Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Kehancuran Aula Jiwa


__ADS_3

Feng Mian hendak melakukan bunuh diri, namun gerakannya sudah diketahui oleh Li Yuan. Sebuah sinar yang bergerak sangat cepat bergerak ke arah dahinya, dalam sekejap cahaya tersebut mengunci tubuh dan pikirannya.


"Aarrgghh" teriak Feng Mian sebelum akhirnya terdiam.


Pada saat ini Feng Mian sudah berubah menjadi pengikut Li Yuan, ia kini mengerti kenapa ia tidak dibunuh seperti teman-temannya.


Pada saat yang bersamaan Li Yuan segera mengirim pesan transmisi jiwa kepada Ying Cushan, mereka diminta untuk menunggu dirinya di Kota Jincheng.


"Cepat bawa aku ke markas mu" ucap Li Yuan tanpa basa basi ke arah Feng Mian.


"Siap Tuanku" jawab Feng Mian dengan patuh.


Hal yang saat ini dipikirkan Li Yuan adalah tentang kemunculan pasukan siluman yang sebelumnya ia bunuh. Dengan tingkat kekuatan seperti itu jika dibiarkan, maka Alam Langit akan benar-benar sangat kacau dan banyak nyawa tak berdosa yang akan melayang.


Detik selanjutnya Feng Mian melompat ke udara dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke Provinsi Phoenix Emas, di belakangnya Li Yuan mengikuti dengan ekspresi wajah datar.


Semua orang menjadi tercengang, bahkan Li Jieru yang baru saja siuman hanya bisa terdiam. Li Jieru tentu mengetahui dengan tujuan Li Yuan, namun ia tidak diikutsertakan karena kondisinya yang belum stabil.


"Patriark, apa yang akan dilakukan oleh menantuku?" tanya Yue Fei dengan rasa keingintahuannya.


"Aku pun tidak mengerti, mengapa ia pergi begitu saja" jawab Patriark Cai.


"Sebaiknya kita harus segera membereskan kekacauan ini" sambung Patriark Cai kemudian.


Yue Fei terhenyak, melihat kerusakan dan korban jiwa yang begitu banyak membuatnya merasa bersalah. Ribuan anggota pasukan keamanan kota tewas bersimbah darah, serta tidak sedikit masyarakat biasa yang menjadi korban.


Kedatangan orang-orang Aula Jiwa yang membawa ratusan orang dengan kekuatan aneh terjadi begitu saja. Peperangan di pusat kota tidak bisa dihindari, membuat Yue Fei merasakan kegelisahan.


Yue Feng yang kini menjadi penanggung jawab pasukan keamanan juga sedang terluka cukup serius. Sebelumnya ia bersama keenam murid senior Sekte Angin Puyuh yang sudah menjadi komandan pasukan sedang mengevakuasi para warga. Namun di tengah aksinya, pertarungan dengan orang-orang Aula Jiwa pun tidak dapat dihindarkan.

__ADS_1


Di Kota Qinghai, di sebuah pinggiran rumah makan seorang lelaki tua tampak tersenyum cerah.


"Akhirnya sebuah masalah besar bisa teratasi. Aku bisa beristirahat dengan tenang" ujar lelaki tua itu yang ternyata adalah Yuan Zang.


Sementara wajah tegang dan gelisah tampak dirasakan oleh keluarga Li Dan, sejak Li Yuan berangkat ke Kota Nanguan hanya kegelisahan yang menyelimuti mereka sekeluarga. Li Yuan adalah anak lelaki mereka yang menjadi harapan penerus Klan Li di masa depan.


Diantara mereka, Yue Hao dan Fang Yin juga tidak kalah paniknya, mereka tidak mau menjadi janda sebelum menikah.


"Tuan, pertempuran di Kota Nanguan sudah berakhir" tiba-tiba terdengar suara Li Baojia memberi tahu.


"Lalu bagaimana kondisi putraku?" tanya Li Dan dengan nada khawatir.


"Tuan muda baik-baik saja, cuma sepertinya masih ada masalah lain yang harus ia selesaikan" ungkap Li Baojia.


"Syukurlah jika begitu" ucap Patriark Li Dan dengan ekspresi senang.


Beberapa orang yang ikut mendengarkan berita dari Li Baojia juga ikut tersenyum senang. Saat ini berita seperti ini seperti hujan di tengah musim kemarau.


