
Setelah tidak berhasil menekan Sekte Laohu, Jenderal Langit Wan Siu kembali pulang menuju Kota Qinghai. Di wajahnya jelas terlihat kekesalan yang tak tertahankan. Sebagai orang yang berasal dari Sekte Api Abadi, ia juga merasa diremehkan.
Di Aula Sekte, Patriark dan 8 orang Tetua masih berkumpul membahas apa yang baru saja terjadi. Sikap yang barusan ditunjukkan oleh Sekte jelas berbeda dengan sebelumnya, kini Sekte Laohu memiliki kepercayaan yang tinggi.
"Patriark, apakah hal ini tidak akan menjadi masalah di kemudian hari? tanya seorang Tetua dengan ekspresi cemas.
" Lambat laun kita akan bersinggungan dengan mereka, aku juga saat ini sudah lelah mengalah dan berusah menjilat mereka demi sumberdaya. Tetapi kini kondisinya sudah berbeda, kita memiliki Naga Bumi sebagai pelindung dan ditambah dengan keberadaan Li Yuan maka kita seharusnya cukup kuat. Ke depan, aku juga akan melakukan komunikasi dengan baik kepada Sekte Angin Puyuh. Mereka juga tampaknya tidak menyukai Kaisar Langit" ucap Patriark Bao Xiong, ucapannya pelan namun seperti ada harapan terpendam.
"Bukankah Provinsi Naga Biru ada sedikit konflik dengan wilayah Rajawali Emas?" tanya Tetua Jiu Riu.
"Ya memang, namun itu tidak fatal. Hanya salah paham saja, kelak kita juga harus berkunjung ke sana" ucap Patriark Bao Xiong.
Semua orang mengangguk setuju, saat ini selain meningkatkan kemampuan sendiri juga perlu mencari mitra untuk berkoalisi.
"Kak, bagaimana kabar Li Yuan?" tanya Patriark Bao Xiong kepada Tetua Bao Zi.
"Oh anak itu, bakatnya semakin luar biasa. Ia juga telah berjasa membantu peningkatan kekuatan saudara seperguruannya. Li Tong dan yang lainnya kini sudah berada di ranah Pendekar Langit" ucap Tetua Bao Zi dengan santai.
"Hah"
Mulut Patriark dan para Tetua mengangga lebar, pupil mata mereka terlihat membesar.
"Hahaha... Ini hebat" Tiba-tiba suara Patriark Bao Xiong penuh semangat.
Sedangkan para Tetua lainnya masih terkejut dengan pencapaian besar ini. Mereka semua menyadari bahwa usia Li Tong dan yang lainnya baru menginjak dua puluh tahun, prestasi ini sangat luar biasa.
"Sekte Laohu harus memberikan penghargaan yang layak untuk mereka" ucap Tetua Jiu Riu yang baru saja pulih dari keterkejutannya.
"Ya, itu benar" ucap para Tetua lainnya penuh semangat.
__ADS_1
"Baiklah, karena mereka berasal dari Kota Huanxie maka aku akan mengirim Tetua Jiu Riu dan Tetua Jia Fu untuk memberikan kabar kepada Klan Li dan Keluarga Fan untuk mendapatkan beberapa penghargaan" ucap Patriark.
"Untuk di dalam Sekte, setiap dari mereka akan diangkat menjadi Diaken khusus" lanjut Patriark Bao Xiong dengan mata berbinar.
Mendengar keputusan Patriark Bao Xiong, para Tetua mengangguk sambil tersenyum puas.
Setelah memberikan keputusan tersebut, pertemuan segera diakhiri. Pada kesempatan ini, Patriark Bao Xiong berencana melakukan kultivasi tertutup bersama Tetua Bao Zi. Dua kakak beradik tersebut akan mengasingkan diri di pulau Wu Niao, sekitar Paviliun Bao Zi.
Dengan peningkatan kekuatan para Tetua, membuat Patriark bisa berpikir dengan tenang. Bebannya akan terlepas, sehingga ia benar-benar bisa berkonsentrasi dengan lebih baik. Setelah melakukan persiapan dua orang andalan Sekte Laohu tersebut segera melakukan kultivasi tertutupnya, untuk hal ini selain para Tetua tidak ada yang mengetahuinya.
Di Alam Langit sendiri telah muncul kultivator-kultivator ulung, sudah tidak menjadi rahasia lagi jika Pendekar Suci bukan lagi menjadi tingkatan tertinggi. Tingkatan Dewa kini menjadi tujuan para kultivator terutama para Ketua Sekte. Hanya wilayah Selatan yang mengalami keterlambatan peningkatan kekuatan.
