Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Menjadi Pengawal


__ADS_3

Sambil menunggu para pengawal Yue Hai mengobati luka-luka, Li Yuan memeriksa tiga mayat yang baru saja ia bunuh. Pada saat ini, ia ingin mencari petunjuk tentang identitas kelompok bertopeng itu.


Li Yuan mendapati token dengan lambang burung Phoenix yang menggantung di pinggang mereka. Sambil mengernyitkan matanya, ia tidak tahu asal token ini dan ia juga tidak mau mencoba menebaknya. Li Yuan menyimpannya, lalu berjalan mendekati sebuah pohon dan duduk di bawahnya dengan nyaman.


Dari tempatnya duduk, Li Yuan melihat seekor burung bangau bermahkota. Ia sedikit tertegun akan keindahan burung tersebut, maklum saja selama ini ia belum pernah melihat burung “bertanduk” di tempat asalnya. Memperhatikan Li Yuan yang sedang mandang ke arah burung bangau yang memiliki mahkota di atas paruh, Yue Hao sedikit heran.



Di Provinsi Rajawali Emas, banyak jenis burung yang hidup bebas. Dalam sebuah cerita, dahulunya Provinsi Rajawali Emas dilindungi oleh hewan mitologi dari jenis burung yang bernama Chong Ming. Burung tersebut diperkirakan jelmaan dari Dewa yang merupakan pesuruh dari Penguasa Alam Langit. Saat terjadi serangan hewan buas, burung tersebut berhasil mengalahkannya dan melindungi ribuan nyawa.


Yue Hao menghampiri Li Yuan dan berkata,


"Tuan Yuanli, sepertinya anda tertarik dengan burung-burung tersebut".


" Iya, aku senang mendengar kicaunya. Seperti ada kedamaian di sepanjang waktu " ucap Li Yuan dengan tenang.


"Hmm.. Tuan benar, andai saja setiap Kota di sini memiliki pendekar seperti tuan maka semuanya pasti akan tercipta kedamaian" ujar Yue Hao.


Mendengar ucapan dari Yue Hao, membuat Li Yuan ingin bertanya tentang banyak hal, namun ia mengurungkan niatnya.


"Apakah nona mengenal token ini?" tanya Li Yuan sambil mengeluarkan sebuah token berwana emas dan bergambar Phoenix.


"Jika tidak salah, ini adalah token Tetua Sekte Api Abadi" jawab Yue Hao tampak ketakutan.


"Apakah ini milik Tuan Pendekar?" tanya Yue Hao yang mengubah panggilannya kepada Li Yuan.


"Bukan, aku menemukannya dari sana" jawab Li Yuan sambil menunjuk ke arah jasad orang yang sudah ia bunuh.


"Apa?" tanya Yue Hao sedikit tidak percaya.


Jika demikian adanya, maka dalang dari penyergapannya berhubungan dengan Sekte tersebut. Hanya saja Yue Hao tidak memahami dengan maksud terselubung dari Sekte tersebut.


"Jika aku boleh tahu, apa yang sedang nona lakukan di sini" ucap Li Yuan.

__ADS_1


"Panggil aku Yue Hao saja, aku lebih nyaman seperti itu. Sebelumnya aku baru saja bertemu dengan Pendeta Da Shimin, beliau adalah Pendeta Tao yang yang tersembunyi di Kota Yingjian ini" ungkap Yue Hao.


"Oh begitu, pantas saja jalan sekitar sini tampak sepi" ucap Li Yuan.


"Apakah kamu bukan berasal dari daerah sini?" tanya Yue Hao dengan penasaran.


"Aku memang bukan berasal dari sini, aku sedang berpetualang saja" ucap Li Yuan sambil tersenyum.


Namun dengan senyumnya itu saja, membuat hati Yue Hao merasakan sesuatu yang aneh.


"Kamu jangan memandangku seperti itu, aku bukan hantu" ucap Li Yuan.


Seketika wajah Yue Hao memerah, ucapan pria penolongnya tersebut membuyarkan perhatiannya.


"Ah tidak, aku hanya sedikit lelah saja" ucap Yue Hao mencoba menutupi perasaannya.


"Apakah kamu berasal dari Sekte Angin Puyuh?" tanya Yue Hao.


Sekte Angin Puyuh adalah Sekte terkuat di wilayah Rajawali Emas. Sebagai Sekte terkuat mereka terkenal dengan kultivator pembudidaya karakteristik angin. Wilayah Timur dikenal dengan angin ****** beliungnya, oleh karena itu banyak pendekar ahli yang bisa menaklukkannya berasal dari Sekte itu.


