Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Dan Akhirnya Menikah


__ADS_3

"Yuan Gege, apa yang terjadi? tanya Yue Hao yang lari bergegas dengan khawatir.


Kejadian beberapa saat lalu telah menghebohkan kota Qinghai, banyak ahli beladiri yang bertanya-tanya. Hanya saja ledakan energi sebelumnya terjadi di atas udara, di luar batas kemampuan orang-orang pada umumnya. Termasuk para petinggi Sekte Laohu pun bertanya-tanya, karena mereka juga bisa merasakan kekuatan yang tidak lazim.


"Tidak apa-apa, hanya ada guruku yang sedang melatih teknik baru" jawab Li Yuan asal.


Li Yuan tentu tidak mau membuat Yue Hao khawatir, apalagi kini mereka juga sedang menyiapkan pesta pernikahan.


"Dimana Fang Yin?" tanya Li Yuan yang memperhatikan ketidakhadiran Fang Yin.


"Kak Fang Yin sedang menyiapkan masakan, ia meminta kita untuk makan bersama" jawab Yue Hao penuh semangat.


"Owh.. Ternyata memiliki dua orang wanita seperti kalian sangat menyenangkan" goda Li Yuan sambil menggenggam tangan Yue Hao menuju ruang makan kediamannya.


"Cukup kami saja, tidak ada yang lain" ujar Yue Hao sambil meremas tangan Li Yuan.


"Hahaha.. Iya tentu saja" jawab Li Yuan sambil tersenyum.


Keduanya lalu berjalan dengan harmonis bagai Dewa dan Dewi, tubuh Li Yuan yang memang tampak dewasa sangat ideal bergandengan dengan Yue Hao yang memiliki bentuk tubuh hampir sama dengan Fang Yin.


"Yuan Gege, mari kita makan bersama" ucap Fang Yin dengan hangat.


Li Yuan langsung memeluk erat tubuh Fang Yin, hingga membuatnya menjadi heran.


"Ada apa?" tanya Fang Yin kepada Yue Hao yang sebelumnya bersama Li Yuan.

__ADS_1


Yue Hao hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti apa yang saat ini dialami oleh Li Yuan.


Fang Yin sendiri adalah wanita yang pertama dicintai secara mendalam oleh Li Yuan, dengan kondisi yang baru saja dialami saat bertemu dengan orang-orang dari Alam Surgawi, membuat Li Yuan merasakan takut kehilangan wanita yang ia cintai.


Setelah merasa lebih baik, Li Yuan mengendorkan pelukannya lalu memandang Fang Yin dengan lembut sebelum duduk bergabung dengan Yue Hao yang sudah menghidangkan makanan dan minuman.


"Kalian akan selalu aku cintai dan sayangi" ucap Li Yuan tiba-tiba.


"Terimakasih, kami bahagia kok dengan keadaan seperti ini. Tidak akan ada wanita yang bisa senyaman ini saat bersama dengan seseorang yang ia kasihi" balas Yue Hao dengan penuh kasih sayang.


Yue Hao jelas menyadari jika ia adalah wanita kedua yang hadir di dalam kehidupan Li Yuan, namun dengan sikap Fang Yin yang sanggup menerima kehadirannya membuat ia merasa jauh lebih bahagia pada saat ini. Bisa bersama dengan sosok legenda muda seperti Li Yuan adalah suatu keadaan yang tidak bisa didapatkan oleh semua wanita.


"Guan Gege, bagaimana persiapan pernikahan kita bersama?" tanya Fang Yin di tengah situasi makan bersama.


"Kenapa kami harus kembali pulang?" tanya Yue Hao yang polos.


"Karena kita tetap saja harus menjaga nama baik keluarga, sebelum ada ikatan pernikahan kita sebenarnya dilarang tinggal bersama" ucap Li Yuan dengan nada bersalah.


"Aku meminta kalian menginap di sini karena mulanya memang situasi bahaya yang mengancam dari orang-orang Aula Jiwa" sambung Li Yuan kemudian.


"Iya kami memahaminya dengan baik kok, justru aku bersyukur bisa berada di tempat aman seperti ini. Aku juga mendengar kabar jika Kota Nanguan rusak parah akibat serbuan dari kelompok Aula Jiwa" ucap Yue Hao dengan nada sedih.


