Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Sedikit Hiburan


__ADS_3

"Bagaimana apakah kalian semua menerima tantangan Li Yuan?" tanya Tetua yang mengurusi pertandingan.


Ada empat puluh orang murid terpilih yang kini ditantang oleh Li Yuan demi meramaikan turnamen. Mereka saling memandang, kebanyakan dari mereka adalah murid senior yang berada di atas Li Yuan.


Setuju!


Setuju!


Setuju!


Mayoritas peserta mengatakan setuju. Namun hanya Cheng Han, Nu Hume dan Nu Nian yang tidak berucap. Li Yuan adalah penyelamat mereka sebelumnya, mana mungkin mereka berani bertarung dengannya.


"Baiklah jika demikian, pertandingan kali ini cukup satu putaran. Siapapun yang bisa mengalahkan Li Yuan, maka dialah yang akan ditetapkan menjadi pemenang" ucap Tetua itu dengan nada berat.


Ia sudah memikirkan nasib murid-murid yang akan terluka jika melawan Li Yuan, jelas kekuatan Li Yuan bukanlah berada pada level yang sama. Bahkan jika para Tetua dikumpulkan untuk berhadapan dengan Li Yuan, mereka akan memilih untuk melemparkan pedang ke tanah.


Li Yuan berdiri lalu maju meninggalkan kursinya dengan tenang. Tetua Bao Zi hanya tersenyum ringan, lalu berkata.


"Kau tidak boleh memberi pelajaran berlebih kecuali hanya kepada tiga orang itu. Berilah sedikit hiburan pada gurumu ini'


Sebagai seorang Tetua pemimpin Paviliun, dirinya merasa tersinggung dengan ucapan ketiga orang murid yang memprovokasi Li Yuan.


Sementara itu, Tetua Jiu Riu sebagai guru mereka yang baru hanya bisa mengusap dada. Ucapan Tetua Bao Zi barusan sudah seperti titah penguasa yang akan dijalankan oleh semua orang. Adapun Li Yuan, ia adalah algojo lapangan yang berbentuk malaikat bertubuh rupawan.


"Li Tong, sepertinya saudara kita akan memberikan pertunjukkan menarik" ucap Fan Lau sambil tersenyum.


"Sepertinya demikian, aku juga tidak paham mengapa orang-orang Klan Liu itu berani memprovokasi Li Yuan" ucap Li Tong sambil menggelengkan kepala.


"Bukankah kita sudah lama tidak melihat perkembangan Li Yuan.Tampaknya hari ini ia sedang ingin pamer di depan kita" ucap Fan Rou sambil menutup mulutnya.


"Ssttt.. Aku hanya memikirkan nasib orang-orang yang berani menantang saudara kita, sepertinya pertandingan tahun ini akan ada yang menjadi bubur" ujar Fan Chi dengan senyuman terkekeh.


Percakapan mereka tentu saja di dengar oleh para Tetua, namun mereka juga hanya tersenyum datar. Mereka mencemaskan nasib murid-murid mereka jika benar-benar menyinggung Li Yuan.


"Seluruh peserta silahkan maju dan berkumpul ke depan" ucap Tetua yang memimpin langsung pertandingan tersebut.


Semua peserta bergerak maju kecuali Cheng Han, Nu Hume dan Nu Nian. Jia Hien tampak ragu-ragu namun ia masih ingin menjajal kemampuan Li Yuan saat ini.

__ADS_1


"Ingat, kalian harus hati-hati dan jangan memaksakan diri" ucap Tetua tersebut kepada peserta yang akan menjadi lawan Li Yuan.


Hal ini terlihat aneh, seharusnya Tetua tersebut memperingatkan Li Yuan. Tapi saat ini yang mendapatkan peringatan adalah murid-murid yang lain.


"Baiklah pertandingan bisa dimulai sekarang" ucap Tetua tersebut dengan keras.


Li Yuan tidak berkata apa-apa, sementara dari jarak pandangnya terlihat Liu Shimin sedang memprovokasi peserta lainnya untuk menyerang Li Yuan.


Li Yuan tidak menduga jika masalah persaingan Klan Liu dan Klan Li akan dibawa hingga ke Sekte. Li Yuan sudah berbaik hati untuk tidak menghabisi mereka dengan alasan menghormati Sekte. Namun kini mereka justru menabur peperangan di muka Sekte, tentu Li Yuan tidak akan memberikan wajah kepada tiga orang anggota Klan Liu tersebut.


"Kalian majulah, jika kalian bisa membuatku mundur satu langkah saja, maka kalian menang" ucap Li Yuan dengan tenang.


Semua peserta yang mendengarnya menjadi geram. Mereka kemudian mulai bergerak menerjang dengan ganas ke arah Li Yuan. Berbagai Teknik karakteristik tanah dan bebatuan mereka kerahkan, baik secara bersama maupun individu.


