
Pertarungan uji bakat sendiri dimaksudkan untuk menyaring bakat-bakat terpilih Klan Li, namun siapa sangka jika ajang tersebut justru malah menjadi bencana bagi Li Yuan.
Sebagai bakat muda, kehadiran Li Yuan seringkali menjadi ancaman bagi Li Feng di masa depan. Ajang penyaringan bakar sendiri dilakukan ketika seseorang berusia tujuh belas hingga dua puluh tahun dan dilakukan tiap tiga tahun sekali.
Acara yang sudah berlangsung satu minggu lalu pun telah menghasilkan seorang pemenang yang tidak lain adalah Li Feng. Tanpa orang lain ketahui, Li Feng berbuat curang dengan menaburkan serbuk halus ke mata Li Yuan saat sedang melakukan serangan. Akibatnya pandangan Li Yuan menjadi kabur dan tidak fokus terhadap pertarungan.
Dengan memanfaatkan kelengahan Li Yuan tersebut, Li Feng dengan leluasa menghajar Li Yuan dengan menggunakan jurus mematikan dalam beberapa gerakan cepat. Pemimpin pertandingan yang merupakan bagian dari konspirasi yang sudah diatur hanya membiarkan Li Yuan terluka dengan sangat parah, bahkan Dantiannya pun rusak parah.
Ayah Li Yuan yang merupakan seorang Penatua tidak cukup mendapatkan dukungan atas nasib yang diderita oleh anaknya tersebut, hingga saat ini ia hanya bisa meratapi kemalangan yang dialami oleh Li Yuan.
Kabar tentang kondisi Li Yuan pun sudah menyebar luas ke seluruh Kota Qiang. Bahkan beberapa anak muda dari Klan yang berseberangan dengan Klan Li merasa senang dengan kondisi Li Yuan tersebut.
Bahkan keluarga Xiu yang mempunyai hubungan pertalian pernikahan dengan Li Yuan juga ikut terpengaruh, mulanya mereka menawarkan diri agar salah satu putri Patriark mereka menikah dengan Li Yuan. Gadis yang bernama Xiu Juan yang sebelumnya telah terikat kontrak pernikahan kini hendak melepaskan kontrak pernikahan tersebut setelah mendengar kondisi terakhir Li Yuan.
Li Yuan yang kini sudah tersadar sepenuhnya, hanya bisa terdiam saat mengetahui ribuan informasi tengah berada di dalam pikirannya. Kini ia berada pada tubuh yang berbeda, tubuh fana yang jelas sangat lemah jika dibandingkan dengan dirinya di alam langit.
Li Yuan tidak tahu harus bagaimana menyikapinya, entah bahagia karena ia masih bisa merasakan kehidupan ataukah harus bersedih dengan nasib yang diterima oleh pemilik tubuh yang lama.
Saat ini Li Yuan berada di dunia fana, dunia yang berada di bawah alam langit. Ia sendiri juga tidak mengerti mengapa ia bisa berada di tempat ini, namun hal yang harus ia lakukan adalah tetap bertahan hidup.
Dalam ingatannya saat ini, ia memiliki seorang ayah yang begitu menyayanginya. Ia tidak memiliki ibu, karena ibunya meninggal ketika Li Yuan masih berusia lima tahun akibat terkena serangan penyakit. Sejak itu pula ayahnya membesarkan Li Yuan dan tidak memilih untuk menikah lagi demi mencurahkan rasa kasih sayang kepada Li Yuan seorang.
Memikirkan hal ini membuat Li Yuan merasa bersalah jika ia harus menyerah, apalagi jika orangtuanya tahu jika pemilik tubuh aslinya sudah meninggal.
Ayahnya bernama Li Fu, seorang Penatua yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung. Bakatnya juga tidak buruk, dalam usianya yang masih empat puluh tahun ia sudah memiliki ranah kultivasi Pendekar Bumi Tingkat Akhir.
Namun kini ia hanya duduk lemah tak berdaya memikirkan Li Yuan yang sudah dipastikan akan meninggal akibat luka dalam yang ia terima.
__ADS_1
Di dalam kamarnya, kini Li Yuan berusaha bangkit dan berjalan. Setelah proses penyembuhan dari energi aneh di dalam tubuhnya, seluruh otot dan tulangnya tersambung kembali.
