Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Ucapan Terimakasih


__ADS_3

Kedatangan Nu Hume dan Nu Nian tentu saja sudah disadari oleh Li Tong dan beberapa orang lainnya. Kekuatan Pendekar Langit tentu sudah dapat mendeteksi aura seseorang dari jarak tertentu, hal ini juga merupakan kemampuan yang sangat diidamkan oleh para kultivator.


Paviliun Bao Zi tidak memiliki banyak bangunan seperti tempat lainnya, oleh karena itu tidak sulit bagi Nu Hume dan Nu Nian untuk menemukan tempat Li Yuan berada.


Di bawah hembusan angin yang sejuk, Li Yuan berdiri dengan tegak memandang ke arah Danau Biru. Ia mengangkat kepalanya, lalu memejamkan kedua matanya menghirup esensi Qi yang sudah lama ia tidak rasakan di tempat ini.


“Kamu.. Apakah kamu Li Yuan?”


terdengar suara dari belakang tubuh Li Yuan.


Mendengar suara seorang wanita, Li Yuan membuka matanya dan membalikkan badan.


“Kalian tidak salah mengenali orang” jawab Li Yuan sambil tersenyum.


“Kamu? Ternyata kamu orangnya”


ucap Nu Nian menatap Li Yuan dengan tubuh terpaku. Secara tidak sadar, ia melangkah mundur ke belakang.


Li Yuan tidak heran dengan ekspresi dari salah satu wanita di hadapannya. Sebelumnya di Kota Nanguan mereka sudah bertemu meski tidak saling bertukar sapa.


Nu Nian menatap kosong ke arah pria yang berada tepat di depannya. Setelah menenangkan diri, ia menghela napas panjang. Nu Nian tidak menduga jika Li Yuan adalah orang yang sama yang ia jumpai di kota Nanguan sebagai pengawal pribadi putri Gubernur Nanguan.


Di sebelahnya, Nu Hume menatap


Nu Nian dengan penuh rasa ingin tahu.


“Apa ada yang bisa kubantu?”


tanya Li Yuan


“Kebetulan kami bertemu denganmu sekarang, perkenalkan aku Nu Hume dan ini adikku Nu Nian. Kami hanya ingin mengucapkan terimakasih padamu atas pertolonganmu pada peristiwa di Kota Yushu

__ADS_1


saat kami diculik oleh kelompok Mawar Hitam” ucap Nu Hume dengan tulus.


Li Yuan hanya tersenyum kecil, lalu berkata.


“Peristiwa itu sudah lama


berlalu, aku pun sudah melupakannya” jawab Li Yuan ringan.


“Tidak bisa begitu, waktu itu kami masih syok dan waktu kami hendak mencari kamu, tetapi kamu sudah berangkat kembali melanjutkan perjalanan. Setelah itu kamu menghilang dan hingga baru hari ini aku bisa memiliki kesempatan bertemu dengan dirimu secara langsung” ujar Nu Hume dengan tenang.


Meski demikian ia tidak mengira jika pria di depannya benar-benar sosok Li Yuan yang sudah berubah secara drastis, aura ketenangannya membuat Nu Hume merasa nyaman. Sementara Nu Nian masih terdiam seperti menahan kengerian di dalam dirinya.


Setelah mengobrol sebentar, kakak beradik itu menyerahkan sebungkus makanan yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Meski tidak seberapa, namun Li Yuan ini menerimanya dengan hati lapang. Setelah kakak beradik itu pergi Li Yuan melanjutkan kegiatannya.


"Kenapa kamu diam saja" tanya Nu Hume kepada adiknya saat mereka dalam perjalanan pulang.


"Dia terlalu menakutkan" jawab Nu Nian singkat.


"Apa maksudmu?" tanya Nu Hume sambil mengerutkan dahi.


Mendengar cerita dari adiknya, Nu Hume menutup mulut dengan enggan. Ia tidak mengira jika sosok Li Yuan sangat tidak sederhana dari tampilannya yang sederhana dan rendah diri.


"Jia Hien benar-benar bodoh, keserakahan telah menutupi mata hatinya" ucap Nu Hume.


