
Para pendekar Raja dengan sigap bergerak melumpuhkan penjaga kediaman keluarga Li Dan, meskipun mereka berada pada ranah yang sama pertempuran sengit tidak dapat dihindari, ditambah dua orang pendekar langit ikut membantu membuat para penjaga keluarga Li Dan babak belur dan terluka.
Mereka semua sebelumnya berada pada kelompok yang sama yaitu Gagak Darah. Setelah Patriark Liu tewas, mereka terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang dipimpin oleh Mo Cau dan kelompok kedua yang dipimpin oleh Ma Tung. Setelah melumpuhkan para penjaga, mereka bergerak menuju kediaman utama Li Dan.
Li Dan yang mendengar keributan di pintu masuk segera mendatangi tempat keributan tersebut. Baru saja ia hendak keluar dari kediaman pribadinya, ia dihadang oleh Pendekar Raja dari kelompok Kobra Hitam. Terjadi pertempuran singkat yang tidak seimbang. Dengan beringas sekelompok orang tersebut menyerang Li Dan. Menghadapi serangan beberapa orang membuat Li Dan terdesak.
"Slaassh"
Suara pedang menyabet lengan kanannya. Li Dan mundur beberapa langkah sambil menatap para Pendekar Raja yang menyerangnya. Dari arah depannya, kini lima orang Pendekar Langit dan puluhan Pendekar Raja lainnya datang. Mereka memandang Li Dan penuh cemoohan.
"Apakah benar kamu Li Dan pemimpin Asosiasi Sumber Kehidupan?" tanya seorang lelaki yang memiliki ranah Pendekar Langit Tahap Akhir.
"Siapa kalian dan mau apa?" ucap Li Dan dengan tatapan serius. Dalam ingatannya ia tidak pernah menyinggung seseorang.
Lelaki tersebut menyeringai memandang wajah Li Dan yang hanya berada pada ranah Pendekar Raja.
"Kami dari kelompok Kobra Hitam. Kami hanya ingin kamu berada dibawah kekuasaanku, keluarga Li mu hanya perlu menuruti semua kehendak Kobra Hitam" ujar pemimpin kelompok tersebut yang bernama Ma Tung.
Li Dan sangat terkejut mendengar pengakuan yang keluar dari mulut lelaki di depannya. Beberapa tahun belakangan ia pernah mendengar kiprah kelompok Kobra Hitam. Bahkan jauh sebelumnya Tetua Mo Cau pernah bercerita tentang awal muka terbentuknya kelompok tersebut pasca musnahnya Klan Liu. Bahkan dengan adanya tiga orang anggota keluarga Klan Liu yang menjadi murid inti Sekte Laohu membuat kelompok Kobra Hitam mulai menunjukkan tajinya. Mereka adalah orang-orang yang masih setia kepada Klan Liu.
"Aku tidak sudi berada di bawah kelompok orang jahat seperti kalian" sahut Li Dan dengan suara yang tegas.
"Tuan Li, sebaiknya anda menyerah. Kami tidak akan segan menghabisi nyawa istri dan putrimu jika kamu menolak permintaan kami" ucap Ma Tung dengan nada mengancam.
Li Dan tersenyum pahit, tangannya masih meneteskan darah akibat pertempuran tadi. Ia sengaja mengulur waktu untuk menunggu kedatangan Tetua Mo Cau. Sementara itu anggota Klan Li lainnya sudah berkumpul di dekat Li Dan, kedatangan mereka untuk mendukung Li Dan.
"Kalian hanya sekumpulan sampah! Sebaiknya kalian menyerah saja percuma jika melawan" ucap Ma Tung dengan sombong.
Sementara itu, Li Yuan merasakan perasaan yang tidak enak menyeruak di dalam dadanya, sama seperti sebelumnya ia merasa ada bahaya yang tengah mengancam orang terdekatnya. Tanpa mengulur waktu, ia naik ke punggung Hei Bao bersama Mo Cau.
__ADS_1
Ada kilatan dingin di mata Li Yuan, tatapannya mampu membuat ketegangan di hati Mo Cau hilang seketika. Mo Cau sangat takut berada di atas Hei Bao, tubuhnya masih gemetaran saat Li Yuan mengajaknya untuk naik.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Li Yuan dan Mo Cau tiba di manor kediaman keluarganya. Setelah kekaguman sejenak, Li Yuan mengerutkan keningnya dengan dalam. Di depannya ia melihat puluhan penjaga keluarganya tergeletak dengan kondisi penuh luka.
