
Selama ribuan tahun akhirnya jiwa Dewi Penguasa Malam berubah menjadi Kristal Kelahiran, tanpa disadari Jia Hien telah menyerapnya dan kini ia sudah kehilangan kendali atas dirinya.
"Tuan Putri, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini" ucap Wuya dengan hormat.
"Ada apa?" tanya Dewi Penguasa Malam dengan nada penasaran.
"Jika terlalu lama, aku khawatir keberadaan kita akan dicurigai oleh Naga Bumi yang kini sudah bangkit" jawab Wuya dengan cemas.
Wanita itu tampak berpikir sejenak, hewan mitologi Naga Bumi adalah salah satu hewan yang diperintahkan oleh Sang Penguasa untuk menjaga Provinsi Naga Biru.
"Baiklah jika demikian. Untuk saat ini aku belum bisa berhadapan langsung dengan hewan mitologi penjaga wilayah ini" jawab Sang Dewi Penguasa Malam.
"Sebaiknya kita pergi ke arah Timur, sepertinya orang-orang dari Aula Jiwa sudah berada di sana" ujar Wuya.
"Mari kita berangkat sekarang" ucap Sang Dewi.
Tanpa membuang waktu, mereka berdua segera menghilang bersama munculnya kabut hitam yang menyelimuti tubuh mereka.
Orang-orang dari Aula Jiwa memiliki kedekatan emosional dengan Dewi Penguasa Malam, mereka memiliki karakteristik jiwa yang unik. Bahkan menjelang akhir hayatnya, ia dikenal dekat dengan Wuya yang merupakan hewan peliharaan Dewa Kegelapan.
Di tempat yang berbeda, di Kota Nanguan. Hari ini kebetulan Li Yuan sedang berada di rumah kediaman yang dulu dimiliki oleh Lou Hei, setelah satu bulan berada di Kota ini ia tidak banyak kesibukan. Selain berupaya meningkatkan kekuatan dengan menyerap Kristal Energi, ia juga melatih beberapa teknik pengolahan energi angin.
Beberapa hari sebelumnya, Li Yuan membeli beberapa kitab beladiri tingkat menengah yang ia dapatkan melalui sebuah asosiasi perdagangan. Sebagai negeri pemberdaya karekteristik angin, kitab atau petunjuk mengenai hal itu sangat mudah didapatkan.
"Ketua, apakah kau tidak bosan hanya berlatih saja?" ucap Zheng Shuang yang baru saja tiba.
"Tidak, hal ini sudah semestinya aku lakukan. Sambil menunggu peningkatan lima orang Tetua, aku harus memberi mereka contoh" jawab Li Yuan dengan tenang.
"Apakah Ketua tidak ingin bertemu dengan seseorang di rumah makan?" ucap Zheng Shuang sambil melontarkan sebuah pertanyaan.
"Siapakah itu?" tanya Li Yuan dengan penasaran.
__ADS_1
"Ia adalah Nona Yue Hao, kebetulan ia sedang berada di tempat kita" jawab Zheng Shuang memberi keterangan.
Mendengar nama Yue Hao, pikiran Li Yuan sedikit berputar. Ia memiliki hubungan yang baik dengan gadis tersebut, memilih menemuinya tentu bukan masalah.
"Terimakasih atas informasi darimu. Aku akan bergegas menuju ke sana" ujar Li Yuan sambil berjalan ke arah rumah makan Hei Xian dengan terburu-buru.
Setelah kepergian Luo Hei, ia menempati rumah tersebut bersama anggota Klan Li lainnya. Sampai saat ini, mereka belum menemukan lokasi yang tepat untuk membangun kekuatan Klan Li di Kota Nanguan.
Setelah Li Yuan pergi, Zheng Shuang mengikutinya dengan perlahan. Kini dirinya bertanggungjawab mengelola bisnis penginapan dan rumah makan Hei Xian.
Di rumah makan Hei Xian tampak seorang gadis sedang menikmati makanannya, dia adalah Yue Hao putri dari Gubernur Provinsi Rajawali Emas.
"Nona Yue" ucap Li Yuan sambil tersenyum cerah.
Mendengar seseorang memanggilnya, Yue Hao segera menoleh ke arah seorang pria tampan yang baru saja berdiri di sampingnya.
"Yuanli" ucap Yue Hao dengan cepat.
"Aku baik, duduklah sini" ujar Yue Hao sambil tersenyum cerah.
