
Keesokan paginya, Yue Hao bangun sedikit lebih siang dari biasanya. Ia tidak bisa mengingat kejadian apapun sesaat dirinya bersandar di bahu Li Yuan tadi malam. Tetapi pada saat ini, ia menemukan dirinya sudah berada di atas ranjang di dalam kamarnya.
"Sepertinya aku tertidur sangat pulas" ucap Yue Hao pelan sambil mengumpulkan energinya.
Saat ia terbangun, pikirannya jauh lebih tenang dan ia dapat merasakan kondisi fisiknya menjadi lebih baik.
Siang ini, mereka berencana untuk kembali ke Kota Nanguan. Meski merasa enggan, namun Yue Hao harus kembali pulang ke Ibukota. Hal yang pasti terjadi kemudian adalah ia akan berpisah dengan Li Yuan.
Setelah bersiap, kereta kuda yang membawa mereka segera bergerak menyusuri jalan Kota Dong Hai. Li Yuan dan Yue Hao berada dalam satu kereta yang sama, mereka keduanya tampak mulai mengobrol.
"Setelah ini kamu akan kemana?" tanya Yue Hao.
"Sepertinya aku akan menemui keluargaku terlebih dahulu" jawab Li Yuan dengan santai.
"Apakah keluargamu masih berada di Kota Nanguan?" tanya Yue Hao.
"Tidak, mereka berada di tempat yang cukup jauh" sahut Li Yuan sambil menatap Yue Hao dengan lembut.
Mendapati dirinya ditatap demikian, membuat wajah Yue Hao memerah.
"Kamu tenang saja, aku juga tidak akan jauh dari Kota Nanguan" ucap Li Yuan dengan santai.
Li Yuan masih merasakan sesuatu yang tidak baik melalui intuisinya. Meskipun sepertinya masih jauh, ia yakin seperti dirinya mengkhawatirkan keluarganya ketika ia masih berada di Gunung Hua. Setelah berlatih dan kekuatannya bertambah, kemampuan intuisinya juga bertambah peka. Karakteristik jiwa yang dimilikinya terus berkembang, meski belum tahu sampai tahap apa tetapi ia merasakan kemampuannya sudah berada jauh di atas pemahaman yang ia dapatkan dari Kitab Kaisar Kematian.
"Aku berencana untuk membangun kekuatan, untuk beberapa saat aku akan menjadikan Kota Dong Hai sebagai basis kekuatan" ucap Li Yuan tanpa menutupinya.
Yue Hao sedikit kaget mendengar perkataan Li Yuan, ia tidak menyangka jika Li Yuan sudah menentukan langkah yang cepat.
"Apakah kamu membutuhkan bantuan? Aku dan keluargaku tentu tidak akan segan-segan menyokong segala keperluanmu" ucap Yue Hao dengan nada penuh keceriaan.
__ADS_1
"Untuk sementara ini belum, aku akan membiarkan mereka berkembang. Dengan bantuanmu di depan, hanya akan membuat mereka malas" jawab Li Yuan sambil tersenyum tipis.
Memang benar apa yang baru saja diucapkan oleh Li Yuan. Kelompok Naga Emas baru saja ia gawangi, secara pribadi ia memang belum mengenal karakter dari orang-orang yang berada di lingkaran terdekatnya itu. Untuk saat ini ia hanya bisa mempercayai Liu Haikuan. Melalui kontrak jiwa, ia bisa menerima laporan melalui transmisi jiwa.
"Kelak jika kau berubah pikiran, maka jangan sungkan untuk mengatakannya" ujar Yue Hao dengan nada yang santai.
"Jika sudah waktunya maka aku takkan sungkan" sahut Li Yuan.
"Terimakasih atas segala pertolonganmu selama ini, aku mewakili ayahku sekali lagi berterima kasih padamu" ucap Yue Hao dengan tulus.
"Sudahlah, itu semua sudah seharusnya. Aku tidak akan segan bertindak jika ada hal-hal yang bertentangan dengan hati nurani" ucap Li Yuan menanggapi perkataan Yue Hao.
Kereta kuda melaju dengan cepat meninggalkan langit Kota Dong Hai, gerbang kota Nanguan sudah mulai terlihat. Li Yuan menatapnya dengan tenang, setelah ini ia sudah merencanakan untuk perjalanan pulang ke Sekte Laohu. Hari sudah malam di Kota Nanguan, kereta kuda yang mereka naiki berhenti di depan halaman Keluarga Yue.
