
Setelah mengatakan hal itu, dari kehampaan tiba-tiba Pedang Tiga Elemen muncul dan bergerak menuju tangan Li Yuan. Seolah mengerti dengan tuannya, Pedang Tiga Elemen bergerak dengan indah di udara sebelum tiba di tangan Li Yuan.
Aura membunuh terus berkobar di tubuh Wan Sui, melihat prajuritnya dibunuh jelas ia tidak bisa terima. Detik berikutnya ia melirik ke arah Li Yuan dengan tatapan kaget. Ia jelas mengenal pedang yang baru saja mendarat di tangan seorang pemuda yang berada tidak jauh darinya.
"Ka.. Kamu ternyata orangnya"
"Hahahaha.. Akhirnya aku menemukanmu"
Dari ekspresi kaget berubah menjadi kegembiraan, tawa Wan Sui terdengar dengan keras, lalu ia berkata.
"Aku tidak menyangka jika buronan Istana Langit bisa muncul di sini"
Mendengar ucapan Wan Sui, intensitas Qi di dalam diri Li Yuan melonjak semakin besar.
Li Tong yang menyadari perubahan pada diri Li Yuan segera bertindak lebih agresif menghabisi lawan-lawannya.
Mereka hanya prajurit dengan ranah Pendekar Raja, jelas bukan tandingan Li Tong. Dalam sekejap, pergerakan tubuh Li Tong semakin lincah dan bergerak seperti hantu.
"Zzreet"
"Zzreet"
"Zzreet"
Suara sayatan pedang terdengar dengan terbunuhnya beberapa prajurit yang tersisa.
Perhatian Wan Sui saat ini teralihkan dengan keberadaan Li Yuan, Pedang Tiga Elemen yang berada di tangan Li Yuan berhasil membuat dirinya menghiraukan nasib pengawalnya.
Ratusan prajurit kembali berdatangan, kegaduhan di tengah malam membuat mereka siaga dan mengepung lokasi keributan. Namun sial, kedatangan mereka seperti domba yang siap disembelih. Pedang di tangan Li Tong menebas tanpa ampun, tanpa memanfaatkan elemen tanah ia terus bergerak dengan cepat.
Perbedaan kekuatan yang sangat jauh, membuat para prajurit mundur ketakutan. Dalam waktu yang sangat singkat, sudah tak terhitung korban jiwa di pihak pasukan Jenderal Wan Sui.
__ADS_1
Sebelumnya kekuatan Li Yuan masih ditekan pada ranah Pendekar Raja, kini secara perlahan mulai meningkat hingga ranah Dewa. Hal ini tentu saja membuat Wan Sui kalang kabut, ia tidak menduga jika pemuda di depannya sangat mengerikan.
"Aku tidak peduli dengan kedatangan orang luar untuk menjadi penguasa di Provinsi Naga Biru, aku juga tidak tertarik untuk mengurusi masalah kekuasaan Kekaisaran Langit" ucap Li Yuan sambil menatap tajam ke arah Wan Shui.
"Namun sejak kau mengusik orang-orang di sekitarku, tentu saja aku muak terhadapmu" ujar Li Yuan.
Mendengar ucapan Li Yuan, badan Wan Sui bergetar ketakutan. Baru sekarang ia menyadari jika pihak Istana Langit telah keliru. Wan Sui merasakan tekanan yang lebih besar ketimbang ia berada di tengah pimpinan Sekte Laohu.
"Kekuatan orang ini berada jauh di atas ku" batin Wan Sui dengan perasaan takut.
Pada saat ini, Wan Sui benar-benar merasa gelisah, dengan sekuat tenaga ia menekan rasa takutnya lalu mulai bersuara.
"Jangan banyak omong kosong, kau adalah buronan Istana Langit, jika kau menyerah mungkin masih ada sedikit belas rasa kasihan. Jika tidak maka tidak hanya dirimu, tetapi seluruh keluargamu akan digantung"
Ancaman yang baru saja keluar dari mulut Wan Sui, membuat Li Tong yang mendengarnya menahan tertawa.
"Wajahmu sudah pucat seperti mayat, tapi masih saja berbicara ngawur" sela Li Tong yang berada di dekat Li Yuan.
Retakan batu dan pasir beterbangan membentuk gelombang angin yang sangat menakutkan, pusaran gelombang tersebut semakin membesar menimbulkan desir angin yang mengerikan.
