Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Keturunan Karakteristik Jiwa


__ADS_3

"Tepat sekali kamu pulang. Baru saja kami membicarakan mu" ucap Li Dan saat melihat putranya berjalan di dekat Li Baojia.


"Maaf kami terlambat" ucap Li Yuan dengan hormat.


"Salam paman" kata Li Tong sambil memberi salam dengan sopan.


Di sebelahnya, Fan Chi juga memberi salam dengan menangkupkan tangannya. Sementara Li Jieru juga mengikuti dengan hormat.


"Ayo sini semua lekas duduk. Hari ini benar-benar sempurna. Li Tong siapa yang kau bawa?" ujar ayah Li Yuan dengan semangat.


"Paman, perkenalkan wanita ini adalah kekasih ku di Sekte Laoho. Ia bermarga Fan, berasal dari Kota Huanxie" jawab Li Tong dengan sedikit malu.


"Salam kenal paman" ucap Fan Chi sembari menangkupkan tangan kembali.


"Kamu memang anak baik. Li Tong sudah aku anggap anak sendiri. Silahkan anggap tempat ini sebagai rumahmu sendiri, kebetulan Li Peiyu jarang memiliki teman" terang Li Dan sambil tersenyum lebar.


Penyambutan Li Dan yang hangat membuat Fan Chi merasa nyaman, lalu ia bergeser ke sisi Li Peiyu sambil berkenalan.


"Yuan'er siapa wanita yang ada di sampingmu? Apakah kau juga tidak mau kalah dari saudara mu?" tanya Li Dan dengan nada bercanda kepada putranya.


"Perkenalkan dia adalah Li Jieru, dia akan menjaga Li Peiyu sekaligus menjadi temannya" jawab Li Yuan sambil tersenyum.


"Kamu memang selalu membuat kejutan, jika begitu terus kapan kamu akan memikirkan diri sendiri?" ujar Li Dan dengan nada santai.

__ADS_1


"Salam Tuan besar" ucap Li Jieru dengan suaranya yang lembut.


Di sebelahnya nampak Li Baojia yang masih ketakutan. Aura Naga Bumi masih mengintai Li Baojia, ia seperti menjadi bahan mainan hewan mitologi tersebut.


"Tidak usah sungkan, karena kamu sudah menggunakan marga Li maka kamu adalah keluarga kami juga" jawab Li Dan sambil mengangkat secangkir teh dan bersulang untuk kedatangan Li Jieru.


Li Jieru cukup senang mendapatkan perhatian dari ayah Li Yuan, ia juga begitu sopan memperlakukan orang lain yang bahkan belum dikenal dengan baik.


"Sore ini kita akan ke pusat kota, kalian semua harus ikut serta. Terutama kamu Yuan'er, ayah ingin mengenalkan kamu pada putri Gubernur Provinsi Naga Biru. Mukanya aku akan menjodohkan kalian, namun aku juga tidak berani berbuat ceroboh seperti masa lalu. Sebagai seorang ayah, aku juga takkan mengorbankan kebahagian dirimu hanya demi bisnis semata" ungkap Li Dan dengan berseri-seri.


Setiap ucapannya memang seolah seperti tak ada beban, namun Li Yuan mengenal ayahnya sebagai ahli negosiasi. Apa yang baru disampaikan mungkin mencerminkan sikap demokratis seorang ayah terhadap anaknya. Tetapi Li Yuan dapat menangkap pesan jika ayahnya memiliki harapan yang besar demi kebahagiaan beberapa pihak.


"Baiklah, aku pasti akan ikut. Kebetulan aku juga belum pernah melihat keramaian Kota Qinghai selama ini" jawab Li Yuan yang menyetujui permintaan ayahnya.


"Hahaha.. Bagus.. Bagus.. Hari ini langit benar-benar berpihak pada keluarga Li" kata Li Dan sambil tertawa puas.


Tidak lama kemudian, mereka menuju sebuah aula besar yang khusus untuk menikmati hidangan. Li Yuan dan yang lainnya tampak antusias menikmati makanan khas buatan ibu Li Yuan. Meskipun Klan Li semakin berjaya, namun keahlian memasak Xu Zuhui tidak dapat diremehkan. Ibu Li Yuan memiliki bakat alami dalam memasak, tidak heran jika Li Dan tidak pernah absen untuk menikmati masakan istrinya tersebut.


