
"Menarik, sepertinya lelaki yang berada dalam ingatan tubuh wanita ini benar-benar berkesan" ucap Dewi Penguasa Malam sambil menyunggingkan senyum.
"Apakah Tuan Putri memiliki rencana?" tanya Wuya dengan penasaran.
"Nanti malam aku akan mulai menemui laki-laki tersebut, lalu menggodanya dan akan aku jadikan sebagai pesuruh ku" jawab Dewi Penguasa Malam dengan penuh percaya diri.
"Baiklah Tuan Putri, tapi sepertinya pria itu sudah memiliki dua orang wanita di sisinya" ujar Wuya memberikan informasi tambahan tentang Fang Yin dan Yue Hao.
"Tidak masalah, dengan keahlian ku memikat pria maka tidak akan sulit bagiku. Apalagi dengan dia memiliki dua orang wanita, itu pertanda jika ia adalah pecinta wanita dan akan lebih mudah untuk aku taklukkan" ujar Dewi Penguasa Malam sambil tersenyum.
Dewi Penguasa Malam sebenarnya adalah julukannya, setiap laki-laki yang ia dekati akan jatuh di dalam rayuan mautnya lalu ia akan memanfaatkannya dalam semalam. Hanya saja ia pernah memiliki kesempatan untuk berubah di saat itu, namun rasa iri hatinya sudah terlalu mendarah daging hingga ia dihukum.
Namun apa yang mereka pikirkan tidak seluas pengetahuan mereka. Wuya tidak mengetahui jika Li Yuan adalah pemilik karekteristik jiwa, sehingga segala tipu daya yang berhubungan dengan pencitraan akan percuma jika menghadapi Li Yuan.
Bahkan peristiwa yang baru saja terjadi di Sekte Angin Puyuh luput dari pengawasan Wuya dan orang suruhannya. Hal ini juga karena kecerdikan Li Yuan yang menyembunyikan rencana kepergiannya. Jangankan mereka, bahkan Yue Hao dan Fang Yin saja tidak diberi tahu tentang kemana Li Yuan pergi.
"Sekarang di mana ia berada?" tanya Dewi Penguasa Malam.
"Sepertinya ia berada di rumah makan Hei Xian, setiap menjelang sore ia selalu ke tempat itu untuk membicarakan sesuatu dan mengatur kelompoknya" ucap Wuya dengan sopan.
"Baiklah jika begitu, kebetulan rumah makan tersebut juga tidak asing" jawab Dewi Penguasa Malam.
__ADS_1
Sementara itu di Kota Qinghai, Li Dan yang kini semakin sibuk dengan pekerjaannya sebagai pemimpin Klan Li mendapati laporan jika Istana Langit telah mengalami pergantian pemimpin. Kabar tersebut tentu saja ia dapatkan dari Li Baojia yang selalu menjaganya, bahkan tentang penunjukan Li Tong menjadi Jenderal besar dari Provinsi Naga Biru juga sudah terdengar.
"Kumpulkan semua petinggi Klan Li, kita akan mengadakan pertemuan sore ini" ucap Li Dan kepada Li Hang Selaku kepala pelayan Klan Li.
"Baik Tuan" jawab Li Hang dengan patuh.
Tidak lama kemudian pemberitahuan tentang kabar luar biasa ini menyebar dengan cepat, termasuk Li Tong yang kini sedang berada di Sekte Laohu mendapatkan berita yang sama.
Prestasi leluhur Klan Li adalah sebagai Jenderal Langit, kini prestasi tersebut juga akan dicapai oleh Li Tong tentu saja perlu perayaan sebagai tanda syukur atas keberkahan yang menyelimuti Klan Li.
Di Sekte Laohu sendiri berita ini juga baru tiba, hal ini tentu saja disambut dengan baik. Apalagi tidak hanya Li Tong, tetapi juga Fan Lau dan Fan Rou mendapatkan promosi sebagai pejabat tinggi. Hanya Fan Chi yang tidak, hal ini dikarenakan Fan Chi akan menjadi pendamping Li Tong yang kabarnya tidak akan lama lagi mereka langsung menikah. Sementara itu nama Cheng Han dan Tetua Jia Fu juga dikabarkan masuk nominasi untuk direkrut menjadi pejabat tinggi Istana Langit.
