
“Mau kemana Kalian!” Hao Long segera melepaskan serangan Tinju Naga dengan kedua tangannya. Dua Api berbentuk ular naga menyambar ke arah Rao Di dan Tu Bei.
Keduanya terkesiap mendapati Hao Long telah berada di depannya, namun begitu serangan Hao Long berhasil mereka hindari walau nyaris saja membakar tubuh mereka.
Belum mendapat jawaban dari dua orang itu, Hao Long dikejutkan dengan Aura besar yang berasal dari tempat di mana Li Annchi berada saat ini.
Walau sempat ragu sejenak, Hao Long akhirnya melesat meninggalkan mereka berdua. Hal itu segera dimanfaatkan oleh Tu Bei dan Rao Di untuk kembali ke gedung persembunyian mereka.
Saat tiba di tempat Li Annchi berada, Hao Long melihat Sang Kekasih sedang bertarung melawan sosok pria berwajah hitam.
Saat Ia melihat satu dari Tiga Angin Kematian, Hao Long memahami apa yang terjadi. “Rupanya pria berwajah hitam itu Guru mereka yang bernama Dewa Angin Hitam.”
Melihat Li Annchi berhasil mendesak Dewa Angin Hitam, Hao Long akhirnya melesat menyerang dua orang Ketua Sekte beserta seluruh anggota mereka.
Dalam sekejap, puluhan anggota dan tetua Sekte Rantai Iblis dan Sekte Kaki Baja, menemui ajal di tangan Hao Long. Melihat anggota mereka dibantai dengan kejam, Peng Chu dan Cao Hung menjadi geram.
Keduanya segera melesat setelah mengerahkan kekuatan penuh mereka. Cao Hung mengeluarkan rantai berwarna hitam sedang kedua kaki Peng Chu telah berwarna seputih baja.
WHUTS BLAARRR
Serangan dari rantai hitam yang bisa memanjang dan membesar itu, berhasil Hao Long hindari, bangunan di belakangnya pun hancur terkena hantaman rantai itu.
Hao Long kembali melompat ke udara saat melihat dua energi berbentuk kaki raksasa menderu ke arah dirinya dengan cepat.
BLAARR BLAAAR
Dua bangunan di belakang Hao Long hancur terhantam serangan Peng Chu. Rantai Iblis berwarna hitam kembali melesat ke arah tubuhnya.
Hao Long mengeluarkan Pedang Api Emas dan menebas rantai hitam Cao Hung yang seketika terkesiap melihat senjata pusakanya dihancurkan oleh Hao Long.
“Tidak mungkin!” Cao Hung berteriak keras sambil memandangi sisa Rantai Iblis di tangannya. Hal itu membuatnya lengah hingga tak melihat energi pedang emas telah melewati tubuhnya.
Pandangan Cao Hung seketika menjadi gelap, tewas dengan tubuh yang terpotong menjadi dua bagian. Wajah Peng Chu pun seketika memucat melihat hal itu.
__ADS_1
“Serang dia!” Sekitar delapan puluh orang anggota dari kedua sekte yang telah berdatangan di tempat itu, tidak menuruti perkataan Peng Chu setelah melihat Cao Hung tewas mengenaskan.
Mereka justru berlarian meninggalkan tempat tersebut. Peng Chu tak mempunyai pilihan lain. Ia melepaskan dua serangan dengan jurus tendangan Kaki Bajanya ke arah Hao Long.
Hao Long, menepis salah satu energi berbentuk kaki itu dan menghindari satu energi lain. Setelah itu Ia melihat Peng Chu telah berada di sisi satu orang murid Dewa Angin Hitam.
Sementara di tempat berjarak tujuh puluh meter dari Hao Long, Dewa Angin Hitam terlihat sangat gusar. Beberapa jurusnya berhasil dibekukan oleh Li Annchi.
Di puncak kemarahannya, Qian Bhu menjadi tak terkendali, seluruh energi Ia kerahkan. Aura Kultivator Tingkat Dewa Sejati Level dua, memancar kuat dari tubuhnya.
Melihat itu, Li Annchi segera bersiap dengan mengeluarkan jurus Tapak Salju Abadi. Suasana seketika berubah, suhu turun dengan drastis seiring salju turun dari awan yang kini seluruhnya telah memutih.
Dalam radius lima puluh meter dari tubuh Li Annchi, semua benda terselimuti oleh es. Qian Bhu terkesiap melihat hal tersebut. Seumur hidupnya, ini kali kedua Ia merasakan jerih di hatinya, kali pertama saat Ia bertemu dengan Raja Iblis beberapa bulan yang lalu.
Namun begitu, Qian Bhu pantang menyerah, Ia segera memutar tubuhnya dengan sangat cepat hingga tercipta angin tornado berwarna hitam yang bergulung dengan dahsyat.
