Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Sebuah Keinginan


__ADS_3

Yue Hao dan beberapa orang yang memperhatikan kondisi tubuh Li Yuan, melihat ada cahaya keemasan yang sangat menyilaukan. Sinar tersebut keluar mengitari tubuh Li Yuan dan menyelimutinya dengan kilauan yang bersinar di kegelapan malam.


"Huh" Li Yuan membuka mata sambil menghela napas panjang.


Persepsi indra spiritualnya semakin jauh dan lebih kuat, ia juga dapat merasakan keberadaan pengikutnya dengan lebih jelas seperti Tetua Mo Cau dan Ying Cushan yang kini berada di kediaman keluarga Li Ching.


"Akhirnya aku berhasil menerobos ke tingkat yang baru" gumam Li Yuan sambil mengedarkan tenaga Qi nya ke seluruh tubuh.


"Sepertinya aku sudah berada di tingkat Kaisar Dewa?" gumam Li Yuan senang.


Sebelumnya ia dua kali mengalami penerobosan, berdasarkan pengetahuan yang ia peroleh dari Kitab Dewa Naga pemberian gurunya maka ia yakin kini berada pada ranah Kaisar Dewa.


"Bagaimana keadaanmu?" terdengar suara penuh kecemasan dari Yue Hao.


"Aku baik-baik saja" jawab Li Yuan sambil bangkit berdiri.


Baru saja Li Yuan berdiri, kini tubuhnya sudah diterjang kembali oleh tubuh Yue Hao yang memeluknya dengan erat.


"Hai.. Ada apa denganmu? Tidak baik seperti ini, apa yang harus aku jelaskan kepada Tuan Yue nanti" ucap Li Yuan sambil menggoda Yue Hao.


"Aku sangat kecewa padamu" ucap Yue Hao tiba-tiba.


"Memangnya apa salahku? Bukankah aku sudah menolong mu?" ujar Li Yuan dengan ekspresi bingung.


"Bukan itu, dulu kau selalu menghindar dariku. Tetapi aku baru tahu jika sudah ada Nona Fang di hati mu" ucap Yue Hao sambil cemberut.


"Oh.. Itu" ucap Li Yuan yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Sudahlah.. Saat ini aku tidak mau mendengarkan kata penolakan mu. Tadi aku melihat kamu begitu mencemaskan diriku, buatku itu sudah cukup membuktikan jika aku cukup berarti di dalam hatimu" ucap Yue Hao.

__ADS_1


Li Yuan tidak dapat memungkiri dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Yue Hao, bahkan terobosan yang baru saja diperolehnya karena Yue Hao juga. Kenyamanan saat Yue Hao memeluknya telah berhasil meredam amarahnya, bahkan karena hal itu juga telah membangkitkan kekuatan lain yang tersembunyi dalam diri Li Yuan.


Melihat Li Yuan yang hanya terdiam, Yue Hao lalu berkata dengan lembut di telinga Li Yuan.


"Aku akan menjadi wanitamu, meskipun aku bukan yang pertama tapi aku berharap menjadi yang terakhir"


Seperti di tusuk oleh sebuah kristal es yang tajam, batin Li Yuan bergejolak. Ia baru saja membuka hati untuk Fang Yin, namun kini Yue Hao secara terang-terangan mengungkapkan keinginannya.


"Aku akan membahasnya terlebih dahulu bersama Fang Yin, aku baru saja bersamanya. Ia juga begitu mencintaiku bahkan rela menyusul ku ke tempat ini. Awalnya aku merasa kesal, namun aku tidak bisa menyalahkan perasaannya begitu saja. Sama seperti dirimu kalo ini, aku pun tidak bisa menyalahkan keadaan hanya saja semua butuh proses" ujar Li Yuan menyampaikan perasaannya.


"Aku akan menunggumu, biarkan aku berjalan di jalanmu" ucap Yue Hao dengan sungguh-sungguh.


Setelah mengatakan hal itu perasaan Yue Hao semakin baik, ia menyadari kekuatan pria yang ia sukai sangat luar biasa. Keberadaan Fang Yin yang sebelumnya sudah memberi warna dalam kehidupan Li Yuan akan ia terima, karena ia pun menyadari kedekatannya dengan Li Yuan baru beberapa saat.


