
Di Sekte Laohu, tampak Li Tong dan ketiga temannya sudah pulih. Mereka bangun pagi-pagi sekali dengan keadaannya yang lebih baik. Fan Lau tidak melihat Li Yuan di dalam kamarnya, ia juga mencari Li Yuan di setiap ruangan namun tidak menemukan batang hidungnya. Selain membuatnya khawatir, keadaan ini juga membuat Fan Lau bertanya-tanya dan mengaitkannya dengan peristiwa yang terjadi pada sore kemarin. Baru saja ia berjumpa dengan Li Yuan, sudah terjadi peristiwa yang menegangkan di hadapan mereka.
Setelah membersihkan diri dan mengenakan seragam Sekte, Li Tong dan ketiga temannya bergegas menuju kediaman Tetua Bao Zi. Mereka ingin menanyakan kabar Li Yuan yang tidak ada di dalam kamarnya. Hanya butuh beberapa saat untuk tiba di kediaman gurunya, tidak lama juga mereka akhirnya bertemu dangan Tetua Bao Zi.
"Guru.." ucap Li Tong dan ketiga temannya sambil menggenggam tinju dan memberi hormat.
Tetua Bao Zi menganggukkan kepala sambil memandang para muridnya tersebut. Tak lama kemudian Tetua Bao Zi pun berkata.
"Kalian duduklah, biar aku akan bercerita" ucap Tetua Bao Zi.
Setelah semuanya duduk, Tetua Bao Zi melanjutkan perkataannya. "Li Yuan baik-baik saja" ucapnya sambil menunjuk ke arah sudut bibir danau. Ada batu besar yang biasa digunakan oleh Li Yuan sebelumnya, sejak tadi malam Li Yuan melakukan kultivasi di atas batu tersebut.
Kemudian Tetua Bao Zi menyampaikan kronologis peristiwa yang kemarin sore menimpa para muridnya. Tentunya ia bercerita dengan memodifikasi isi cerita yang sudah disepakati bersama. Li Tong dan Fan Lau yang semula merasa cemas dengan keadaan Li Yuan, kini merasa tenang setelah peristiwa kemaren sore yang sangat menghebohkan tersebut.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Tetua Bao Zi, Li Tong dan yang lainnya kini mengerti. Dalam pemahaman mereka semua, Li Yuan juga sempat pingsan setelah mereka tak sadarkan diri. Kehadiran para Tetua dan Ketua Sekte Laohu dipandang menjadi penyelamat mereka dari pengaruh kekuatan Naga Bumi. Adapun keberadaan Naga Bumi sudah dapat dijinakkan dan kembali ke asalnya.
Kabar ini telah diatur oleh Patriark Sekte Laohu, Bao Xiong. Berita yang dari kemerin sudah dinantikan oleh para murid di Sekte Laohu baru pagi ini diumumkan secara resmi. Di aula misi juga terdapat papan pengumuman yang menjelaskan berita ini, termasuk para Tetua berperan aktif untuk menyelaraskan informasi yang berkembang. Selama satu hari ini seluruh murid heboh membicarakan kemunculan hewan mitologi Naga Bumi.
Di saat mereka sedang berkumpul, Li Yuan muncul dan ikut bergabung di tengah-tengah mereka.
"Guru.." ucap Li Yuan menyapa dengan hormat.
__ADS_1
"Duduklah" ucap Tetua Bao Zi dengan ramah.
Semuanya lalu bercerita tentang kemunculan hewan mitologi Naga Bumi yang merupakan pelindung wilayah selatan, yakni Provinsi Naga Biru. Setelah dirasa cukup, Li Tong dan ketiga orang murid lainnya bergegas menuju lapangan tempat mereka biasa berlatih. Berbeda dengan Li Yuan yang memilih tetap tinggal, ia menghampiri gurunya dan berkata, "Guru, terimalah ini"
Mendapati bungkusan yang terikat rapi, Tetua Bao Zi mulai memeriksanya.
"Dari mana barang-barang ini?" tanya Tetua Bao Zi dengan sedikit gemetar.
Barang yang sangat berharga, dibungkus begitu saja oleh Li Yuan dengan santai. Jika ini diketahui oleh para kultivator, maka akan terjadi pertumpahan darah. Ini adalah Kristal Perak dan Kristal Elemen Tanah yang legendaris, bisa dibilang kedua kristal ini adalah harta karun tertinggi di Provinsi Naga Biru. Meskipun sebelumnya Tetua Bao Zi sudah mendapatkan satu buah Kristal Perak dari Li Yuan, tetapi kali ini ia menjadi menggila saat ada puluhan Kristal Perak yang ia terima.
"Aku mendapatkannya dari Naga Bumi, kuharap benda-benda ini bisa membuat Sekte Laohu menjadi lebih kuat" ujar Li Yuan.
"Seharusnya kami para Tetua yang memikirkan hal ini" ucap Tetua Bao Zi sambil menyentuh pundak Li Yuan dengan lembut. Mata tuanya tampak berair, ada rasa haru yang terpancaar di wajahnya.