"Ada apa suamiku?" tanya Xu Zuhui dengan khawatir.


"Kita akan membuat pesta yang megah untuk kedua menantu kita" ujar Li Dan sambil tersenyum cengengesan.


Fang Yin dan Yue Hao yang melihat gelagat dari calon ayah mertuanya itu pun tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Suasana yang semula tegang, kini mulai mencair dengan kabar baik yang baru saja mereka dengar.


Di atas langit dua sosok tubuh bergerak dengan sangat cepat, Feng Mian dan Li Yuan sedang terbang ke arah wilayah Provinsi Phoenix Emas. Mereka sedang mengarah ke markas Aula Jiwa yang sebelumnya mereka tinggalkan.


Hingga keduanya mendarat di sebah tempat yang cukup terpencil yang jarang dilalui oleh penduduk. Ada bangunan tua yang tampak tidak terurus namun masih berdiri kokoh.


"Kita sudah sampai tuan" ucap Feng Mian dengan hormat.

__ADS_1


Li Yuan hanya mengangguk pelan, melalui persepsi spiritualnya Li Yuan dapat merasakan sebuah portal kegelapan yang menghubungkan dua alam.


Li Yuan dan Feng Mian berjalan menuju ke ruang utama dari bangunan tersebut, namun alangkah terkejutnya Li Yuan saat dirinya mendapati mayat wanita yang sangat menyedihkan.


Kendati demikian, Li Yuan jelas mengenali sosok wanita yang sudah menjadi jasad tersebut. Tubuh kaku tanpa busana tersebut langsung ditutupi oleh jubah yang terdapat di dalam cincin penyimpanan.


"Aku akan menguburkan jasadmu dengan layak" ucap Li Yuan pelan.


Tidak jauh dari jasad Jia Hien, sebuah portal dimensi berwarna hitam pekat masih terbuka dan mengandung energi kegelapan yang mengerikan.


Tanpa membuang waktu Li Yuan segera menghampiri portal dimensi tersebut, dengan memfokuskan kekuatan ia berencana menghancurkan gerbang dimensi yang menghubungkan dua alam kehidupan tersebut.


Tubuh Li Yuan memancarkan cahaya berwarna keunguan, derak petir terlihat berkedip saat ia menarik pedang dari sarungnya. Ketika pedang diayunkan, petir berwarna ungu berhamburan keluar dari pedang tiga elemen.


Kali ini Li Yuan menggunakan karekteristik petir untuk menghancurkan portal dimensi yang masih terbuka tersebut.


"Dhuaar"


Ledakan kuat meletus diiringi dengan cahaya samar, sebuah portal dimensi yang berwarna hitam pekat itu pun hancur dan terhapuskan dari kehampaan.


"Huh.. Untung saja belum terlambat" ucap Li Yuan sambil menghela napas lega.


Setelah berhasil menghancurkan portal tersebut tubuh Li Yuan bergerak menghampiri jasad Jia Hien. Melalui transmisi jiwa, kemudian ia memanggil Li Jieru untuk mendatanginya.


Sambil menunggu kedatangan Li Jieru, Feng Mian menunjukkan beberapa tempat penyimpanan harta kelompok Aula Jiwa yang sebelumnya ditinggalkan.


Li Yuan sangat terkejut melihat gudang harta yang dimiliki oleh Kelompok Aula Jiwa, mereka tidak mengumpulkan sembarang harta. Selama ini mereka hanya mengumpulkan kristal energi serta kristal elemen kualitas tinggi, bahkan ribuan batang emas pun hanya terlihat sebagai pemanis saja.


Tanpa sungkan Li Yuan segera memindahkan seluruh harta karun dari gudang penyimpanan ke dalam cincin ruangnya. Ia ingin menggunakan barang-barang berharga tersebut untuk membangun kembali kota Nanguan yang sebelumnya mengalami kerusakan yang sangat parah. Dalam hal ini Li Yuan juga merasa menyesal karena sudah datang terlambat menyelamatkan nyawa dari orang-orang yang tidak berdosa.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, Li Jieru tiba di tempat tersebut. Dengan wajah cantiknya ia tersenyum cerah bertemu dengan tuannya, setelah beberapa saat yang lalu kekuatannya kembali pulih.


__ADS_2