
Sementara itu di tempat yang berbeda, Li Yuan yang sedang melatih teknik aura naga tiba-tiba teringat akan sosok Fang Yin.
"Aneh, kenapa aku tiba-tiba merindukannya" gumam Li Yuan dalam hati.
Tidak berselang lama kemudian, dua orang utusan dari pemerintah Kota Nanguan datang ke kediaman Li Yuan.
"Tuan, kami utusan Tuan Yue Fei ingin memberitahukan kepada anda jika bekas tempat tinggal Xue Rengui sudah bisa anda miliki. Silahkan diisi nama anda sebagai legalitas dan juga bukti kepemilikan" ucap petugas tersebut dengan sopan.
"Maaf sudah merepotkan, tapi tunggu sebentar saya akan memanggil seseorang terlebih dahulu" ucap Li Yuan.
Tidak lama kemudian Li Yuan mendatangkan Tetua Li Tianshu untuk membubuhkan tandatangan. Properti tersebut sengaja diatas namakan Tetua Li Tianshu, agar ke depannya Tetua Li Tianshu lebih leluasa mengembangkan Klan Li yang berada di wilayah ini.
Menurut rencana, Tetua Li Tianshu dan beberapa orang Tetua dari Klan Li akan disebar ke beberapa wilayah. Sehingga di Provinsi Naga Biru hanya keluarganya serta keluarga Li Tong yang memegang peran sebagai induk dari Klan Li.
"Apakah Tuan-tuan ingin melihat lokasinya?" tanya petugas tersebut setelah menyelesaikan proses administrasi diantara kedua belah pihak.
"Baiklah kami akan melihatnya" jawab Li Yuan.
"Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Tetua Li Tianshu dengan sungkan.
"Tentu saja tidak Tetua, tugas Tetua ke depannya tidak mudah. Apalagi saat ini Klan Li sepertinya sudah melakukan kerjasama dengan Keluarga Yue dalam hal bisnis herbal. Tentunya kita perlu tempat yang luas dan nyaman untuk mendukung itu semua" ucap Li Yuan dengan sopan.
"Tampaknya era kebangkitan Klan Li berada di tanganmu dan juga ayahmu. Aku beruntung dari awal selalu bersama kalian, leluhur keluarga Li pun akan bangga denganmu Yuan'er" ucap Tetua Li Tianshu dengan ekspresi kekaguman.
Li Yuan merasakan kehangatan saat ini, sikap Tetua Li Tianshu memang tidak pernah berubah. Sejak ia kecil, dirinya selalu diperhatikan oleh Tetua Li Tianshu. Hanya Tetua Li Tianshu yang menjaga keluarga Li Dan dari pengaruh Patriark Li Cuan saat itu.
Setelah menyiapkan beberapa barang pribadi, mereka segera bergegas menuju tempat tinggal yang baru. Di Kota Nanguan cikal bakal Klan Li akan mulai dikembangkan, tentunya semua melangkah dengan cepat dan penuh semangat.
Saat tiba di kediaman yang baru, mereka segera menempati tempat yang baru saja mereka akuisisi. Ada beberapa penjaga yang masih dipekerjakan untuk menjaga kediaman yang luas tersebut.
"Xue Rengui benar-tidak orang yang pandai menikmati hidup" ucap Li Yuan pelan ketika melihat bangunan yang pernah ditinggali oleh tangan kanan Jenderal Chen Sheng tersebut.
Dengan kekuatan Tetua Li Tianshu yang berada pada ranah Pendekar Suci, Li Yuan sedikit lebih tenang. Ditambah adanya Liu Haikuan yang bertugas menjaga Tetua Li Tianshu, maka Li Yuan tidak memiliki kekhawatiran berlebihan.
__ADS_1
Kabar tentang beralihnya properti Xue Rengui yang jatuh kepada Li Tianshu dengan cepat menyebar. Namun saat mendengar mereka berasal dari Klan Li, tidak banyak pihak yang berusaha memprovokasinya. Hanya saja Jenderal Chen Sheng sangat geram.
Sebelumnya Jenderal Chen Sheng ingin sekali memiliki aset dari mantan bawahannya tersebut. Jenderal Chen Sheng berencana ingin membangun kembali kekuatan untuk menunjukkan dominasinya atas Yue Fei di Provinsi Rajawali Emas.
