
Setelah beberapa saat berada di dalam portal dimensi, Li Yuan mulai memberanikan diri untuk bertanya dengan serius.
"Kenapa kalian bisa dengan mudah keluar masuk ke Alam Langit?" tanya Li Yuan dengan ekspresi penasaran.
"Selama ada benda ini maka kami bisa keluar masuk ke dalam Alam Surgawi maupun Alam Langit" ucap salah seorang pria paruh baya tersebut sambil menunjukan giok naga berwarna ungu.
"Hanya dengan benda tersebut berarti sangat mudah dimanfaatkan oleh siapapun?" tanya Li Yuan lagi.
"Tentu saja tidak, di Alam Surgawi saja cuma ada tiga benda ini yang merupakan kunci pembuka segel langit" ucap orang itu lagi dengan penuh kebanggaan.
Lei Tian memang memperhatikan ketiga benda tersebut sejak tadi, mulanya ia berencana ingin merebutnya sebelum masuk portal dimensi namun ia khawatir terjadi pertempuran besar di alam langit, selain itu usahanya memanfaatkan karekteristik jiwa pun gagal.
Namun Li Yuan merasakan fluktuasi Qi yang berbeda di dalam portal dimensi ini, Li Yuan seperti merasakan jika kekuatan ketiga orang yang bersamanya seperti ditekan oleh kekuatan lain.
"Sepertinya aku harus merebut benda tersebut bagaimanapun caranya" gumam Li Yuan.
Setelah berada di dalam portal dimensi selama beberapa tarikan napas, mulai terlihat seberkas cahaya diantara gelapnya tempat dimana mereka kini berada.
"Kita sebentar lagi sampai" kata seorang pria paruh baya tersebut.
Ketika cahaya putih mulai terlihat terang, Li Yuan langsung bergerak menjalankan aksinya, dengan karekteristik jiwa yang ia miliki dengan cepat ia langsung mempengaruhi tiga orang pria paruh baya tersebut.
"Teknik Pengekang Jiwa" ucap Li Yuan pelan.
Li Yuan yakin jika ini adalah saat terbaiknya, sebab jika sudah menginjak Alam Surgawi ia akan kesulitan dengan bertambahnya anggota kelompok mereka yang tentunya takkan mungkin bisa dihadapi oleh Li Yuan.
Li Yuan menggigit bibirnya, keputusannya untuk merebut benda yang menyerupai giok naga tersebut sudah bulat. Walau bagaimanapun ia harus menghancurkan akses menuju Alam Langit agar di kemudian hari tidak ada orang yang memasuki Alam Langit seenaknya.
Li Yuan tahu tidak akan mudah untuk menghancurkan portal dimensi tersebut, namun ia berencana meledakkannya dengan segenap kekuatan yang ia miliki walau nyawanya yang menjadi taruhan.
__ADS_1
Meski di dalam portal dimensi, tubuh Li Yuan bergerak di bawah Qi kekacauan yang menyelimuti tubuhnya. Dengan sekuat tenaga Li Yuan segera bergerak dan merampas satu persatu giok naga yang berada di tangan pria paruh baya tersebut.
"Kalian dan benda inilah yang telah mengacaukan tempat dimana aku lahir dan dibesarkan. Oleh karena itu aku juga akan menghancurkannya bersama kalian" ucap Li Yuan dengan penuh amarah.
Ketiga lelaki tersebut hanya bisa melihat aksi Li Yuan, di bawah tekanan karekteristik jiwa mereka hanya bisa melihat saja. Bahkan dalam hati mereka menyesal kenapa tidak membunuh Li Yuan sejak awal.
Li Yuan tersenyum menyeringai sebelum mengepalkan tinjunya dan meraung dengan keras. Di dalam tubuhnya Qi yang sangat besar segera membentuk untaian benang-benang darah, aliran darahnya meletup-letup dan bergerak dengan cepat.
Li Yuan juga memaksimalkan tenaga dalamnya hingga ke titik yang sangat mengerikan, tubuh Kaisar Langitnya mengeluarkan bunyi dengung dan mengumpulkan seluruh energi elemen yang dikuasainya. Di tangan kanannya kini terkumpul energi yang sangat besar dari akumulasi berbagai Karekteristik yang ia miliki.
"Pukulan Badai Kematian" raung Li Yuan dengan keras.
"Boooommm"
Ledakan yang sangat dahsyat segera menghancurkan portal dimensi dan segala di dalamnya, tiga orang lelaki paruh baya pun ikut terseret dalam ledakan dahsyat tersebut.