Putaran Tornado Hitam itu semakin membesar, menerbangkan segala sesuatu yang berada di dekatnya. Melihat hal itu Li Annchi tak tinggal diam.
Apa yang terjadi kemudian, membuat mata Peng Chu melotot lebar, putaran Angin Tornado Qian Bhu seketika membeku dan sesaat kemudian terdengar suara menggelegar.
BLAAAMMM
Angin tornado, meledak setelah terhantam tamparan keras tangan raksasa seputih salju itu. Sesaat kemudian terlihat tubuh Qian Bhu yang tergeletak dengan kondisi mengenaskan.
Tubuh tanpa kepala itu, kehilangan dua lengannya, sementara hanya satu kakinya yang terlihat utuh. Melihat Sang Guru telah tewas, satu orang muridnya yang tersisa, segera melesat dengan mengubah wujudnya menjadi angin tornado kecil.
Li Annchi yang melihat hal itu segera mengejarnya, namun Ia terkejut ketika melihat tornado kecil itu menghilang seolah memasuki sebuah dimensi yang berbeda.
Di luar dugaan Li Annchi, dari tempat menghilangnya angin tornado itu, melesat seekor Katak yang membuat Li Annchi memucat. Ia melesat menjauhi katak itu, karena tak kuasa menahan rasa jijiknya.
“Long …. Tolong Aku!” Hao Long baru saja menghabisi Peng Chu yang hendak melarikan diri dari tempat tersebut. Mendengar Li Annchi berteriak, Ia segera melesat ke arahnya.
Melihat seekor Katak kurus sepanjang tiga meter melompat menyerang LI Annchi yang terlihat ketakutan, Hao long segera melepaskan jurus Tinju Naga dari tangan kanannya.
__ADS_1
Katak itu berkelit membuat serangan Hao Long mengenai udara hampa. Ia sedikit terkejut melihat katak itu bisa menghindari serangan cepat darinya.
Katak itu menginjak kakinya di tanah, tubuhnya terlihat naik turun dengan bagian bawah mulutnya mengembung. Sesaat kemudian, katak itu membuka mulutnya.
Melesat cahaya berwarna hijau yang hampir saja mengenai dada Hao Long, jika sedetik saja Ia terlambat menggerakkan tubuhnya.
Hao Long tak percaya dengan apa yang Ia lihat, sementara Li Annchi menutup wajahnya, tak ingin melihat Katak hijau yang tubuhnya di penuhi oleh lendir yang sangat menjijikkan baginya.
“Annchi Awas …!” Hao Long berteriak saat melihat katak itu melompat hendak menerkam Li Annchi yang sempat melihat sekilas pergerakan itu.
Li Annchi melompat tinggi ke udara, katak hijau itu memandanginya dengan tatapan yang membuat Hao Long kesal melihatnya.
Sementara di rumah tua, terlihat Gao Baidi yang baru saja memarahi Rao Di dan Tu Bei, sedang memejamkan matanya. Di depannya terlihat sosok murid Dewa Angin Hitam, tertunduk dengan tubuh yang lemas.
Saat melarikan diri tadi, tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Gao Baidi yang membuat sebuah ilusi dengan mengeluarkan sebuah katak hijau sepanjang tiga meter yang segera mengejar Li Annchi.
“Sehebat apapun perempuan, mereka akan merasa jijik jika melihat hewan-hewan yang berlendir. Kini Aku punya cara menghadapi gadis itu.” Gao Baidi tersenyum dengan mata tetap terpejam, mendapati dugaannya ternyata benar.
Saat ini Ia sedang menggerakkan Katak Ilusi yang sedang menyerang Hao Long yang terlihat kesal, karena belum satupun serangannya bisa mengenai tubuh Katak yang selalu melompat dengan cepat itu.
Gao Baidi lalu berkata seraya membuat katak Ilusinya berhenti di tanah. “Terimalah Jurus Katak Tengkurap Membius Mangsa!”
Suara itu terdengar lirih di telinga Rao Di dan Tu Bei, namun terdengar keras di telinga Li Annchi dan Hao Long yang dahinya berkerut melihat gerakan katak tersebut.
Tubuh Katak Hijau sepanjang tiga meter itu, terlihat sedang naik turun namun hanya kedua kaki bagian belakangnya saja yang bergerak.
Hal itu membuat Li Annchi membekap mulutnya, sedikit melupakan rasa jijiknya. Sementara Hao Long mendengus kesal.
“Ini mah jurus Katak Tengkurap Menahan Nafsu!”
Hao Long lalu mengeluarkan Pedang Api Emas, karena Ia belum mengetahui jika Katak itu sebuah ilusi yang diciptakan oleh Gao Baidi.
----------------------------O----------------------------
__ADS_1