Apakah hari ini kamu mau ikut bersamaku? Aku dan Li Tong berencana menuju Desa Bambu Kuning untuk menyelidiki tambang batu energi ilegal" ujar Li Yuan.
"Mau.. Aku mau ikut" jawab Fang Yin dengan cepat.
"Baiklah jika begitu, supaya kamu juga tahu tempat di mana aku lahir dan dibesarkan" ucap Li Yuan kepada Fang Yin.
"Iya Yuan Gege, sebaiknya kita menggunakan perahu terbang saja. Aku akan meminta pelayan keluarga untuk menyiapkannya" ujar Fang Yin.
"Apakah itu tidak merepotkan?" tanya Li Yuan dengan rasa tidak enak.
"Hahaha.. Kamu benar-benar aneh, sudah kubilang jika Asosiasi Keluarga Fang akan melayani dengan baik juga" ucap Fang Yin dengan senyum manis.
__ADS_1
Li Yuan terdiam, namun ia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Sambil mengobrol, Li Yuan segera menginformasikan kepada Li Tong melalui pengawal keluarga untuk segera bertemu di stasiun perahu terbang siang ini.
Kekayaan Klan Li kini sudah sangat luar biasa, kecakapan ayah Li Yuan dalam membangun kerajaan bisnis di Kota Qinghai telah berkembang sangat pesat. Apalagi dengan adanya hubungan kerjasama dengan Keluarga Fang, maka bisnis keluarga Li dengan cepat merambah hingga antar Provinsi di Alam Langit.
Dengan mengajak Tetua Li Tianshu ke Provinsi Rajawali Emas, sebenarnya Li Yuan ingin membangun kerajaan bisnis juga dibawah pengawasan Tetua Li Tianshu. Sehingga dua Provinsi besar akan terhubung di bawah naungan Klan Li.
Hari berganti siang, Li Yuan dan Fang Yin sudah bersiap di atas perahu terbang menunggu Li Tong.
"Maaf aku terlambat" ucap Li Tong tiba-tiba dari sebuah tangga yang menuju haluan perahu terbang tersebut.
Li Tong berjalan dengan tenang dengan Fan Chi yang mengikutinya di belakang. Mereka berdua mengenakan setelan berwarna putih dengan pedang panjang menggantung di pinggang.
"Kamu belum terlambat, kami juga baru saja bersiap" ujar Li Yuan dengan tenang.
Sesuai dugaannya, Li Tong pasti mengajak Fan Chi. Oleh karena itu untungnya Li Yuan sudah menawarkan untuk mengajak Fang Yin ikut serta.
"Iya, kita berangkat sekarang saja" jawab Li Yuan dengan nada yang pelan.
Li Tong dan Fang Chi segera menyesuaikan diri bergerak menuju haluan.
Dengan keberadaan Fang Yin, mereka bisa menumpang perahu terbang hingga ke Desa Bambu Kuning dengan lebih cepat. Selain itu Li Yuan juga akan memiliki teman mengobrol di sepanjang perjalanan.
Kedua pasang pemuda itu tengah menjadi sorotan orang-orang, rumor tentang perjodohan putra Patriark Klan Li dengan putri Gubernur Provinsi Fang Jing ternyata bukan omongan liar.
Setelah beberapa kali tampil di muka umum, Li Yuan dan Fang Yin menjadi sosok pasangan yang tengah hangat menjadi buah bibir orang-orang di Kota Qinghai.
__ADS_1
Sementara di Sekte Laohu, wajah Jia Hien terlihat sangat buruk. Setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri kedekatan Li Yuan dengan Fang Yin, kini para murid Sekte Laohu juga membicarakan keduanya tidak terkecuali dengan NU Hume dan Nu Nian.
Sepanjang hari keduanya membicarakan sosok Li Yuan tanpa henti, membuat kepala Jia Hien seperti akan meledak. Rasa penyesalan yang mendalam serta kebencian pada keadaan membuatnya memutuskan untuk pergi dari Sekte Laohu.
Dengan bekal seperlunya ia pergi dengan alasan menjalani misi ke Kota Xiening, ada misi sederhana untuk Pendekar Raja yang bisa ia ambil. Tanpa prosedur yang rumit, ia pergi meninggalkan Sekte tanpa ditemani oleh kedua orang sahabatnya.
****
Pada saat ini tanpa sepengetahuan Li Yuan, sebuah kekuatan besar sedang bangkit di daerah paling Utara yakni Provinsi Beruang Kutub. Sebuah tempat yang diselimuti salju yang tebal, hewan mitologi jenis Kilin Salju telah dibangkitkan. Hewan Mitologi tersebut telah berhasil diserap darahnya oleh Yaoguai dari Aula Jiwa.
Dengan teknik khusus ia memperdaya hewan mitologi tersebut untuk takluk dibawah kakinya. Sementara dengan darah Kilin Salju, kekuatan yang besar ditransfusikan ke dalam tubuh Yaoguai.
Selama ini daerah Utara dikuasai oleh Sekte Beruang Es, Kota Taiyuan yang menjadi pusat Ibukota tidak lepas dari pengaruh Sekte tersebut. Namun keberadaan Aula Jiwa telah luput dari perhatian Zi Hei sebagai penguasa wilayah Provinsi Beruang Kutub.
"Akhirnya aku berhasil menyerap darah hewan mitologi ini" ucap seorang pria paruh baya dengan perawakan kekar.
"Selamat Ketua, sebentar lagi Ketua akan menjadi penguasa Alam Langit yang sesungguhnya" kata seorang pria muda dengan tanda bekas luka di wajah kirinya.
"Jika tidak salah Wilayah Timur memiliki hewan mitologi burung Chong Min, dengan kembali menyerap darah hewan mitologi maka kekuatanku akan melampaui kekuatan Dewa Langit" ucap pria tersebut yang bernama Yaoguai sekaligus Ketua dari Aula Jiwa.
"Jika begitu maka aku akan membuka jalan untuk ke Provinsi Rajawali Emas" ucap Feng Mian sambil tersenyum tenang.
"Kamu atur saja namun tetap seperti sebelumnya, kekuatanku belum berada di tahap Maha Dewa, oleh karena itu kita harus hati-hati. Ku dengar orang-orang di Sekte Api Abadi telah membangkitkan hewan mitologi Phoenix Api. Kekuatan mereka jelas bukan hal yang bisa dianggap remeh" ucap Yaoguai dengan serius.
"Baik Ketua aku mengerti" jawab Feng Mian sembari mengangguk pelan.
Dalam sekejap ia berubah menjadi kabut hitam lalu menghilang. Feng Mian merupakan salah satu dari lima pilar Aula Jiwa. Ia dikenal sebagai Kesengsaraan Jiwa dan memiliki kekuatan Dewa Bumi.
__ADS_1
Di dalam kelompok Aula Jiwa, lima pilar memiliki peran yang sangat penting setingkat kepala divisi. Selain kekuatan mereka yang sangat mengerikan, mereka juga memiliki teknik yang sangat menakutkan.
Sebagai pemuja Dewa Kegelapan, mereka belum berani tampil ke permukaan hingga bangkitnya Dewa Kegelapan. Salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan menyerap darah hewan mitologi pelindung empat wilayah Alam Langit.