Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Menaklukan Harimau Emas


__ADS_3

Hingga menjelang sore harinya Li Yuan berbincang banyak dengan gurunya, suasana penuh keakraban yang jarang terjadi selama tiga tahun terakhir ini.


"Guru, bagaimana caranya jika aku ingin menemui mu?" tanya Li Yuan.


"Kamu bisa menemukan diriku di tempat ini pada saat bulan purnama saja. Selebihnya aku akan ke arah Timur untuk berbuat kebajikan" ucap Yuan Zang.


Pada kesempatan ini, Li Yuan juga mendapatkan berbagai nasihat yang berguna bagi kemajuan bela dirinya. Kemampuan Li Yuan dalam menguasai tiga Kitab Tingkat Dewa diharapkan tidak menjadikan dirinya sombong.


"Perbuatan baik akan memperoleh kebajikan serta perbuatan buruk akan mendapatkan hukuman, begitulah hukum alam yang berlaku di Alam Langit" pesan Yuan Zang yang terakhir.


Tiba saatnya kedua orang yang memiliki hubungan guru dan murid tersebut berpisah, Li Yuan terbang menuju Utara ke arah Gunung Juewu. Dengan kemampuan terbangnya tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk tiba di Gua yang sebelumnya ia dan Li Tong tempati.


"Tempat ini belum berubah" ucap Li Yuan sambil menatap bibir Gua. Susunan batu dan pohon besar di sampingnya masih tampak utuh.


Li Yuan dapat melihat tanda yang dibuat oleh sahabatnya itu, dalam hatinya ia merasa bersyukur jika sahabatnya itu  berhasil menyelamatkan diri. Detik berikutnya, dari jarak tertentu Li Yuan dapat merasakan aura Harimau Emas yang pernah menyerangnya dulu.


"Hmm.. Tampaknya kita masih berjodoh" gumam Li Yuan dalam hati.


Li Yuan melesat dengan sangat cepat, lalu tiba di depan Beast Harimau Emas yang dulu pernah menyerangnya. Saat ini Li Yuan belum menekan kultivasinya yang berada pada ranah Pendekar Suci, membuat Beast tersebut menatap tajam ke arah Li Yuan.


"Kita ketemu lagi" ucap Li Yuan saat berhadapan langsung dengan Beast Harimau Emas tersebut.



Beast Harimau Emas tampak ketakutan melihat sosok Li Yuan, ia memiliki niat ingin melarikan diri. Namun Aura Naga yang terdapat pada tubuh Li Yuan membuat hewan spiritual tersebut sangat tertekan.


Li Yuan segera mengerahkan energi jiwanya, melakukan Teknik Pengekang Jiwa yang ia pelajari dari Kitab Kaisar Kematian.

__ADS_1


Harimau Emas tersebut tampak meronta sebentar kemudian berubah menjadi diam. Kekuatan Pengekang Jiwa miliki Li Yuan kini sudah meningkat sangat pesat. Beast tersebut berada pada ranah yang setara dengan Pendekar Suci Tingkat Akhir, namun Li Yuan yang kini sudah berada di Ranah Pendekar Suci menaklukan Harimau Emas semudah membalikkan telapak tangan.


Mulanya Li Yuan ingin membalaskan dendam masa lalunya tetapi ia berpikir ulang. Walau bagaimanapun berkat Beast tersebut Li Yuan bisa menjadi seperti sekarang, apalagi kekuatan Harimau Emas sudah berada pada ranah Pendekar Suci.


Li Yuan hendak menaklukan hewan spiritual tersebut untuk pelindung keluarganya di Kota Huanxie. Li Yuan merasa perjalanan ke depannya akan semakin berbahaya sehingga ia perlu meningkatkan keamanan untuk menjaga keluarganya.



Tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk membuat Harimau Emas takluk. Li Yuan memberikan nama Hei Bao kepada Beast yang baru saja ia taklukan, Li Yuan juga menggunakan Teknik Pelebur Jiwa untuk menjaga kesetiaan Hei Bao. Selanjutnya ia naik ke punggung Hei Bao dan menungganginya dengan gagah. Berbeda dengan Bai Hu, Harimau Putih yang dimiliki oleh Tetua Bao Zi. Kekuatan dan kecepatan Hei Bao jauh berada di atasnya, membuat Li Yuan tidak sia-sia menaklukkannya.


Kecepatan Hei Bao bahkan lebih cepat daripada menggunakan perahu terbang yang digunakan oleh Li Yuan saat pertama kali menuju Sekte Laohu.


