
Sementara itu di sebuah tempat rahasia di Kota Phoenix Api, orang-orang Aula Jiwa yang sebelumnya sudah meninggalkan Provinsi Rajawali Emas, kini mereka sedang melakukan ritual meminum darah Phoenix Api. Di bawah pimpinan Yaoguai para pimpinan lima pilar tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Meskipun mereka tidak tertarik dengan kekuasaan tetapi mereka sangat memuja kekuatan, ambisi mereka untuk membangkitkan Dewa Kegelapan benar-benar telah membutakan mata hati mereka semua.
Mulanya mereka hanyalah sebuah kelompok dengan aliran yang mengembangkan karakteristik Jiwa yang sangat langka. Saat itu orang-orang di Alam Langit hanya memandang elemen yang berwujud saja. Sehingga keberadaan orang-orang yang memiliki karakteristik jiwa tidak dianggap.
Seiring berjalannya waktu, ternyata keahlian orang-orang yang memiliki kekuatan jiwa semakin beragam. Perkembangan teknik beladiri juga sudah mengembangkan karakteristik jiwa sebagai momok yang menakutkan bagi para kultivator.
Di sisi lain, dalam kultivasinya Yuan Zang kini merasakan kegelisahan yang tidak biasa. Sebagai seorang kultivator yang berada pada ranah Kaisar Dewa ia dapat merasakan sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh orang biasa. Saat ini perhatiannya hanya fokus menjaga Provinsi Naga Biru dan juga Li Jieru yang sudah ia beritahu sebelumnya.
"Sepertinya pertempuran besar dengan kekuatan kegelapan tidak bisa dihindari lagi" gumam Yuan Zang sambil menatap ke arah langit.
Jika sebelumnya ia tidak tertarik dengan urusan duniawi demi mengejar keselarasan hidup dengan alam, kini ia mulai mempedulikan masalah dunia demi menjaga keseimbangan alam.
Yuan Zang pada pemahamannya kini baru bisa memahami jika sebab akibat dari kehidupan bermula dari ada dan berakhir pada tiada. Namun konsepnya setiap orang harus bisa saling menjaga kedamaian dan menciptakan keadilan, selama dua hal itu terlaksana maka keselarasan dengan alam secara sejatinya akan muncul.
Yuan Zang menilai jika orang-orang yang berasal dari Aula Jiwa telah bertindak keterlaluan, dengan menghabisi hewan penjaga kedamaian serta keinginan untuk membangkitkan Dewa Kegelapan adalah dua hal yang sangat bertentangan dengan filosofi hidupnya. Oleh karena itu ia rela meninggalkan kehidupan pribadinya yang sudah lama ia jalani demi menjaga keberlangsungan hidup orang banyak.
Di Kota Nanguan orang-orang dari Kelompok Naga Emas kini mulai membangun markas Baru di lokasi bekas Jenderal Chen Sheng, walaupun hanya kelompok yang bergerak di bidang perserikatan dagang Li Yuan yakin mereka akan dapat bekerjasama dengan Klan Li yang berada di Kota Nanguan.
__ADS_1
Berkat dukungan dari Gubernur Provinsi Yue Fei, kini nama Kelompok Naga Emas mulai dikenal banyak orang. Bahkan anggota keluarga besar Yue juga mulai tertarik bekerja sama dengan Kelompok yang saat ini dipimpin oleh Li Yuan.
Dari mulut ke mulut kelompok Naga Emas mulai dikenal orang, mereka yang sebelumnya dikenal sebagai kelompok pembajak laut kini berubah menjadi kelompok dagang yang terhormat. Bahkan Luo Hei yang merupakan kakak dari Luo Zhank menjadi ikut bangga, dulu ia sempat tidak mengakui adiknya tersebut karena perbuatan kriminalnya.
Namun kini Luo Hei merasa kagum atas perubahan yang sebelumnya ia dengar langsung dari Li Yuan saat hendak membeli rumah makan dan penginapan Hei Xian. Apalagi kini nama Luo Hei dan istrinya dijadikan sebagai tokoh yang mempelopori gerakan sosial demi meningkatkan kesejahteraan.
