Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Pertempuran di Kota Nanguan


__ADS_3

Sementara kedua orang tua Li Yuan hanya bisa mendoakan keselamatan putranya yang selama beberapa tahun terakhir memiliki misi yang seolah tak pernah berhenti.


Li Jieru yang sudah mendapatkan informasi tersebut juga bersiap, sesuai arahan dari gurunya Li Yuan akan menyertakan Li Jieru atau Naga Bumi untuk ikut bergabung.


Sebagai Hewan mitologi pelindung Provinsi Naga Biru, kini ia memiliki keadaan khusus yang terpaksa harus melanggar perintah sang penguasa Alam Langit terdahulu. Sebelumnya keempat hewan mitologi dilarang saling memasuki wilayah masing-masing.


Namun Li Yuan kini memiliki kekuatan yang setara dengan Sang Penguasa Alam Langit sebelumnya, Dewa legendaris yang kini sudah berada di kehidupan lain yang lebih tinggi.


Sesaat sebelum berangkat, Xu Zuhui selaku ibunya Li Yuan mengeluarkan sebuah benda berupa liontin giok yang selama ini ia kalungkan di lehernya.


"Benda ini sangat berharga dan merupakan warisan leluhur keluarga Xu. Benda ini bisa menguatkan kemampuan jiwamu" kata ibunya dengan serius.


"Terimakasih Bu" jawab Li Yuan dengan hormat.


Setelah memikirkan bagaimana cara meningkatkan kekuatan jiwanya, kini Li Yuan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari ibunya.


Fang Yin dan Yue Hao sempat heran dengan keikutsertaan wanita secantik Li Jieru yang ikut serta. Mereka berdua selama ini mengenal Li Jieru sebagai wanita dingin penjaga Li Peiyu.


Sementara Li Baojia kini mulai merasakan keringat dingin, sebagai jelmaan hewan spiritual ia bisa merasakan fluktuasi Qi dari Naga Bumi yang kini mulai bergejolak hebat.


"Kita berangkat sekarang" ucap Li Yuan sambil menoleh ke arah Li Yuan.


Dalam sekejap, wanita cantik yang berada di samping Li Yuan tersenyum dingin. Detik berikutnya ia kembali ke wujud aslinya sebagai hewan mitologi, Naga Bumi.


"Woosh"

__ADS_1


Seekor naga raksasa melayang di halaman keluarga Li, membuat seluruh kota Qinghai menjadi heboh. Kemunculan wujud asli Naga Bumi juga dapat dirasakan oleh para petinggi Sekte Laohu. Patriark Bao Xiong dan Tetua Bao Zi tampak heran dengan keadaan ini, namun mereka dapat merasakan aura yang sangat kuat berada di sisi Naga Bumi.


"Hmmph.. Muridmu sudah semakin kuat, aku sangat bangga namanya masih tercatat di Sekte Laohu" ucap Patriark Bao Xiong kepada Tetua Bao Zi.


"Entah dia mau jadi sekuat apa nantinya, namun sekarang dia benar-benar bisa mengatur Alam Langit sesuai kehendaknya" balas Tetua Bao Zi dengan tenang.


Sementara di kediaman Li Yuan, semua orang terkejut dengan wujud asli Li Jieru yang selama ini terkesan dingin. Hanya Li Baojia yang terdiam dan tertekan dengan aura hewan mitologi yang begitu mengintimidasi.


Fang Yin dan Yue Hao yang semula sedikit merasa cemburu dengan keikutsertaan Li Jieru bersama Li Yuan kini hanya bisa menelan ludah secara bersamaan.


Mereka berdua adalah orang yang berpengetahuan, mereka berdua tentu mengetahui jika saat ini yang sedang bersama Li Yuan adalah Naga Bumi.


Setelah Li Jieru kembali ke wujud aslinya, Li Yuan segera melompat ke atas punggungnya dan langsung melesat ke atas langit. Di atas punggung Naga Bumi, Li Yuan berusaha menyerap Liontin Giok pemberian dari ibunya.