Jika saja sebelumnya Li Yuan tidak memperingatkan maka sudah dipastikan kerusakan dan korban jiwa bakalan lebih banyak. Apalagi kekuatan pasukan musuh yang sangat aneh pada saat itu membuat pasukan gabungan keamanan Kota merasa tidak berdaya.


"Sudahlah semua sudah berlalu, dalam waktu tidak lama lagi Kota Nanguan akan pulih kembali" ucap Li Yuan sambil mengusap kepala Yue Hao dengan lembut.

__ADS_1


Mereka bertiga melanjutkan makan siang dengan suasana penuh keakraban, Li Yuan juga memperlakukan keduanya dengan baik sehingga tidak ada kecemburuan diantara keduanya. Dengan sikap saling terbuka, justru membuat mereka menjalani hubungan tanpa beban.


Di hari itu juga Fang Yin dan Yue Hao akhirnya kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan diri untuk pesta pernikahan yang akan digelar beberapa hari ke depan. Yue Hao yang pulang lebih jauh ke Kota Nanguan Provinsi Rajawali Emas dikawal oleh Tetua Mo Cau. Meskipun situasi sudah aman, namun Li Yuan tetap memprioritaskan keselamatan orang-orang terdekatnya dengan maksimal.


Sepeninggal dua orang wanitanya tersebut, Li Yuan mulai merenungi tentang waktu yang diberikan oleh orang-orang yang berasal dari Alam Surgawi. Ia mencoba memikirkan strategi alternatif agar ia tidak perlu ke tempat tersebut serta tidak terjadi pertempuran.


Sambil membaringkan tubuhnya, Li Yuan mencoba berpikir dengan keras untuk mencari jalan keluar masalah yang kini sedang melilitnya. Hingga tak terasa, dirinya pun terlelap dalam buaian lelahnya beban pikiran.


Hingga beberapa hari pun berlalu, kini hari pernikahan dua tokoh muda Klan Li dilaksanakan. Segala persiapan pernikahan Li Yuan dengan dua orang wanita sekaligus telah berjalan dengan baik. Sementara Li Tong dan Fan Chi pun telah menyiapkan hal yang sama, mereka menyelenggarakan pernikahan pada waktu dan tempat yang sama.


Hal ini selain karena hubungan keakraban antara Li Yuan dengan Li Tong juga karena mereka berasal dari kalangan yang sama, jadi tamu undangan pun merasa lebih efektif dan efisien terhadap acara pernikahan tersebut.


"Selamat atas pernikahan kalian" ucap Tetua Jia Fu yang juga hadir.


"Terimakasih paman" jawab Li Yuan dengan sopan.


Keduanya tampak terlihat akrab meskipun tidak sempat menjalin hubungan yang lebih dekat sebelumnya. Ayah Li Yuan pun menemani para tamu yang hadir dengan antusias dan penuh rasa kebahagiaan.


Li Yuan yang kini tengah bersanding dengan dua orang istri sekaligus membuat iri banyak lelaki, namun mereka juga berpikir wajar jika seorang pemuda dalam masa mudanya saja sudah menjadi pemuda yang melegenda di Kekaisaran Alam Langit.


Sementara di sebelah Li Yuan, tampak Li Tong yang berdiri gagah dengan istrinya juga memukau banyak tamu undangan. Mereka adalah dua orang murid Sekte Laohu yang berhasil menjalin hubungan hingga jenjang pernikahan.


Nu Hume yang merupakan murid senior juga kini tanpa disangka akhirnya mulai dekat dengan Tetua Jia Fu yang masih terlihat gagah, apalagi semenjak dirinya menerobos ke tahap Dewa Bumi ia tampak lebih muda sepuluh tahun dari sebelumnya.


Ia juga berpikir logis, setelah kematian putrinya ia harus melanjutkan garis keturunannya yang tidak mungkin berhenti begitu saja. Kebetulan Nu Hume adalah sosok yang bisa mengerti akan hal tersebut dan juga tidak keberatan untuk mendampingi Tetua Jia Fu.

__ADS_1


__ADS_2