Li Yuan kemudian duduk di seberang Yue Hao, keduanya lalu saling memandang sebentar. Li Yuan bahkan memperhatikan hidangan yang kini sedang dinikmati oleh Yue Hao.
"Aneh, kenapa Nona Yue makan tidak seperti biasanya?" ucap Li Yuan dengan ekspresi heran.
Selama mengenal Yue Hao ini pertama kalinya ia melihat Yue Hao makan dengan sedikit, tidak seperti biasanya yang memiliki selera makan luar biasa.
"Kamu selalu saja memperhatikan selera makanku, tetapi tidak pernah memperhatikan perasaan ku" gerutu Yue Hao dengan ekspresi cemberut.
Mendengar perkataan Yue Hao, Li Yuan hanya tersenyum. Yue Hao memang memiliki pesona tersendiri, tetapi sulit bagi Li Yuan untuk jatuh hati. Selain sudah ada Fang Yin, ia juga tidak mau memberikan harapan.
"Setidaknya aku masih mengingatmu dengan sesuatu yang menarik" ujar Li Yuan sambil tersenyum lepas.
__ADS_1
"Sudahlah jangan panggil aku Nona lagi, Yue Hao saja" ucap Yue Hao dengan tatapan serius.
"Baiklah. Ngomong-ngomong bagaimana perkembangan kekuatan Keluarga Yue?" tanya Li Yuan.
Yue Hao kemudian menceritakan kekuatan Keluarga Yue saat ini, selain menambah anggota pasukan terdapat pula perekrutan pendekar ahli. Hal ini mereka lakukan selama satu bulan terakhir setelah mendengar saran dari Li Yuan.
"Hanya saja kebutuhan anggaran untuk hal itu sangat besar. Keluarga kami mengalami kendala terkait keuangan, bisnis bahan herbal berkualitas sangat sulit. Andai kami bisa bekerja sama dengan Keluarga Li itu akan sangat membantu, hanya saja hal itu hampir mustahil" ucap Yue Hao dengan tampang lesu.
Li Yuan cukup kaget dengan perkataan Yue Hao, namun hal ini justru memberikan peluang untuk Tetua Li Tianshu yang sedang memiliki banyak waktu luang.
"Kenapa sulit?" tanya Li Yuan dengan ekspresi bingung.
"Mohon maaf tuan, apakah tuan ingin disiapkan makanan seperti biasa" ucap seorang pelayan wanita yang muncul tiba-tiba.
"Iya seperti biasa saja" jawab Li Yuan dengan ramah.
"Baiklah Tuan, mohon ditunggu" jawab pelayan tersebut dengan hormat.
"Hai, sepertinya kamu sudah terbiasa di tempat ini? ucap Yue Hao dengan nada penuh selidik.
"Ya itu hanya kebetulan. Kamu belum menjawab pertanyaanku sebelumnya" ucap Li Yuan dengan ekspresi sedikit protes.
"Klan Li kini menguasai herbal di seluruh wilayah selatan, bahkan mereka juga memiliki jaringan yang luas di berbagai wilayah lainnya. Keluarga Yue sangat bergantung pada herbal yang berkualitas dan berkhasiat tinggi, hanya kepada mereka kami bisa mendapatkan barang-barang tersebut" ucap Yue Hao.
"Lalu letak kesulitannya di mana?" tanya Li Yuan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Beberapa hari yang lalu utusan dagang Keluarga Yue telah mendatangi Asosiasi Sumber Kehidupan di Kota Qinghai. Namun pada kesempatan itu, kami tidak berhasil menjalin kerjasama dengan mereka karena saat ini mereka belum ada rencana untuk melakukan perluasan ke Kota Nanguan" ucap Yue Hao dengan putus asa.
Li Yuan hanya tersenyum saat Yue Hao berkata demikian, hal ini tentu saja karena adanya Li Yuan dan Tetua Li Tianshu di Kota Nanguan. Jadi Klan Li tentu tidak akan gegabah mengambil keputusan karena akan mengganggu rencana Li Yuan.
"Kenapa kau malah tersenyum?" tanya Yue Hao dengan ekspresi heran.
__ADS_1
"Kamu berangkatlah ke Kota Qinghai, bilang kepada Patriark Li Dan jika aku yang meminta agar Keluarga Yue dapat bekerjasama dengan Keluarga Li" ucap Li Yuan sambil mengeluarkan sebuah token giok.