
"Hormat kepada Tuan penguasa" sapa Li Jieru dengan hormat.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Li Yuan saat menjawab sapaan dari Li Jieru.
"Aku baik-baik saja, hanya saja pengaruh dari kekuatan dari Yaoguai sebelumnya mengurangi tenaga dalamku" jawab Li Jieru.
"Setelah ini kau akan beristirahat, aku akan berkunjung ke Istana Langit menemui seseorang. Tapi sebelumnya aku ingin meminta tolong kepadamu" ujar Li Yuan.
"Baiklah Tuan, hal apa yang ingin kau dapatkan dari wanita secantik diriku?" goda Li Jieru.
"Andai saja kau wanita murni mungkin aku akan meminta hal yang lain. Tapi kalo ini aku hanya ingin meminta pakaianmu saja" jawab Li Yuan menanggapi godaan dari Li Jieru.
"Hahaha.. Kenapa hanya bajuku saja Tuan, apakah aku masih kurang menarik di hadapan Yuan?" ucap Li Jieru sambil membusungkan dadanya.
Memang Li Yuan sendiri sebagai laki-laki yang sudah beberapa kali berhubungan badan dengan kedua wanitanya mulai merasakan fantasi liar.
"Coba kau perhatikan wanita di sebelah mu" ucap Li Yuan kemudian.
Segera kepala Li Jieru menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Li Yuan, ia melihat jasad seorang wanita yang tubuhnya mengering karena terkena teknik serap jiwa. Teknik mengerikan yang hanya dimiliki oleh Yaoguai, teknik ini juga yang ditakuti oleh hewan mitologi lainnya sebelum mereka tewas.
"Tolong kamu pakaikan pakaian yang layak untuknya, serta berikan ia energi vitalitas agar tubuhnya dapat kembali pada kondisi normal selama beberapa waktu. Aku akan memakamkannya secara layak dan ingin memberikan wajah kepada paman Jia yang sudah kuanggap seperti ayahku" ujar Li Yuan.
"Tentu saja tuan, aku bisa melakukan hal seperti itu, hanya saja aku memerlukan kristal energi untuk membangkitkan energi vitalitas dari seseorang yang sudah meninggal"
Li Yuan segera mengeluarkan sebuah kristal energi yang baru saja ia dapatkan dari gudang penyimpanan harta Aula Jiwa. "Apakah ini cukup?" tanya Li Yuan.
"Cukup Tuan" jawab Li Jieru sambil menerima kristal energi tersebut.
Dengan menggerakkan tangan kanannya, Li Jieru seperti membentuk sebuah segel tangan dan mengekstraksi kristal energi tersebut. Sebuah energi murni mengalir dari tangannya lalu ia alirkan ke dalam tubuh Jia Hien.
__ADS_1
Detik berikutnya energi murni tersebut beredar ke seluruh tubuh Jia Hien dan seperti membentuk kembali tubuhnya yang sudah mengering.
Selanjutnya baik Li Yuan maupun Feng Mian yang memperhatikan teknik yang baru saja ditunjukkan oleh Li Jieru tidak bersuara, mereka berdua sangat serius melihat bagaimana tubuh Jia Hien kembali terisi vitalitas. Meskipun tidak bisa hidup kembali, namun kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Ya.. Seperti ini cukup" ujar Li Yuan yang sudah melihat perubahan fisik wanita yang pernah ia kenal di masa lalu tersebut.
"Tuan, selanjutnya aku akan mengganti pakaian wanita ini" ucap Li Jieru.
Setelah mendengar perkataan dari Li Jieru, baik Li Yuan maupun Feng Mian segera mengerti. Mereka berdua segera meninggalkan tempat tersebut dan mencari sebuah peti mati yang layak.
Di luar bangunan tersebut, Li Yuan segera memberikan kabar kepada Ying Cushan agar menjemputnya dengan membawakan sebuah peti mati terbaik dari Istana Langit.
Mendengar perintah tersebut segenap jajaran Istana Langit yang dipimpin oleh Kaisar Ying Kai segera bergegas menuju tempat di mana Li Yuan berada.
