
Sementara di Sekte Laohu
Tiga tahun terakhir, kekuatan dan kecerdasan Jia Hien berkembang dengan sangat baik. Bahkan kecantikannya telah menjadi pesona nomor satu di Provinsi Naga Biru. Di usianya yang memasuki sembilan belas tahun, pesonanya telah menarik perhatian Kaisar Langit Tang Shiji. Tang Shiji berniat menjadikan Jia Hien sebagai Istri Kedua dari Tang Shiji. Untuk memuluskan niatnya, Ia mengirim utusan Kaisar Langit yang dipimpin oleh seorang Kepala Kasim.
Kepala Kasim tersebut menyambangi Sekte Laohu, menyampaikan niat Kaisar Tang.
Mengingat yang datang adalah utusan resmi istana, membuat pimpinan Sekte Laohu berada pada posisi yang sulit. Menolak keinginan Kaisar Langit sama saja dengan memberontak. Bao Xiong hanya mengandalkan Tetua Jia sebagai ayah dari Jia Hien.
"Sebelumnya aku ucapkan terimakasih atas kesediaan Kaisar untuk melamar putriku. Tetapi aku mohon maaf, masalah ini harus kami bicarakan terlebih dahulu" jawab Tetua Jia yang kebetulan hadir pada pertemuan tersebut.
"Baiklah, aku akan memberikan kalian waktu tidak terlalu lama" ucap Kepala Kasim Istana tersebut. Setelah itu rombongan Istana Langit segera menuju peristirahatannya di Sekte Laohu. Ia memberikan waktu tiga hari kepada Tetua Jia untuk mengambil keputusan.
Tetua Jia hanya diam termangu. Permintaan Kaisar Langit Tang Shiji untuk melamar Jia Hien terasa sulit baginya untuk menerima. Meskipun ini merupakan peluang untuk meningkatkan status, tetapi Ia masih memikirkan sahabatnya Li Dan.
Setelah kepala Kasim istana langit meninggalkan Aula pertemuan Sekte Laohu, terjadi musyawarah yang cukup alot antara Pimpinan Sekte dan para Tetua. Kedudukan Kaisar Langit Tang Shiji sangat berpengaruh terhadap hubungan baik antara Sekte Laohu dengan Sekte Api Abadi.
Jika Sekte Laohu menolak lamaran tersebut sama saja dengan tidak menghargai Sekte Api Abadi, di sisi lain Jia Hien juga masih sendiri.
"Ketua izinkan Aku berbicara terlebih dahulu kepada putriku" ucap Jia Fu.
"Baiklah jika begitu ini adalah hal besar bagi putrimu yang akan menjalaninya" Jawab Bao Xiong
"Terima kasih ketua aku pamit undur diri" ucap Tetua Jia Fu dengan hormat.
Pada malam harinya Jia Hien diajak bicara oleh ayahnya, "Hien'er apakah kamu tahu apa yang telah terjadi hari ini?" tanya sang ayah.
__ADS_1
"Tidak ayah hari ini aku masih sibuk berlatih" jawab Jia Hien.
"Sebenarnya aku tidak enak kepadamu namun aku berharap kamu bisa mengambil keputusan yang terbaik di dalam hidupmu. Tetapi sebelumnya Ayah ingin bertanya kepadamu" ujar Jia Fu.
"Tentang apa itu ayah?" tanya Jia Hien.
Bagaimana perasaanmu terhadap Li Yuan?" tanya ayahnya.
"Aku sebenarnya mulai menyukai Li Yuan dan selalu memikirkannya beberapa tahun terakhir. Tetapi aku juga harus bisa berada pada posisi yang tepat, semenjak ia menghilang tiga tahun yang lalu sampai kini ia tidak ada kabar. Secara perlahan aku juga belajar untuk melupakannya" jawab Jia Hien.
"Baiklah jika begitu, tetapi apakah kamu tidak ingin menunggunya lebih lama lagi?" tanya Jia Fu lagi.
"Kurasa untuk hal itu mustahil yah, aku sudah putus asa. Aku juga beberapa kali ke kediamannya berteman dengan adiknya, kurasa itu sudah cukup untuk menebus kesalahanku sebelumnya. Aku juga sudah berpikir bahwa Li Yuan hanyalah bayangan masa lalu" jawab Jia Hien dengan gamblang.