Li Yuan sangat marah, darahnya mendidih mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
"Hei Bao! Kamu tunggu di sini, jangan biarkan ada orang lain yang masuk" ucap Li Yuan mengatakan kepada Harimau Emasnya.
Dari halaman terdengar suara perdebatan ayahnya dengan orang-orang yang tidak ia kenal. Li Yuan datang dengan langkah cepat, kehadirannya tidak disadari oleh orang-orang yang berada di halaman kediaman Li Dan, dengan tatapan dingin kini dia sudah memunggungi ayahnya.
"Si..Siapa kamu" tanya Ma Tung yang kini merasakan aura membunuh yang sangat pekat.
Li Yuan tidak menggubrisnya, kepalanya menoleh ke belakang dan pupil matanya menyipit saat melihat darah yang menetes dari lengan ayahnya. Lalu Li Yuan menatap orang-orang yang sedang berdiri menggunakan jubah hitam.
"Kalian! Cari mati!" ucap Li Yuan.
Li Yuan mengalirkan Qi dalam jumlah besar di telapak tangannya, sambil mengepalkan tinjunya lalu bergerak dengan cepat.
Baam! Baam! Baam! Baam! Baam!
Hanya dengan satu pukulan, kepala lima orang Pendekar Langit hancur seperti semangka. Dari lehernya menyemburkan darah segar, membuat kelompok Pendekar Raja yang dibelakangnya tersenyum pahit.
Li Yuan memandang acuh tak acuh, aura mengerikan masih nampak di wajahnya. Untuk kali ini ia takkan memaafkan orang-orang yang telah menyentuh garis kewajarannya.
"Ayah, apakah ayah baik-baik saja" tanya Li Yuan yang kini sudah berada di samping ayahnya.
Li Dan tertegun, dia menatap wajah anaknya dengan terkejut. Li Dan sungguh tidak menyangka jika yang berada di hadapannya adalah Li Yuan, putranya. Li Dan masih mematung, dia terpana.
"Ayah" panggil Li Yuan sekali lagi.
__ADS_1
"Iya, ayah baik-baik saja" sahut Li Dan sambil mengerutkan bibir.
Setelah memastikan kondisi ayahnya, sorot mata Li Yuan menyapu puluhan orang pendekar raja di depannya, di saat seperti ini ia tidak mungkin menggunakan kekuatan penghancurnya. Dalam sekejap aura kematian menyelimuti sekelompok pendekar dari Kobra Hitam.
"Bruk!"
"Bruk!"
"Bruk!"
"Bruk!"
Suara lutut menghantam tanah terdengar di keheningan malam, tanpa mereka sadari seluruh pendekar tersebut berlutut di tanah. Pandangan mereka kosong, jiwa mereka hampa.
"Boom! " Boom! " Boom! "
Selanjutnya terdengar ledakan kepala orang-orang yang bergelar pendekar raja tersebut. Membuat suasana hening berubah menjadi mencekam.
Jika membunuh lima orang pendekar langit dengan satu pukulan, maka kini ia tidak bergerak sedikitpun untuk membunuh puluhan pendekar raja. Teknik penghancur jiwa sudah berkembang ke titik yang ekstrim, hanya memandang saja lawan-lawannya berubah menjadi kabut darah.
Li Yuan tidak akan membiarkan kelompok seperti ini bertahan hidup, jika dibiarkan seperti sebelumnya maka akan kembali dengan bahaya yang lebih mengancam.
Lagi-lagi Li Dan tertegun, ia tidak memahami sampai dimana batas kemampuan putranya yang baru ia lihat kini. Setelah tiga tahun menghilang, kini Li Yuan kembali dengan kekuatan yang sangat mengerikan. Untuk ukuran Kota Huanxie jika bukan dikatakan sebagai monster, lalu apa? batin Li Dan bergumam.
Setelah melihat semua penjahat di hadapannya tewas, Li Yuan menghampiri ayahnya. Li Dan menyambutnya lalu memeluk putranya, tampak Li YUan yang memiliki tubuh lebih tinggi darinya!
"Kamu sudah berkembang terlalu banyak Yuan'er" kata Li Dan sambil menepuk bahu putranya.
"Ayo masuk, ibu dan adikmu sudah sangat merindukanmu" ajak Li Dan kepada putranya itu, sementara ia melihat anggota Klan Li dan Tetua Mo Cau mulai membersihkan mayat-mayat kelompok Kobra Hitam.
__ADS_1
Li Yuan mengangguk, baiklah!