Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Malam Di Kota Qinghai


__ADS_3

Pada saat ini, Fang Yin masih menatap Li Yuan dengan lembut. Tetapi seperti pertemuan sebelumnya, Li Yuan tidak terlalu bergeming. Jika saja bukan karena pertemuan yang sudah direncanakan oleh kedua keluarga, ia sendiri tidak yakin bisa sedekat ini.


"Kamu kenapa tidak dari awal tidak menemui keluarga ku? tanya Li Yuan saat berada di dekat Fang Yin.


"Maafkan aku, itu semua karena kamu" jawab Fang Yin pelan.


"Kenapa dengan diriku?" tanya Li Yuan dengan heran.


"Sejak terakhir berpisah denganmu, aku tidak bisa melupakanmu. Aku memang menolak pertemuan ini, aku tidak mau mengenal laki-laki lain kecuali kamu" jawab Fang Yin dengan jujur.


Li Yuan dapat merasakan ketulusan Fang Yin, sementara ini ia tidak mempermasalahkan kondisi hati Fang Yin.


"Yuan'er, bagaimana menurutmu tentang Nona Fang?" ucap Li Dan sambil tersenyum.


Di sisi lain, beberapa pasang telinga tengah menantikan jawaban dari Li Yuan.


"Awalnya aku mau ikut ke acara ini karena secara kebetulan aku mengenal Nona Fang sebelumnya. Ditambah aku juga memiliki janji untuk mengajak ayah dan ibu serta Yue'er untuk menikmati makanan di rumah makan ini" jawab Li Yuan dengan sangat tenang. Kemudian ia melanjutkan perkataannya.


"Adapun tentang tujuan dari perkenalan ini, aku tidak mau terburu-buru untuk melangkah lebih jauh. Apalagi sebuah hubungan yang dibangun demi kepentingan tertentu, aku jelas menentangnya. Lebih lanjut tentang keseriusan, jalan bela diri yang aku tempuh masih sangat panjang. Penuh rintangan dan bahaya menerjang. Suatu saat aku akan membutuhkan wanita yang bisa membuat ku bersandar ketika aku lelah, memberiku semangat di saat aku terjatuh"


Mendengar ucapan Li Yuan, semua pasang mata menjadi terdiam. Tidak ada yang menyalahkan apa yang dikatakan oleh Li Yuan.


"Karena hari juga masih sore, aku ingin berjalan-jalan dengan Nona besar keluarga Fang" ucap Li Yuan sambil bangkit berdiri.


"Ayah dan ibu silahkan lanjutkan jamuan makannya, aku tidak keberatan dengan kerjasama yang terjalin selama ini terhadap Tuan Fang" ujar Li Yuan menyatakan pendapatnya.


Pada saat ini kedua belah pihak mengangguk puas, terutama Tuan Fang Jing. Setelah mengetahui sosok sebenarnya Li Yuan, ia semakin hormat kepada Patriark Li Dan.


Fang Jing baru bisa menguak tabir rahasia dibalik dukungan Sekte Laohu kepada Klan Li. Bahkan Fang Jing menilai masih ada rahasia besar yang disembunyikan oleh putra Patriark Klan Li tersebut.


Li Yuan dan Fang Yin kemudian pamit kepada keluarga mereka, setelah itu mereka berdua berjalan bersama menuju alu-alun.


"Aku tidak bisa merayu seorang wanita, mungkin akan membosankan bagimu" ucap Li Yuan saat mereka berdua mulai berjalan menelusuri jalan Ibukota.

__ADS_1


"Aku tidak butuh kata-kata manis, ketegasan hati dan sikapmu sudah cukup buatku" jawab Fang Yin sambil berjalan menyesuaikan langkah dengan Li Yuan.


Li Yuan adalah pemuda dengan wajah rupawan, alis mata yang tebal serta bentuk rahang yang tegas. Saat ia berjalan bersama Fang Yin, banyak mata yang melotot penuh keirian. Keduanya terlihat semakin sempurna dengan saling melengkapi. Pemandangan ini membuat orang-orang yang menyaksikan festival menjadi terpesona dengan ketampanan sepasang muda mudi tersebut.


"Akhirnya kalian datang juga, kukira hanya aku dan Fan Chi yang akan berjalan-jalan" ucap Li Tong ketika melihat Li Yuan menjadi pusat perhatian.