"Jadi, bagaimana dengan kekuatanmu yang hebat itu?" ucap Yue Hao yang semakin penasaran.


"Itu.. Itu tentu saja rahasia" jawab Li Yuan sambil menyentuh hidungnya.


"Huh.. Nyebelin.." kata Yue Hao dengan suara manja.


Meski demikian Yue Hao tidak merasa tersinggung, setiap orang memiliki rahasia. Apalagi pria tersebut telah menyelamatkan nyawanya.


"Nona, kita sudah siap untuk melanjutkan perjalanan kembali" ucap seorang pria kepala rombongan.


"Baiklah jika begitu, mari kita lanjutkan" ucap Yue Hao.


Li Yuan kemudian ikut bersiap dan bergabung dengan mereka. Namun, Yue Hao ingin berada satu kereta dengan dirinya.

__ADS_1


Di dalam satu kereta yang sama, Li Yuan tidak banyak bicara. Ia hanya mendengarkan cerita yang keluar dari mulut Yue Hao.


"Yuanli, bersediakah kamu menjadi pengawal pribadiku?" tanya Yue Hao di tengah perbincangannya.


Li Yuan terdiam, ia tidak bisa berkata-kata untuk sesaat.


Melihat reaksi Li Yuan, Yue Hao lalu melanjutkan perkataannya.


"Kamu tenang saja, bayaran yang kamu dapatkan sangat tinggi. Selain itu juga, kamu bisa tinggal di kediamanku"


"Kediamanmu?" tanya Li Yuan dengan ekspresi kaget.


"Maksudku di lingkungan manor keluarga ayahku, kebetulan ada rumah yang masih kosong. Kamu bisa tempati dan tinggal di sana" jawab Yue Hao.


Li Yuan agak tertarik, ia memang berencana untuk mencari rumah tinggal selama ia berada di Kota Nanguan. Tujuannya utamanya untuk mencari teknik tingkat menengah elemen angin. Ia ingin mencari pengalaman untuk memompa bakatnya.


"Aku tidak keberatan untuk menjadi pengawal pribadimu tetapi aku memiliki persyaratan" ucap Li Yuan.


"Baiklah, silahkan sebutkan" jawab Yue Hao.


"Pertama, aku tidak mau terikat waktu. Kedua, aku ingin memiliki kebebasan. Secara singkat, ini berarti aku tidak bisa melekat sepanjang waktu. Kamu bisa menggunakan jasaku hanya pada waktu tertentu saja dan harus memberitahukan sebelumnya" ujar Li Yuan.


Yue Hao tercengang, sebagai putri dari penguasa Kota Nanguan baru kali ini ada yang mengajukan syarat kepadanya. Ditambah syarat tersebut sangat aneh, membuat Yue Hao sedikit sakit kepala. Namun ia tidak bisa begitu saja melepaskan pendekar ahli yang sudah menyelamatkan dirinya.


"Hmm.. Baiklah jika begitu aku setuju" ucap Yue Hao.


"Oke setuju" sahut Li Yuan menandakan telah terjadi kesepakatan di antara mereka.


Kemudian Yue Hao menjelaskan tentang besaran upah yang diterima oleh Li Yuan setiap bulannya. Dalam sebulan ia menerima bayaran sebanyak 500 keping emas.


Jumlah ini sudah terbilang sangat besar, mengingat pembayaran di Provinsi Rajawali Emas masih mengandalkan emas dan perak. Dimana satu keping emas bernilai lima keping perak. Jadi sama saja Li Yuan menerima bayaran sebanyak 2.500 keping perak.


Alat tukar lainnya seperti Batu Spiritual masih tergolong langka, jikapun ada maka nilainya sangat mahal dan hanya kalangan tertentu saja yang menggunakannya. Hal ini terjadi dikarenakan jarang sekali ditemukan barang tambang Batu Spiritual. Wilayah Timur bukan daerah pegunungan seperti daerah Selatan atau Provinsi Naga Biru.

__ADS_1


Sebagai daerah tropis, Provinsi Rajawali Emas mayoritas adalah daerah datar yang dikelilingi oleh lautan. Suhu udara yang hangat dan lembab sering menimbulkan serangan badai topan secara tiba-tiba. Umumnya kejadian seperti ini terjadi pada siang hari saat udara terasa panas. Hal ini juga yang menyebabkan Sekte Angin Puyuh berpusat di daerah pinggiran pantai. Mereka berkultivasi mengandalkan energi angin untuk meningkatkan kekuatannya.


__ADS_2