"Pengawal, bawa sekelompok orang pendekar ahli untuk membuat kekacauan di bekas kediaman Xue Rengui" ucap Jenderal Chen Sheng dengan tatapan tajam.
"Baik Jenderal" sahut pengawal tersebut dengan suara lantang.
Selang beberapa waktu kemudian, puluhan orang pendekar langit dan lima orang pendekar tingkat suci segera berkumpul dan berangkat menuju bekas kediaman Xue Rengui.
"Yue Fei, aku akan memberi pelajaran kepadamu. Tindakanmu kali ini benar-benar gegabah" ucap Jenderal Chen Sheng sambil menggertakkan gigi.
"Pengawal, cepat cari keberadaan putri dari Yue Fei. Bawa ia kemari sebagai jaminan!" ucap Jenderal Chen Sheng kepada pengawal pribadinya tersebut.
"Baik Jenderal, aku akan segera mencarinya dan membawanya ke tempat ini" jawab pengawal tersebut dengan patuh.
"Aku ingin memberi pelajaran kepada Yue Fei, biar tidak seenaknya ia bertingkah" ujar Jenderal Chen Sheng dengan ekspresi marah.
Pada saat berikutnya rombongan pasukan yang berjumlah puluhan telah tiba di kediaman Tetua Li Tianshu.
Li Yuan mengernyitkan alis matanya lalu berkata.
"Baiklah aku akan segera ke pintu masuk" jawab Li Yuan.
Setelah mengatakan hal tersebut secepat kilat tubuhnya sudah menghilang dari pandangan orang-orang.
Liu Haikuan dan Tetua Li Tianshu segera mengikuti untuk menuju pintu masuk utama.
Di depan gerbang, Li Yuan dapat melihat lima orang Pendekar Tingkat Suci dan puluhan pendekar langit yang sedang menindas para penjaga.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Li Yuan dengan tegas.
Melihat seorang pemuda yang datang, para pendekar itu mencibirnya.
__ADS_1
"Apakah hanya dirimu yang datang untuk menemui kami?" ucap salah seorang dari mereka dengan angkuh.
"Aku sudah bertanya pada kalian, apakah kalian tidak mengerti bahasa manusia?" ucap Li Yuan tenang.
"Kurang ajar" teriak salah seorang pendekar suci yang merasa tersinggung.
Saat berikutnya ia melesat ke arah Li Yuan sambil mengerahkan pukulan keras.
Li Yuan hanya tersenyum ringan menghadapi pukulan tersebut.
"Aarrgghh"
Tiba-tiba terdengar suara jeritan yang sangat keras yang diikuti terhempasnya tubuh pendekar yang menyerang Li Yuan.
Pukulan yang baru saja dilancarkan tidak hanya tidak mampu menyentuh tubuh Li Yuan, tetapi juga membuat lawannya terluka cukup parah.
Para pendekar dari pasukan Jenderal Chen Sheng tersebut menjadi tercengang, salah satu dari mereka kini berada di lantai dengan kondisi lengan kanannya patah. Darah segar mengalir dari tangannya, tampak tulang tangannya juga menonjol keluar dengan bentuknya yang sudah hancur.
"Siapa sebenarnya kamu?" tanya pendekar tersebut dengan ketakutan.
Walau bagaimanapun ia adalah pendekar Tingkat Suci, di Alam Langit ini keberadaannya tidak banyak. Namun serangannya bisa dipatahkan begitu saja tanpa bergerak sedikitpun.
Li Yuan tidak bereaksi, dari belakang ia merasakan kehadiran Liu Haikuan dan Tetua Li Tianshu.
"Tuan, izinkan saya yang membereskan para pengacau ini" ucap Liu Haikuan.
Li Yuan mengangguk pelan, tanda setuju. Detik berikutnya, Liu Haikuan segera bertindak dengan cepat.
Dalam sekejap tubuhnya sudah berada di depan pendekar ahli yang tangannya baru saja terluka.
"Kamu hanya menjemput kematian di tempat ini" ucap Liu Haikuan sambil mengeluarkan sebuah tendangan mematikan ke arah leher pendekar tersebut.
"Krak"
__ADS_1
Terdengar suara tulang leher yang patah, membuat nyawa pendekar tersebut menguap begitu saja tanpa sempat berteriak.