Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Rahasia Ibu Li Yuan


__ADS_3

Setelah berlatih selama seharian ia memutuskan untuk beristirahat sejenak, memaksakan diri dalam berlatih juga tidak baik.


Hari menjelang sore, ia ingin mencari buah apel ungu untuk dimakan. Meskipun ia adalah kultivator tingkat tinggi namun ia juga masih mengkonsumsi makanan dan minuman seperti manusia biasa lainnya.


Saat melihat pohon apel ungu, ia teringat saat pertama kali dirinya belajar karekteristik angin. Berkat daun pohon apel juga ia mendapatkan pemahaman.


"Apel ini masih sama rasanya" ujar Li Yuan setelah memakan buah favoritnya tersebut.


Di Gunung Hua, buah apel ini merupakan harta tersembunyi yang langka. Bisa dikatakan jika buah apel termasuk termasuk buah abadi yang keberadaannya tidak diketahui oleh orang. Untuk menghasilkan buah, pohon tersebut harus berusia lima ratus tahun lebih.


Setelah dirasa cukup, Li Yuan kembali ke Gua dimana ia berlatih. Sambil mencoba mencari pemahaman terhadap teknik tebasan jiwa, ia akan berkultivasi di atas ranjang giok energi.


Setelah enam hari berada di Gunung Hua, Li Yuan tidak mengetahui apa yang terjadi pada saat ini dengan orang-orang Aula Jiwa. Setelah menyelesaikan ritual minum darah hewan mitologi kini kekuatan Yaoguai hampir mendekati puncaknya.


"Tinggal selangkah lagi" ujar Yaoguai dengan senyum seringai.


"Ketua apakah kita akan ke Provinsi Naga Biru?" ujar Feng Mian.


Mendengar pertanyaan Feng Mian ekspresi Yaoguai sedikit tertekan.


"Sepertinya kita harus menyusun rencana dengan rapi. Naga Bumi yang berada di wilayah itu kini dijaga oleh Yuan Zang, kultivator yang sudah berusia ribuan tahun. Dengan perpaduan kekuatannya serta Naga Bumi tidak mudah bagi kita untuk membunuh hewan mitologi tersebut" ujar Yaoguai.


"Aku dengar juga saat ini pendekar pedang tiga elemen sedang berada di Kota Qinghai" timpal Feng Mian memberi laporan.


"Lapor Ketua, ada yang ingin bertemu dengan anda saat ini" ucap salah seorang pengikut Aula Jiwa dengan hormat.


Yaoguai mengernyitkan matanya, selama ini tidak pernah ada orang lain yang mengetahui keberadaan dirinya. Apalagi berani menemuinya.


"Siapa orang itu dan ada keperluan apa?" tanya Yaoguai dengan ekspresi tidak senang.


"Mereka adalah laki-laki dan wanita yang masih muda" jawab pengikutnya.


"Salah satu diantaranya mengaku bernama Wuya dan berasal dari Kuil Jiwa di kota Xiening" jelas pengikut teri.


"Hemph.. Wuya si gagak hitam. Akhirnya ia sudah berhasil bangkit" gumam Yaoguai dalam hatinya.

__ADS_1


Di masa lalu ia sudah berulang kali ingin membangkitkan kekuatan Wuya, patung gagak hitam yang berada di altar kuil jiwa. Bahkan Yaoguai juga pernah mengincar Xu Zuhui yang ia duga bisa menjadi tubuh inang bagi Dewi Penguasa Malam.


Namun sayangnya, setelah menyelidiki kepribadian Xu Zuhui ia tidak menemukan sikap kebencian dan penuh dendam yang sesuai dengan karakter Dewi Penguasa Malam. Meskipun Xu Zuhui memiliki tubuh yang unik serta karakteristik jiwa yang aneh, Yaoguai melepaskannya dengan melakukan kesepakatan bersama ayahnya sekaligus penguasa Kota Xiening yang bernama Xu Futian.


Tidak lama setelah itu, Xu Zuhui menikah dengan Li Dan yang berasal dari Klan Li serta Sekte Laohu. Setelah kejadian itu, Yaoguai melupakan sosok Xu Zuhui dengan potensinya.


"Persilahkan mereka masuk" ujar Yaoguai.


"Baik Ketua" jawab pengikutnya dengan patuh.


"Ketua... Bukankah ini berarti..." ucap Yang Jian dengan sedikit ragu.


