Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Menunda Hari Pernikahan


__ADS_3

"Sebaiknya kita segera melaporkan kepada Patriark agar masalah ini tidak berlarut" ujar seorang pria yang terlihat paling senior.


"Baiklah jika begitu, kita harus secepatnya melaporkan hal ini" jawab beberapa yang lainnya.


Setelah memastikan tentang kejadian yang baru saja terjadi itu, mereka semua kembali menuju ke tempatnya di sebuah puncak gunung yang disebut Puncak Abadi Para Dewa. Tempat dimana sebuah Sekte terkuat berada yaitu Sekte Matahari.


Mereka sendiri merupakan orang-orang yang berada di bawah perintah Penatua Sekte Matahari, sebuah Sekte terkuat yang sangat bermusuhan dengan Dewa Kegelapan.


Di tempat tersebut merupakan tempat beradanya Dewa tertinggi, mereka terdiri atas enam orang dengan kekuatan yang mewakili elemen tertentu. Namun dalam sebuah ramalan akan muncul Dewa ke tujuh yang lahir karena kehendak alam. Hanya saja Dewa ketujuh masih dianggap sebagai Legenda yang belum terjadi bahkan hanya mitos di Alam Surgawi.


Puncak Abadi Para Dewa sendiri terdiri atas beberapa puncak gunung, dimana setiap puncak gunung didiami oleh seorang Dewa dalam hal ini seorang Penatua, seorang yang paling senior dan paling kuat dipanggil sebagai Patriark.


Sebagai tempat sakral yang hanya bisa ditinggali oleh Patriark dan Penatua, Sekte Matahari juga memiliki beberapa bukit yang ditinggali oleh murid-murid. Uniknya di Sekte Matahari adalah setiap bukit akan menjalani proses persaingan untuk menjadi yang terbaik.

__ADS_1


Mereka yang memiliki bakat akan di angkat sebagai murid inti yang bertugas sebagai pasukan khusus penjaga Alam Surgawi. Keberadaan pasukan keamanan Alam Surgawi sendiri memiliki standar minimal Tingkat Kaisar Dewa.


Kekuatan tersebut jika berada di Alam Langit maka sudah dipastikan akan menjadi keberadaan yang menakutkan. Apalagi jumlah pasukan Alam Surgawi terdiri atas lima puluh orang, dengan kekuatan seperti itu mungkin Li Yuan juga akan kesulitan pada saat sekarang ini jika harus menghadapinya.


Sementara itu Li Yuan yang baru saja tiba di Kota Qinghai bersama Li Jieru langsung menuju kediaman Klan Li. Setelah mengubah bentuknya kembali menjadi seorang wanita, Li Jieru terlihat lebih anggun pada saat ini.


Di dalam kediaman, tampak keluarga Li Yuan tengah berkumpul. Terlihat Yue Hao, Fang Yin dan Li Peiyu tampak begitu akrab. Mereka bahkan terlihat seperti adik kakak, wajah Li Peiyu yang terlihat cantik tidak kalah dibandingkan dengan kedua wanita Li Yuan.


"Putraku, bagaimana keadaanmu" sapa Li Dan saat melihat kepulangan Li Yuan.


"Mereka semua baik, hanya saja kedua menantu di keluarga ini terlihat sangat cemas beberapa waktu setelah kau pergi" ucap Patriark Li Dan mencoba meredakan kekhawatiran Yue Hao dan Fang Yin.


Mendapat bercandaan dari ayah Li Yuan, kedua wanita tersebut tersipu malu meskipun di dalam hati mereka tampak bersuka ria.

__ADS_1


"Ayah, ada yang mau Yuan'er sampaikan" ucap Li Yuan di depan semua anggota keluarganya.


"Aku ingin menunda pernikahan untuk beberapa hari" ucap Li Yuan dengan serius.


"Apa yang terjadi? Bukankah lebih cepat lebih baik?" ucap Li Dan dengan sedikit bingung.


"Paman Jia sedang berduka, ia baru saja kehilangan putrinya untuk selamanya" ungkap Li Yuan dengan sungguh-sungguh.


"Apa?" tanya Li Dan dengan tidak percaya.


Melihat sikap ayahnya, Li Yuan kemudian bercerita tentang kejadian yang menimpa Jia Hien atau Dewi Penguasa bulan yang kekuatannya sudah diambil oleh orang-orang Aula Jiwa.


Li Dan tertegun atas apa yang baru saja diceritakan oleh putranya tersebut, Jia Fu merupakan sahabat terbaiknya dan juga sudah ia anggap seperti saudara.

__ADS_1


"Baiklah apa yang kamu pikirkan sudah tepat, aku juga langsung menuju ke Sekte Laohu untuk mengunjungi Jia Fu" ujar Li Dan yang masih kaget.


Yue Hao dan Fang Yin yang mendengar cerita dari Li Yuan juga tidak kalah terkejutnya, mereka berdua pernah mendengar jika putri Jia Fu adalah calon tunangan dari Li Yuan sejak masa kecil.


__ADS_2