
Tapi situasi ini terlihat menarik, tuan Luo Hei tidak lagi murung seperti sebelumnya. Setahun belakangan ia sangat terpukul, hidupnya murung seperti tidak ada motivasi. Namun saat ini ia kembali tertawa, ceria seperti beberapa tahun sebelumnya. "Entah teknik apa yang digunakan oleh orang itu, yang jelas hal ini adalah suatu langkah kebaikan" gumam pelayan tersebut dalam hati.
Luo Hei menghela napas dan berkata.
"Apakah yang kamu lakukan setelah memiliki tempat ini?"
"Entahlah, yang jelas saat ini aku ingin mengembangkan kelompok Naga Emas yang kini sudah menjadi tanggung jawab ku" jawab Li Yuan santai.
"Apakah yang kamu maksud adalah kelompok penjahat yang berasal dari Kota Dong Hai" tanya Luo Hei dengan ekspresi setengah berdiri.
"Iya benar, Luo Zhank adalah salah satu diantara mereka. Namun mereka bukanlah penjahat, pada dasarnya mereka adalah pahlawan bagi masyarakat sekitar. Hanya saja cara mereka dalam menghasilkan sumber keuangan yang keliru." ujar Li Yuan dengan sungguh-sungguh.
"Kamu sungguh-sungguh berhati mulia anak muda. Aku sebenarnya adalah kakak kandung Luo Zhank, hanya saja kami berbeda pemikiran. Namun aku tidak menyangka jika dia bisa dengan mudah mengikuti mu" ujar Luo Hei dengan tatapan takjub.
Li Yuan juga sebenarnya tidak menduga jika Luo Zhank adalah saudara kandung dari pemilik rumah makan Hei Xian.
"Aku juga awalnya ingin memberikan tempat ini kepada adikku saat aku meninggalkan kota ini. Namun siapa sangka jika takdir menghubungkan kita pada hari ini. Jika hal ini kamu yang mengaturnya maka aku tidak akan ragu melepasnya dengan percuma" ucap Luo Hei sambil tersenyum puas.
"Tidak bisa begitu tuan, aku ingin transaksi yang adil. Aku juga tidak mau merugikan tuan di kemudian hari" ujar Li Yuan dengan rasa sungkan.
"Anggap saja ini pemberianku, aku juga tidak kekurangan uang di akhir masa tuaku. Aku hanya ingin hidup lebih tenang dan dapat berbuat baik seperti yang kau lakukan saat ini." ucap Luo Hei dengan tenang.
Li Yuan terdiam, situasi yang berkembang saat ini sudah melebihi ekspektasi yang ia harapkan. Namun ia juga tetap senang karena proses akuisisi penginapan dan rumah makan Hei Xian berjalan tanpa mengeluarkan uang sama sekali.
"Kalau begitu aku sangat berterimakasih atas kemurahan hati Tuan Luo. Semoga ke depannya hubungan kita akan semakin baik. Jika Tuan membutuhkan sesuatu, maka Tuan bisa mencari ku di kelompok Naga Emas" ucap Li Yuan sambil berdiri dan menangkupkan tangannya dengan hormat.
__ADS_1
"Tentu saja, aku percaya padamu" ucap Luo Hei dengan ekspresi tanpa beban.
Tidak lama kemudian Luo Hei menyerahkan bukti kepemilikan kepada Li Yuan begitu saja, semua prosesnya berjalan dengan sangat cepat.
"Tuan Luo, jika tidak keberatan aku ingin tetap menggunakan nama Hei Xian sebagai nama tempat tersebut" ucap Li Yuan dengan sopan.
"Aku sama sekali tidak keberatan namun ada yang perlu kau tahu, nama Hei Xian adalah gabungan dari namaku serta nama istriku, Lin Xian. Dia adalah wanita satu-satunya yang selalu menemaniku dari kami susah hingga kami berhasil" ucap Luo Hei dengan nada haru.
Li Yuan terenyuh mendengar penuturan Luo Hei yang begitu mencintai istrinya. Kesetiaannya pada istrinya benar-benar tulus hingga maut memisahkan.