Kaisar Langit yang baru secara pribadi mendatangi Sekte Laohu, dari empat wilayah yang menjadi pendukung wilayah Alam Langit Sekte Laohu menjadi yang pertama. Hal ini dikarenakan Li Yuan berasal dari Sekte tersebut, jadi wajar saja jika kali ini Sekte Laohu mendapatkan prioritas
"Kami terima salam dari Kaisar Langit" jawab Bao Xiong dengan hormat pula.
"Maksud kedatanganku ke Sekte Laohu adalah untuk meminta restu terkait jabatan yang baru saja aku emban" ucap Ying Kai sambil mengeluarkan Pedang Tiga Elemen yang diberikan Li Yuan sebelumnya.
Melihat pedang yang tidak asing, mereka baru mengerti jika Li Yuan adalah orang yang berada di balik semua ini.
Dari sekian banyak orang hanya Fang Jing yang paling terkejut, pedang tersebut adalah milik Li Yuan. Lalu dengan penasaran ia berkata.
__ADS_1
"Mohon maaf Kaisar, apakah Yuan'er yang memberikan pedang tersebut kepada Kaisar?"
"Benar sekali, Tuan Li Yuan yang memberikan pedang tiga elemen ini serta jabatan yang aku emban saat ini" ucap Ying Kai dengan sopan.
Mendengar hal tersebut tentu semua orang menjadi tercengang, menunjuk seseorang untuk menjadi Kaisar Langit adalah suatu hal yang baru terjadi dalam sejarah, apalagi Li Yuan masih tergolong seorang pemuda yang masih sangat muda.
Adapun Tetua Jia Fu, ia benar-benar merasa bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh Li Yuan yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri. Meskipun ia tidak berjodoh dengan putrinya, ia tidak berkecil hati. Malahan Tetua Jia Fu sangat mendukung hubungan Li Yuan dengan putri Gubernur Provinsi Naga Biru yang bernama Fang Yin.
Pada saat ini semua orang di Sekte Laohu tampak gembira, setelah sekian lama baru kali ini Kaisar Langit menyambangi Sekte Laohu lagi. Hal ini tentu menjadi berita besar di seluruh Provinsi Naga Biru. Bahkan Gubernur Provinsi Fang Jing juga datang, ia ikut hadir menemani Kaisar Langit mengunjungi Sekte Laohu.
"Tentu.. Tentu saja kami akan mendukung anda untuk menjadi Kaisar" jawab Patriark Bao Xiong yang diikuti anggukan dari semua Tetua yang hadir, termasuk Tetua Bao Zi yang sekaligus sebagai guru Li Yuan di Sekte Laohu.
"Terimakasih Patriark, selain itu aku juga akan meminta izin untuk merekrut beberapa nama dari Sekte Laohu untuk membantuku menjalankan tugas" ucap Kaisar Ying Kang dengan sopan.
"Tidak masalah.. Tidak masalah, kami dengan senang hati akan membantu" ucap Patriark Bao Xiong.
Selanjutnya seorang petugas Istana segera membacakan titah kaisar untuk mengangkat beberapa orang menjadi pejabat Istana.
Sesuai kabar yang beredar, Li Tong diangkat menjadi Jenderal Langit. Fan Rao, Fan Lau dan Cheng Han diangkat menjadi menteri. Sementara Tetua Jia Fu menjadi penasehat Istana.
Lima orang dari Sekte Laohu kini menjadi pejabat Istana Langit, hal ini tentu saja menjadi prestasi besar Sekte Laohu.
__ADS_1
Setelah selesai mengadakan pertemuan tersebut, Kaisar Ying Kai tidak lama kemudian kembali ke Kota Jincheng, namun sebelumnya ia akan mampir ke Provinsi Rajawali Emas untuk melakukan hal yang sama. Sementara kabar besar tersebut segera beredar dengan luas di kalangan Sekte Laohu dan membuat kehebohan di seluruh paviliun para Tetua, tidak terkecuali di Paviliun Tetua Bao Zi.