
Di atas perahu terbang, Li Yuan menatap Kota Qinghai dengan penuh kehangatan. Setelah Klan Li dan keluarga Fang beraliansi, pikiran Li Yuan kembali menjadi lebih tenang. Apalagi kini Sekte Laohu berada di belakang Klan Li, membuat keadaan tentu semakin baik.
Di bawah asuhan ayahnya, para pemuda Klan Li juga kini mulai mengambil jalur beladiri untuk menopang kekuatan secara internal. Dengan kekayaan serta teknik pelatihan yang diterapkan Li Dan, membuat Klan Li perlahan merangkak menjadi keluarga yang diperhitungkan. Li Dan belajar dari kesalahan masa lalu terkait musuhnya yang berasal dari Klan Liu, ia tidak mau hal tersebut berulang di masa depan.
Pada saat ini, Li Yuan sedang memikirkan Kota Nanguan untuk menempatkan Tetua Li Tianshu dan yang lainnya. Dengan sokongan kelompok Naga Emas yang kini digawangi oleh dirinya maka keberadaan Klan Li di Ibukota Rajawali Emas tidak akan mengalami kendala.
Selain itu, Li Yuan akan menarik Liu Haikuan sebagai penjaga utama Klan Li di Kota Nanguan.
"Hari-hari yang panjang sepertinya akan mulai lagi" ujar Li Yuan dalam hati.
Saat siang hari mereka sudah mendarat di Kota Nanguan, Provinsi Rajawali Emas. Setelah memperlihatkan identitas mereka kepada petugas keamanan yang berada di dekat pendaratan Perahu terbang, mereka segera berjalan menuju penginapan untuk mencari tempat beristirahat.
Li Yuan bersama delapan orang anggota Klan Li lainnya segera menemukan penginapan yang terletak tidak jauh dari tempat dimana mereka tiba. Tepat di samping rumah makan Hei Xian ada sebuah penginapan yang menjadi bagian dari rumah makan tersebut.
Setelah mengurus pembayaran, Li Yuan dan Tetua Li Tianshu menuju lantai dua rumah makan Hei Xian. Seorang pelayan yang biasa bertugas menyapa Li Yuan dengan hormat.
"Selamat datang kembali Tuan" ucap pelayan tersebut sambil membungkukkan badan.
Sudah dua peristiwa besar yang terjadi saat Li Yuan berkunjung ke tempat ini. Rumah makan Hei Xian tidak asing bagi Li Yuan, selain tempat ia menghajar Xue Wang, ia juga pernah bertemu dengan Jia Hien dan Nu Nian di tempat ini.
Pelayan tersebut langsung membawa Li Yuan ke lantai dua tempat seperti biasanya Li Yuan menikmati hidangan seperti biasanya.
Pada saat bersamaan, Li Yuan segera memanggil Liu Haikuan yang berada di Kota Dong Hai. Melalui transmisi jiwa yang terhubung di antara keduanya, ia dengan mudah berhubungan dengan para bawahannya.
"Kelihatannya kamu cukup dikenal di Kota ini" ucap Tetua Li Tianshu setelah mereka duduk di dalam ruangan di lantai dua.
__ADS_1
"Selama satu tahun terakhir aku memang berada di tempat ini bekerja sebagai pengawal putri tuan gubernur kota ini" jawab Li Yuan dengan jujur.
"Apa? Kamu bekerja sebagai pengawal?" tanya Li Tianshu tidak percaya.
"Iya benar, saat itu aku tidak sengaja menyelamatkan putri Tuan Yue Fei" jawab Li Yuan.
Tetua Li Tianshu tidak bertanya lagi, sebagai orang yang berpengalaman tentu ia dapat menebak tujuan Li Yuan bekerja sebagai pengawal.
Setelah menunggu beberapa saat, makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Orang-orang dari Klan Li mulai memakan makanan tersebut yang terdiri dari masakan hasil laut.
"Pelayan, apakah dekat sini ada rumah makan atau penginapan yang di jual?" tanya Li Yuan kepada seorang pelayan yang sedang melayaninya.
