Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Perpisahan


__ADS_3

Menurut apa yang terdapat di Kitab Dewa Naga, tingkat kultivasinya masih jauh dari kata layak untuk seorang Kultivator Langit.


"Huh" akhirnya selesai juga" ucap Li Yuan sambil menghela napas panjang.


Penampilan Li Yuan yang tampak semrawut menutupi ketampanannya, dengan pakaian yang compang camping ia bangkit untuk melangkah. Setelah menstabilkan kekuatannya beberapa saat yang lalu, jangkauan indera spiritualnya kini semakin meluas. Ia dapat merasakan kehadiran samar gurunya, dari ketinggian. Li Yuan mendongakkan kepalanya dan menatap lurus ke balik awan.


"Hmm.. Anak itu sudah semakin meningkat kemampuannya" gumam Yuan Zang sambil melayangkan tubuhnya dengan cepat ke Puncak Gunung Hua.


"Naiklah!" ucap Yuan Zang kepada muridnya tersebut.


Li Yuan dengan sigap melayangkan tubuhnya ke udara, terpaan angin di dasar kawah sudah tidak berpengaruh kepadanya. Tekanan angin sudah semakin bisa ia kuasai seiring meningkatnya kekuatan Li Yuan.


"Murid memberi hormat pada guru" ucap Li Yuan saat kaki kanannya mulai menapak bebatuan.


"Bagus .. Bagus, aku puas dengan pencapaianmu" kata Huan Zang memuji Li Yuan.


"Terimakasih guru" ucap Li Yuan tulus.


Yuan Zang dapat melihat kekuatan Li Yuan yang sudah berada pada ranah Pendekar Suci Tahap Awal hanya mengangguk ringan


.


"Selama dua tahun ini, apa yang kau rasakan?" tanya Yuan Zang.


Li Yuan sedikit terkejut saat mendengar ia sudah melewati masa dua tahun, jika ditotal ia sudah tiga tahun berada di Gunung Hua.


"Pada awal mulanya aku sangat kesulitan saat diriku terkena hempasan energi lava, pada saat itu merupakan masa yang paling sulit dan lama untuk menstabilkan kekuatan. Murid ini beruntung, pada akhirnya dapat mengendalikan kekuatan tersebut" ujar Li Yuan sambil mengalirkan energi panas ke seluruh tubuhnya.


Dalam sekejap hawa dingin di Puncak Gunung Hua dalam radius tertentu berubah menjadi panas. Dari telapak tangan kiri Li Yuan tercipta bola energi berwarna merah keemasan.

__ADS_1


"Cukup! teriak Yuan Zang.


Li Yuan lalu menghempaskan energi panas tersebut ke sudut kehampaan, bola energi meledak lalu berubah menjadi percikan bunga api yang sangat mengerikan.



"Jangan kau gunakan kekuatan tersebut jika tidak dalam keadaan terpaksa" ucap Huan Zang memberi nasihat serius.


"Baik guru" jawab Li Yuan dengan patuh.


"Sebaiknya sekarang kita kembali ke Gua, segera bersihkan dirimu" ujar gurunya sambil tersenyum terkekeh.


Li Yuan hanya tersenyum masam saat memperhatikan tubuhnya, selain bajunya yang sudah compang camping, ia juga menyadari jika rambutnya sudah kusut tidak terurus.


Li Yuan mendapati tubuhnya yang tidak karuan segera menghilang bersama hembusan angin. Kurang dari satu tarikan napas, ia sudah tiba di depan Kolam Spiritual. Tempat dimana ia berendam dan berlatih pada kesempatan sebelumnya.


"Akhirnya aku menemukanmu" ucap Li Yuan dengan tatapan penuh kerinduan. Setelah melepas pakaiannya, Li Yuan segera menceburkan diri, rasa segar yang sudah lama terlupakan kini dapat ia rasakan kembali.


Pada kesempatan ini, Li Yuan menghabiskan waktu selama dua hari dua malam untuk berendam. Setelah dirasa cukup, ia bangkit dan menggunakan pakaian baru dari dalam cincin penyimpanannya. Li Yuan kini berusia dua puluh tahun, jangan tanya tentang bagaimana rupanya setelah ia menjalani pelatihan fisik yang ekstrim.


Wajah ganteng dan kulit putihnya semakin bersinar berkat efek dari Kolam Spiritual. Susunan tulang tubuhnya juga berkembang tidak seperti pemuda lainnya, melalui penempaan fisik selama tiga tahun terakhir tingginya hampir mencapai dua meter. Sangat gagah dengan balutan otot-otot tubuhnya yang semakin membuatnya lebih maskulin dari siapapun.


