
Li Dan memeriksa token tersebut dengan teliti lalu melihat ke arah Yue Hao dari bawah hingga ke atas.
Melihat sosok Yue Hao yang masih muda dan cantik membuat Li Dan menggelengkan kepala.
"Tidak kuduga putraku mengenalkan seorang wanita lagi ke rumah ini" gumam Li Dan dengan ekspresi rumit.
Secara kebetulan Fang Yin juga sedang menginap di rumah ini, setelah kejadian beberapa waktu lalu kini Fang Yin sudah diterima sebagai calon menantu di keluarga ini.
"Bisakah Nona perkenalkan diri" pinta Patriark Li Dan dengan ramah.
"Saya adalah Yue Hao, putri dari Tuan Yue Fei dari Provinsi Rajawali Emas. Adapun maksud kedatangan saya adalah untuk membicarakan kerjasama, sama seperti yang sebelumnya telah dilakukan oleh utusan keluarga kami" ucap Yue Hao dengan hormat.
Patriark Li Dan tersenyum lalu mengangguk perlahan, ia mengerti dengan maksud dari Nona muda yang berasal dari Keluarga Yue tersebut.
"Lalu bagaimana ceritanya kau bisa mengenal putraku?" tanya Li Dan.
"Deg"
Yue Hao sangat terkejut mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Patriark Klan Li tersebut. Perlahan Yue Hao mengingat nama Yuanli, memang selama ini Yuanli tidak pernah menceritakan tentang keluarganya.
"Putra Tuan?" tanya Yue Hao dengan ekspresi bingung.
"Token ini milik putraku" ucap Li Dan dengan tenang.
"Token ini saya dapatkan dari seseorang yang sudah saya kenal dengan baik, namanya adalah Yuanli" ujar Yue Hao dengan jujur.
"Hahaha.. Dasar anak nakal" ucap Li Dan sambil tertawa.
Yue Hao bertambah bingung dengan sikap Patriark Klan Li tersebut.
"Lalu bagaimana ciri-cirinya" tanya Li Dan lagi.
Kemudian Yue Hao bercerita tentang dirinya yang pernah diselamatkan oleh Yuanli serta tentang pekerjaan Yuanli sebagai pengawal pribadinya.
Mendengar cerita Yue Hao, Li Dan hanya tersenyum saja. Kini ia mengetahui alasan keberangkatan Li Tianshu dan beberapa anggota Klan Li lainnya. Rupanya Li Yuan sudah memiliki hubungan yang dekat dengan Gubernur Provinsi Rajawali Emas.
__ADS_1
"Yuanli adalah Li Yuan. Dia adalah putraku, yang selama ini berpetualang di Alam Langit tanpa pernah aku ketahui tujuannya" ucap Li Dan dengan ramah.
"Apa?"
Wajah Yue Hao tampak pucat, ia tidak menduga jika pria yang ia kenal sebagai pendekar hebat ternyata Tuan Muda dari Klan Li yang terkenal.
"Sudahlah, dia memang selalu seperti itu. Jangankan kamu, aku saja sebagai ayahnya selalu diliputi rasa keterkejutan dan kekaguman atas dirinya" ucap Li Dan berusaha menenangkan Yue Hao yang terlihat syok.
"I..Iya Tuan" ucap Yue Hao yang masih dalam suasana terkejut.
"Terkait masalah kerjasama aku akan menyetujuinya, mulai saat ini Klan Li dan Keluarga Yue kalian sudah bisa bekerjasama" ucap Patriark Li Dan dengan tenang.
Mendengar ucapan dari Patriark Li, perasaan Yue Hao langsung berubah bahagia seketika. Ia benar-benar tidak pernah mengira jika semua akan berjalan dengan sangat lancar.
"Nona Yue, sebaiknya Nona beristirahat saja di sini. Besok pagi biar sekalian jalan-jalan ditemani Yu'er" ucap Li Dan.
"Baiklah Tuan, maaf merepotkan" ucap Yue Hao dengan hormat.
"Jangan sungkan, anggap keluarga sendiri" ucap Li Dan dengan hangat.
Yue Hao ditempatkan di kamar khusus tamu pada kediaman pribadi Keluarga Li Yuan.