"Kalian adalah murid-muridku yang terbaik bersama Li Yuan, aku ingin kekuatan kalian bertambah. Sebaiknya hari ini dan beberapa waktu ke depan kalian harus melakukan kultivasi mandiri. Kristal yang kemarin kalian terima dari saudara seperguruan kalian sebaiknya diserap. Jangan membuang waktu percuma. Aku merasakan jika di masa depan akan ada peristiwa besar." ujar Tetua Bao Zi dengan sungguh-sungguh.
"Baik guru" ucap Li Tong dan yang lainnya dengan antusias.
Sementara Li Yuan hanya tersenyum puas melihat teman-temannya yang begitu bersemangat. Dalam rencananya, ia juga ingin menyerap energi dari Kristal Biru. Ia akan melakukan kultivasi tertutup di dasar danau biru, menurut penjelasan Li Jieru ada sebuah tempat khusus yang ia bangun dan ia gunakan sebagai tempatnya beristirahat selama ribuan tahun.
Sementara di aula pertemuan sekte, tampak Patriark Bao Xiong sedang menerima utusan dari Tuan Kota. Utusan tersebut menyampaikan berita tentang hasil pertemuan Tuan Kota dengan Kaisar Langit Tang Shiji. Pertemuan yang tidak berlangsung lama tersebut membuat wajah Patriark Bao Xiong terlihat buruk.
__ADS_1
Setelah utusan Tuan Kota kembali ke Kota Qinghai, segenap petinggi Sekte Laohu kembali mengadakan pertemuan. Pada kesempatan itu terdapat sebuah gulungan yang berisi pengumuman status buronan Pendekar Pedang Tiga Elemen. Mereka semua jelas mengetahui dan mengenal wajah dari orang yang menjadi status buronan Istana Langit tersebut. Meskipun menggunakan topi caping, tidak menutupi wajah dari orang sebenarnya.
"Ketua, sebaiknya kita tidak usah menyebarkan poster ini ke lingkungan Sekte Laohu, aku khawatir lambat laun para murid akan mengenali penampilan Li Yuan" ucap Tetua Jia Fu berbicara di depan para petinggi Sekte.
"Kaisar Langit dan Sekte Api Abadi sudah berada pada tahapan kekuatan ranah Dewa Bumi, kekuatan mereka sangat kuat. Kita tidak bisa menyinggung mereka jika terjadi perselisihan nanti" ucap Tetua lainnya.
Mendengar masukan dari dua orang Tetua, membuat Patriark Bao Xiong mulai berpikir, kemudian ia berkata.
"Sebaiknya kita tidak usah menempel poster tersebut, para Tetua cukup menyampaikan dengan lisan saja kepada para murid" ucap Ketua Sekte.
"Hahaha" tiba-tiba terdengar suara tertawa yang mendekati aula pertemuan.
"Kalian semua tidak usah khawatir, setelah kita semua menjadi kuat maka kita akan menghadapi kekuatan Sekte Api Abadi dan Istana Langit. Baru saja aku mendapatkan beberapa sumberdaya dari Naga Bumi yang diberikan oleh Li Yuan" ucap Tetua Bao Zi yang muncul tiba-tiba dengan senyuman bangga.
Dari dalam sakunya, Tetua Bao Zi mengeluarkan Kristal Perak dan Kristal Cokelat. Kedua barang ini adalah harta karun tertinggi Sekte Laohu, dengan menyerapnya semua orang akan memiliki kesempatan melewati batasnya.
Kedua mata Patriark Bao Xiong membelalak, ini adalah sumberdaya yang sangat ia impikan, sudah lama dirinya mengalami hambatan kenaikan singkat. Meskipun berada pada tahap Pendekar Suci adalah yang tertinggi, tetapi ranah Dewa adalah kekuatan yang sangat diimpikan oleh para kultivator di Alam Langit.
Sudah menjadi rahasia umum jika selama seribu tahun kekuatan Alam Langit menurun, selain menghilangnya orang-orang kuat juga karena kekurangan sumberdaya langka. Kini di hadapan para petinggi Sekte Laohu sudah terdapat sumberdaya yang dimaksud, tentu mereka semua akan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Era kebangkitan Sekte Laohu sudah tiba" ucap Patriark Bao Xiong dengan penuh semangat. Dengan benda di depannya sudah bisa dipastikan ia akan melewati batas menerobos ke tingkatan Dewa sama seperti orang-orang dari Sekte Api Abadi.
__ADS_1
Fenomena seperti di atas sebenarnya umum terjadi di seluruh Alam Langit, aura Li Yuan saat berlatih dan menguasai elemen Magma di Gunung Hua telah membangkitkan keempat hewan mitologi. Sebagai pemilik tubuh tipe Kaisar Langit, kehadiran Li Yuan sebagai penguasa sudah disambut oleh para hewan mitologi penjaga empat penjuru angin. Hanya saja kenyataan ini tidak ada yang memahaminya, kecuali Yuan Zhang guru dari Li Yuan.