
Dengan bertambahnya Ying Cushan maka pengikut Li Yuan kini berjumlah lima orang. Tiga diantaranya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan unik, yang memiliki kekuatan jiwa.
Sementara dua lainnya yaitu Li Baojia dan Li Jieru adalah jelmaan dari hewan spiritual dan hewan mitologi.
"Sekarang kamu ikutlah bersama Tetua Mo Cau menuju kota Jincheng, setidaknya dengan koneksi yang kamu miliki tentu tidak sulit bagimu untuk mengirim mayat-mayat itu ke Istana Langit" ucap Li Yuan kepada Ying Cushan.
"Baik Tuan. Itu hanya perkara mudah bagiku" jawab Ying Cushan dengan nada meyakinkan.
"Baiklah jika begitu, aku percayakan hal ini kepadamu. Anggap saja itu Kado istimewa dariku. Namun jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan, kau bisa berkata langsung melalui transmisi jiwa yang sudah terhubung diantara kita" ujar Li Yuan sambil berlalu.
Li Yuan sedang bersama dengan Fang Yin saat ini, ia dan Fan Chi tengah menunggunya. Meskipun ada Li Tong yang menjaga, namun Li Yuan sudah berjanji untuk segera kembali.
Di tengah keramaian, tubuh Li Yuan bergerak dengan cepat mencari keberadaan sahabatnya. Tidak jauh dari tempat awal mereka berpisah, Li Yuan menemukan Li Tong dan Fan Chi sedang berada di sebuah kedai makan. Sementara Fang Yin duduk menyendiri dengan wajah murung.
"Maaf aku sedikit lama" suara Li Yuan terdengar dengan pelan di dalam ruang rumah makan.
"Kamu lama sekali" gerutu Fang Yin dengan wajah cemberut.
"Sepertinya Nona Fang sudah sangat merindukanmu, padahal aku dan Fan Chi terus menghiburnya" ucap Li Tong sambil menahan senyum.
Fang Yin hanya menunduk malu, ia tidak menyangka jika Li Tong akan berterus terang di hadapan Li Yuan.
"Sudahlah, mari kita lanjutkan. Kebetulan aku juga mulai lapar" ucap Li Yuan mencairkan suasana.
Setelah mengatakan hal tersebut, Li Yuan mendekatkan dirinya ke samping Fang Yin.
"Maaf, tadi aku ada sedikit urusan. Utusan dari Istana Langit bergerak lebih cepat dari yang kukira" ucap Li Yuan pelan.
Li Tong dan yang lainnya terkejut, pantas saja Li Yuan meninggalkan mereka dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Fang Yin dengan nada bersalah.
"Kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Aku juga mohon maaf telah merepotkan orang-orang dari Asosiasi Keluarga Fang" ucap Li Yuan dengan tulus kepada Fang Yin.
"Mereka juga adalah orang-orang mu. Jadi kamu tidak usah merasa sungkan lagi" ucap Fang Yin sambil tersenyum.
Li Yuan sedikit canggung tetapi ia tidak mau membahasnya lebih lanjut. Ia dan Fang Yin memang memiliki hubungan yang baik. Seperti saat ini, kebersamaan keduanya semakin akrab.
"Apakah lusa kamu jadi pergi?" tanya Fang Yin dengan perasaan berat.
"Sepertinya begitu, aku tidak bisa lama meninggalkan Provinsi Rajawali Emas. Kebetulan sekarang aku adalah Ketua salah satu organisasi di sana. Tujuanku membawa Tetua Li Tianshu juga berkaitan dengan hal tersebut" jawab Li Yuan mengungkapkan rencananya di depan Fang Yin dan yang lainnya.
Bagi Li Yuan, mereka adalah orang-orang terdekatnya sehingga Li Yuan tidak perlu khawatir. Sudah tekad Li Yuan juga untuk mengembangkan Klan Li, sejak di Kota Huanxie ia membaca banyak catatan yang ditinggalkan oleh Li Chen, kakek Li Yuan.
Segala harapan dan rencana kakeknya tersebut sudah ia ingat baik-baik. Meskipun ia tidak pernah berjumpa, namun ia percaya jika semangat kakeknya mengalir dalam dirinya serta ayahnya.
