
Li Yuan mengikuti langkah ayahnya, aula kediamannya yang begitu luas membuatnya kagum.
"Ibu, adik" teriak Li Yuan sambil meningkatkan kecepatan langkahnya.
Melihat suara yang tidak asing, Li Peiyu dan ibunya tampak mengangga. Sosok pria dengan wajah dan fisik rupawan menghampiri dan memeluk mereka dengan erat.
Sementara Li Dan hanya tersenyum bahagia melihat putranya pulang dan berkumpul bersama keluarga.
"Putraku, kamu kemana saja?" tanya ibunya dengan wajah cemas.
Ada air mata yang tumpah tidak tertahankan saat melihat putranya yang sudah tampak dewasa.
"Iya kak, kami sangat mengkhawatirkan kakak" tambah Li Peiyu adiknya.
"Maafkan Yuan'er bu, selama ini tanpa memberi kabar" jawab Li Yuan dengan wajah sembab.
Li Yuan tidak dapat menahan kerinduan kepada keluarganya, sehebat apapun dirinya tetap saja ia adalah seorang anak yang membutuhkan kehangatan keluarga. Tiga tahun ia berlatih dengan sangat keras, antara hidup dan mati tidak pernah ia hiraukan.
Setelah beberapa saat, mereka sudah kembali kepada keadaan yang normal. Li Dan menatap putranya dengan takjub lalu berkata,
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu beberapa tahun terakhir" tanya Li Dan kepada putranya.
"Ceritanya sangat panjang, aku hampir mati saat diserang oleh Beast Harimau Emas. Untung saja ada seorang pertapa yang menyelamatkanku. Tidak hanya itu, aku juga dijadikan muridnya dan diajarkan beberapa keahlian tingkat tinggi" Jawab Li Yuan tanpa menyebutkan identitas gurunya.
" Ayah, aku lihat keluarga kita sudah berkembang dengan sangat pesat" ucap Li Yuan.
"Semua berkat kamu juga, Tetua Mo Cau yang kamu bawa ke keluarga kita telah banyak melakukan kontribusi besar dalam mengembangkan Asosiasi Sumber Kehidupan yang kini menjadi bagian bisnis utama keluarga kita" ujar Li Dan kepada putranya.
"Bagaimana kabar anggota Klan Li lainnya" tanya Li Yuan sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Beberapa memilih mengikuti ayah, seperti yang kau lihat tadi di luar" ucap ayahnya
Li Yuan mengangguk pelan, lalu ia berkata
"Ayah, ada yang mau aku tunjukkan pada kalian" ucap Li Yuan sambil buru-buru berdiri.
Lalu Li Yuan melangkah keluar dan diikuti oleh keluarganya. Tiba di halaman, Li Yuan menepukkan tangannya.
"Prok" Prok"
dua kali tepukan tangan Li Yuan langsung disambut kedatangan Hei Bao.
Seluruh orang yang tengah menyingkirkan semua mayat kelompok Kobra Hitam segera berlarian. Mereka melihat binatang spiritual yang sangat menakutkan kini sedang membungkukkan badan di hadapan Li Yuan.
Li Dan sudah tidak tahu harus berkata apa melihat putranya tersebut. Li Peiyu dan ibunya saling bertatapan melihat pemandangan yang sangat luar biasa di depannya.
"Kalian kemarilah" ucap Li Yuan kepada orang tuanya dan adiknya. Mereka bertiga dengan sedikit ngeri mendekati Hei Bao yang tengah duduk terdiam.
Beberapa saat kemudian mereka masuk kembali ke dalam ruang keluarga, Lalu Li Dan mulai bercerita tentang apa saja yang terjadi selama ini. Termasuk keadaan Klan Li yang dipimpin oleh Li Cuan, Meskipun Patriark Li Cuan tidak bersikap baik kepada keluarganya, namun Li Dan berkata jika mereka adalah bagian dari keluarganya juga.
Li Yuan hanya menghela napas mendengar cerita ayahnya. Setelah Li Yuan dikabarkan menghilang dan meninggal di Gunung Hua, Jia Hien sudah beberapa kali mengunjungi keluarganya. Bahkan Li Peiyu bercerita jika dirinya sudah sangat akrab dengan Jia Hien. Dirinya juga diajarkan teknik beladiri oleh Jia Hien.
