
Anak pertama Li Yuan dari Fang Yin berjenis kelamin laki-laki, sedangkan anaknya dari Yue Hao berjenis kelamin perempuan. Keduanya saling melengkapi membuat Li Yuan dan seluruh keluarganya menjadi sangat bahagia.
Segera kabar bahagia tersebut tersiar ke seluruh pelosok alam langit setelahnya. Mereka yang memiliki hubungan dekat dengan Li Yuan segera berdatangan mengucapkan selamat, dalam beberapa waktu Desa Bambu Kuning ramai didatangi oleh orang-orang penting dari seluruh penjuru negeri.
Kebanyakan mereka sangat menghormati sosok besar Li Yuan yang mau hidup secara sederhana di Desa kecil seperti Desa Bambu Kuning. Sebagai sosok legenda alam langit, ia rela meninggalkan kemewahan hidup dan meraih kebahagiaan yang sederhana bersama keluarganya.
Hingga beberapa waktu pun berlalu, kini Tetua Bao Zi juga kembali tinggal di puncak Gunung Guntur. Setelah murid-muridnya menjadi pejabat Istana Langit, ia tidak memiliki murid lagi dan memilih mengasingkan diri kembali di tempat pertama ia bertemu dengan Li Yuan dan Li Tong.
Dengan perkembangan Sekte Laohu yang luar biasa, kini kekuatan mereka juga sangat besar dan sangat terkenal hingga ke beberapa wilayah alam langit mengalahkan ketenaran Sekte Api Abadi yang berada di Provinsi Phoenix Emas.
Tidak berasa waktu pun berlalu dengan cepat, kini sudah hampir tiga puluh tahun berjalan. Waktu yang diberikan oleh orang-orang Alam Surgawi hanya tersisa beberapa saat lagi, waktu perpisahan yang harus Li Yuan hadapi dengan lapang.
Dalam hal kekuatan pribadi, Li Yuan hanya mengolah karekteristik jiwa hingga ke tingkat puncak, ia berencana menggunakan keahlian tersebut untuk melawan orang-orang dari Alam Surgawi. Sebab jika hanya mengandalkan kekuatan Karekteristik kekuatan, maka Li Yuan hanya mencari mati jika berhadapan dengan mereka.
Selama hampir tiga puluh tahun, Li Yuan tidak banyak berlatih untuk dirinya pribadi. Ia fokus membangun keluarga kecilnya yang kini sudah menampakkan keberhasilan. Dalam tempo yang sama, ia memiliki putra dan putri sebanyak enam orang. Tiga dari Fang Yin yang semuanya adalah lelaki serta tiga dari Yue Hao yang satu diantaranya adalah putri.
Kebahagiaan Li Yuan sebagai seorang ayah bertambah besar saat anak-anaknya tumbuh menjadi pendekar yang tangguh. Dengan dukungan sumberdaya serta metode yang Li Yuan ajarkan, mereka sudah berada pada tahap Pendekar Dewa Bumi pada usia yang masih muda, hal ini adalah pencapaian yang sangat besar bagi Li Yuan sendiri.
Hanya saja Li Yuan belum melihat bakat menentang langit dari putra-putrinya, mereka berkembang sebagai kultivator jenius pada umumnya. Namun keberadaan seperti ini sudah sangat menakutkan di alam langit sendiri, sebab hanya mereka yang memiliki kekuatan seperti itu di usia yang masih sangat muda.
Selama hampir tiga puluh tahun juga Li Yuan sangat bahagia bisa hidup berkumpul bersama keluarga tercintanya. Bahkan sebentar lagi dua orang putranya akan segera menikah dan tentunya akan menambah kehidupan baru.
Keluarga Li juga sudah semakin besar dan kuat, sehingga Li Yuan tidak khawatir sama sekali dengan kehidupan kedua orangtuanya. Bahkan Li Peiyu juga kini sudah menikah dan memiliki dua orang anak, sehingga Klan Li benar-benar berjaya di kehidupan ini.
"Yuan Gege, sepertinya Yuan Gege sedang memikirkan sesuatu?" tanya Fang Yin.
"Kamu benar, saat ini aku sedang memikirkan sesuatu hal yang sudah ku pendam dan menjadi rahasia terbesarku" ucap Li Yuan saat memandang Fang Yin dengan lembut.
"Apa itu?" tanya Fang Yin sambil menodongkan tubuhnya ke badan Li Yuan.
"Semua bermula dari kedatangan orang-orang dari Alam lain sebelumnya. Kekuatan dan peradaban mereka jauh berada di atas kita, sehingga aku dan guruku tidak memiliki peluang sama sekali untuk menentang" ucap Li Yuan dengan jujur.
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Fang Yin dengan cemas.
"Sekarang waktunya hampir tiba, aku harus memenuhi janjiku untuk pergi bersama mereka. Karena lambat laun aku juga akan terkena hukum ruang karena kekuatan yang kumiliki sudah melebihi batas kehidupan di alam ini" ujar Li Yuan.
Fang Yin tampak terdiam, saat mendengar penuturan dari suaminya itu.
__ADS_1
"Apakah adik Hao'er sudah mengetahuinya?" tanya Fang Yin.
"Belum, baru kau saja" jawab Li Yuan singkat.
"Apakah kebersamaan kita akan berakhir?" tanya Fang Yin dengan wajah sedih.
Li Yuan mengangguk ringan lalu berkata.
"Setidaknya dirimu tidak akan kesepian, anak-anak kita sudah tumbuh besar dan menjadi anak yang hebat. Mereka semua sangat bisa diandalkan, jadi aku akan sedikit lebih tenang saat meninggalkan alam ini" ujar Li Yuan dengan tenang.
