
Li Yuan tidak mengetahui perihal yang terjadi di Sekte Laohu beberapa hari terakhir. Apalagi dua hari ini Ia tengah menikmati suasana kehangatan bersama keluarga tercintanya. Li Yuan juga tentu tidak akan menghiraukan Jia Hien, karena Ia sendiri memang tidak memiliki rasa terhadapnya. Peristiwa masa lalu hanyalah debu di dalam perjalanan hidupnya.
Tentang wanita, Li Yuan belum memikirkan untuk mencari pendamping. Selain usianya yang masih muda, ia juga tidak mau jalan kultivasinya terhambat. Selain keluarganya tak ada yang perlu ia perhatikan, jalan cita-citanya masih terlalu panjang. Jika harus ada, ia ingin mengenal seseorang yang mau mengenalnya saat ia masih berada di bawah.
Menjadi wanitanya harus melewati periode yang panjang serta kondisi yang berubah. Di dalam hati Li Yuan sendiri ia agak tergugah dengan perubahan Jia Hien yang mau berteman dengan adiknya. Namun itu saja tentu belum cukup untuk membuat dirinya jatuh cinta, Li Yuan memiliki beberapa kriteria yang unik.
Saat ini, setelah puas bermain di pasar rakyat Kota Huanxie. Li Yuan ingin menunjukkan keindahan suasana Kota Huanxie dari ketinggian. Li Yuan ingin membuat adiknya senang, kebersamaan seperti ini sangat jarang ia bisa lakukan. Li Yuan seperti memiliki hutang kepada adiknya, yaitu menjaga dan melindunginya adik satu-satunya tersebut.
"Dik, kemarilah ikuti kakak" ucap Li Yuan kepada adiknya.
"Iya kak, ada apa?" tanya Li Peiyu penasaran.
Setelah keduanya berada di tempat yang jauh dari jangkauan orang lain, Li Yuan berkata, "Kakak akan mengajakmu terbang" ucap Li Yuan, lalu mengalirkan Qi ke seluruh tubuh adiknya sambil memegang tangannya.
Dalam sekejap Li Yuan melayang bersama adiknya, Ia membawa adiknya terbang menuju rumahnya.
Li Peiyu tidak dapat menahan diri untuk merasa lebih kagum kepada kakaknya. Di Alam Langit orang-orang yang memiliki kemampuan terbang dan melayang di udara adalah mereka yang memiliki kekuatan elemen angin, seperti kebanyakan para pendekar dari Provinsi atau negara Rajawali Emas.
"Kakak, ini sangat luar biasa" ucap Li Peiyu sambil memandang keindahan malam kota Huanxie.
Keduanya melayang dengan kecepatan pelan, sehingga Li Peiyu benar-benar merasa puas. Li Peiyu sendiri masih bingung dengan kemampuan kakaknya, apakah karena ia sudah memiliki kekuatan yang sudah sangat tinggi ataukah karena kakaknya memiliki kekuatan angin.
Mereka tiba di halaman kediaman manor rumahnya, kemudian keduanya masuk ke dalam rumah dengan perasaan bahagia. Mereka berdua menjumpai kedua orang tuanya yang tengah berbincang hangat di ruang keluarga.
Li Yuan dan adiknya segera menghampiri kedua orang tuanya, bergabung untuk mengobrol penuh keceriaan.
Li Yuan tidak menyia-nyiakan sama sekali suasana seperti ini, sebab ia menyadari sebentar lagi ia akan kembali pergi untuk berpetualang.
"Yah, bagaimana dengan Hei Bao? apakah ayah memiliki kesulitan mengurusnya?" tanya Li Yuan di tengah-tengah perbincangan ringan mereka.
"Hari ini Hei Bao tampak sedikit aneh, mungkin sepertinya ia gelisah dan merasa tidak nyaman" kata ayahnya.
Li Yuan diam, tampak sedang berpikir lalu Ia berkata, "Baiklah, kalo begitu aku akan memeriksanya" kemudian Ia izin pamit.
Li Yuan menuju halaman belakang tempat dimana Hei Bao berada, selain keluarga utama tidak ada yang berani mendekatinya. Li Yuan mendapati Hei Bao sedang duduk terdiam, melalui energi jiwanya ia dapat merasakan jika Hei Bao akan menerobos. Tetapi Li Yuan merasakan kurangnya dorongan atau energi tambahan untuk proses penerobosan tersebut.
__ADS_1
"Apakah kamu bisa mengerti ucapanku?
Tanya Li Yuan mencoba berkomunikasi dengan Hei Bao. Sebelumnya ia tidak memperhatikan hal ini, waktu juga yang membatasi titik temu mereka berdua.
Hei Bao mengangguk pelan, menandakan ia masih mendengarkan ucapan Li Yuan.
Dari dalam Cincin Spiritual pemberian gurunya, Li Yuan mengeluarkan sebuah Kristal seukuran kepalan tangannya.