Li Yuan mulai menekan tingkat kultivasinya dari Pendekar Dewa menjadi ranah Pendekar Raja. Untuk pemuda sepertinya berada di Tingkat Pendekar Raja sudah cukup, bahkan akan dianggap jenius jika hanya berada di kota Huanxie.


Di atas panggung Hei Bao hanya membutuhkan sekitar tiga jam perjalanan jauh lebih efisien dari yang ia pikirkan sebelumnya. Saat ini Li Yuan dapat melihat orang-orang dari Kota Huanxie tengah beraktifitas seperti semula Li Yuan mengingat kejadian dua tahun lalu saat dirinya baru pertama kali memasuki Kota Huanxie, dari Desa ia menuju Kota.


Dua hari kemudian Li Yuan tiba di dekat gerbang masuk Kota Huanxie, Li Yuan mendarat tidak jauh


Li Yuan menekan kultivasinya hingga ke ranah pendekar raja agar tidak menarik perhatian orang banyak.


Dengan menggunakan identitas sebagai murid Sekte Laohu, petugas jaga langsung memberi hormat.


Malam harinya Li Yuan tiba di Kota Huanxie, ia turun dari punggung Hei Bao lalu berjalan di depannya. Pemandangan seperti ini tentu saja membuat orang-orang menyingkir. Eksistensi Harimau Emas bukanlah sesuatu


yang dapat mereka sentuh. Meskipun mereka sudah terbiasa melihat hewan spiritual namun Bei Hu sangat berbeda dengan Beast biasa, auranya saja sudah sangat menakutkan.


Bahkan seluruh hewan spiritual yang berada di sana menjadi ketakutan. Li Yuan mengabaikan perubahan sikap orang-orang, ia memasuki Kota Huanxie dengan tatapan tenang dan ada rasa kerinduan. Bukan karena Kota ini sebagai tanah kelahirannya, hanya saja keluarganya berada di Kota ini. Li Yuan melihat beberapa penjaga gerbang kota yang rata-rata masih berada pada ranah Pendekar Bumi.

__ADS_1


Kota Huanxie hanya Kota kecil, berbeda dengan Kota Qinghai sebagai Ibukota Provinsi Naga Biru. Setelah melapor dan menunjukan identitasnya Li Yuan dipersilahkan masuk tanpa prosedur yang berbelit.


Sebelum memasuki Gerbang Kota, Li Yuan sudah menghubungi Mo Cau untuk menjemputnya. Tidak membutuhkan waktu yang lama hingga keduanya kini bertemu setelah tiga tahun berlalu. “Salam hormat Tuan” jawab Mo Cau penuh hormat. Mo Cau juga melirik hewan spiritual yang berada di samping Li Yuan dengan tatapan rumit. Bahkan sebagai Pendekar Langit, Mo Cau merasakan getaran pada seluruh tubuhnya.


“Ya, terimakasih Tetua” ucap Li Yuan dengan tenang. “Perkenalkan ini adalah Hei Bao” lanjut Li Yuan sambil memperkenalkan Harimau Emas kepada Tetua Mo Cau.


Mo Cau sedikit menggertakkan giginya, rasa takut di dalam dirinya berubah menjadi kekaguman dalam sekejap. Mo Cau benar-benar tidak menduga, kekuatan anak muda yang menjadikannya sebagai bawahan kini sudah meningkat sangat pesat. Dalam hati, ia tidak menyesal sedikitpun mengenal Li Yuan dan menjadi pengikutnya.


****


Pada waktu yang bersamaan, di kediaman keluarga Li Yuan.


"Tampaknya pria tua itu sudah pergi" ucap salah seorang pria.


"Tunggu sebentar lagi, baru kita bergerak" ucap temannya.


"Untuk apa kita menunggu, lebih cepat lebih baik" sahut yang lainnya.


"Biarkan mereka yang bergerak, kita akan memantau saja" ucap salah seorang yang merupakan pemimpin mereka.


Di malam yang gelap itu lima orang Pendekar langit dan puluhan Pendekar Raja sedang mengendap-endap memperhatikan kediaman Li Dan.


Mereka menggunakan jubah yang sama, berwarna hitam membuat mereka menyatu dengan malam.


Woosh!


Woosh!

__ADS_1


Woosh!


Puluhan bayangan Pendekar Raja mendarat di halaman keluarga Li Dan. Dengan tatapan ganas, mereka menyebarkan aula membunuh yang sangat mengancam.


__ADS_2