Selain itu Li Yuan juga sudah memprediksi Tetua Li Tianshu sebagai orang yang hebat, sama dengan ayahnya Li Yuan. Hanya saja selama ini ia tidak mendapatkan panggung di Klan Li, oleh karena itu Li Yuan memahami kondisi seperti ini.
Mengembangkan Klan Li juga memang sudah menjadi impian kakeknya, jadi ia juga sudah yakin dengan kesetiaan keluarga dari Klan Li. Meskipun Patriark sebelumnya Li Cuan dan sekutunya membuat ulah, namun seiring perkembangan Klan Li mereka juga menyadari kekeliruan mereka selama ini.
Bahkan beberapa orang ikut langsung membantu ayah Li Tong dan membesarkan Asosiasi Sumber Kehidupan yang sebelumnya dirintis oleh Li Dan. Li Yuan sengaja menyerahkan urusan Asosiasi kepada paman Li Ching agar ayahnya bisa berkonsentrasi kepada kebijakan Klan saja, menerima laporan serta mengatur kesejahteraan Klan.
Pada saat ini Li Yuan tengah berada di alun-alun Kota untuk menunggu kedatangan sebuah perahu terbang. Di sampingnya tampak Fang Yin dan juga Yue Hao sudah berdiri menemani.
Hari ini Li Yuan akan mengantar Yue Hao dan Fang Yin ke Kota Qinghai, sesuai rencana awal mereka akan dibawa ke rumah orang tua Li Yuan. Selain untuk mengamankan mereka Li Yuan juga berencana bertemu dengan kedua orang tuanya sebelum terjadi peperangan besar.
"Gege Yuan apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Fang Yin yang melihat adanya perubahan sikap kekasihnya.
"Aku ingin segera sampai ke Kota Qinghai" ucap Li Yuan asal.
__ADS_1
"Hmm.. Seperti kamu menyembunyikan sesuatu. Apakah kami menjadi bebanmu?" tanya Fang Yin.
"Tidak, keberadaan kalian berdua adalah bagian dari perjalanan hidupku. Hanya saja aku butuh lebih kuat lagi untuk dapat melindungi Alam Langit ini" ungkap Li Yuan dengan serius.
"Andai aku bisa membantu" ucap Fang Yin dengan ekspresi sedih.
"Dengan keberadaan kalian saja sudah membuat tekadku semakin kuat. Aku juga semakin yakin jika membangkitkan kekuatan internal adalah suatu hal yang sering dilupakan oleh para kultivator" ungkap Li Yuan.
Tidak lama berselang, sebuah perahu terbang muncul. Li Yuan segera menggandeng tangan Fang Yin dan Yue Hao untuk bersama menaiki perahu terbang tersebut.
"Hao'er apakah kamu tidak masalah ikut ke Kota Qinghai?" tanya Li Yuan untuk memastikan kembali.
"Aku sudah izin kepada ayah, beliau tidak mempermasalahkan. Hanya saja ayah berpesan untuk tidak menunda pernikahan kita" ucap Yue Hao malu-malu.
"Aku pasti menikahi kalian berdua secepatnya" ujar Li Yuan dengan santai saat keduanya sudah berada di atas perahu terbang.
Sebagai tuan putri dari Asosiasi Keluarga Fang, tentu kehadiran Fang Yin sangat dihormati oleh segenap orang-orang yang bertugas melakukan operasional perahu terbang.
Bahkan seorang pendekar ahli yang sudah biasa berjaga di setiap perahu terbang tersebut ikut menyambut hormat terhadap tiga orang pemuda yang baru saja naik.
__ADS_1
Nama Li Yuan sebagai putra Patriark Li sudah sangat terkenal, jika semula orang tidak tahu sosok misterius putra Klan Li kini mereka menjadi tahu dari sepak terjang pendekar Pedang Tiga Elemen yang ternyata adalah putra Patriark Klan Li itu sendiri.