Orang-orang yang berada di dekat alun-alun banyak yang mengenal sosok Fang Yin, namun untuk Li Yuan ini adalah pertama kalinya orang-orang melihatnya.


Mereka yang baru melihat Li Yuan hanya bisa iri dan cemburu. Dalam hati mereka sangat mendambakan bentuk fisik seperti Li Yuan serta memiliki kekasih yang cantik seperti Fang Yin.


"Di rumah makan Bunga Sutera para orang tua sedang mengobrol. Aku tidak terlalu tertarik membahas tentang kekuasaan!" Ucap Li Yuan sambil tersenyum.


"Benarkah?" ucap Li Tong sambil menggerakkan bola matanya.


"Hai Nona Fang, kamu jangan tertipu dengan wajah tampannya" ucap Li Tong lagi.


Fang Yin sedikit mengerutkan kening, lalu melirik ke arah Li Yuan.


Namun Li Tong terlihat cuek, lalu melihat ke arah Fang Yin dan berkata.


"Nona Fang, jika Li Yuan tidak tertarik pada kekuasaan mana mungkin Klan Li bisa seperti sekarang"


"Itu lain lagi, dasar konyol" ucap Li Yuan sambil menendang ke arah Li Tong.


Keduanya nampak asyik bercanda, seperti saat mereka kecil dulu.


Sementara Fang Yin, mencoba mencerna ucapan Li Tong barusan. Ia juga baru paham, jika Li Yuan memang benar-benar menyembunyikan dirinya terlalu dalam.


Dari sini juga ia teringat dengan kesalahan dari gadis yang hendak dijodohkan dengan dirinya. Andai ia tahu jika lelaki yang ia tolak adalah sosok monster serba bisa seperti Li Yuan, maka sungguh teramat bodoh wanita itu.


"Apakah kalian ingin membeli sesuatu?" tanya Fang Yin mencoba menawarkan barang yang hendak dibeli.


"Aku sedang mencari gelang giok" ucap Li Tong menimpali ucapan Fang Yin.

__ADS_1


"Aku juga mau benda itu" ucap Li Yuan juga yang tertarik dengan benda tersebut.


"Hai.. Apakah kamu sekarang sudah memiliki pacar sehingga mulai mencari gelang giok?" tanya Li Tong dengan nada meledek.


Sementara Fang Yin wajahnya tampak tersipu.


"Apakah kamu kira hanya kamu saja yang memiliki pacar?" ucap Li Yuan.


"Lalu siapa pacarmu?" tanya Li Tong sambil menggandeng tangan Fan Chi.


"Rahasia" ucap Li Yuan singkat sambil menarik tangan Fang Yin.


"Ayo kita tinggalkan mereka" ujar Li Yuan tanpa sadar.


Tanpa Li Yuan sadari, dari kejauhan tampak seorang wanita tengah memperhatikan mereka berempat.


Padatnya jumlah pengunjung, menyamarkan aura kebencian dari dalam gadis tersebut. Diantara mulai tenggelamnya matahari, bayangan gadis tersebut perlahan lenyap bersama senja yang tak sempat mengatakan kata berpisah kepada matahari.


Sementara itu di sudut yang berbeda, beberapa orang memandang sinis ke arah Li Yuan.


"Hanya dua orang Pendekar Langit dan satu orang Pendekar Raja" ucap seorang pria berjubah abu-abu.


"Apakah kita perlu bertindak sekarang?" tanya orang yang berada di sampingnya.


"Kita tunggu mereka lengah, kita harus bergerak cepat untuk segera menghabisi putra Patriark Li atau gadis yang berada di sebelahnya" ucap pria berjubah abu-abu lagi.


Ia adalah pengawal pribadi Jenderal Wan Sui yang ditugaskan untuk menggagalkan bersatunya Klan Li dengan Keluarga Fang.


"Baik Komandan, aku akan menyiapkan beberapa orang untuk memancing keributan" jawab orang tersebut sambil berlalu pergi.


Li Yuan dapat merasakan adanya ancaman bahaya yang sedang diarahkan kepadanya.


"Kalian ingin bermain, baiklah aku akan ikuti" gumam Li Yuan di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2