Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Naga Danau Biru


__ADS_3

Bao Xiong sedikit termenung, ia sedang mencoba menerka tentang kehadiran Pendekar Pedang Tiga Elemen yang berasal dari Provinsi Rajawali Emas. Hanya saja terdapat garis singgung yang sama yaitu Kota Huanxie.


Berdasarkan informasi dari Asosiasi keluarga Fang, pendekar tersebut ikut naik perahu terbang mulai dari Kota Huanxie dan mengakhiri di Kota Qinghai. Jika memang ia berasal dari Provinsi Rajawali Emas mengapa sebelumnya tidak terdeteksi sama sekali?


Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran Ketua Sekte Laohu tersebut.


"Ketua, bagaimana sikap kita?" tanya salah seorang Tetua yang tampak bingung.


Sejenak Bao Xiong masih tampak terdiam, ia masih mencoba berpikir, sambil mengarahkan pandangan kepada Bao Zi yang baru saja tiba.


"Sebaiknya kita memiliki jawaban yang tepat saat ada interogasi dari Kaisar Tang Shiji" jawab Ketua Sekte dengan singkat.


Mendengar ucapan Ketua Sekte, seisi ruangan menjadi hening. Kejadian tewasnya Jenderal besar dari Istana Langit berada di wilayah kekuasaan Sekte Laohu. Hal ini tentu saja merupakan kelalaian Sekte, ada kelalaian dari utusan murid yang berada di Ibukota Qinghai dan juga kejadiannya berlalu dengan cepat.


Setelah membunuh Jenderal Xie Taizong pendekar tersebut menghilang, kini status Kota Qinghai berada pada status Keadaan Darurat. Dalam waktu dekat, utusan Istana Langit juga akan datang untuk menyelidiki. Tidak menutup kemungkinan Sekte Laohu akan dimintai keterangan.


"Tetua Jia, kuharap kamu bisa membantu kami memberikan penjelasan kepada Kaisar Langit" ucap Ketua Sekte dengan penuh harap.


Sekte Laohu baru saja menerima lamaran Kaisar Langit untuk menikahi putri Tetua Jia Fu, dalam posisi seperti ini setidaknya Kaisar Langit Tang Shiji akan memberikan muka kepada Sekte Laohu.


"Baik Ketua, aku akan melakukannya sebisaku" ucap Tetua Jia Fu dengan pasrah. Dalam hatinya ia mengutuk permintaan Ketua Sekte yang tidak malu tersebut.


"Tewasnya seorang Jenderal besar tentu akan merusak keseimbangan wilayah, untuk provinsi Naga Biru seharusnya diwakili oleh Jenderal yang berasal dari Sekte Laohu" ucap Ketua Sekte dengan sedikit khawatir.


"Tetapi Ketua, kita belum memiliki kandidat yang cukup kuat untuk posisi tersebut" ucap salah seorang Tetua yang bernama Xue Bin.


"Memang benar jika salah satu syarat untuk menjadi Jenderal Istana Langit adalah harus memiliki tingkat kultivasi Pendekar Suci. Namun jika sampai peluang ini diisi oleh seseorang yang berasal dari wilayah lain tentu akan menjadi kerugian bagi kita" ujar Ketua Sekte yang mencoba memanfaatkan peluang.


Situasi perundingan berlangsung hingga sore hari, ada beberapa opsi yang masih mengganjal untuk dilakukan. Para Tetua umumnya bersikap netral dan bermain aman, kebanyakan mereka tidak mau mengambil resiko bersinggungan dengan pihak Istana Langit.

__ADS_1


Sore ini sinar matahari tampak menyorot lebih silau dari biasanya, di Paviliun Bao Zi lima orang pemuda tengah bercanda menghabiskan waktu. Li Yuan merasakan kehangatan yang telah lama hilang, tepatnya tiga tahun sudah.


Li Tong kini memiliki kecakapan berenang yang sangat bagus, setelah berasa di Sekte Laohu keahlian berburunya terfokus di danau biru. Demi menyambut sahabatnya, ia segera menyelam mencari ikan mas khas danau biru. Sementara Fan Chi dan dua orang sepupunya menyiapkan pembakaran. Kali ini Li Yuan dibiarkan hanya sebagai penonton, ia tidak diberikan tugas membantu.


Senja di Paviliun Bao Zi memang paling indah, inilah salah satu peristiwa yang dirindukan oleh Li Yuan. Setelah semuanya siap, Li Tong segera naik menuju bibir danau. Saat ia hampir sampai, di belakangnya tercipta gelombang air yang sangat dahsyat.


"Li Tong, awas!" teriak Fan Lau meraung keras.


Li Tong memiliki respon yang sangat baik, dalam sepersekian detik ia mengumpulkan energi Qi nya dan keluar dari danau dengan sangat cepat. Ada jejak kengerian di wajah Li Tong, sementara gelombang air semakin besar dan membentuk pusaran yang sangat menakutkan.


Li Yuan segera menghampiri Li Tong, memastikan kondisinya yang baik-baik saja. Li Yuan menghela napas lega dan memandang ke danau biru.