Pagi ini sinar mentari di ngarai tampak lebih indah dari biasa yang Li Yuan saksikan beberapa tahun terakhir di dasar kawah. Li Yuan duduk di salah satu batu besar, ia menghirup Qi murni yang selama ini ia rindukan. Maklum saja di dasar kawah Puncak Gunung Hua, energi Qi yang ia hirup bercampur dengan belerang yang memiliki racun kandungan racun sangat tinggi.


Berkat kondisi seperti itu pula, tubuh Kaisar Langitnya berfungsi secara optimal. Kini Li Yuan memiliki tubuh yang sudah kebal terhadap berbagai jenis racun, baik racun yang menyerang saraf maupun racun yang menyerang tulang.


Beberapa jam berkultivasi di bawah sinar matahari, kini tubuhnya melayang. Matanya kembali terbuka, ia menghela napas panjang.


"Sepertinya aku harus segera kembali ke Kota Huanxie. Ada perasaan yang berbeda yang saat ini kurasakan" gumam Li Yuan dalam hati.

__ADS_1


"Guru, murid mohon izin untuk kembali ke Kota Huanxie" sepertinya akan ada sesuatu hal yang besar yang dialami oleh ayah dan ibuku" ucap Li Yuan kepada gurunya.


"Hmm.. Bagus, kemampuan jiwamu sudah berkembang sampai ke tingkat ini. Aku tidak akan menghalangi baktimu kepada kedua orang tuamu" jawab Yuan Zang.


Lalu ia melepaskan Cincin penyimpanan di jarinya, lalu menyerahkan benda tersebut kepada Li Yuan.


"Pakailah cincin spiritual ini, hal ini juga menandakan kamu adalah muridku yang kelak akan menggantikanku" ucap Yuan Zang dengan hangat.


Li Yuan lalu mengenakan cincin tersebut setelah diberitahu cara menggunakannya oleh gurunya itu. Berbeda dengan Cincin penyimpanan yang Li Yuan pakai sebelumnya, Cincin Spiritual memiliki dimensi yang lebih luas dari cincin penyimpanannya. Bahkan menurut penjelasan Yuan Zang, cincin tersebut bisa bertambah luas dimensinya setiap Li Yuan meningkatkan kultivasinya.


"Terimakasih guru" ucap Li Yuan dengan tulus.


Dalam tiga tahun ini ia banyak menerima dari gurunya tersebut, selain ia selamat dari serangan Beast ia juga kini sudah menjadi Pendekar Suci.


"Muridku, tolong dengarkan pesanku karena kelak mungkin kita belum tentu berjodoh seperti ini" ucap Yuan Zang dengan sangat serius.


"Sebelumnya aku memiliki kesempatan untuk menjadi Kaisar langit, namun aku mengabaikannya dan memilih mengasingkan diri menjauhi hiruk pikuk kehidupan duniawi. Sudah takdir kita sebelumnya jika langit mempertemukan kita dalam keadaan seperti ini. Kelak jika kamu memiliki kesempatan yang sama denganku pada saat itu, ambillah dan bawalah perubahan yang lebih baik." ucap Yuan Zang.


"Dunia tidak akan berubah menjadi baik jika orang baik hanya diam saja. Membiarkan orang jahat berkuasa sama saja dengan kau mendukung kejahatan. Semoga dengan adanya kamu, langit akan mengampuni dosa-dosaku di masa lalu".


Li Yuan tertegun, ia tidak menyangka jika gurunya adalah sosok besar yang tercatat dalam sejarah ribuan tahun. Li Yuan pernah membaca kisah sang legenda kaisar langit yang menghilang, dan kini ia baru mengetahui jika sosok legenda tersebut adalah gurunya sendiri.


"Bruk" terdengar suara dengkul Li Yuan menyentuh tanah.


"Murid siap menjalani perintah guru" ucap Li Yuan dengan raut wajah penuh haru.


"Bangunlah. Ini semua sudah takdir kita" ucap gurunya.


"Di dalam cincin tersebut terdapat beberapa Kristal Elemen Tanah yang sudah lumrah di tempatmu berada, kamu juga bisa menyerapnya jika kamu mau, tubuh istimewamu dapat menampung beberapa elemen sekaligus. Saat ini elemen yang kau miliki adalah elemen unik, tidak semua kultivator memiliki kesamaan denganmu.

__ADS_1


Terdapat juga sebuah Pedang dengan elemen panas sesuai dengan karakteristikmu, kamu bisa menggunakannya sama seperti kamu menggunakan Cincin Spritual di jarimu. Sisanya ada beberapa kitab beladiri yang berada di bawah tiga kitab yang sudah kamu pelajari. Ada juga kitab pengetahuan yang perlu kamu baca di masa mendatang" ungkap Yuan Zang denganĀ  detail.


__ADS_2