*****
Di Kota Jincheng, di dalam Istana Langit.
"Apa?" suara keras penuh emosi terdengar dari mulut Kaisar Tang Shiji.
Setelah lima hari berlalu dari kedatangan Jenderal Wan Sui ke Sekte Laohu, berita itu baru secara resmi diterima oleh Kaisar Tang Shiji.
"Hormat Kaisar.. Sebaiknya masalah ini diselesaikan dengan kepala dingin" ucap penasehat Istana.
"Mereka orang-orang lemah, tetapi berani meremehkan Jenderal Wan Sui. Apakah menurutmu ini tidak kurang ajar?" ucap Kaisar Tang Shiji dengan ekspresi emosi.
"Bukankah Kaisar akan mempersunting istri dari murid Sekte Laohu? Bahkan ia merupakan putri dari salah seorang Tetua" ucap penasehat Istana yang bernama Lin Guanzhong.
"Hahaha.. Tidak mungkin aku akan menjadikan salah satu mereka bagian penting Istana ini. Terkait wanita itu hanya akan kujadikan mainan saja, jika sudah bosan aku akan mengembalikannya ke Sekte Laohu" ucap Kaisar Tang Shiji sambil tersenyum sarkas.
Semua orang yang hadir terdiam, tidak membenarkan dan juga tidak menyalahkan.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, hamba tidak akan ikut campur" ucap Penasehat Istana Lin Guanzhong.
"Segera kirimkan mata-mata ke Sekte Laohu, aku ingin melihat apa yang terjadi di sana. Mungkinkah perkembangan mereka terkait sumberdaya yang bagus." perintah Kaisar Tang Shiji dengan tegas.
Sementara itu, di Istana yang Jia Hien tempati tampak Jia Hien, Nu Hume dan Nu Nian sedang berdiskusi. Penundaan pernikahan Jia Hien dan Kaisar Tang Shiji telah membuat Jia Hien bersedih. Hari ini secara khusus Nu Hume menenangkan sahabatnya tersebut.
"Jia Hien, kamu tidak usah sedih mungkin ini hanya sementara karena memang Istana Langit sedang kacau. Kabar tentang Pendekar Pedang Tiga Elemen juga belum ditemukan" kata Nu Hume.
"Pendekar Pedang Tiga Elemen, kurang ajar! Gara-gara kehadirannya membuat pernikahanku tertunda" umpat Jia Hien.
Nu Hume dan Nu Nian tidak dapat menyalahkan umpatan Jia Hien, mereka berdua sering mendengarkan keluh kesah Jia Hien belakangan ini. Sikap Kaisar Tang Shiji yang selalu memanfaatkan tubuh Jia Hien, membuat Nu Hume hanya bersimpati.
"Bagaimana kabar Ayahku dan Sekte?" tanya Jia Hien kepada sahabatnya.
"Selama di Kota Jincheng, informasi tentang Sekte Laohu begitu terbatas. Aku belum mendengar berita tersebut" ucap Nu Nian yang berada di samping Jia Hien.
"Kita sudah dua minggu lebih di sini, apakah kalian tidak bosan menemaniku?" tanya Jia Hien.
"Sebenarnya kami sedikit bosan, meskipun di sini kami dilayani dengan baik tetapi kami tidak memiliki kebebasan seperti di Sekte" ucap Nu Hume tak berdaya.
"Jika demikian sebaiknya kalian kembali saja ke Sekte, setelah ada kabar baik aku pasti akan mengabari kalian" ucap Jia Hien dengan tatapan sedih.
"Tidak, aku akan menemanimu saja" ucap Nu Nian yang sedikit lebih tertarik tinggal di Istana.
Setelah mendengar perkataan Nu Nian dan Jia Hien, Nu Hume merasa bimbang, apakah ia harus kembali ke Sekte atau bertahan di Istana menemani Jia Hien. Namun mempertimbangkan banyak hal, akhirnya Nu Hume berkata.
"Baiklah besok aku dan senior Cheng Han akan kembali saja ke Sekte Laohu. Sementara Nu Nian aku akan membiarkannya untuk menemanimu"
"Ya, aku akan mendukung keputusanmu" ucap Jia Hien dengan senyum datar.
__ADS_1
Keesokan paginya Nu Hume dan Cheng Han memutuskan untuk pulang ke Sekte, mereka menuju pusat Kota Jincheng dan memesan tiket perahu terbang menuju Kota Qinghai. Butuh waktu sehari semalam untuk tiba di Kota Qinghai, hal ini dikarenakan Perahu terbang itu melakukan transit di Kota Nanguan Provinsi Rajawali Emas.