"Hahaha... Tentu saja sesuai dengan pikiran mu. Seharusnya wanita yang bersama Wuya adalah Dewi Penguasa Malam yang sekaligus bisa aku jadikan sebagai pengganti Naga Bumi" ucap Yaoguai dengan senyum penuh kemenangan.


"Selamat Ketua, keberuntungan memang ada di pihak kita" ujar Feng Mian.


Sebagai salah satu pemimpin lima pilar, Feng Mian tentu mengetahui jika kekuatan Dewi Penguasa Malam dan Wuya bisa dijadikan sebagai pengganti salah satu hewan mitologi.


Yaoguai menguasai ilmu serap jiwa melalui kabut kegelapan yang selama ini menjadi andalannya, apalagi dengan kekuatannya saat ini tentu sangat mudah melumpuhkan wanita penguasa malam tersebut.


"Selamat datang di tempat kami yang sederhana ini" sapa Yaoguai dengan merendah.


Wuya memperhatikan lima orang yang berada di dekat Yaoguai, mereka memiliki kekuatan yang sama dengan Wuya.


"Perkenalkan mereka adalah orang-orang yang bersamaku dan juga pengikut setiaku" ucap Yaoguai sambil memperkenalkan lima orang yang berada di dekatnya.


"Mereka adalah Lima Pilar Aula Jiwa yang terdiri dari Feng Mian (kesengsaraan jiwa), Yang Jian (ketenangan jiwa), Wang Jialun (penyucian jiwa), Xu Kai (pemurnian jiwa), serta Gong Jidong (kegelisahan jiwa)"


"Terimakasih Ketua atas kebaikannya untuk memperkenalkan kami kepada para tokoh penting di Aula Jiwa" tutur wanita yang mirip Jia Hien tersebut.


"Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Yaoguai berpura-pura ramah.


"Perkenalkan saya adalah Jia Hien atau dalam bentuk asli orang mengenal saya sebagai penakluk malam. Serta ini adalah Wuya pengikutku. Maksud kedatangan kami adalah untuk bergabung dengan Aula Jiwa" ucap wanita tersebut dengan sungguh-sungguh.


"Hahaha.. Bagus.. Bagus sekali jika kalian ingin bergabung dengan kami" sahut Yaoguai sambil tersenyum cerah.

__ADS_1


Apa yang diperkirakan oleh Yaoguai sebelumnya kini terbukti, jika tamunya tersebut adalah calon mangsa yang akan dia gunakan untuk menyempurnakan kekuatannya.


Melihat ekspresi Yaoguai, Wuya menjadi terkejut ia kini tiba-tiba merasa khawatir dengan keadaan yang seperti ini.


Baru saja Wuya menyadari adanya niat terselubung dari Yaoguai, sebuah cahaya hitam langsung menyelimuti tubuhnya dan juga sang penguasa malam.


"Ketua.. Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Jia Hien dengan panik.


Sambil menyalurkan Qi ke seluruh tubuhnya, Wuya dan Jia Hien bermaksud menghalangi kabut pekat yang kini sudah menyelimuti tubuh mereka.


"Hahaha.. Kalian hanya akan aku jadikan sebagai pengganti persembahan untuk meningkatkan kekuatan ku" ucap Yaoguai dengan wajah cerah.


Secara perlahan kekuatan, Wuya terserap ke dalam kabut pekat tersebut.


"Aarrgghh"


Teriak Wuya dengan keras, beriringan dengan hal itu tubuhnya menyusut dan bertransformasi menjadi gagak hitam kembali.


"Kwaakk"


"Kwaakk"


Tubuh Wuya seutuhnya berubah menjadi gagak hitam sebelum dirinya benar-benar menghilang ditelan kabut pekat.


"Hahaha..." Yaoguai tertawa senang setelah berhasil mengekstraksi kekuatan Wuya.


Wuya merupakan hewan gaib pelindung dari sang penguasa malam. Kekuatan Wuya sendiri mengandung 30 persen kekuatan wanita yang bergelar sang penguasa malam.


Sementara itu ekspresi wanita penguasa malam kian memburuk, ia tidak menduga jika kehadirannya hanya akan mengantarkan nyawa.


"Hentikan... Aku menyerah dan jangan bunuh aku" ucap wanita tersebut dengan ekspresi tidak berdaya.


Mendengar perkataan wanita tersebut, Yaoguai langsung menghentikan serangannya.


"Hmph.. Apa yang aku dapatkan jika aku tidak membunuhmu?" ucap Yaoguai dengan ekspresi licik.

__ADS_1


"Aku akan menjadi wanita mu" ucap wanita yang mirip Jia Hien tersebut.


__ADS_2