Pada saat ini Li Yuan ingin membiarkan Paman Jia Fu yang akan memakamkan putrinya sendiri. Apakah akan dimakamkan di Sekte Laohu atau di Kota Jincheng.
Feng Mian merasa terharu dengan sikap Li Yuan, walau bagaimanapun juga Feng Mian paling mengetahui bagaimana wanita tersebut meninggal di bawah tubuh Yaoguai.
"Terimalah dan segera pulihkan kondisimu" ucap Li Yuan sambil memberikan dua buah kristal energi kepada Li Jieru.
"Terimakasih Tuan" jawab Li Jieru yang kini seperti pesuruh biasa.
Jika sebelumnya ia masih memiliki kebanggaan sebagai hewan mitologi terkuat, namun kini di bawah pengaruh Li Yuan yang memiliki kekuatan Dewa Penguasa ia tidak lebih dari hewan biasa.
Sejarah hewan mitologi juga dibuat oleh sang Dewa Penguasa untuk menjaga kestabilan Alam Langit yang dibagi ke dalam empat wilayah. Setiap wilayah diawasi oleh hewan mitologi, namun sayangnya setelah masa ribuan tahun dan masa kebangkitan kembali hewan mitologi telah diketahui oleh kelompok Yaoguai.
Sepeninggal Dewa Penguasa yang sudah menjadi abadi di kehidupan selanjutnya, kondisi Alam Langit seperti tidak bertuan. Karena hal itu juga orang-orang dari Aula Jiwa memanfaatkan kekuatan Dewa Kegelapan dari Alam lainnya untuk menguasai Alam Langit yang sudah hidup damai selama ribuan tahun.
Jika saja Li Yuan terlambat menutup portal dimensi, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kekacauan yang lebih besar lagi yang akan ditimbulkan oleh bangsa siluman.
__ADS_1
Setelah menerima dua buah kristal energi, Li Jieru segera menyerap benda tersebut. Li Jieru segera duduk sila di atas batu besar yang terdapat di dekat bangunan tersebut.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya rombongan dari Istana Langit tiba dengan dipimpin oleh Ying Cushan. Selain sebagai anak buah Li Yuan kini Ying Cushan juga ditugaskan menjadi pemimpin pasukan bayangan seperti dulu.
"Salam kepada Tuan muda" ucap Ying Cushan dengan penuh hormat.
Kemudian Ying Kai dan paman Jia juga ikut menyapa.
Di belakang mereka juga terdapat beberapa pejabat Istana Langit seperti Li Tong, Fan Lau dan beberapa lainnya.
"Kau terlalu luar biasa" ucap Li Tong yang keluar dari barisan.
Tanpa sungkan Li memeluk Li Yuan setelah memukul dada Li Yuan tanda persahabatan.
"Hahaha.. Kamu juga luar biasa" balas Li Yuan sambil menepuk bahu sahabat terbaiknya itu.
Kini Li Tong berstatus sebagai Jenderal Langit, pencapaian ini sudah sejajar dengan prestasi yang ditorehkan oleh leluhur keluarga Li di masa lalu.
"Ku dengar kau akan menikahi dua wanita sekaligus? Memang luar biasa saudaraku ini" ujar Li Tong yang sudah terbiasa ceplas-ceplos itu.
Namun melihat keakraban keduanya membuat suasana sedikit lebih tenang.
Setelah saling menyapa, lalu Li Yuan mendekat ke arah Jia Fu.
"Paman tolong maafkan aku, kedatanganku sangat terlambat ke tempat ini" ucap Li Yuan dengan hormat.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Jia Fu yang merupakan sahabat terbaik ayah Li Yuan tersebut.
Pada saat ini Jia Fu mulai menduga-duga jika peti mati yang sebelumnya diminta oleh Li Yuan akan berhubungan dengan dirinya.
__ADS_1
Kemudian Li Yuan menceritakan kronologi dirinya yang berada di Kota Qinghai sampai dengan kekacauan yang terjadi di Kota Nanguan. Ia juga sedikit mengarang cerita tentang Jia Hien yang menjadi korban penculikan serta dibunuh oleh orang-orang Aula Jiwa di tempat ini.