"Ayo kita pulang, sekarang sudah malam. Aku juga tidak enak hati terlalu lama meninggalkan Fang Yin di rumah makan Hei Xian" ucap Li Yuan.


"Iya, lalu bagaimana dengan Jenderal Chen Sheng" tanya Yue Hao.


"Baiklah jika begitu, aku akan menyampaikan hal ini kepada ayahku" jawab Yue Hao sambil melepas pelukannya.


Sebelum Li Yuan menghilang ia menyentuh kepala Yue Hao dengan lembut lalu berkata.


"Jaga dirimu baik-baik"


Yue Hao tersenyum manis, lalu mengangguk pelan. Perlakuan Li Yuan kepadanya kini semakin baik, membuatnya bahagia.


Tidak jauh dari mereka tampak Yue Fei dan Yue Feng yang sedang memperhatikan kedekatan Yue Hao dan Li Yuan. Mereka tampak sangat bahagia melihat Yue Hao bisa bersama dengan pahlawan seperti Li Yuan.


"Apakah putri kecilku sedang jatuh cinta?" ucap Yue Fei sesaat setelah kepergian Li Yuan.

__ADS_1


"Ayah jangan menggodaku, aku sudah besar sekarang" ucap Yue Hao dengan nada protes.


"Kemana ia pergi? Kenapa kau tidak berusaha untuk menahan dirinya" tanya kakak lelakinya.


"Ia buru-buru karena ada Nona Fang di rumah makan Hei Xian yang ia tinggalkan sejak tadi" jawab Yue Hao dengan jujur.


Mendengar perkataan dari adiknya, Yue Feng dan Yue Fei saling memandang. Ayah dan anak tersebut lalu memandang ke arah Yue Hao.


"Apakah Li Yuan juga menyukaimu?" tanya Yue Fei dengan ekspresi penasaran.


"Iya, aku akan menerima posisiku saat ini" jawab Yue Hao dengan percaya diri.


"Tidak masalah... Tidak masalah.. Seorang seperti Li Yuan sangat wajar jika memiliki istri lebih dari satu" ucap Yue Fei sambil tersenyum senang.


Yue Hao hanya tersipu malu melihat sikap ayahnya, dengan restu dari ayahnya sudah cukup baginya untuk mengabdi dalam perasaan cinta di masa yang akan datang. Apalagi Klan Li juga sudah berada di Kota Nanguan, jadi hubungan antara Li Yuan dengan dirinya akan semakin mudah.


Pada saat berikutnya, Yue Hao lalu menyampaikan pesan dari Li Yuan tentang rencananya terhadap Jenderal Chen Sheng yang kini sudah menjadi orang biasa.


"Li Yuan berpesan untuk membawa Jenderal Chen Sheng ke alun-alun, rencananya ia akan dibawa ke Kota Jincheng sekaligus untuk memberi peringatan kepada Kaisar Tang Shiji" ucap Yue Hao.


"Baiklah jika begitu, keputusan itu sangat tepat. Dengan demikian pihak Istana Langit akan berpikir dua kali jika ingin mengusik Kota Nanguan" ujar Yue Fei dengan tersenyum cerah.


Pada saat yang bersamaan kini Li Yuan sudah tiba di rumah makan Hei Xian, ia juga melihat puluhan anggota Kelompok Naga Emas sudah berkumpul di rumah makan tersebut.


"Maafkan aku datang terlambat" ucap Li Yuan kepada semua orang yang ia kenal di lantai dua rumah makan Hei Xian.


"Tidak apa-apa Ketua" jawab orang-orang dari Kelompok Naga Emas.


"Apakah kamu baik-baik saja?" terdengar suara Fang Yin yang sedari tadi menahan kecemasan.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Maaf aku terlalu lama, karena aku harus menstabilkan kekuatan dulu" ucap Li Yuan sambil memegang tangan Fang Yin yang sudah berada di sisinya.


__ADS_2