"Sebaiknya malam ini kau beristirahat di sini dulu, besok pagi baru pergi" ucap Yue Hao sambil menatap ke arah Li Yuan.
"Aku akan pergi malam ini juga" ucap Li Yuan tanpa ragu.
Yue Hao tampak tidak berdaya menahan Li Yuan, pria yang selama ini ia kenal sebagai Yuanli.
"Aku pamit, sampaikan salamku untuk keluarga mu" pungkas Li Yuan berbarengan dengan hilangnya bayangan dirinya.
"Semoga belum terlambat" batin Li Yuan saat tubuhnya bergerak seperti hantu.
Dalam sekejap, ia sudah berada di pangkalan perahu terbang. Setelah setahun berada di Kota Nanguan, ia sudah memahami jadwal perahu terbang yang menuju Kota Qinghai.
"Apakah anda akan ke Kota Qinghai?" tanya seorang petugas loket.
"Ya" jawab Li Yuan secara singkat.
__ADS_1
"Anda kurang beruntung, perahu terbang baru saja berangkat" jawab petugas tersebut dengan sedikit menyesal.
"Benarkah?" tanya Li Yuan dengan wajah kecewa.
"Sangat disayangkan, anda benar-benar telah terlambat. Namun jika anda mau, anda bisa menumpang perahu terbang yang lain. Hanya saja, perahu terbang yang akan ke Kota Qinghai berikutnya khusus mengangkut barang" kata petugas tersebut mencoba memberikan solusi.
Li Yuan tampak berpikir sejenak, ia sebenarnya tidak terburu-buru juga namun menuju Kota Qinghai dengan jasa perahu barang juga bukan ide yang buruk.
"Baiklah, aku bersedia ikut" ucap Li Yuan.
Setelah sepakat, Li Yuan mengeluarkan dua keping koin emas. Sambil menunggu kapal melakukan bongkar muat, Li Yuan sudah berada di atas perahu terbang tersebut. Pada saat ini, tidak ada yang menyadari akan identitas Li Yuan. Fisiknya yang tinggi besar serta pakaiannya yang rapi, membuatnya seperti anak bangsawan Kota Nanguan.
Setelah mengantar Yue Hao, ia tidak sempat mengganti pakaian. Namun di perahu terbang ia mendapatkan kamar setelah memberikan satu keping koin emas tambahan kepada awak kapal. Sebagai perahu barang yang belum lama dioperasikan, perahu ini hanya memiliki beberapa kamar dekat kabin penyimpanan.
Li Yuan memasuki kamar tersebut untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, Ia menggunakan seragam khas pakaian Sekte Laohu yang ia ambil dari dalam cincin penyimpanan.
Saat ini perahu mulai terbang di ketinggian, bergerak cukup stabil meninggalkan Kota Nanguan secara perlahan. Sementara di dalam kamar, Li Yuan sedang beristirahat sambil menyerap batu energi.
Hampir dini hari saat perahu terbang melaju dengan stabil di atas udara. Alasan ini juga yang membuat Li Yuan menggunakan perahu terbang. Meskipun ia bisa terbang dengan kecepatan tinggi, namun ia memilih perahu terbang secara lebih efisien.
Bosan di dalam kamar, Li Yuan berjalan menuju anjungan. Ada beberapa orang awak perahu terbang yang tengah berbincang, sepertinya mereka bukan berasal dari Kota Qinghai.
"Apa kabar tuan-tuan?" sapa Li Yuan saat melintasi mereka.
"Apakah tuan susah beristirahat?" tanya seorang awak perahu terbang saat melihat Li Yuan.
Ia adalah awak kapal yang sama yang memberikan kamarnya kepada Li Yuan lewat sebuah transaksi.
"Aku baru saja selesai beristirahat, kini aku ingin melihat pemandangan malam dari atas perahu ini" jawab Li Yuan dengan tenang.
__ADS_1
Aura pendekar raja yang keluar dari dalam tubuhnya membuat orang-orang bisa menerima keberadaan Li Yuan dengan tenang. Kebanyakan mereka memiliki kekuatan Pendekar Raja, sedangkan untuk Pendekar Langit dan Pendekar Suci berada pada ruangan sekitar kemudi. Mereka berada pada level yang berbeda, sehingga fasilitas yang mereka dapatkan pada saat menemani perjalanan juga tidak sama.