Fang Yin tidak dapat berkata apa-apa, ia sangat mengerti dengan suaminya yang memang berbeda dengan yang lainnya. Dari awal ia berjumpa hingga saat ini, kekagumannya kepada sosok suaminya tidak pernah lekang oleh waktu.
"Malam ini aku ingin makan bersama dengan keluarga kita, sebaiknya kau siapkan masakan terbaikmu. Ajak Hao'er juga untuk membantumu, sekalian beritahu putra putri kita" ucap Li Yuan yang sudah bersiap untuk berpisah.
"Baiklah" jawab Fang Yin dengan patuh.
Hingga saat malam tiba, Li Yuan duduk berbarengan bersama Yue Hao dan juga Fang Yin. Sementara enam orang anaknya duduk saling bersebelahan dengan kompak.
"Malam ini adalah malam terakhir ayah menemani kalian semua" ucap Li Yuan di sela-sela makan malam mereka.
Hening..
"Esok ayah akan pergi menjalankan tugas demi keberlangsungan hidup alam langit, namun jangan bocorkan kepergian ayah kepada siapapun, cukup kalian saja yang tahu. Ayah akan melindungi alam langit ini dari tempat yang berbeda, oleh karena itu para putra dan putri ayah harus bisa menjaga ibu kalian dan keluarga kita dengan tetap saling dukung seperti ini" ucap Li Yuan dengan ekspresi serius.
"Ayah bangga memiliki anak-anak seperti kalian, tetaplah berlatih dan menjadi orang baik" sambung Li Yuan yang ditanggapi dengan serius oleh anak-anaknya.
Yue Hao yang sudah mendapatkan kabar ini sebelumnya dari Fang Yin hanya bisa menahan kesedihan mendalam, ia dan Fang Yin benar-benar mencintai Li Yuan hingga ke akhir hayat.
"Kalian tidak perlu bersedih karena ayah akan baik-baik saja dan jika memungkinkan maka ayah pasti akan kembali kepada kalian lagi" ucap Li Yuan menenangkan Keluarganya.
Ia sendiri sudah kuat dan belajar merelakan dari beberapa tahun silam.
Malam pun akhirnya berlalu, mereka semua bersama dalam suasana haru bahagia hingga pagi menjelang.
"Aku pergi, jaga diri kalian baik-baik" ucap Li Yuan sambil memeluk kedua istrinya dengan penuh kasih sayang.
Sementara anak-anaknya juga datang berhamburan dalam satu pelukan kasih sayang bersama.
__ADS_1
"Ingatlah pesan ayah selalu" ucap Li Yuan kepada anak-anaknya.
"Baik ayah' jawab semuanya dengan kompak.
Di atas langit Li Yuan dapat merasakan aura Yuan Zang, gurunya.
"Baiklah, aku pamit" pungkas Li Yuan sebelum dirinya menghilang diantara pandangan orang-orang terkasihnya.
Tiba di atas langit, ia menyapa gurunya dengan hormat.
"Guru, aku sudah siap" ucap Li Yuan.
"Kamu berhati-hatilah, semua tentang keluargamu biar aku dan Naga Bumi yang menjaganya" ucap Yuan Zang.
"Terimakasih guru, aku bisa pergi dengan tenang" ucap Li Yuan dengan tenang.
Bersamaan dengan itu, seberkas cahaya terang muncul di dekat mereka. Tiga orang yang sama dengan yang sebelumnya kini sudah tiba di hadapan mereka.
"Sepertinya kau sudah siap" ucap salah seorang dari mereka sambil tersenyum cerah.
"Ya, aku siap ikut bersama dengan kalian" jawab Li Yuan dengan datar.
"Baiklah jika begitu, mari kita pergi. Aku tidak mau membuang waktu ku di tempat seperti ini" ucap salah seorang lainnya dengan angkuh.
Tak lama kemudian, ketiganya lalu mengeluarkan tiga buah giok naga berwarna ungu dari dalam sakunya masing-masing. Pada saat yang bersamaan Li Yuan mencoba meningkatkan kekuatannya untuk menyerang mereka dengan karekteristik jiwa yang ia miliki.
Namun seperti terhalang oleh dinding yang sangat tinggi, Li Yuan sama sekali tidak berhasil menerobos jiwa ketiga orang dari Alam Surgawi tersebut. Dengan rasa putus asa, kini Li Yuan hanya bisa bersikap pasrah.
"Dasar bodoh" cibir salah satu dari mereka yang menyadari aksi Li Yuan.
Detik selanjutnya, sebuah portal dimensi waktu muncul dihadapan Li Yuan. Bentuk dan letaknya sama seperti sebelumnya, sehingga Li Yuan berpikiran jika itu adalah akses yang sudah ditetapkan.
"Cepat masuk lah" ucap pria paruh baya tersebut dengan angkuh.
"Guru, aku pamit. Terimakasih atas semuanya" pungkas Li Yuan.
Gurunya mengangguk pelan tanpa bisa berkata apa-apa lagi, namun ekspresi kesedihan jelas nampak di wajah tuanya saat Li Yuan beranjak pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Kemudian Li Yuan memasuki portal dimensi tersebut bersama dengan tiga orang yang datang menjemputnya. Meski ada keengganan, Li Yuan tetap tabah menerima takdirnya.
Bagi Li Yuan yang terpenting adalah seluruh keluarganya kini baik-baik saja dan kehidupan alam langit pun sudah berada pada tataran yang seharusnya. Sesuai harapannya, Kaisar Ying Kai dan jajarannya bekerja dengan baik dan melayani penduduk alam langit dengan baik.