
Pada saat ini Fang Yin berbisik kepada Yue Hao, "Aku akan memberikan waktu kepada kalian untuk bersama. Aku harap kamu tidak sia-siakan kesempatan ini" ucap Fang Yin di ujung telinga Yue Hao.
"Yuan Gege, aku akan ke para pekerja Asosiasi Keluarga Fang sebentar karena ada beberapa hal yang perlu aku sampaikan kepada mereka" ucap Fang Yin setelah melihat kondisi Li Yuan sudah stabil.
"Baiklah" jawab Li Yuan singkat.
Sebagai putri dari pemimpin Asosiasi Keluarga Fang, tentu Fang Yin memiliki beberapa keperluan. Oleh karena itu, Li Yuan bisa memahaminya.
Setelah Fang Yin pergi, Yue Hao tampak malu-malu mendekati Li Yuan. Sebelumnya saat Li Yuan sedang berkultivasi, Fang Yin menceritakan rahasianya jika ia dan Li Yuan sudah berhubungan layaknya suami istri. Bahkan Fang Yin menggoda Yue Hao jika tidak segera memanfaatkan kesempatan maka keburu Li Yuan dimanfaatkan oleh wanita lain.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Li Yuan saat ini.
Yue Hao tampak gemetaran bingung dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Fang Yin. Walau bagaimanapun ia mencintai Li Yuan dan tidak rela jika Li Yuan memiliki wanita lain lagi selain Fang Yin.
"A.. Aku baik-baik saja Yuan Gege" jawab Yue Hao yang kini jaraknya sudah semakin dekat dengan Li Yuan.
Merasakan ada kejanggalan, Li Yuan segera mendekati Yue Hao dan memeluknya dengan lembut.
"Katakan saja" desak Li Yuan dengan serius.
Yue Hao segera melepaskan pelukan Li Yuan, dengan wajah merah merona bibir mungil Yue Hao segera mendarat di bibir Li Yuan. Dengan agresif Yue Hao memulai serangan untuk memancing relasi Li Yuan.
Gayung bersambut, sebagai lelaki yang pernah berhubungan badan tentu saja Li Yuan memiliki perasaan ingin melakukannya lagi.
Tanpa ragu, akhirnya Li Yuan melanggar tubuh Yue Hao untuk pertama kalinya. Dalam kondisi terbaiknya kini Li Yuan memberikan pengalaman bercinta kepada Yue Hao yang masih awam.
Kebersamaan mereka berlangsung selama beberapa jam, sebelum akhirnya Li Yuan melakukan pelepasan.
Fang Yin yang berada di luar hanya bisa menunggu, sudah menjadi keputusannya untuk berbagi dengan Yue Hao dan hal itu ia rasakan terasa baik-baik saja meski awalnya ia cemburu.
Setelah beberapa saat, akhirnya Li Yuan dan Yue Hao keluar dari dalam kamar. Mereka menghampiri Fang Yin dan mengobrol bersama hingga perahu terbang mendarat di Kota Qinghai.
Li Yuan sudah disambut oleh kereta kuda yang sudah disiapkan oleh Tetua Mo Cau.
__ADS_1
"Salam Tuan Muda" sapa Tetua Mo Cau dengan hormat.
"Terimakasih, maaf selalu merepotkan mu" balas Li Yuan sambil menaiki kereta kuda bersama Yue Hao dan Fang Yin.
"Yin'er, tampaknya kamu sengaja membiarkan aku dan adik Hao untuk...." ucap Li Yuan dengan sedikit ragu.
"Adik Hao juga akan menjadi bagian dari kita, jadi aku harus terbiasa dengan hal itu" ujar Fang Yin sambil tersenyum.
Li Yuan tidak dapat berkata apa-apa, walau bagaimanapun kini ia hanya bisa bersyukur mendapati kedua wanitanya bisa saing mengerti.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya mereka tiba di kediaman Li Yuan. Para penjaga yang sudah mengalami peningkatan kultivasi segera memberi hormat kepada Li Yuan. Peningkatan kultivasi tersebut membuat Li Yuan senang, hal ini tentu berkaitan dengan hasil tambang batu energi yang sebelumnya ditemukan.
"Selamat datang kembali putraku" sapa Li Dan penuh semangat.