"Hah" ada kejadian seperti itu?" tanya Li Yuan dengan ekspresi tidak percaya. Selama tiga tahun ini, ia tidak pernah mengingat wanita itu sedikitpun.
Baginya hubungan dengan Jia Hien sudah berakhir, walaupun kedua orang tua mereka memiliki rencana untuk menjodohkan mereka tetapi Li Yuan memiliki persepsi yang tidak baik terhadap wanita tersebut. Tapi kini Jia Hien sudah berubah, ia bisa menyentuh titik dimana Li Yuan sedikit tergugah.
Baginya melihat adiknya bahagia dan memiliki teman yang cocok adalah suatu kebahagiaan tersendiri sebagai seorang kakak. Apalagi ibunya juga menceritakan jika Jia Hien sering membantu ibunya di tengah kesibukannya di Toko yang kini sudah semakin berkembang.
"Hahaha.. Gadis itu sudah seperti apa ya sekarang" gumam Li Yuan dalam hati.
__ADS_1
"Kami tidak akan mencampuri urusan kalian berdua" ucap ayahnya di tengah lamunan Li Yuan.
Pada kesempatan ini, Li Yuan memberikan banyak Batu Energi serta emas batangan yang ia keluarkan dari dalam Cincin penyimpanannya.
Mata Li Dan melotot melihat harta karun yang diberikan putranya. "Harta seperti ini sudah cukup untuk membangun sebuah kerajaan" gumamnya dalam hati.
Ibu dan adiknya juga tidak menyangka jika Li Yuan yang baru saja kembali kini membawa harta yang begitu banyak.
"Ayah, pergunakan harta ini untuk membangun Klan Li kita. Jangan lupa untuk membuatkan tempat agar Hei Bao nyaman. Mulai sekarang ia akan tinggal bersama keluarga kita" ucap Li Yuan dengan serius.
Li Yuan lalu menyampaikan beberapa cara untuk mengurus Hie Bao dan menjelaskan tentang siapa Hei Bao sebenarnya. Ibunya Li Yuan, tercengang ketika mendengar Hei Bao adalah Harimau Emas yang dulu menyebabkan putranya hampir terbunuh.
Namun setelah mendengar penjelasan Li Yuan lebih lanjut, perasaannya menjadi lebih tenang, ia tidak menyangka putranya bisa mengendalikan Hewan buas yang setingkat dengan pendekar suci.
"Lalu sudah di tingkat apa sekarang kamu nak?" tanya Li Dan yang sedari tadi penasaran. Jika di lihat sepintas maka kekuatan putranya hanya Pendekar Raja, namun Li Dan bukanlah orang bodoh. Bagaimana mungkin putranya bisa membunuh Pendekar Langit dengan satu pukulan?
"Aku sudah di Pendekar Suci" jawab Li Yuan sambil melepaskan auranya, ia takkan menyembunyikan dari keluarganya.
"Apa?" tanya Li Dan dengan wajah pucat.
Baginya ini adalah suatu kemustahilan, putranya baru berusia dua puluh tahun!
Di alam langit saja, hanya Kaisar Langit Tang Shiji yang memiliki usia termuda bisa menempuh tingkat Pendekar Suci. Tang Shiji berada di ranah tersebut pada usia tiga puluh lima tahun, dan itu sudah dianggap jenius. Lalu Li Yuan apakah sebanding jika hanya disebut jenius?
"Ayah, ibu tolong rahasiakan hal ini" ucap Li Yuan sambil menarik kembali auranya.
Ibu dan adiknya yang beberapa saat lalu merasa tertekan, kini sudah bisa bernapas lega.
"Tentu saja, kami akan merahasiakannya" ucap Li Dan yang diangguki kepala oleh istri dan putrinya.
__ADS_1
Mereka melepas kerinduan hingga larut malam, setelah obrolan panjang Li Yuan ditunjukkan kamar pribadinya. Li Yuan beristirahat dengan suasana hati yang lebih tenang, ia beruntung kedatangannya tidak terlambat.
Selepas Li Yuan memasuki kamarnya, Li Dan segera memanggil orang-orang yang berada di Klan Li. Li Dan meminta untuk tidak mengungkap tentang kehadiran Li Yuan, lalu Li dan mengatur sedikit cerita tentang tewasnya kelompok Kobra Hitam.