Pada saat ini Li Yuan pun sudah tidak dapat merasakan tubuhnya lagi, rasa sakit akibat ledakan pun sudah tidak dapat ia rasakan. Jiwanya seperti melayang dalam lubang kegelapan yang sangat dalam.
Namun tiba-tiba seberkas cahaya keemasan muncul dihadapan Li Yuan menyilaukan kedua matanya. Cahaya keemasan berbentuk seperti telur itu berdenyut dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Apa yang terjadi?" pikir Li Yuan saat cahaya itu semakin besar mendekatinya dan membentuk tubuhnya dengan cahaya berkilauan.
Rasa tenang dan damai kini hinggap di jiwanya yang baru saja merasakan kematian.
"Apakah ini rasanya kematian?" pikir Li Yuan yang baru kali ini merasakan hal seperti ini.
Namun tidak lama berselang, tubuhnya mengalami kesakitan dimana rasa itu tidak lagi dimiliki oleh orang yang sudah meninggal.
"Aarrgghh"
__ADS_1
"Aarrgghh"
Pekik Li Yuan saat cahaya terang menyilaukan menghampiri kedua bola matanya.
"Apakah ini alam kematian?" ucap Li Yuan saat membuka kedua matanya.
Rasa sakitnya kembali muncul mendera seluruh anggota tubuhnya, ada sensasi hawa panas yang menggerogoti tubuhnya. Namun pada saat yang bersamaan seberkas cahaya warna ungu menyelimuti aliran darahnya dan menetralisir hawa panas yang menyelimuti tubuh fisik Li Yuan.
Ketika pikiran Li Yuan menerawang lebih jauh, ia tersadar jika ia kini sedang berbaring di sebuah ranjang cukup besar beralaskan kasur empuk.
"Dimana ini?" Kenapa aku seperti masih hidup?" gumam Li Yuan sambil menggerakkan jari jemarinya yang masih sangat lemah.
Sejenak Li Yuan merasakan tubuhnya masih utuh namun tampak sedikit lebih muda dari sebelumnya. Li Yuan berusaha mengumpulkan kesadarannya lebih jauh.
"Arrgh"
Kepalanya tampak sedikit sakit saat ia mengingat apa yang terjadi. Merasa terlalu dipaksakan akhirnya Li Yuan memejamkan kedua matanya kembali, ia merasakan energi hangat dan nyaman yang kini mulai ia rasakan.
Selama beberapa jam kemudian Li Yuan berada dalam fase penyembuhan, secara perlahan tubuhnya mulai membaik, rasa panas yang sudah menghilang kini membuat tubuhnya mulai leluasa bergerak. Otot-otot yang putus serta beberapa tulang yang patah kini tersambung kembali di bawah pengaruh energi internal yang kini berada di dalam tubuhnya.
Hingga pagi menjelang, tubuh Li Yuan sudah pulih dari rasa sakit yang sebelumnya ia derita tanpa ia tahu. Li Yuan kemudian membuka matanya dan perlahan rangkaian ingatan muncul di benaknya. Ia berusaha bangkit untuk duduk dan melihat sekelilingnya dengan seksama. Kini ia dengan jelas melihat sebuah kamar yang cukup bersih dan terlihat terawat.
Di atas meja di dekatnya, ia melihat beberapa ramuan herbal dan bekas perban yang digunakan oleh pemilik tubuh yang lama.
"Ternyata aku masih hidup" ucap Li Yuan yang merasakan tubuhnya masih sangat lemah.
Li Yuan memperhatikan anggota tubuhnya yang bau aroma herbal, ia memperhatikan bentuk tubuh yang jelas berbeda dengan sebelumnya saat ia berada di Alam Langit.
"Tapi mengapa aku berada pada tubuh yang berbeda? Bukankah aku menuju alam surgawi?" gumam Li Yuan sambil mengingat rangkaian peristiwa yang ada pada dirinya.
__ADS_1
Berdasarkan hal yang dialami oleh pemilik tubuh lama, ia seharusnya berusia tujuh belas tahun dan memiliki nama yang sama. Hanya saja ia baru mengalami rencana pembunuhan oleh anggota Klan Li lainnya melalui pertarungan uji bakat anggota Klan.
Li Yuan dihajar habis-habisan oleh Li Feng hingga beberapa tulangnya patah dan juga basis kultivasinya hancur. Kejadian tragis ini sudah direncanakan akibat keirian yang dimiliki oleh Li Feng yang merupakan putra Patriark Li. Patriark Li tidak ingin ada bakat tandingan yang menyaingi putranya, jadi dengan beberapa konspirasi akhirnya Li Yuan bisa disingkirkan.