
Saat berikutnya ia memanggil Liu Haikuan untuk menjaga Fang Yin selama ia pergi ke kediaman Jenderal Chen Sheng.
Sambil berjalan ke rumah makan, Li Yuan dengan lembut menarik tangan Fang Yin. Ia memperlakukan Fang Yin dengan baik takut wanita tersebut bersifat aneh lagi seperti di awal.
"Sebaiknya kamu menunggu di rumah makan saja, kau boleh makan dengan nyaman atau kau juga boleh ikut membantu memasak" ucap Li Yuan sambil menggoda Fang Yin.
"Apakah rumah makan ini milikmu juga?" tanya Fang Yin penasaran.
"Bisa dibilang seperti itu, namun secara umum tempat ini dikelola untuk menghasilkan keuntungan bagi Kelompok Naga Emas yang aku pimpin" ucap Li Yuan dengan tenang.
Sambil menunggu kedatangan Liu Haikuan, ia menceritakan beberapa hal tentang keadaan di Kota Nanguan serta beberapa rencana ke depannya. Li Yuan juga memperkenalkan Zheng Shuang yang bertugas mengelola rumah makan dan penginapan Hei Xian.
Mendengar penuturan dari kekasihnya, wajah Fang Yin hampir meneteskan air mata. Ia baru mengerti jika kepergian Li Yuan selama ini untuk kepentingan orang banyak, di masa mudanya ia hanya sedikit sekali menghabiskan waktu untuk menyenangkan dirinya.
"Jalan hidupmu begitu mulia, pantas saja kau selalu menolak menikah muda. Maafkan aku yang sudah salah paham padamu. Aku berjanji untuk selalu mendukungmu" ucap Fang Yin dengan sungguh-sungguh.
"Terimakasih atas pengertian mu" ucap Li Yuan sambil tersenyum manis.
Setelah berkata demikian, Liu Haikuan tiba di rumah makan tersebut.
"Salam Tuan" ucap Liu Haikuan dengan hormat.
"Aku akan pergi ke kediaman Jenderal Chen Sheng untuk menyelamatkan Nona Yue Hao. Aku meminta tolong kepadamu untuk menjaga kekasihku di tempat ini" ucap Li Yuan dengan ekspresi tenang.
"Baik Tuan" ucap Liu Haikuan dengan patuh.
"Nona Zheng, tolong kirimkan orang ke Kota Dong Hai, agar seluruh pengurus dan anggota Naga Emas berkumpul di sini, kecuali mereka yang sudah ditugaskan untuk mengelola tempat usaha tetap di tempat" ucap Li Yuan.
"Baik Ketua" ucap Zheng Shuang dengan hormat.
Setelah melakukan pengaturan tersebut, tubuh Li Yuan melesat ke udara lalu menghilang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
Fang Yin terpana dengan kesibukan dan kecekatan Li Yuan dalam mengatur beberapa urusan. Jika sebelumnya di Sekte Laohu ia mendengar Li Yuan dengan kiprahnya, namun di tempat ini ia bisa melihat sendiri kecakapan pria yang ia kasihi.
Sementara itu, di kediaman Keluarga Yue kini sedang heboh. Mendengar Yue Hao diculik oleh pengawal Jenderal Chen Sheng membuat Yue Fei sang Gubernur Provinsi Rajawali Emas menjadi murka.
"Kurang ajar" ucap Yue Fei dengan emosi yang tersulut.
"Segera kerahkan seluruh prajurit dan pendekar terbaik keluarga Yue. Mau tidak mau kita harus bersiap untuk berperang dengan Jenderal Chen Sheng" ucap Yue Fei dengan suara yang menggebu-gebu.
"Baik Tuan" jawab seorang pengawal pribadi Yue Fei dengan hormat.
"Sepertinya Jenderal Chen Sheng sudah tidak sabar ingin berperang" ucap Yue Fei.
Sebagai analisis kekuatan, kini kekuatan Keluarga Yue sedang meningkat. Hal ini dikarenakan perekrutan pendekar kelas atas secara besar-besaran. Namun di pihak Jenderal Chen Sheng sendiri, ia baru saja kehilangan pendekar ahli yang ia bawa untuk mengintimidasi Klan Li tadi pagi.
Bahkan tangan kanannya, Xue Rengui telah tewas dan jumlah pasukannya juga kini menjadi milik Gubernur Provinsi dalam hal ini dikendalikan oleh Yue Fei.