Sebagai pemilik karakteristik jiwa, kini Li Yuan dapat mengetahui pergerakan dari Yaoguai yang sedang berada di Kota Nanguan.


Di Provinsi Rajawali Emas tepatnya di Kota Nanguan, genangan darah mengalir dengan sangat mengerikan. Ratusan anggota pasukan kegelapan dengan leluasa membunuh pasukan keamanan Kota serta pasukan gabungan yang berasal dari Sekte Angin Puyuh.


Ini merupakan kekuatan terbesar di Alam Langit yang kini bertemu pada tempat dan waktu yang bersamaan. Pemandangan memilukan terlihat dari banyaknya prajurit keamanan kota yang terluka, kini kota Nanguan seperti lautan darah, banyaknya korban luka-luka serta korban meninggal membuat suasana kian mencekam.


Meskipun penyerangan pasukan kegelapan belum lama berlangsung, namun kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Pusat kota yang semula ramai dengan aktivitas penduduk dan bangunannya, kini rusak parah dan mulai ditinggalkan oleh orang-orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Yue Fei bersama putranya Yue Feng telah berusaha mati-matian menjaga Kota Nanguan, ditambah dengan keberadaan Patriark Cai dan para Tetua Sekte Angin Puyuh mereka bahu membahu menghadapi serangan yang sangat mendadak ini.


Pada saat ini Yue Fei baru mengerti tentang maksud dari Li Yuan, sebelumnya ia sudah diperingatkan tentang adanya kekacauan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

__ADS_1


"Untungnya Hao'er sudah berada di tempat yang aman" gumam Yue Fei dalam hati.


Menyaksikan pusat Kota Nanguan yang luluh lantah, pasukan keamanan Kota dihinggapi rasa ketakutan. Lawan yang mereka hadapi saat ini bukanlah prajurit biasa, mereka memiliki kekuatan yang setingkat dengan para Tetua Sekte besar.


Pada saat ini, ancaman dan tekanan yang diberikan oleh pasukan kegelapan membuat orang-orang ketakutan setengah mati. Mereka ingin menyelamatkan diri namun tidak bisa, karena teknik yang dilakukan oleh pasukan kegelapan sangat aneh.


Di tengah keputusasaan, tiba-tiba seekor naga raksasa melayang di udara. Sesosok pria muda dengan pedang yang menggantung di punggungnya kini turun menghampiri pusat pertempuran.


"Akhirnya menantuku tiba" ucap Yue Fei dengan semangat.


Patriark Cai juga melihat kedatangan Li Yuan, yang dengan tenang tanpa fluktuasi Qi dari dalam tubuhnya.


"Anak itu sudah semakin hebat saja. Li Chen, cucumu sungguh luar biasa" ucap Patriark Cai dengan ekspresi gembira.


Naga Bumi berubah kembali ke wujud Li Jieru untuk ikut membantu Li Yuan. Li Jieru yang terlihat sebagai seorang wanita cantik yang polos kini berubah menjadi sosok dingin yang sangat mengerikan, di dalam hatinya dipenuhi semangat yang berkobar saat akan menghadapi pertempuran yang luar biasa.


Li Yuan mengernyitkan matanya, pandangannya jatuh kepada kelima orang yang ia perkirakan sebagai pemimpin lima pilar Aula Jiwa. Lawannya kini sangat kuat dalam hal penguasaan teknik jiwa, padahal dengan kekuatan Dewa Bumi seharusnya mereka bisa sejajar dengan Ketua Sekte besar.


Melihat pemandangan sekitar penuh pertarungan membuat Li Yuan menghela napas dalam. Ia merasa bersalah atas kejadian ini, jika saja ia sudah memiliki kekuatan dari awal maka ia akan membantai pihak musuh lebih awal.


"Aku harus segera mengakhiri pertempuran ini" gumam Li Yuan dalam hati.


Ia menatap ke arah Feng Mian dan pimpinan lima pilar lainnya penuh benci, di dadanya terasa panas menahan kemarahan.


Sementara Feng Mian juga menyadari kehadiran Li Yuan, ia belum mengetahui kekuatan terbaru Li Yuan.

__ADS_1


__ADS_2