
Setelah beberapa saat, rombongan Li Yuan mulai tiba di tempat keramaian. Saat ini meraka berada di Kota Yingjian, kota pesisir yang banyak mengandalkan tangkapan hasil laut.
Kebanyakan penduduk memiliki fisik seperti Li Yuan, mereka memiliki tinggi dan berat badan yang ideal. Salah satu penyebab pertumbuhan fisik warga Kota Yingjian adalah karena faktor nutrisi, mereka terbiasa mengkonsumsi ikan yang mengandung protein tinggi.
Hal ini pula yang menyebabkan Yue Hao berpikiran jika Li Yuan berasal dari Kota ini.
Hanya saja warna kulit Li Yuan lebih putih dan bersih.
"Sebaiknya kita beristirahat dulu" ucap Yue Hao kepada kepala pengawal.
"Baik nona, kebetulan di depan ada rumah makan" jawab kepala pengawal tersebut.
Li Yuan tidak bereaksi, tatapan matanya masih menyapu keadaan sekitar. Ia juga merasakan hembusan angin yang terasa hangat di daun telinganya.
"Bagaimana menurutmu lingkungan di sini?" tanya Yue Hao.
"Sedikit hangat" ucap Li Yuan dengan enteng.
Ia merasakan suhu udara hangat dan panas yang terik.
Yue Hao tidak menjawab lagi, ia memiliki persepsi yang berbeda dengan Li Yuan. Ia mengira Li Yuan merasakan hal tertentu di dalam dirinya, sehingga ucapannya barusan dianggap terlalu berterus terang.
"Kamu kenapa?" tanya Li Yuan dengan ekspresi bingung.
Ia melihat wajah Yue Hao yang sedikit memerah saat mendengar ucapannya yang sebelumnya.
"Ti.. Tidak apa-apa, ayo kita segera turun. Rumah makan di depan sudah terkenal dengan penyajian dan rasanya yang istimewa" ucap Yue Hao memberi jawaban.
Sebagai putri Gubernur Ibukota, Yue Hao mendapatkan tempat khusus di lantai tiga. Sementara sepuluh orang pengawalnya yang tersisa berada di lantai dua. Dengan keberadaan Li Yuan di sisi Yue Hao membuat kepala pengawal menjadi lebih tenang.
Rumah makan ini berada di bibir pantai, letaknya yang strategis membuat pemandangan laut bisa terlihat dengan baik.
__ADS_1
Li Yuan sedikit merasa kagum, ada deburan ombak yang menggulung. Di kejauhan terlihat perahu nelayan yang sedang berburu ikan, benar-benar suasana kampung nelayan.
Pada waktu yang bersamaan, muncul beberapa orang yang menggunakan seragam sekte. Mereka adalah para pendekar yang berasal dari Sekte Angin Puyuh. Mereka adalah orang yang ditugaskan oleh Sekte untuk mengatasi serangan angin topan, setiap harinya mereka berkeliling melakukan pengawasan. Sudah terkenal luas jika Kota Yingjian sering menjadi amukan angin topan, terutama seperti saat sekarang ini yang sudah memasuki musim panas.
Ada enam orang pendekar langit yang kini menuju lantai tiga. Mereka duduk tidak jauh dari meja dimana Li Yuan dan Yue Hao duduk.
Li Yuan tidak menggubris kedatangan murid-murid Sekte Angin Puyuh tersebut, ia dengan santai menikmati hidangan laut yang baru saja disajikan. Di depannya, tampak Yue Hao tidak jauh berbeda yang tampak asyik dengan makanan kesukaannya.
"Apakah kau tahu siapa wanita muda yang duduk di sana?" ucap salah seorang murid Sekte Angin Puyuh kepada temannya.
"Jika tidak salah, dia adalah Nona Yue Hao putri dari Tuan Yue Fei Gubernur Ibukota" jawab salah satu murid lainnya.
"Oh pantas saja di lantai dua ada sekelompok pengawal" sahut murid pertama.
