
Setelah mengatakan hal tersebut, Li Yuan masih tenang. Sementara di sampingnya Tuan Kota mulai bergeser lebih jauh dan berkata dengan pelan, "Hati-hati pendekar, aku berharap banyak padamu".
Li Yuan melirik sedikit ke arah Tuan Kota, lalu kembali meluruskan pandangannya.
Tanpa mengulur waktu, dua orang pendekar ahli dari Jenderal Xie Taizong segera melompat dan menerjang secara bersamaan. Di kedua tangan orang tersebut memegang senjata, satunya terlihat menggunakan belati.
Di antara keduanya jelas terlihat energi yang terbakar secara maksimal, mereka ingin menghabisi Li Yuan dalam sekali serangan. Salah satu diantaranya menghunuskan pedang melakukan tebasan ke arah Li Yuan, satunya lagi melemparkan belati ke udara mengarah ke tubuh Li Yuan.
Menghadapi dua serangan secara bersamaan Li Yuan hanya tersenyum santai.
"Baamm"
Tiba-tiba terdengar dua benturan yang cukup besar, pedang dan belati yang hendak menyentuh tubuh Li Yuan menjadi terpental. Akibat benturan energi tersebut dua orang pendekar langit menjadi terkejut, serangan mematikan yang mereka keluarkan tak mempan sama sekali.
Dengan cekatan keduanya mundur beberapa langkah ke belakang. Li Yuan menatap mereka secara enggan, lalu ia berkata, "Bukankah sebaiknya kalian maju bersama. Setidaknya aku bisa mengetahui kekuatan pedangku" ucap Li Yuan masih dengan ekspresi yang tenang.
Ratusan prajurit mulai bergerak maju, mereka ingin mengeroyok Li Yuan.
"Sebaiknya kalian tidak melanjutkan langkah kalian, atau aku tidak akan segan menghabisi nyawa kalian" ucap Li Yuan memberi peringatan.
Meskipun ia dikepung oleh ratusan prajurit Istana Langit, ia tidak gentar sama sekali. Pemandangan ini terpatri dengan jelas dan tegas di mata Penguasa Kota Qinghai, ia gemetar mendengar ucapan Li Yuan.
Di seberangnya, Jenderal Xie Taizong sedikit tidak percaya dengan kemampuan pemuda yang telah membunuh putranya, namun ia semakin kesal.
"Bagaimana pemuda ini sangat kuat?" gumamnya dalam hati sesaat setelah benturan energi yang terjadi antara dua orang pengawalnya.
"Majulah kalian semua" ucap Jenderal Xie Taizong kepada lima orang pengawal pribadinya. Sementara ratusan prajurit lainnya masih tidak bergerak, mereka diam terpaku menjaga segala kemungkinan.
Bagaimanapun pertempuran di depan mata mereka berada jauh di atas level mereka yang hanya prajurit biasa. Kekuatan mereka hanya berada di ranah pendekar bumi, hanya beberapa saja yang berada di pendekar raja, jelas bukan medan pertempuran yang cocok untuk mereka.
Di sisi lainnya, Fang Yin yang merasa khawatir lalu berkata pada ayahnya. "Ayah, kenapa ayah tidak membantu pendekar tersebut?" tanya Fang Yin dengan tiba-tiba.
"I..Ini sangat sulit Yin'er" jawab ayahnya yang tergagap.
Di belakang Tuan Kota, Fang Yin telah berdiri bersama dua orang pendekar ahli keluarga Fang yang tersisa, mereka berdua berada pada Pendekar langit dan Pendekar Suci. Namun kedua pendekar ahli tersebut tampak enggan untuk terlibat dalam masalah besar seperti ini. Fang Yin tampak kesal, ia menggertakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya.
Saat ini, pedang yang berada di punggung Li Yuan sudah terbang ke udara lalu jatuh di genggaman tangannya. Seolah bergerak sendiri, pedang tersebut begitu memukau dengan tampilannya yang kini dapat dilihat oleh semua orang.
__ADS_1
Adapun Xie Taizong ia sedikit mengernyitkan matanya, pedang di tangan pemuda tersebut tampak tidak asing baginya. Sebagai seorang Jenderal dan lulusan murid Sekte Api Abadi ia menjadi terusik, namun sekeras apapun ia mengingatnya ia tidak dapat mengingatnya dengan baik, saat ini hati dan pikirannya tengah dirasuki dendam, jadi wajar saja jika ia sulit berpikir sehat.
Sementara itu, sebaliknya wajah Fang Jin sebagai Gubernur Kota Qinghai jelas terlihat pucat. Ia menelan ludahnya lalu mundur beberapa langkah ke belakang, ia menatap wajah putrinya dengan enggan lalu berkata,
"Darimana kamu mengenal lelaki itu" tanya Fang Jing kepada putrinya.
"Aku baru saja mengenalnya sesaat setelah turun dari perahu terbang, bahkan untuk namanya saja ia tidak memberitahuku" jawab Fang Yin sambil mengangkat kedua bahunya.
"Hanya saja ia menyebutkan identitasnya sebagai Pendekar Pedang Tiga Elemen" sambung Fang Yin dengan nada tak berdaya.
"Apa?" tanya ayahnya dengan kerutan dahi yang sangat dalam.
Tiba-tiba tubuh Fang Jing Jatuh melorot ke tanah. Kharismanya sebagai Tuan Kota sudah tidak ia hiraukan. Secara samar ia dapat membayangkan identitas pemuda tersebut, sangat mengerikan!.