"Bolehkah aku ikut" tanya Fang Yin kepada Li Yuan.
"Jika kamu seperti itu maka aku akan marah" ucap Fang Yin dengan wajah galak.
"Tidak, aku hanya bercanda" jawab Li Yuan dengan sedikit takut.
Entah kenapa, ia merasakan sesuatu di mata Fang Yin. Ia takut jika Fang Yin marah kepadanya, ia juga khawatir kehilangan kepercayaan dari wanita tersebut.
Li Yuan memandang Fang Yin dengan hangat, lalu menyentuh telapak tangannya.
"Jangan pernah marah ya" pinta Li Yuan kepada Fang Yin dengan nada yang sedikit aneh.
"Kamu kenapa sih? Aku hanya bercanda juga kok" jawab Fang Yin dengan meremas tangan Li Yuan dengan erat.
__ADS_1
"Sepertinya kamu sudah mulai menyukai Nona Fang" ujar Li Tong menatap ke arah Li Yuan sambil tersenyum cerah.
Li Yuan hanya diam, sedikit ekspresi rumit terlihat di wajah tampannya. Makanan yang hampir masuk ke mulutnya sempat tertahan lalu ia lanjutkan dengan tampang bodoh.
Fang Yin hanya tersenyum, namun salah satu ibu jarinya ia angkat memberi apresiasi kepada Li Tong. Ia merasa senang dengan perubahan sikap Li Yuan, meskipun Fang Yin juga baru pertama kalinya jatuh hati namun ia lebih terbuka. Berbeda dengan Li Yuan yang masih tertutup, ia tampak canggung saat bersinggungan dengan urusan hati.
Pada saat ini, seseorang yang tidak asing muncul di rumah makan tersebut. Seorang pemuda yang bersama dua orang lelaki paruh baya sedang memesan makanan.
Pemuda itu adalah Xie Haocun, putra mendiang Xie Taizong yang tewas di tangan Li Yuan. Kini keadaan Xie Haocun sangat memprihatikan, tidak lagi menjadi tuan muda yang angkuh. Ia baru saja bisa berjalan setelah satu tahun berada di pembaringan, luka di tubuhnya membuat ia tidak berdaya. Seluruh harta keluarganya habis dijual demi menyembuhkan luka-lukanya. Meskipun demikian, cacat di dalam dantiannya tidak bisa pulih kembali.
"Yuan Gege, apakah kamu masih mengenal pemuda itu?" tanya Fang Yin dengan panggilan barunya kepada Li Yuan.
Li Yuan tidak sempat bereaksi dengan cara panggilan Fang Yin kepada dirinya.
"Bukankah dia itu putra Jenderal Langit sebelumnya" tanya Li Yuan berusaha meyakinkan ingatannya.
"Iya benar, dia adalah Xie Haocun" jawab Fang Yin dengan santai.
"Dia adalah pria yang mengagumimu" ucap Li Yuan sambil tersenyum.
"Kamu mengejekku?" ucap Fang Yin sambil mencubit lengan Li Yuan.
Li Tong dan Fan Chi tidak memperhatikan keduanya, ia juga sibuk bersenda gurau dengan Fan Chi. Meskipun keduanya berada pada Paviliun Bao Zi, tetapi di Sekte Laohu mereka tidak bisa seakrab ini.
Xie Haocun yang menyadari keberadaan Li Yuan dan Fang Yin, ia berkeringat dingin. Dengan cepat ia segera membatalkan pesanannya dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa.
"Lihatlah.. Tampaknya ingatan tentang mu masih sangat membekas di hati dan pikirannya" ucap Fang Yin sambil menunjuk ke arah perginya Xie Haocun.
Li Yuan hanya melihat dengan tatapan ringan, baginya Xie Haocun sekarang hanya orang biasa yang sudah tidak bisa berkultivasi kembali. Sementara dua orang lelaki paruh baya yang menemaninya tadi seperti seorang tabib.
__ADS_1
Li Yuan dapat mencium bau obat yang terdapat pada jubah lelaki tersebut. Melalui kekuatan jiwanya juga Li Yuan sudah mengidentifikasi tentang kekuatan bawaan orang tersebut yang memang berada di bidang medis.