"Wanita itu sangat cantik. Aku tidak keberatan untuk mengikutinya"
"Jangan mimpi kamu, kamu tidak memenuhi syarat"
"Apanya yang tidak memenuhi syarat, coba kalian perhatikan orang yang di samping Nona itu. Dia hanya memiliki tingkatan Pendekar Raja"
Terdengar beberapa obrolan yang sedang membicarakan keberadaan Yue Hao, dan sesekali mereka mencibir keberadaan Li Yuan.
Li Yuan tentu saja mendengar semua isi percakapan tersebut, namun ia bisa menahan diri.
"Kamu jangan terpancing, mereka adalah murid-murid utama Sekte Angin Puyuh. Mereka sedang berpatroli untuk menjaga serangan angin topan yang biasa menghampiri Kota ini" Tiba-tiba terdengar suara Yue Hao di telinga Li Yuan.
Li Yuan menghela napas, Yue Hao mencondongkan tubuhnya terlalu dekat kepada Li Yuan. Secara tidak langsung, aroma harum tubuhnya mengganggu salah satu indra Li Yuan yang sensitif.
Setelah mendengar penjelasan dari Yue Hao, perasaan Li Yuan sedikit lebih tenang. Walau bagaimanapun juga ucapan murid-murid tersebut belum kelewatan, mereka juga sedang menjalani tugas dari sekte untuk melindungi warga. Memikirkan hal ini, Li Yuan kembali melanjutkan makannya dengan lahap.
Pada saat ini, sebagai pembudi daya elemen Angin dan Air Li Yuan merasakan sesuatu. Massa udara hangat dan lembab dari permukaan laut mulai naik dengan cepat, dan bertabrakan dengan massa udara yang lebih dingin di sekitarnya.
__ADS_1
Bahkan di atas awan, Li Yuan dapat merasakan adanya kondensasi udara akibat tabrakan dua hawa panas dan dingin itu. Dalam tempo yang singkat, suhu udara berubah menjadi lebih panas. Di antara awan putih yang berlapis-lapis, ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
"Gawat" ucap Li Yuan pelan.
"Ada apa?" tanya Yue Hao sedikit terkejut.
"Akan ada badai topan yang sangat besar" ujar Li Yuan.
"Kamu tidak sedang bercanda kan?" ucap Yue Hao sambil mengerutkan dahi.
Tidak jauh dari mereka berdua, para murid yang tengah asyik berbincang tiba-tiba dapat merasakan pergerakan udara yang naik dan menjauhi permukaan.
"Kawan-kawan sepertinya kita harus menunda makan kita" ucap salah seorang murid yang paling senior.
"Ayo, biar kita perlihatkan apa itu artinya kekuatan sesungguhnya" ucap salah seorang sambil melihat ke arah Li Yuan.
Keenam orang tersebut lalu bergerak menuju jendela yang berada di sudut lantai tiga. Lalu tubuh mereka terangkat dan melayang ke udara menuju arah garis pantai.
Li Yuan sedikit mengangguk melihat kemampuan mereka dalam meringankan tubuh dan melayang di udara.
Tidak jauh selepas mereka pergi, tampak awan di langit mulai berwarna ke abu-abuan dan sebagian lagi menghitam dengan cepat.
Di sekitar rumah makan, tampak dahan dan dedaunan mulai bergoyang dengan cepat karena hembusan angin yang semakin kencang.
Mata Yue Hao terbelalak, sebelumnya ia merasa ucapan Li Yuan sedikit berlebihan. Namun setelah merasakan fenomena ini ia mulai mengerti, bahwa ini adalah masalah yang tidak sederhana.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Yue Hao yang tiba-tiba.
"Kita duduk saja, nikmati makananmu. Biarkan orang-orang tersebut melakukan aksinya" ucap Li Yuan santai.
__ADS_1
Yue Hao mengangguk pelan, namun di lantai bawah ia mendengar orang-orang mulai berhamburan panik. Sementara beberapa kultivator angin sudah bergerak di belakang para murid Sekte Angin Puyuh.
Li Yuan memperhatikan anomali cuaca yang berubah dengan sangat cepat. Belum lama sejak ia berada di rumah makan ini, namun harus menyaksikan perubahan alam yang begitu luar biasa.