Ia memiliki sepuluh buah Kristal yang sama berwarna cokelat kelam. Kristal tersebut merupakan Kristal elemen tanah yang umum terdapat di Provinsi Naga Biru, sangat berguna bagi pembudi daya unsur tanah.
Li Yuan sendiri memiliki banyak barang berharga pemberian gurunya, sebagai petapa yang berusia ribuan tahun tentu pengalaman gurunya sudah sangat banyak.
"Terima ini! seraplah semoga bisa membantumu" ucap Li Yuan sambil meletakkan Kristal tersebut di dekat Hei Bao.
Melihat Kristal pemberian Li Yuan, membuat mata Hei Bao berbinar cerah. Ia segera mendekap Kristal tersebut lalu melanjutkan proses penerobosannya yang sempat tertunda.
Sementara Li Yuan menunggu di sekitar Hei Bao, ia ingin memastikan keadaan Harimau Emas tersebut.
Sambil memperhatikan isi dari Cincin Spiritualnya, Li Yuan hanya berdecak kagum. Barang-barang langka di Alam Langit kini hanya menjadi tumpukan di dalam ruang penyimpanan Cincin Spiritualnya.
gumam Li Yuan sambil menghela napas.
Tak berapa lama, ayahnya menuju ke arah Li Yuan. Di tengah malam, di belakang kediamannya mereka nampak akrab berbicara. Ayah dan anak sesekali mengeluarkan suara gurauan penuh kehangatan. Li Dan sangat bangga kepada putranya, penampilannya yang elegan dan postur tubuhnya yang lebih tinggi dari Li Dan membuat siapapun akan suka.
"Yah, terimalah Batu Kristal ini" ucap Li Yuan.
"Apa tidak sebaiknya kamu yang gunakan?" ucap Li Dan yang mengetahui bahwa benda pemberian putranya adalah Kristal Elemen tanah. Li dan Jia Fu di masa mudanya kerap berkelana menjalankan misi sekte demi mendapatkan benda tersebut.
"Aku masih memilikinya beberapa, aku juga berencana akan memberikannya kepada Li Tong" ungkap Li Yuan.
"Baiklah jika begitu, ayah tidak akan sungkan. Ayah juga akan memberikan kepada yang lainnya" ujar sang ayah saat menerima tiga buah Kristal Elemen Tanah dari putranya.
Li Dan malam itu seperti bukan Li Dan yang dahulu, kini ia lebih terbuka bercerita tentang pengalaman masa mudanya saat belajar di Sekte Laohu. Li Yuan sangat terharu mendengar cerita ayahnya, yang lebih memilih membesarkan dirinya dan adiknya serta memilih hidup di pedesaan.
Setelah beberapa jam berbicara, tiba-tiba ada cahaya keemasan yang sangat menyilaukan. Sinar tersebut keluar mengitari tubuh Hei Bao dan menyelimutinya dengan kilauan yang sungguh kontras dengan kegelapan malam.
__ADS_1
"Huh" terdengar seseorang menghela napas.
Li Dan yang melihat bentuk samar seseorang menjadi waspada. Sementara Li Yuan sedikit kaget dengan bayangan seorang pemuda yang sedang berdiri di tempat Hei Bao berada. Tanpa memiliki rasa takut, Li Yuan melangkah maju.
"Hati-hati nak" ucap Li Dan berpesan kepada putranya.
"Ayah tidak perlu khawatir" jawab Li Yuan
dengan tenang.
Melalui indera spiritualnya ia sangat mengenal aura yang baru saja muncul di hadapannya.
"Salam tuan" ucap pemuda itu dengan setengah membungkuk.
"Apakah kamu Hei Bao" tanya Li Yuan secara terbuka.
"Betul tuan" ucap lelaki tersebut yang ternyata adalah jelmaan Hei Bao.
"Hmm.. Menarik!" ucap Li Yuan sambil tersenyum.
"Terimakasih atas bantuannya tuan, berkat anda saya bisa berubah wujud" kata Hei Bao sambil tersenyum.
Li Dan yang memperhatikan dari jauh segera menghampiri mereka, ia melihat seorang pemuda yang berusia sekitar tiga puluh tahun sedang berbincang dengan putranya.
"Ayah, ini adalah Hei Bao dengan wujud barunya" ucap Li Yuan sambil memperkenalkan sosok Hei Bao yang sebelumnya adalah Hewan Spiritual jenis Harimau.
"Salam tuan besar" ucap Hei Bao yang telah mengenal Li Dan sebelumnya.
"Salam" jawab Li Dan singkat, ia masih terpaku tidak percaya dengan apa yang berada di depannya.
"Mulai sekarang kamu kupanggil Li Baojia, yang artinya pelindung Keluarga Li" ucap Li Yuan.
"Terimakasih tuan, nama tersebut sangat bagus" sahut Baojia sambil tersenyum lebar.
Li Dan juga merasa sangat senang, meskipun ia tidak dapat merasakan kekuatan Li Baojia namun ia yakin hal tersebut karena kekuatan Li Baojia sangat tinggi.
__ADS_1