Secara perlahan Li Yuan melangkah menuju ruang tengah mengandalkan ingatan tubuh lamanya. Setelah beberapa langkah, ia merasakan tubuhnya masih sangat lemah dan secara tak sengaja ia terjatuh dekat meja.
"Brakk"
Li Fu yang saat ini masih melamun tiba-tiba tersadar akibat suara yang berasal tidak jauh darinya.
"Putraku" raung Li Fu saat melihat tubuh putranya tergeletak di lantai.
"Aarrgghh"
Teriak Li Yuan merasakan nyeri di persendiannya.
"Akhirnya kau bangun juga" ucap Li Fu pada saat yang bersamaan.
Dengan sigap Li Fu segera membantu putranya berdiri, lalu mendudukkannya di salah satu kursi yang terdapat di dekatnya.
Untuk saat ini Li Yuan sudah mulai membiasakan dengan tubuh baru dan identitas barunya sebagai orang yang lemah.
"Syukurlah kamu masih bisa bangkit, ayah pikir ayah akan kehilanganmu untuk selamanya" ucap Li Fu sambil memeluk putra satu-satunya tersebut.
"Aku baik-baik saja ayah, aku lapar sekali" ucap Li Yuan yang merasakan perutnya juga perih.
Berdasarkan ingatan tubuh lamanya ia sudah satu minggu terbaring, tanpa makan dan minum. Lukanya yang sangat parah membuatnya tidak sadarkan diri sehingga tubuhnya tidak dapat menerima masukan apa-apa.
"Tunggu sebentar, aku akan panggilkan pelayan untuk menyiapkan makanan untukmu" ucap Li Fu sambil menyeka air matanya.
__ADS_1
Li Fu berjalan dengan cepat mencari pelayan yang biasa mengurusi keperluan rumah tangganya. Ia seperti orang kesetanan yang seolah baru dibangkitkan kembali, sebagai seorang ayah ia sangat senang melihat anaknya bisa berjalan kembali.
Sebelumnya bahkan Li Yuan dikabarkan tidak akan bisa selamat dari luka yang dialaminya, bahkan acara pemakaman Li Yuan pun akan disiapkan hari ini.
"Ada apa Tuan, kenapa terburu-buru?" tanya seorang pelayan.
"Cepat siapkan makanan yang banyak untuk putraku" ucap Li Fu penuh semangat.
"Tuan muda sudah sadar?" tanya pelayan tersebut dengan terkejut.
"Iya, cepatlah siapkan makanan yang lezat" pinta Li Fu.
"Ba.. Baik Tuan" jawab pelayan tersebut dengan patuh.
Setelah mengatakan hal itu, pelayan tersebut langsung bergegas menyiapkan makanan untuk disajikan kepada Li Yuan.
Li Fu segera beranjak menuju tempat Li Yuan berada kembali, ia sangat bersyukur Dewa telah mengabulkan permohonannya. Selama beberapa hari terakhir Li Fu memang terlihat tidak beristirahat, selama anaknya terbaring tak sadarkan diri ia terus berdoa dan meminta keselamatan kepada anaknya.
Pada saat ini Li Yuan mencoba mengalirkan Qi di dalam tubuhnya, ia berusaha untuk mengumpulkan tenaga dalam secara berulang tetapi hasilnya selalu sia-sia.
"Aku harus memulainya lagi dari awal, sungguh keadaan yang aneh" gumam Li Yuan dengan tatapan seperti orang bodoh.
Sebagai seorang yang sudah berada pada ranah penguasa alam langit kini harus berada pada kondisi yang sangat menyedihkan. Meskipun ia berhasil hidup kembali, namun ia harus mengulang perjalanan kultivasinya kembali.
Belum lagi hilang kekesalannya kepada orang-orang alam surgawi yang telah memisahkan dengan kehidupannya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tidak kalah memilukan.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Li Fu kepada putranya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa merasakan Qi di dalam tubuhku" ucap Li Yuan dengan tak berdaya.
"Tidak usah kau pikirkan, yang penting kau baik-baik saja itu sudah cukup" ujar ayahnya memberi semangat.