Pelayan tersebut tampak diam sebentar, lalu berkata. "Sebenarnya rumah makan ini dan penginapannya sedang ditawarkan" ucap pelayan tersebut dengan menunduk.
"Bukankah tempat ini sangat potensial?" tanya Li Yuan sedikit heran.
"Bisakah kau pertemukan aku dengan tuanmu?" tanya Li Yuan.
"Tentu saja tuan, namun aku tidak menjamin hasilnya. Itu semua bergantung kemampuan tuan dalam bernegosiasi. Untuk tempat tinggal tuan Luo Hei kebetulan tidak jauh dari sini" jawab pelayan tersebut.
"Tetua, aku izin keluar sebentar. Nanti aku kembali lagi ke tempat ini. Aku akan mengurus sesuatu terlebih dahulu" ucap Li Yuan dengan sopan kepada Tetua Li Tianshu.
"Baiklah, aku akan menunggu di sini" jawab Tetua Li Tianshu.
Setelah berpamitan, Li Yuan mengikuti pelayan wanita yang menuntunnya ke arah belakang rumah makan. Ada sebuah tempat tinggal yang cukup mewah dan tampak terawat. Hanya saja tidak ada aktivitas yang terlihat di rumah tersebut.
__ADS_1
Setelah mengetuk pintu beberapa kali, muncul seorang lelaki tua dengan wajah murung.
"Tuan, aku membawa calon pembeli yang sepertinya tertarik dengan rumah makan dan penginapan Hei Xian" ucap pelayan tersebut dengan sopan.
Luo Hei memandang ke arah Li Yuan, lalu mengangguk pelan.
"Tuan, perkenalkan saya Yuanli. Sebelumnya saya adalah pengawal Nona Yue Hao" ucap Li Yuan memperkenalkan diri.
Mendengar identitas Li Yuan yang tidak asing, membuat Luo Hei sedikit tenang. Walau bagaimanapun keberadaan dirinya sudah dikenal sebagai sosok yang telah membunuh Xue Rengui dan pasukannya di kediaman Tuan Yue Fei.
"Identitas anda luar biasa, anda adalah pahlawan bagi Kota Nanguan. Keberanian anda telah menginspirasi banyak orang, aku tidak akan menyesal melepas tempat ini kepada anda" ujar Luo Hei dengan tenang.
Li Yuan tidak menyangka jika identitasnya cukup dikenal oleh masyarakat Kota Nanguan.
"Itu hanyalah kebetulan saja tuan" ujar Li Yuan tampak merendah.
"Saat ini sulit mencari orang yang berani seperti dirimu. Aku juga pengagum tuan Yue Fei, jadi aku tentu mengenal kondisi Kota Nanguan dengan baik. Menyerahkan tempat ini kepada orang yang tepat adalah kebahagiaan yang bisa kumiliki" ucap Luo Hei.
"Terimakasih Tuan" ucap Li Yuan sambil menangkupkan kedua tangannya.
Melihat kesopanan Li Yuan, Luo Hei merasa puas.
Lalu keduanya mengobrol dengan santai untuk beberapa saat. Pengetahuan Li Yuan tentang konsep menyatu dengan alam sangat menarik bagi Luo Hei, ia tidak menyangka jika pemuda yang masih berusia dua puluh satu tahun tersebut memiliki pemahaman yang mendalam.
Sebenarnya Li Yuan mendapatkan pengajaran dari ahlinya langsung yang merupakan gurunya sendiri. Yuan Zang merupakan orang yang sudah hidup ribuan tahun dan mengedepankan konsep menyatu dengan alam. Sebagai muridnya tentu Li Yuan menguasai hal seperti itu, dan hal ini menjadi poin tambahan penilaian terhadap dirinya.
__ADS_1
"Hahaha.. Kamu sungguh luar biasa, sudah puluhan tahun aku hidup sangat sulit menemukan orang yang memiliki pemahaman seperti dirimu" ujar Luo Hei sambil tertawa.
Pelayan rumah makan yang ikut menyaksikan kejadian ini menjadi heran. Setelah kematian istrinya, baru kali ini ia melihat tuannya tertawa dengan puas.