
"Hmm.. Ini benar-benar menarik. Dalam waktu satu bulan muncul dua berita besar" ucap Fang Yin sambil menyentuh dagunya.
Selain itu, Sekte Laohu berani menyinggung Jenderal Wan Sui. Apakah mungkin Sekte Laohu memiliki pendukung besar" gumam Fang Yin mencoba menebaknya.
"Lin Zhui, kemarilah!" ucap Fang Yin dengan suara yang agak keras.
"Ya, Nona Yin" sahut seorang wanita muda. Dia adalah Lin Zhui pelayan pribadi Fang Yin.
"Coba kau cari tahu murid-murid muda Sekte Laohu yang berasal dari Kota Huanxie. Mereka semua harus berada di bawah usia Dua puluh lima tahun" ucap Fang Yin memberi perintah.
"Baik Nona, aku akan siapkan data yang Nona minta"
Setelah mengucapkan hal demikian, Lin Zhui segera pergi. Tidak beberapa lama kemudian ia membawa lembaran yang diminta oleh Fang Yin. Keluarga Fang, memiliki jaringan informasi yang lengkap, Asosiasi keluarga Fang menguasai jalur transportasi, jadi kecepatan mereka dalam pengumpulan data sudah tidak diragukan lagi.
"Ini Nona, data terakhir berisi tentang perekrutan lima ratus orang bakat muda dari Kota Huanxie" ucap Lin Zhui.
"Hmm.. Banyak sekali" ucap Fang Yin tidak berdaya.
"Tapi Nona, dua hari yang lalu ada delapan orang murid-murid Sekte Laohu yang berasal dari Klan Li. Mereka semua hendak pulang menuju Kota Huanxie" ucap Lin Zhui menambahkan.
"Jika begitu, pasti hal ini saling berkaitan" ucap Fan Yin dengan semangat.
Setelah mengatakan hal itu, ia memindai murid-murid yang berasal dari Klan Li, semuanya ada 10 orang dan satu orang dinyatakan hilang dalam misi beberapa tahun yang lalu.
"Ada dua orang Tetua Sekte Laohu di perahu kita, cobalah kamu dekati murid mereka yang ikut bersamanya. Kamu cukup mencari tahu tujuan mereka kemana" ucap Fang Yin.
"Baik Nona" ucap Lin Zhui dengan patuh. Lalu tubuhnya berbalik dan segera menghilang dari pandangan Fang Yin.
"Aku tidak percaya jika dua orang Tetua bisa dengan leluasa ke Kota Huanxie, pasti ada hal besar yang harus dilakukan" gumam Fang Yin.
Tiba-tiba ia tersenyum cerah, dengan peristiwa yang kebetulan ini ia berharap dapat menemukan titik terang asal usul Pendekar Pedang Tiga Elemen.
Pada sore menjelang malam, Kota Huanxie kini menjadi heboh, hal ini berkaitan dengan kehadiran dua orang Tetua Sekte Laohu.
__ADS_1
Ada empat orang yang datang, mereka terdiri atas Tetua Jiu Riu dan Tetua Jia Fu. Masing-masing membawa satu orang murid untuk membantu keperluan mereka. Seragam Sekte Laohu yang begitu khas, tidak dapat mereka tutupi.
Dalam hal ini memang ada unsur kesengajaan, kedatangan mereka memang untuk mendukung keberadaan Keluarga Li Yuan sesuai perintah dari Ketua Sekte.
Namun ada yang salah paham menyikapi kedatangan para petinggi Sekte Laohu tersebut. Malam ini, di kediaman Patriark Li Cuan terjadi keramaian.
"Lihatlah, ternyata putraku sangat diperhatikan oleh Sekte. Kedatangan gurunya ke Kota Huanxie jelas mendukung Li Ming. Apalagi Tetua Jiu Riu adalah guru dari Li Ming dan yang lainnya" ucap Patriark Li Cuan dengan bangga.
"Ini sangat luar biasa" imbuh Tetua Li Chang menimpali.
"Besok aku dan yang lainnya akan ke tempat orang tua Li Yuan. Dengan adanya guruku di Kota ini, mereka tidak akan bisa berkutik lagi" ucap Li Ming tampak membuaungkan dada.
Tujuh orang temannya ikut mengangguk mendukung Li Ming. Namun sebenarnya mereka semua tidak menduga jika guru mereka yang bernama Tetua Jiu Riu akan singgah ke Kota Huanxie. Kejadian ini begitu kebetulan dan berbarengan, menggunakan nama Sekte Laohu untuk menekan orang tua Li Yuan adalah hal yang bagus.
Sementara itu, di kediaman orang tua Li Yuan juga sudah mendapatkan kabar tersebut. Asosiasi Sumber Kehidupan di bawah pengawasan Tetua Mo Cau, tentu tidak akan kehilangan momentum seperti ini.