Sebuah gelombang tornado melesat ke arah Wan Sui dengan kekuatan yang cukup besar. Li Yuan hanya menatap dingin tanpa mengatakan apapun.
Ekspresi Wan Sui berubah, sikap pemuda di depannya semakin reaktif setelah mendengar ucapannya. Merasakan sesuatu yang tidak beres, ia mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya. Sebagai pembudidaya atribut api, ia mengeluarkan teknik yang selama ini menjadi salah satu andalannya.
Pukulan Phoenix Api! raung Wan Sui dengan segenap kekuatannya.
Energi yang sangat panas keluar dari tinju Wan Sui dan menyelimuti udara di sekitarnya.
"Booom"
Sebuah ledakan besar terjadi, gelombang tornado yang dikeluarkan oleh Li Yuan berubah menjadi hempasan angin panas.
__ADS_1
Wan Sui mundur beberapa langkah ke belakang, adanya perbedaan yang sangat jauh membuatnya tidak berdaya. Sambil mengatur napas, ia memandang ke arah Li Yuan dengan penuh kengerian.
Pada saat yang bersamaan pandangan mata Li Yuan tampak serius, meskipun tadi bukan serangan terbaiknya namun ia sedang mengukur kemampuan kekuatan orang dari Sekte Api Abadi.
Sudah menjadi rahasia umum jika setiap Jenderal Langit yang dikirim ke Provinsi Naga Biru merupakan orang-orang pilihan dari Sekte Api Abadi. Ke depannya, Li Yuan sudah pasti akan berhadapan dengan orang-orang dari Sekte tersebut.
Sebelumnya ketika menyelamatkan Yue Hao, ia juga sudah membunuh sekelompok orang bertopeng yang berasal dari Sekte Api Abadi.
Kini pedang yang berada di tangan Li Yuan sedikit bergetar, energi Qi yang baru saja di suntikkan membuat pedang tersebut bersinar di tengah kegelapan malam.
"Matilah" ucap Li Yuan pelan.
Dalam sekejap tubuh Li Yuan sudah menghilang dari pandangan, lalu sebuah tebasan vertikal menghantam tubuh Wan Sui tanpa ampun.
Wan Sui sempat menangkis tebasan pedang Li Yuan, namun tabrakan gelombang energi yang ditimbulkan oleh Pedang Tiga Elemen bukanlah hal yang bisa ia lawan.
"Puuff"
Darah segar memancar dengan deras dari tubuh Wan Sui yang terbelah menjadi dua. Tidak seperti Xie Taizong, kematian Jenderal Langit kedua di Kota Qinghai menyisakan tubuh.
Setelah ini Li Yuan berencana akan mengirimkan jasad tersebut ke Kota Jincheng, Kota asal Wan Sui serta Ibukota Kekaisaran Langit. Sebelumnya Wan Sui adalah Kepala Keamanan Kota Jincheng, ia dianggap cakap sebagai pengganti Xie Taizong di Provinsi Naga Biru.
Namun siapa sangka jika Provinsi Naga Biru akan menjadi tempat terakhirnya berkarir. Dua orang Jenderal Langit tewas dengan mengenaskan di Kota Qinghai, Kota yang selama ini tenang dan dianggap lemah malah menjadi medan perang yang menakutkan.
Para prajurit kediaman Jenderal Wan Sui hanya bisa pasrah menerima nasib mereka. Setelah komandan tertinggi tewas, maka mereka hanyalah seperti pion yang siap dikorbankan kapan saja.
"Malam ini juga segera bawa mayat Wan Sui ke Kota Jincheng. Biarkan Kaisar Langit melihatnya, kami orang-orang dari Provinsi Naga Biru bukanlah orang bisa ditindas semaunya" ucap Li Yuan dengan nada dingin kepada para prajurit yang masih tersisa.
"Katakan kepada Kaisar Langit, jika ia masih mengirim Jenderal dari kalangannya, aku Pendekar Pedang Tiga Elemen akan mengobrak-abrik Ibukota Kekaisaran" sambung Li Yuan dengan nada penuh intimidasi.
"Baik tuan pendekar, kami akan membawa mayat tuan Wan Sui kembali ke Kota Jincheng. Selain itu kami juga akan menyampaikan pesan yang baru saja tuan pendekar sampaikan" ucap salah seorang komandan regu yang masih tersisa.
__ADS_1
"Kalian enyahlah, namun bagi kalian yang ingin tetap mengabdi di Kota Qinghai maka aku akan berikan kesempatan" ucap Li Yuan dengan tegas.