Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Pasukan Bayangan


__ADS_3

Di Kota Jincheng, puluhan pendekar dari pasukan bayangan atau pasukan rahasia sudah mulai bergerak menuju Ibukota Qinghai. Sebagai pasukan yang bertugas menjaga keselamatan Kaisar Langit, kini mereka diterjunkan keluar untuk memburu Pendekar Pedang Tiga Elemen.


Kemarahan Kaisar Tang Shiji yang sudah memuncak, terpaksa membuatnya mengerahkan pasukan rahasia. Menurut perhitungannya, sekuat apapun Pendekar Pedang Elemen, melawan pasukan bayangan sama saja ia akan bernasib sial.


Kaisar Tang Shiji memperkirakan jika kekuatan Pendekar Pedang Tiga Elemen berada pada ranah yang sama dengan dirinya. Oleh karena itu ia mengerahkan semua kekuatan pasukan bayangan untuk membunuh Pendekar Pedang Tiga tersebut.


Sekitar tiga puluh orang dengan aura yang menakutkan telah berada di atas perahu terbang menuju Kota Qinghai. Sepuluh orang pendekar ranah suci serta dua puluh orang lainnya berada pada ranah pendekar langit.


Sebagai pasukan terbaik yang menjaga keselamatan Kaisar, keberadaan mereka sangat di rahasiakan. Kini untuk pertama kalinya mereka diterjunkan untuk menghabisi seorang yang merupakan sudah ditargetkan.


Sejak ditetapkan sebagai buronan Istana Langit, keberadaan Pendekar Pedang Tiga Elemen selalu dicari, kini dirinya kembali muncul di Kota Qinghai. Jelas hal ini mengindikasikan Provinsi Naga Biru mulai bangkit.


Pada saat yang bersamaan, Li Yuan masih asyik menikmati hari bersama Fang Yin. Setelah dari kediaman Li Ching yang baru, ia dan juga Li Tong bersama Fan Chi segera berjalan-jalan keliling pusat Kota. Awalnya Li Yuan hendak kembali ke kediaman Klan Li, namun firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak beres.


Ia memutuskan untuk tetap bertahan di sekitar pusat kota untuk menantikan sesuatu yang hendak datang.


"Kamu kenapa sepertinya tidak bersemangat?" suara Fang Yin terdengar dari samping Li Yuan.


"Tidak juga, aku hanya memikirkan sesuatu hal lain" jawab Li Yuan dengan serius.


"Apakah kamu ada wanita lain?" tanya Fang Yin dengan ekspresi cemberut.


"Tentu tidak ada, aku sedang memikirkan serangan balasan dari pihak Istana Langit" jawab Li Yuan dengan jujur agar Fang Yin tidak salah paham.


"Oh begitu.. Aku percaya padamu jika kamu bisa mengatasinya dengan baik" ujar Fang Yin sambil merangkul lengan Li Yuan.


Pada kali ini, Fang Yin tidak mau kehilangan waktu berharga bersama Li Yuan. Ia tahu jika Li Yuan akan segera pergi lagi, entah kapan akan kembali tentu Fang Yin tidak bisa menebaknya secara asal.


Li Yuan hanya tersenyum melihat aksi Fang Yin, ia tidak melarangnya dan membiarkan Fang Yin berjalan dengan nyaman di sisinya.

__ADS_1


Dua pasang kekasih tengah berjalan dan menjadi pusat perhatian banyak pasang mata. Cuaca yang cukup cerah mengiringi langkah mereka dengan santai. Orang-orang tidak asing dengan Fang Yin, sebagai putri dari penguasa Ibukota Provinsi ia dikenal dengan baik.


Di alam pikirannya, Li Yuan sedang berpikir untuk mengatur siasat. Jika ada bahaya besar yang mengancam keselamatan Kota Qinghai maka ia akan segera datang.


Pada saat berikutnya Li Yuan sudah dapat merasakan kekuatan besar baru saja memasuki Kota Qinghai.


"Li Tong, kamu tetaplah di sini menjaga Nona Fan dan Nona Fang. Aku ada urusan yang harus segera diselesaikan" ucap Li Yuan tiba-tiba.


"Baiklah" jawab Li Tong singkat.


Li Tong tidak bertanya, ia sudah mengerti jika Li Yuan akan melakukan sesuatu hal yang berbahaya.