Serangkaian jurus dan teknik bergerak ke arah Li Yuan, bahkan serangan Liu Shimin dan kedua saudaranya terlihat sangat mematikan. Mereka bertiga menyuntikkan energi Qi nya secara maksimal ke arah Li Yuan.


"Baamm"


"Baamm"


"Baamm"


Sebagai pemilik karakteristik angin, sangat mudah bagi Li Yuan untuk membuat perisai pelindung transparan.


Pemandangan tersebut membuat orang-orang ternganga tidak percaya. Apa yang mereka lakukan barusan adalah serangan yang cukup besar, hampir lebih dari separuh tenaga Qi mereka keluarkan. Tetapi serangan mereka tidak dapat menyentuhnya sama sekali


Mereka memandang ke arah Li Yuan dengan lekat, sebaliknya Li Yuan pun memandang mereka. Kedua pihak saling memandang, hingga tanpa sadar mereka sudah memandang Li Yuan dengan dalam.


"Kita adalah teman. Sesama teman tidak boleh saling menyakiti. Benarkah demikian?" ucap Li Yuan dengan tenang.


Suara Li Yuan dapat didengar dengan jelas oleh mereka semua. Namun tidak dengan tiga orang dari klan Liu.


"Benar, kamu adalah teman kami. Sesama teman tidak boleh saling menyakiti" ucap mereka bersamaan.


"Tetapi kalian baru saja menyerang ku dan hampir mencelakakan diriku. Apakah kalian bersedia menampar wajah kalian sendiri sebagai kompensasi?" ucap Li Yuan dengan jelas dan terdengar di dalam pikiran mereka dengan baik.


"Maafkan kami teman, kami bersedia melakukannya untuk mu" jawab mereka dengan serempak.

__ADS_1


Liu Shimin dan kedua saudaranya masih menatap bingung dengan kejadian ini. Mempengaruhi orang-orang dalam jumlah besar seperti ini bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh Pendekar Raja.


Pandangan ketiganya menjadi suram, jika serangan mental barusan mengenai ketiganya dan meminta mereka untuk bunuh diri tentu hal itu sangat mudah.


Liu Shimin tiba-tiba mundur ke belakang dengan enggan, ada kengerian di wajahnya melihat sosok Li Yuan yang masih diam tak bergerak.


Plak! maafkan aku teman..


Plak! maafkan aku teman..


Plak! maafkan aku teman..


Suara tamparan saling bersahutan di lapangan bela diri. Para murid yang menyaksikannya seolah tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Para peserta yang melakukan hal tersebut tampak seperti orang bodoh, termasuk Jia Hien yang kini wajahnya mulai memerah.


Nu Hume, Cheng Han dan Nu Nian hanya bisa menghela napas lega. Untungnya mereka cukup tahu diri. Jadi, pemandangan itu tidak terjadi dengan mereka. Meskipun tidak membahayakan nyawa, tetapi akan meninggalkan malu yang cukup lama.


Pada saat ini, di bawah tatapan ribuan pasang mata, Li Yuan tampak bergerak, dalam sekejap ia sudah berada di depan Liu Shimin.


Murid-murid Sekte Laohu hanya bisa menyaksikan kedipan cahaya berwarna ungu yang berkedip dalam sekedipan mata tanpa tahu bagaimana Li Yuan melangkahkan kakinya.


"Aku sudah berbaik hati untuk tidak menghabisi Klan Liu seluruhnya, namun masih ada orang yang tidak tahu diri sepertimu"


Pada saat ini nasib Liu Shimin, Liu Xin dan Liu Bin sudah ditentukan, ia tidak bisa menawarnya lagi.


Liu Shimin terkejut bukan main, tanpa sadar sekujur tubuhnya menjadi kaku, aura dingin menyelimuti hingga lapisan tulangnya.


Detik berikutnya ketiga orang dari Klan Liu tersebut segera mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya untuk memblokir energi dingin yang menyerangnya.


Hanya saja, sekuat apapun mereka mencoba tetap saja tidak dapat menahannya. Secara perlahan, lapisan es segera menyelimuti tubuh mereka.


"Bugh"


"Bugh'


"Bugh"


Tubuh ketiganya jatuh ke tanah dalam kondisi membeku, meskipun tidak mati namun jelas terasa energi vitalitas mereka sangat tipis.

__ADS_1


Tidak ada fluktuasi energi yang besar, tidak ada teknik yang indah, Li Yuan hanya terlihat bergerak dan semua ini telah terjadi yang membuat suasana menjadi hening. Hanya suara tamparan yang masih menggema di seluruh lapangan bela diri. Membuat orang-orang menatap ngeri ke arah Li Yuan.


__ADS_2