"Istriku, segera siapkan masakan dan minuman yang istimewa untuk menyambut kedatangan sahabat terbaikku" ucap Li Dan di dalam ruang keluarga.
Dalam kesempatan itu, Li Peiyu juga hadir, ia sedikit murung mendengar hal ini. Berita tentang Jia Hien yang akan menikah dengan Kaisar Langit Tang Shiji sudah ia dengar, ada rasa kekecewaan dalam hatinya. Mulanya ia yakin dengan perubahan sikap Jia Hien saat berkunjung ke kediamannya. Ditambah saat itu, Jia Hien begitu menyesal dan ingin menunggu kakaknya. Tetapi kenyataannya, Jia Hien justru berpaling. Padahal kakaknya, Li Yuan sudah kembali pada saat ini.
Pada waktu yang bersamaan, di salah satu penginapan, di dalam sebuah kamar ada seorang wanita yang sedang duduk. Tiba-tiba ada seorang pelayan wanita menghampiri, lalu berkata.
"Nona Yin, mereka akan menuju kediaman Klan Li. Seorang murid pelayan dari Tetua Jia Fu mengatakannya kepadaku" ucap Lin Zhui menyampaikan hasil penyelidikannya.
"Klan Li, ini sungguh menarik. Kini mereka terpecah menjadi dua kubu. Kubu Patriark Li Cuan dan kubu Li Dan" gumam Fang Yin dalam hati.
"Terimakasih atas laporanmu, selanjutnya aku akan mencari informasi ke Sekte" ucap Fang Yin sambil tersenyum.
Pada saat ini Fang Yin akan memfokuskan pencariannya ke Klan Li, terutama pada delapan orang murid yang baru saja kembali.
"Mustahil jika tidak ada rahasia besar di Klan Li jika sampai mampu membuat kedua orang Tetua mau datang" gumam Fang Yin.
Keesokan paginya, Li Ming dan tujuh orang saudara seperguruannya dengan gegap gempita menuju kediaman Li Dan.
__ADS_1
Melihat kedatangan anggota Klan Li, para penjaga di depan gerbang tidak mempersulit mereka. Kebetulan karena hari masih pagi, Li Dan belum memulai aktivitas luar ruangan. Ia juga sudah menyiapkan waktu untuk menyambut kedatangan sahabatnya.
Saat ini Li Ming memasuki manor kediaman keluarga Li Dan penuh dengan keterkejutan. Perkembangan orang tua Li Yuan memang sangat pesat, kabar yang Ia terima selama ini bukanlah bualan belaka.
"Paman, kedatangan kami kemari tidak lain hanya untuk memperingatkan paman!"
ucap Li Ming dengan terbuka.Ia tidak berbasa-basi di depan orang tua Li Yuan tersebut. Meskipun para pemuda Klan Li tersebut berada pada ranah Pendekar Raja, namun nama Sekte Laohu adalah kartu As mereka untuk menekan Li Dan.
Alis Li Dan terangkat, Ia tidak menyangka jika kedatangan para generasi Klan Li ini untuk menggertaknya.
"Hahaha.. Kalian ini, apakah kalian sudah sarapan?" tanya Li Dan dengan santai. Ia mencoba menahan diri menghadapi keponakan-keponakannya tersebut.
"Paman, kami tidak bercanda. Sebaiknya paman bisa kooperatif dengan Patriark Li serta tunduk di bawah aturan keluarga" ucap Li Ming dengan nada menekan.
"Kalian ini masih terlalu muda, sebaiknya manfaatkan waktu muda kalian di Sekte untuk berlatih dengan serius" ucap Li Dan dengan tenang. Sesekali ia menyesap tehnya.
"Kami adalah murid-murid terbaik di Sekte Laohu, jika paman tidak mendengarkan perkataanku maka jangan salahkan aku" ucap Li Ming dengan nada mengancam.
"Huh" Li Dan menghela napas, lalu memandang ke arah Li Ming.
"Kalian pulanglah, di sini bukan tempat kalian untuk mengancamku. Jika kalian berkunjung dengan maksud baik maka aku dengan senang menyambut kalian" ucap Li Dan dengan ramah.
"Dasar tidak tahu diri, lihat saja nanti jika guruku tahu kamu akan menyesal!" ucap Li Ming dengan emosi, ia berdiri dan menunjuk ke arah Li Dan.
Memangnya kenapa jika aku tahu?"
Tiba-tiba terdengar suara dari belakang. Tampak Tetua Jiu Riu dan Tetua Jia Fu sudah berada di depan kediaman Li Dan. Secara tidak sengaja mereka mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Li Ming.
"Gu.. Guru! ucap Li Ming dengan wajah pucat.
Cepat berlutut kalian semua!
ucap Tetua Jiu Riu kepada murid-muridnya, suaranya penuh amarah.
__ADS_1
Dengan seketika Li Ming dan tujuh orang murid dari Klan Li lainnya berlutut dengan ketakutan.
" Sial, bisa celaka aku" gumam Li Ming dalam hati.