Saat ini Li Yuan teringat akan perkataan Patriark Bao Xiong tentang bakat karakteristik jiwa. Sejenak Li Yuan dapat merasakan jika memang ibunya memiliki kekuatan jiwa yang sangat kuat. Hanya saja ia sembunyikan dengan rapi, jika saja tingkat kultivasi Li Yuan yang sudah tinggi, mustahil baginya untuk bisa merasakan getaran energi jiwa yang dimiliki oleh ibunya tersebut.


Menyadari jika dirinya sedang diperhatikan, Xu Zuhui hanya tersenyum menatap putranya. Seolah mengerti apa yang terjadi, membuat Li Yuan merasa tertarik dengan bakat ibunya yang baru ia ketahui hari ini.


"Ayo semuanya makan, jarang sekali kita memiliki kesempatan seperti ini" ucap ibunya Li Yuan sambil menyiapkan aneka hidangan.

__ADS_1


Li Dan adalah orang yang pertama tidak menahan diri, sambil mengangkat piring ia berkata.


"Lihatlah aku, yang memang sudah tidak bisa menahan rasa lapar"


Ruangan kembali hangat setelah mendengar ucapan ayah Li Yuan tersebut, ada suara tawa dari beberapa orang yang menyaksikan gelagat Patriark Klan Li tersebut.


"Huh.. Ayah bikin malu saja" ucap Li Peiyu sambil mengerucutkan bibirnya.


Sementara Li Yuan merasa sangat bahagia, masa seperti ini sudah lama tidak ia rasakan. Terakhir di Kota Huanxie saat mereka baru saja pindah dari Desa Bambu Kuning Gunung Guntur.


Saat ini kepala pelayan yang masih setia menemani keluarga Li Dan, tersenyum senang. Li Hang tetap berada di tengah keluarga Li Yuan baik di saat susah maupun senang.


"Adik, mulai sekarang kamu akan bersama Li Jieru. Kamu bisa bebas kemanapun kamu ingin mengunjungi tempat di Provinsi Naga Biru ini. Namun kamu harus tetap hati-hati, kita tidak pernah tahu berapa banyak orang iri hati dengan kemajuan keluarga kita" ucap Li Yuan kepada Li Peiyu.


Sebagai adik perempuan satu-satunya, Li Yuan sangat memperhatikan Li Peiyu. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada adiknya yang kini sudah beranjak dewasa. Usia Li Peiyu sudah delapan belas tahun, tentu saja dengan kecantikannya akan mengundang orang yang berbuat usil.


"Terimakasih kak, aku selalu merepotkan diri mu" ucap Li Peiyu sambil menundukkan kepala.


"Tidak boleh berbicara seperti itu, sejak aku memasuki Sekte Laohu aku sudah berjanji untuk menjaga kalian. Meskipun secara tidak langsung namun setidaknya ada orang yang dapat membantu dan dapat kupercaya" ujar Li Yuan dengan tenang.


Tatapannya dengan dalam jatuh kepada Li Jieru dan Li Baojia. Dalam batinnya mereka bertiga sedang berkomunikasi, sebagai pemilik kontrak jiwa Li Yuan tengah membuat pengaturan untuk keluarganya. Li Jieru akan bertugas mengikuti Li Peiyu dan ibunya. Sedangkan Li Baojia menjaga Li Dan yang kini sudah berada pada ranah Pendekar Langit.


Setelah selesai makan bersama, Li Yuan memasuki kamar barunya. Sebagai putra dari Patriark Klan Li, kini ia memiliki kemewahan dan kemegahan yang ia rasakan. Meski demikian ia merasa pencapaian yang sudah dilakukan oleh ayahnya perlu ia jaga dengan baik.

__ADS_1


Li Yuan sudah bertekad untuk membesarkan Klan Li di belakang layar, sementara ayahnya akan bertindak sebagai nakhoda yang akan membawa Klan Li kepada perubahan yang lebih baik.


__ADS_2