Li Yuan sejenak ingat Fang Yin, namun sesegera mungkin pikiran tersebut ia buang jauh-jauh. Meskipun dalam beberapa hari terakhir selalu bersamanya, ia memang merasakan kebahagiaan saat wanita tersebut juga merasakan kenyamanan saat berada di sisinya.
"Tidak masalah tuan, justru perpaduan nama tersebut akan kami abadikan di dalam bagian perjalanan kelompok Naga Emas di masa depan" ucap Li Yuan dengan tulus.
"Tuan, sekarang tempat ini adalah milik anda. Lalu bagaimana dengan nasib kami?" tanya pelayan tersebut sesampainya di rumah makan.
"Kalian semua tetap bagian dari tempat ini tidak kurang satupun, kalian bekerjalah seperti biasa" ucap Li Yuan sambil tersenyum.
"Terimakasih Tuan, kalau begitu aku akan beritahu semua pekerja yang lain" ucap pelayan tersebut penuh semangat.
"Silahkan" jawab Li Yuan singkat.
Baru saja Li Yuan hendak menuju lantai dua, sebuah suara yang tidak asing menyapanya.
"Tuan, saya sudah datang" ucap Liu Haikuan dari belakang.
__ADS_1
"Ikutlah denganku" ujar Li Yuan sembari melanjutkan langkahnya ke lantai dua rumah makan yang kini menjadi miliknya.
Saat berikutnya Li Yuan memperkenalkan Liu Haikuan kepada Tetua Li Tianshu, pada kesempatan selanjutnya Liu Haikuan diminta untuk menjaga Klan Li yang baru saja tiba di Kota Nanguan.
"Tuan aku tidak keberatan berada di sisi Tetua Li Tianshu" ucap Liu Haikuan kepada Li Yuan.
"Aku akan membiarkanmu tinggal di tempat ini, kebetulan tempat ini akan dijadikan bagian dari Kelompok Naga Emas" ujar Li Yuan.
Liu Haikuan terdiam sejenak, dalam hatinya ia tidak menyangka jika tempat yang banyak diburu orang kini menjadi milik tuannya.
"Baik Tuan, dengan senang hati" jawab Liu Haikuan dengan senyum senang.
"Selama beberapa terakhir bagaimana perkembangan kota Dong Hai?" tanya Li Yuan.
"Nona Zheng Shuang bekerja dengan cekatan, kini para nelayan sudah mulai menjual hasil tangkapan mereka kepada kelompok kita. Selain itu metode penjualan yang kita terapkan sangat diminati warga Kota Dong Hai" ujar Liu Haikuan dengan senang.
Awalnya ada rasa kekecewaan di dalam hati Liu Haikuan, namun saat ia diperkenalkan dengan Kelompok Naga Emas yang sedang dibenahi oleh Li Yuan justru ia merasa tertarik. Prinsip kesejahteraan yang mengedepankan orang banyak serta mengubah pola pikir orang-orang yang semula dianggap penjahat, telah menyentuh hati Liu Haikuan.
Pada saat itu pula ia telah keliru jika membalaskan dendam kepada Li Yuan atas kematian Xue Rengui, setelah mengetahui kebenaran yang sebenarnya ia pun mulai menaruh kepercayaan kepada Li Yuan.
"Tetua, untuk sementara kita akan tinggal di penginapan ini. Untuk beberapa hari berikutnya aku akan mencari tempat yang lebih baik" ucap Li Yuan kepada Tetua Li Tianshu.
Li Yuan tidak begitu saja membawa Tetua Li Tianshu ke Provinsi Rajawali Emas. Mulanya ia ingin membiarkan Klan Li untuk mengurus rumah makan dan penginapan Hei Xian. Namun setelah mendengar sejarah tempat ini, serta ada hubungan persaudaraan antara pemilik lama dengan Luo Zhank membuat dirinya mengurungkan niatnya.
"Tidak apa-apa, kebetulan tempat ini berada di tengah Ibukota jadi kami bisa lebih mengenal tempat ini terlebih dahulu" jawab Tetua Li Tianshu dengan senyum ramah.
__ADS_1