Terdengar suara pusaran air yang sangat jelas, gelombang yang bergulung-gulung kini bentuknya menjulang ke atas, seperti ada dorongan dari dasar danau. Dalam sekejap tercipta beberapa kali deburan ombak. Danau yang semula tenang berubah menjadi badai dalam sekejap.


"Boom"


Terdengar suara yang sangat keras, pecahan gelombang menyebabkan air tumpah ke daratan dalam jumlah yang cukup besar.


Bai Hu berdiri di samping Li Yuan, tubuhnya gemetaran. Meski ada ketakutan di dalam dirinya, ia terus bertahan. Melalui indra spiritualnya Li Yuan dapat merasakan kekuatan yang sangat besar mendekat ke arahnya.


Sesosok naga raksasa muncul di depan Li Yuan, sebagian tubuhnya berasa di air dan sebagian lagi berdiri tegak. Sorot matanya terlihat ganas, menatap Li Yuan dengan tatapan aneh. Li Tong dan beberapa temannya mundur menjauh, mereka tidak kuat menghadapi tekanan yang begitu besar.


Bai Hu terdiam, keagungannya sebagai harimau putih langsung hilang. Tubuhnya tampak kaku melihat pemandangan Naga Bumi di depannya. Walaupun Bai Hu binatang spiritual, di hadapan Naga Bumi ia hanyalah seekor semut. Menyadari kekuatannya, Bai Hu melompat menuju Li Tong dan tiga orang lainnya yang kini tengah sangat tertekan.


Li Yuan memandang Naga Bumi dengan tajam, teknik jiwanya menyerang pertahanan Naga Biru. Ditambah teknik Aura Naga yang ia kuasai membuat Naga Biru meraung dengan keras.


"Gorrgghh"


Suaranya sangat keras diiringi dengan tubuhnya yang melayang di udara secara keseluruhan.

__ADS_1


Seluruh Sekte Laohu menjadi heboh, para Tetua dan Ketua Sekte yang tengah mengadakan pertemuannya segera pergi menuju Paviliun Bao Zi. Sementara teriakan kepanikan muncul dari para murid Sekte.


Di udara Naga Bumi mendegus kesal, dari mulutnya mulai menembakkan bola api secara acak.


"Dhuuaarr"


"Dhuuaarr"


Suara ledakan yang begitu masif tercipta di danau biru, meski berbahaya namun ledakannya masih bisa di halau oleh Li Yuan dengan dorongan angin.


Bao Xiong dan Bao Zi yang berada di tingkat Pendekar Suci segera melesat ke samping Li Yuan. Namun tekanan dari Naga Bumi membuatnya terpelanting ke belakang. Hanya Li Yuan yang masih diam tak bergerak.


Pemandangan ini jelas disaksikan oleh para Tetua yang baru saja datang, termasuk Tetua Jia Fu. Di samping Li Yuan, Bao Zi dan Bao Xiong saling menatap tak percaya, sebagai pemimpin Sekte jelas mereka mengetahui jika di depan mereka terdapat Naga Bumi, hewan mitologi Legenda Provinsi Naga Biru. Hewan mitologi yang selama ini ditunggu kebangkitannya oleh Ketua Sekte Laohu.


Di bawah tekanan Naga Bumi dua orang pemimpin Sekte Laohu tampak sangat tidak berdaya. Sementara itu para Tetua tak ada yang bisa menggapai radius dua ratus meter dari lokasi Naga Bumi. Para Tetua hanya fokus menjaga Li Tong dan tiga orang murid lainnya yang kini sudah tidak sadarkan diri. Jangankan mereka, bahkan para Tetua saja sudah berjuang dengan keras menahan aura penindasan dari hewan mitologi Naga Bumi.


Naga Bumi tengah mengumpulkan energi api, dari mulutnya tampak sebuah gelembung besar menyerupai bola api. Merasakan kekuatan Naga Bumi yang semakin kuat, Li Yuan tidak tinggal diam, ia mengeluarkan jurus yang ia pelajari dari Kitab Dewa Badai.


Li Yuan saat ini tengah berkonsentrasi mengalirkan Qi nya ke telapak tangan, tatapan matanya dingin, dari dalam tubuhnya mengeluarkan energi yang sangat besar dan terkondensasi menjadi gumpalan gelombang yang sangat mengerikan.



Dalam sekejap seluruh tubuh Li Yuan di selimuti oleh gelombang tornado yang sangat menakutkan, berpusat di telapak tangan kanannya membuat udara di sekitar seolah tertarik dan berpusat kepadanya. Tanpa ragu ia menghempaskan ke arah Naga Bumi yang kini bersiap mengeluarkan bola api raksasa.


Bao Zi dan Bao Xiong segera menghindar secepat kilat, ia tidak menyangka jika Li Yuan memiliki kekuatan yang sangat tidak masuk akal.


"Boooomm"


__ADS_1


Sebuah ledakan gelombang tornado menghantam Naga Bumi sebelum dirinya sempat melemparkan Bola Api.


Menyaksikan peristiwa tersebut, ada tatapan kengerian dari wajah Bao Zi. Sebagai gurunya jelas ia merasa jika muridnya telah melampaui dirinya terlalu jauh.


__ADS_2