Mendengar ucapan dari ayahnya, Jia Hien merasa sedikit bimbang. Kaisar Langit Tang Shiji siapapun pasti sudah mengenalnya, sebagai bakat muda ia merupakan jenius pertama yang menjadi Kaisar pada usia kurang dari 40 tahun.
Hati Jia Hien sedikit mulai goyah, walau bagaimanapun juga Ia sangat mendambakan seorang pria yang memiliki kekuatan dan kekuasaan seperti Kaisar Langit. Watak asli Jia Hien kembali muncul. Hanya beberapa tahun saja ia melupakan ucapannya saat ia ditolong oleh Li Yuan.
"Baiklah! aku setuju" ucap Jia Hien tanpa berpikir panjang lagi.
"Apakah kamu sudah memikirkannya nak?" tanya sang ayah.
"Aku sudah yakin dengan keputusanku. Ini adalah kesempatan terbaik dalam hidupku dan juga ini akan menjadi kesempatan yang baik pula bagi Sekte. Kekuatan Sekte Api Abadi sulit dilawan, bahkan di provinsi Naga Biru ini tidak ada yang dapat menyainginya. Bahkan aku juga mendengar bahwa Kaisar langit saat ini sedang melakukan kultivasi tertutup untuk meningkatkan kekuatannya.
Bukankah itu suatu keberuntungan?" ucap Jia Hien secara mendetail.
__ADS_1
Jia Fu hanya terdiam, dirinya tidak menyalahkan keputusan putrinya tersebut secara logika memang benar adanya seperti yang iya ucapkan tadi tetapi jiwa persahabatannya membuat Jia Fu merasa bersalah namun memikirkan kembali nasib Li Yuan, Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa kejadian 3 tahun yang lalu tidak dapat diubah kenyataannya.
"Maafkan aku nak Yuan" gumam Tetua Jia Fu dalam hati. Ia masih berharap banyak kepada Li Yuan.
Keesokan paginya, Jia Fu menyampaikan hasil pembicaraan dirinya dengan Jia Hien. Putrinya tidak keberatan menikah dengan Kaisar Langit. Dalam satu hari berita tersebut menggemparkan Sekte Laohu. Banyak murid wanita yang merasa iri dengan Jia Hien. Menjadi istri dari Kaisar Langit adalah dambaan setiap wanita. Berkuasa atas Alam Langit merupakan suatu keadaan yang tidak dapat dibayangkan.
Jika yang lainnya menyambut gembira berita tersebut, tetapi tidak dengan Li Tong. Ia merasa tindakan Jia Hien adalah konyol. Sebagai sahabat Li Yuan, Ia masih ingat betul peristiwa Jia Hien yang disandera oleh kelompok Mawar Hitam.
Li Tong berinisiatif mendatangi kediaman Tetua Jia Fu. Ia ingin memastikan sendiri jika keputusan Jia Hien sudah tepat. Ia hanya tidak mau Jia Hien menyesal, apalagi Li Tong pernah mendengar jika Jia Hien akan ditunangkan dengan Li Yuan.
Di sebuah taman, di kediaman Tetua Jia Fu. Berdiri seorang pemuda perkasa dengan pedang menggantung di pinggangnya. Ia adalah Li Tong, sosok murid yang cukup disegani.
"Nona Jia, apakah kamu sudah tidak memikirkan Li Yuan?" ucap Li Tong saat berbicara dengan Jia Hien.
"Li Yuan adalah masa lalu, aku tidak mungkin berdiri di atas kehampaan" jawab Jia Hien.
"Setidaknya Nona Jia masih berkenan untuk menunggu dirinya beberapa tahun lagi" ujar Li Tong.
"Apakah kamu pikir orang yang sudah mati akan hidup kembali?" kata Jia Hien.
"Baiklah Nona Jia, aku tidak akan mempengaruhi keputusanmu. Walau bagaimanapun Li Yuan adalah sahabat dan saudara terbaikku. Aku hanya tidak mau sesuatu yang berhubungan dengan dirinya akan meluap begitu saja di depanku" ucap Li Tong.
"Terimakasih atas kepedulianmu, Li Yuan dan aku tidak berjodoh. Masa kami pun sudah berlalu. Aku juga bisa mengatakan kepadamu bahwa keputusanku sudah bulat" ucap Jia Hien dengan tegas.
"Baiklah Nona jika demikian, selamat atas kebahagiaanmu" pungkas Li Tong sebelum dirinya berpamitan.
__ADS_1