"Ka..Kalian bisa datang bersama?" tanya Li Dan kemudian dengan ekspresi terkejut.
Melihat putranya yang kini diapit oleh dua orang wanita yang sangat anggun membuat Li Dan bangga kepada putranya.
"Terimakasih ayah, aku akan merepotkan kali ini" jawab Li Yuan dengan sopan.
Sama seperti ayah Li Yuan, mereka juga menjadi terkejut saat Li Yuan membawa dua orang wanita sekaligus.
"Ayo masuklah kalian semua" ajak ibunya Li Yuan yang sudah tidak sabar berkumpul dengan calon menantunya.
Setelah saling sapa mereka mengobrol dalam suasana yang santai. Bahkan gelak tawa menghiasi perbincangan mereka yang hangat.
Setelah berkumpul bersama keluarganya, kini Li Yuan bersama dengan Fang Yin dan Yue Hao pergi ke halaman belakang kediaman orang tua Li Yuan.
Selain kedua wanitanya, Li Yuan juga mengajak Li Jieru dan Li Baojia untuk berkumpul bersama. Sudah lama mereka tidak saling bertutur sapa, apalagi Li Yuan tahu tentang dominasi Li Jieru atas Li Baojia yang sering disuruh-suruh.
Namun Li Yuan tidak mempermasalahkan hal tersebut, mereka berdua adalah jelmaan dari binatang buas. Jadi tentu keduanya saling menghormati berdasarkan insting alami mereka.
Li Yuan sengaja mengajak mereka semua karena dapat merasakan aura gurunya yang berada tidak jauh darinya.
__ADS_1
Benar saja, tidak beberapa lama mereka tiba di gazebo halaman belakang, sesosok pria tua muncul begitu saja.
"Hormat pada guru" sapa Li Yuan dengan penuh rasa hormat.
Melihat sikap Li Yuan, buru-buru Fang Yin dan Yue Hao juga menyapa kedatangan Yuan Zang.
Pada saat ini Yuan Zang memandang heran ke arah muridnya, lalu berkata.
"Baru kemarin aku berpisah denganmu kini kekuatanmu sudah melonjak dengan cepat. Tubuh Kaisar Langit yang kau miliki tampaknya sudah bertranformasi ke tingkat yang menakutkan"
"Maksud guru?" tanya Li Yuan bingung.
"Jika hanya tubuh Kaisar Langit setidaknya kemampuanmu akan berhenti pada ranah Kaisar Dewa, ranah yang sama denganku. Namun jika tidak salah seharusnya kau sudah berada pada tingkat setengah penguasa" ucap Yuan Zang penuh ketakjuban.
Setelah mendengar ucapan dari gurunya, Li Yuan menjadi heran. Sebab menurut catatan yang terdapat di dalam Kitab Dewa Naga, ia tidak pernah mengetahui keterangan tentang ranah tersebut.
Melihat ekspresi Li Yuan yang tampak kebingungan, Yuan Zao mengerutkan keningnya dalam-dalam lalu kembali berkata.
"Apakah kamu sudah membaca Kitab terakhir yang aku berikan saat berada di Istana Langit?"
"Belum guru" jawab Li Yuan dengan polos.
"Dasar murid pemalas, ternyata kamu terlalu asik dengan wanita hingga lupa dengan pesan gurumu sendiri" ucap Yuan Zang.
"Bukan begitu guru, murid hanya lupa saja" sanggah Li Yuan berusaha membela diri.
"Sudahlah, itulah sebabnya aku tidak memikirkan wanita" sambung gurunya.
"Sekarang mumpung masih ada waktu, pelajari lah kitab tersebut, dalam tujuh hari ini kamu harus bisa menguasainya atau aku akan menghapus namamu sebagai murid sang legenda" ujar Yuan Zang dengan angkuh.
Li Jieru yang mendengar percakapan antara guru dan murid tersebut tidak dapat menahan tertawa.
"Aku benar-benar tidak menyesal menjadikan kalian sebagai Tuanku" ucap Li Jieru yang diikuti menutup mulutnya karena menahan tawa.
__ADS_1
Adapun Yue Hao dan Fang Yin tampak khawatir dengan teguran Yuan Zang, ia takut gara-gara mereka berdua Li Yuan benar-benar lalai seperti apa yang baru saja dikatakan oleh gurunya tersebut.