Dengan cepat ribuan pasukan telah berdiri siaga di halaman kediaman Gubernur Provinsi, yang sekaligus menjadi kantor resmi pemerintahan.
"Kita hari ini akan menggempur Kediaman Jenderal Chen Sheng Karen suda bertindak lancang dengan menculik putriku. Hari ini aku perintahkan kalian untuk bergerak maju bersama menghancurkan Jenderal Chen Sheng dan prajuritnya" ucap Yue Fei dengan penuh semangat.
Teriak ribuan prajurit tersebut dengan lantang, detik berikutnya iring-iringan prajurit mulai bergerak keluar dari kediaman Keluarga Yue menuju kediaman Jenderal Chen Sheng.
Kejadian ini jelas menjadi pusat perhatian orang-orang, adapun mata-mata dari Istana Langit Langsur bergerak dengan cepat untuk mengabarkan kejadian luar biasa ini kepada Kaisar.
Di tempat terpisah, ribuan pasukan juga sudah disiapkan oleh Jenderal Chen Sheng di depan pintu gerbang.
Sementara Yue Hao kini sudah dalam kondisi terikat pada sebuah tiang di halaman utama kediaman Jenderal Chen Sheng.
Yue Hao akan dijadikan sandera sekaligus sebagai alat untuk menekan Yue Fei agar mau membuat kesepakatan.
"Lepaskan aku. Kalian sudah melakukan kesalahan besar dengan melakukan hal ini kepadaku" ucap Yue Hao sambil meraung keras.
__ADS_1
"Aku akan melepaskan mu jika ayahmu sudah menandatangani kesepakatan serta bersedia tunduk di bawah aturanku" ucap Jenderal Chen Sheng sambil melipat kedua tangannya dengan sombong.
"Dengan melakukan hal ini kepadaku, kalian hanya akan mempercepat kematian kalian sendiri" ucap Yue Hao dengan jelas.
"Hahaha.. Kamu hanya anak kemarin sore sudah berani mengancam ku. Sekali lagi kau bersuara aku akan melecehkan mu sebelum ayahmu datang" ucap Jenderal Chen Sheng sambil tersenyum cabul.
Mendengar ancaman tersebut wajah Yue Hao berubah menjadi pucat, ia segera menutup mulutnya dengan rapat dan menundukkan kepalanya. Ia tidak takut di siksa, namun jika dilecehkan masa depannya akan hancur dan ia memilih bunuh diri jika sampai hal itu terjadi.
"Li Yuan dimana kamu?" gumam Yue Hao dalam hati.
Pada saat ini, ia hanya memikirkan kedatangan Li Yuan sebagai penyelamatnya. Ia yakin jika Nona Fang Yin sudah melaporkan peristiwa ini kepada Li Yuan.
Di atas udara, hanya dalam satu tarikan napas Li Yuan sudah berada di halaman kediaman Jenderal Chen Sheng. Ia tidak lagi masuk melalui pintu gerbang, melainkan lewat udara dan langsung mendarat tepat di kediaman Jenderal Chen Sheng.
"Berhenti"
Ucap pengawal Jenderal Chen Sheng yang melihat kemunculan Li Yuan yang tiba-tiba.
Dengan tatapan dingin, Li Yuan menatap ke arah pengawal tersebut.
Detik berikutnya, pengawal tersebut langsung jatuh dan berhenti bergerak.
Jenderal Chen Sheng yang melihat kejadian tersebut langsung berdiri dari tempat duduknya sambil berkata.
"Siapa kau?" tunjuk Jenderal Chen Sheng dengan arogan.
Mendengar ada kegaduhan, Yue Hao mendongakkan kepalanya lalu melirik ke arah telunjuk Jenderal Chen Sheng. Sosok pemuda tampan yang ia harapkan ternyata sudah muncul di tempat ini.
"Li Yuan.. Tolong selamatkan aku, mereka mau melecehkan diriku" raung Yue Hao dengan keras.
Yue Hao merasa sangat gembira atas kedatangan Li Yuan, harapannya baru saja terkabul. Ia yang semula putus asa kini ceria kembali, karena ia tahu dengan kedatangan Li Yuan maka akan menjadi akhir bagi kehidupan Jenderal Chen Sheng.
__ADS_1