Setelah menatap Fang Yin dengan lembut, Li Yuan segera melangkah cepat dan menghilang diantara keramaian.


Saat ini perahu terbang yang membawa orang-orang dari pasukan bayangan baru saja tiba, mereka memandang orang-orang kota Qinghai dengan ekspresi menghina.


"Penduduk di sini lemah-lemah. Bagaimana bisa dua orang Jenderal besar tewas di tempat seperti ini" ucap salah seorang anggota pasukan bayangan.


Namun tanpa sepengetahuan mereka, kekuatan Sekte Laohu sudah melebihi ekspektasi mereka saat ini. Apalagi dengan adanya Naga Biru, jelas Istana Langit telah salah perhitungan.


Seorang pemuda dengan serius memperhatikan orang-orang yang baru saja mendarat di Kota Qinghai. Li Yuan akan bertindak cepat untuk menghabisi mereka yang bermaksud tidak baik, kali ini persinggungan dengan orang-orang Istana Langit tidak dapat dihindarkan.


Dengan karekteristik jiwanya, Li Yuan sudah dapat mengidentifikasi kelompok yang sangat luar biasa kuatnya. Jika itu dulu, tentu Sekte Laohu saja tidak akan sanggup menghadapinya.


"Apakah kalian orang-orang dari Istana Langit?" tanya Li Yuan dengan dingin.


Mendengar pertanyaan dari seorang pemuda, membuat rombongan pendekar yang baru saja menginjakkan kakinya di Kota Qinghai menjadi terkejut.


Mereka tidak menduga jika kedatangannya sudah ada yang menyambut.

__ADS_1


"Siapa kau?" ucap seorang pria berusia hampir lima puluh tahunan.


"Bukankah kalian ke sini untuk mencari ku" jawab Li Yuan dengan ekspresi yang tidak berubah dari sebelumnya.


"Ternyata kau orangnya. Tidak kusangka Pendekar Pedang Tiga Elemen masih sangat muda. Sayang sekali harus mati sebelum berkembang lebih jauh" ucap lelaki tersebut dengan seringai kejam.


"Kematianku tidak akan berada pada orang sepertimu. Bahkan untuk menyentuh sepatuku saja, dirimu belum layak" ujar Li Yuan dengan tenang.


"Kurang ajar, aku akan menghabisi mu" ucap pria tersebut sambil melesakkan sebuah tinju ke arah Li Yuan.


Gelombang energi bergerak dengan cepat, pukulan ini sangat mirip dengan apa yang pernah dilakukan oleh Wan Sui.


Li Yuan hanya tersenyum tipis, ia menyaksikan orang yang menyerangnya sambil membentuk lapisan perlindungan


"Kreek"


Terdengar suara tulang patah. Dalam sekejap, seorang pendekar suci mengalami kesakitan yang tiada tara. Tulang yang berada di lengan kanannya tampak menonjol keluar, darah segar mengalir cukup deras.


"Kamu.. Kurang ajar" teriak lelaki itu meraung dengan keras.


Anggota pasukan bayangan yang lainnya menjadi tercengang. Mereka tidak mengira jika dalam pertukaran gerakan yang singkat, rekan mereka mengalami kerugian yang fatal.


Li Yuan tidak bereaksi, pandangan masih terfokus terhadap orang-orang di sekitar. Ia ingin membantai pasukan bayangan namun ia tahu efek dari kekuatannya yang bisa menimbulkan kerusakan.


Detik berikutnya, sembilan orang Pendekar Suci yang tersisa segera merangsek ke depan. Mereka memandang Li Yuan dengan tatapan penuh kebencian.


Aura mereka mengalir dengan kuat, membuat suhu udara meningkat menjadi lebih panas. Dua puluh pendekar langit ikut mengepung Li Yuan dengan ganas.


"Anak muda, sebaiknya kau menyerah dan ikut kami ke Istana Langit untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu" ucap salah seorang perwakilan pasukan bayangan.

__ADS_1


Li Yuan tampak berpikir, ia sedang menyusun sebuah rencana. Dalam hatinya ia benar-benar merasa jengkel dengan orang-orang yang dikirim oleh Istana Langit.


"Baiklah jika demikian, aku akan mengikuti kalian" ucap Li Yuan dengan nada seperti orang yang mengalah.


__ADS_2