Di medan pertempuran, saat ini lima orang pendekar sudah maju dengan senjata masing-masing. Dua orang pendekar langit yang sebelumnya mundur kini mendapatkan kepercayaan diri kembali, mereka berdua menggunakan senjata yang baru dan bergabung dengan tiga orang pendekar ahli yang berada di atas tingkatannya.
Lima buah pedang terhunus mengarah ke arah Li Yuan dengan ganas.
"Ting"
"Ting"
"Ting"
Meskipun Li Yuan tidak melawan, namun setiap tangkisan pedangnya terdapat energi pantulan yang sangat besar. Dalam beberapa gerakan saja, tangan mereka terasa kebas, otot-otot lengannya terasa menghantam batu yang sangat besar.
Sebagai Ksatria Pendekar Suci jelas pemandangan ini sangat mustahil, dalam perhitungan mereka, hanya pendekar yang berada pada ranah yang sama yang dapat melakukan hal semacam ini.
Dengan napas tersengal, ketiga pendekar tingkat Suci tersebut saling pandang, wajahnya terlihat buruk. Secara tidak langsung serangan yang baru saja mereka lakukan telah menguras energi Qi yang sangat banyak. Pada pergumulan sebelumnya mereka menggunakan teknik tebasan tunggal, dimana dalam tebasan tersebut mengalir kekuatan membunuh yang dahsyat.
Di luar perhitungan mereka, ternyata lawannya memiliki kekuatan yang lebih besar. Ketiga Pendekar Suci saja masih bukan lawannya.
"Apa hanya segini saja kemampuan kalian?" tanya Li Yuan dengan senyum tenang. Dalam pergumulan yang baru saja terjadi, Li Yuan tidak mundur selangkah pun. Bahkan kemampuan diantara mereka sangat jelas terlihat, ada jurang pemisah yang sangat dalam.
"Ini mustahil" ucap Jenderal Xie Taizong pelan, mulutnya enggan percaya tetapi hatinya mengatakan jika pemuda tersebut berada di atas levelnya.
Kelima orang pendekar ahli kini menatap Li Yuan dengan seringai ketakutan, pedang di tangan mereka mulai menampakkan goresan. Ada retakan yang jelas terlihat, bahkan energi panas seolah mengalir ke pergelangan tangan mereka.
__ADS_1
Sebagai pendekar ahli, tentu senjata yang mereka gunakan terbuat dari material pilihan dan mahal harganya. Mereka menatap ngeri pedang yang di genggam oleh pemuda di depannya, seperti Dewa Pembunuh pemuda tersebut kini menatap kelima orang pendekar ahli dengan tatapan dingin.
"Apakah aku sudah boleh bergerak" tanya Li Yuan dengan nada pelan.
Namun ucapannya tersebut bagai lonceng kematian yang menghantui jiwa kelima orang pendekar ahli di depannya. Xie Taizong yang sudah melewati banyak pertempuran baru kali ini melihat seorang pemuda yang melampaui kemampuannya.
Berbicara sampai di sini, semua sudah terlanjur dan membiarkan pemuda tersebut tumbuh juga bukan pilihan yang tepat.
Ketika melihat pemandangan ini, mata Fang Yin terlihat berbinar-binar, Ia mengabaikan ayahnya yang masih dalam kondisi linglung tanpa sebab.
"Jika seperti ini terus, maka Li Yuan akan menang" gumam Fang Yin penuh harap.
"Kalian cepatlah maju! kenapa kalian jadi penakut? cepat bunuh pemuda itu" teriak Xie Taizong di tengah keheningan sesaat.
Namun, Li Yuan sudah mengambil keputusan. Ia bergerak dalam kehampaan, tubuhnya secepat kilat sudah berada di depan lima orang pendekar ahli. Sebelum menerjang, Li Yuan sudah mengalirkan energi panas dan petir ke dalam pedang tiga elemen yang berada di genggamannya.
"Jleb"
"Jleb"
"Jleb"
Tiga sabetan terdengar seperti suara teredam. Hanya kepulan asap yang tertinggal di bekas penggalan leher pendekar ahli.
Tiba-tiba semua menjadi hening, menyaksikan tiga kepala Pendekar Tingkat Suci jatuh begitu saja hanya dalam sekali serangan.
Di Sekeliling pedang Li Yuan tampak kilatan petir yang sangat mengerikan, seolah belum puas menebas leher lawannya. Dua orang pendekar langit yang tersisa langsung tersungkur tidak berdaya, pemandangan di depannya sudah tidak dapat mereka bayangkan.
Pedang Tiga Elemen!
Teriak Jenderal Xie Taizong yang kini sudah sadar dari keterkejutannya.
"Siapa kamu sebenarnya?" ucap Xie Taizong dengan cemas. Ia mulai menyadari jika pemuda di depannya adalah orang yang tidak dapat ia singgung.
"Sial, kenapa bisa seperti ini" umpat Xie Taizong penuh penyesalan.
Sebagai Jenderal besar ia hanya bisa menyalahkan putranya yang telah bersinggungan dengan pendekar di depannya.
__ADS_1
Meskipun ia tidak mengenal siapa pemuda tersebut, namun dengan identitas pedang di tangannya menandakan bahwa ia adalah pendekar Penguasa Tiga Elemen. Bahkan Kaisar langit saja, Tang Shiji hanya mampu menguasai dua elemen sebagai inti energinya.