Sementara Nu Nian hanya mengangguk pelan, ia benar-benar syok jika ada murid Sekte Laohu yang begitu mengerikan.


"Ini berarti selama satu tahun dia menjalankan misi, dia berada di Provinsi Rajawali Emas" ucap Nu Nian.


"Apakah kita perlu memberitahu Jia Hien?" tanya Nu Hume kepada Nu Nian.


"Tentu saja, daripada ia akan mengetahuinya besok maka dia akan bertambah kecewa" sahut Nu Nian.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, mereka tiba di tempat berlatih. Ada Jia Hien yang sedang melakukan teknik kristalisasi tanah secara berulang.


"Jia Hien!" teriak Nu Nian dari kejauhan.


Melihat kedua sahabatnya datang, ia berhenti berlatih lalu menghampiri Nu Hume dan Nu Nian.


"Apakah kalian sudah bertemu Li Yuan?" tanya Jia Hien yang mengetahui kepergian kedua orang itu sebelumnya.


"Kami berdua sudah menemuinya. Bahkan aku sangat terkejut" ucap Nu Nian dengan sedikit mengatur napas.


"Apa yang terjadi?" tanya Jia Hien penasaran.


"Pria yang kita kenal waktu di rumah makan saat kita singgah di Kota Nanguan, ternyata dia adalah Li Yuan" ucap Nu Nian dengan menggebu-gebu.


Mendengar ucapan sahabatnya, Jia Hien hanya terdiam. Tanpa meladeni ucapan Nu Nian, ia pergi meninggalkan dua sahabatnya menuju kediamannya.


Tanpa Nu Hume dan Nu Nian ketahui, ada pilu di wajah Jia Hien. Hanya saja ia tidak bisa mengungkapkannya di depan kedua sahabatnya.


Hari pun berlalu dengan cepat, pada malam harinya di atas Danau Biru tubuh Li Yuan sedang duduk sila penuh ketenangan. Kultivasinya yang berbeda dengan kebanyakan orang di Sekte Laohu, membuatnya ia mudah dicirikan.


Pemahamannya tentang karakteristik yang ia miliki terus ia pahami, semakin hari semakin baik pemahamannya. Meskipun Li Yuan belum mendapatkan teknik menengah, tetapi ia terus mencoba mengembangkan dari teknik yang ia dapatkan dari gurunya. Kemampuan memanipulasi bentuk atribut terus ia kembangkan agar terlihat semakin halus.


Sementara itu di Kediaman Jenderal Langit, Wan Sui dan pengawal pribadinya sedang berbicara serius. Berita kepulangan Li Yuan ke Sekte Laohu sudah diketahui oleh banyak pihak, maklum saja tanpa Li Yuan sadari ia tengah menjadi sorotan di Kota Qinghai.


Hal tersebut bukan terkait dengan kekuatannya, melainkan rencana bersatunya Klan Li dengan Keluarga Fang. Orang-orang dari pihak Istana Langit tentu tidak menginginkan hal ini terjadi.


Kondisi tersebut membuat Jenderal Langit Wan Sui tidak dapat menekan Sekte Laohu seperti ancaman yang ia berikan sebelumnya. Adapun kabar tentang merapatnya Klan Li kepada Keluarga Fang membuat kepala Wan Sui hampir meledak memikirkannya.


"Kita harus bergerak cepat untuk mencegah hubungan kedua keluarga besar tersebut bersatu. Jika Klan Li, Keluarga Fang dan Sekte Laohu bersatu sama saja usaha aneksasi sumber daya akan gagal" ucap pengawal pribadi Jenderal Wan Sui dengan sopan.


"Aku tidak menduga jika Klan Li akan menjodohkan putra mereka dengan putri Fang Jing. Segera bawa orang-orang mu untuk menculik salah satu dari mereka!" ucap Jenderal Wan Sui memerintahkan orang kepercayaannya.

__ADS_1


"Baik Jenderal, aku akan segera bergerak" jawab pengawal pribadi tersebut dengan hormat.


"Aku tidak boleh lengah, apalagi jika sampai kehilangan kesempatan untuk memusnahkan salah satu dari mereka" ucap Wan Sui dengan tatapan penuh kebencian.


__ADS_2