"Li Yuan, kamu sangat luar biasa" gumam Yue Hao dalam hati.
Sementara itu, kabar kedatangan Yue Hao baru saja diketahui oleh Xu Zuhui ibu dari Li Yuan.
"Apakah anak kita juga menyukai gadis itu?" tanya Xu Zuhui kepada suaminya.
"Aku juga tidak tahu, namun demi dirinya putra kita rela menjadi pengawal pribadinya selama satu tahun. Selain itu, ia juga memberikan tokennya kepada putri Tuan Yue Fei tersebut" jawab Li Dan tak berdaya.
"Malam ini ada Fang Yin yang menginap, kuharap ia tidak akan salah paham" ucap Xu Zuhui.
"Aku tidak menduga jika putraku mengirimkan seorang calon menantu lagi ke rumah kita" ujar Li Dan sambil tersenyum.
"Li Yuan tidak seperti itu, aku yakin ia hanya membantu keluarga Yue. Setidaknya hubungan kerjasama dengan mereka akan menimbulkan keuntungan bagi kita juga" ucap ibunya Li Yuan.
__ADS_1
Malam pun berlalu dengan tenang, Yue Hao beristirahat dengan tenang. Ia merasa nyaman berada di kediaman Keluarga Li Yuan, tanpa khawatir tentang apapun.
Pada pagi harinya, Yue Hao bangun lebih awal seperti biasanya lalu membersihkan diri dan berganti pakaian dengan setelan berwarna putih. Wajahnya yang anggun serta kulitnya yang putih membuat penampilannya begitu sempurna pagi ini.
"Tok"
"Tok"
"Nona, anda ditunggu untuk sarapan bersama" ucap seorang pelayan wanita dengan suara yang sopan.
Yue Hao segera keluar kamar dan mengikuti pelayan tersebut menuju ruangan tempat di mana berlangsungnya jamuan sarapan.
"Selamat pagi Tuan, salam kepada semuanya" ucap Yue Hao dengan sopan.
Selain ada Patriark Li, di dalam ruangan terdapat pula istrinya dan dua orang wanita. Li Peiyu dan Fang Yin tertegun melihat kedatangan seorang wanita yang baru saja tiba di hadapan mereka.
"Tidak usah sungkan, silahkan duduk bersama kami" ucap Li Dan dengan ramah.
"Perkenalkan ini adalah istriku, lalu berikutnya adalah Peiyu adik dari Li Yuan serta Fang Yin calon istri dari Li Yuan" ucap Li Dan kemudian sambil memperkenalkan anggota keluarga lainnya.
"Salam kenal semuanya, saya Yue Hao dari Kota Nanguan" ucap Yue Hao dengan hormat.
Mereka saling membalas salam, hanya saja ekspresi Fang Yin sedikit cemberut. Ia merasa cemburu dengan kehadiran wanita tersebut bersama keluarga Li Yuan.
Di sisi lain, Yue Hao juga merasa terkejut jika sosok wanita cantik yang berada di dekatnya adalah calon istri Li Yuan.
Mereka melanjutkan jamuan sarapan pagi sambil berbincang-bincang, terutama keterangan Yue Hao yang menceritakan tentang Li Yuan yang ia kenal sebelumnya sebagai Yuanli. Yue Hao juga menceritakan tentang pertemuan mereka yang terjadi kemarin pagi di rumah makan Hei Xian.
Mendengar kebersamaan Yue Hao dan Li Yuan, Fang Yin bertambah cemburu. Waktu satu tahun adalah waktu yang lama, ia tidak dapat membayangkan jika sepanjang waktu tersebut mereka selalu bersama.
"Apakah saat ini Yuan Gege ada di Kota Nanguan?" tanya Fang Yin mencoba bertanya.
"Iya, saat ini ia masih berada di sana. Sepertinya masih ada hal yang ia urus terkait sebuah lokasi tempat tinggal" jawab Yue Hao.
Mendengar jawaban dari Yue Hao, hati Fang Yin semakin terbakar cemburu. Jika dibiarkan mereka selalu bersama, maka dikhawatirkan Li Yuan akan tergoda. Oleh karena itu, dalam hati Fang Yin sedang menyusun rencana.
__ADS_1