Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Hao Long Vs Ge Riong


__ADS_3

Sesaat kemudian, pertanyaan yang memenuhi benak Li Annchi terjawab, ketika Roh Penghuni Pedang Inti Besi yang merasuki Kaisar Mantium, berteriak keras.


“Thian Hu! ... Bagaimana Kau masih berada di Dunia Manusia?!” Suara yang serak itu terdengar terkejut saat berhasil mengenali Aura roh yang sangat kuat itu.


Hal yang sama terjadi pada Thian Li yang mengenal nama itu sebagai Pamannya, Kakak dari Sang Ayah Thian Bei. Thian Hu telah tewas ribuan tahun lalu saat membantu Dewa Langit menyegel Iblis Waktu.


Ia tewas mengorbankan diri, demi bisa membuat Dewa Langit melakukan tugasnya sehingga dengan demikian Alam Semesta terselamatkan dari Kekejaman Iblis Waktu.


Hal itu membuat Para Dewa tersentuh sehingga Rohnya tetap berada Di dunia Manusia dan bersemayam di Permata Ke Lima dari Ikat Pinggang Lima Permata.


Berbeda dengan Thian Bei yang berambisi menjadi seorang Dewa di masa ribuan tahun lalu, Thian Hu justru memilih hidup sederhana layaknya manusia biasa.


Namun begitu, dari segi kekuatan, Thian Bei kalah jauh dari Thian Hu yang mendapat berkah dari Dewa atas sikap rendah hatinya walau mampu mencapai Tingkat Surgawi dan satu-satunya manusia yang mampu mencapai tingkat tersebut.


Hal itu yang membuat Roh yang merasuki Kaisar mantium sedkit gentar untuk bertarung melawannya. Terakhir Ia bertarung dengan Thian Hu, membuatnya harus tewas dan rohnya ditolak oleh langit.


Hingga akhirnya Ia berhasil membujuk seorang Penempa legendaris yang memasukan rohnya ke dalam Pedang Inti Besi yang terbuat dari besi terkuat yang ada di alam semesta itu.


“Yang Bhu! ... Setelah menjadi roh, kau masih saja berada di jalan yang sesat. Mungkin benar Kata Dewa Langit, Roh mu harus dimusnahkan dari alam semesta ini.”


Selepas berkata demikian, di tangan Hao Long yang terangkat ke udara, muncul sebuah senjata yang berupa cahaya sepanjang satu setengah meter.


“Tombak Petir Pemusnah Roh! Bagaimana bisa berada di tanganmu?!”Tubuh Kaisar Mantium bergetar hebat, melihat senjata yang tiba-tiba melesatkan petir dengan kecepatan super tinggi.


Petir itu menghantam lengan Kaisar Mantium yang menggengam Pedang Inti Besi dan membuatnya putus seketika disertai jeritan panjang Roh Yang Bhu.


Saat tangan kiri Hao Long yang dirasuki roh Thian Hu terangkat, Pedang Inti Besi yang meluncur jatuh, tiba-tiba berbalik arah dan melesat ke arah Hao Long yang segera di gengammnya.


Setelah memasukan Pedang Inti Besi ke dalam Cincin ruangnya, Thian Hu lalu mengangkat Tombak Petir Pemusnah Roh dan melesat dengan cepat, tanpa bisa di hindari oleh Roh Yang Bhu.


JLEEEEB


DUAAAR

__ADS_1


Tubuh Kaisar Mantium meledak sangat hebat. Membuat seluruh bangunan Kota Kristal bergetar kuat dan runtuh sesaat kemudian.


“Ah ... Aku tidak bisa berlama-lama di dalam tubuh mu yang lemah ini bocah. Satu lawan mu yang tersisa jangan Kau biarkan hidup, sekalipun Ia keponakanku. Hati-hatilah saat bertarung melawan Thian Bei. Dia orang yang sangat licik.”


Belum sempat Hao Long menjawab, Roh tersebut telah kembali ke dalam Batu Permata Ke Lima pada Ikat Pinggang Lima Permata.


Thian Hu menyadari tubuh Hao long tak akan mampu bertahan lebih dari tiga puluh detik lagi, jika Ia memaksakan diri, maka Tubhu itu akan meledak.


Sat itulah Hao Long menyadari dirinya bisa mengendalikan kembali tubuhnya lagi. Ia pun menatap ke arah dimana tiga orang tadi berada.


“Kemana sepasang muda-mudi tadi?” Hao Long menatap sekelilingnya. Setelah tidak menemukan yang Ia cari, Ia pun kembali menatap ke satu orang yang tersisa di tempat itu.


Hao Long tidak mengetahui jika Thian Li yang mengenali Aura Thian Hu, segera mengajak sang suami untuk kembali ke Dunia Payau tanpa berpamitan sepatah katapun pada Ge Riong.


“Jadi ini orang yang bernama Ge Riong itu? Kekuatannya memang sangat tinggi, wajar saja Ia berambisi menguasai Alam semesta.”


Hao Long menelan ludahnya sejenak. Di saat itulah Li Annchi datang mendekat, bersamaan dengan Ge Riong yang juga melayang perlahan ke arah Hao Long.


“Bocah sepertinya roh yang merasuki dirimu telah pergi. Ku akui Kau memang hebat, namun Aku tidak bisa membiarkan orang-orangku mati tanpa ada yang membalaskan dendam mereka.”


Hao long tak ingin pertarungan mereka membuat para penduduk kota menjadi korbannya. Selain itu Ia merasakan belasan Aura di Ranah Bumi, bergerak mendatangi tempat tersebut.


“Pilihlah tempat dimana Kau ingin mati bocah!”


Hao Long tersenyum kecut mendengar ucapan Ge Riong. “Annchi jika puluhan orang di Ranah Bumi itu mengganggu pertarungan kami habisi saja semuanya.”


Ketiganya pun melesat meninggalkan Kristal hingga sejauh lima kilometer dari tembok Kota tersebut. Sementara belasan orang di Ranah Bumi terus mengikuti mereka.


Keduanya kini berada di sebuah tempat yang di kelilingi oleh empat buah bukit besar yang ditumbuhi oleh pepohonan yang tinggi.


Sementara Li Annchi berada di atas sebuah bukit dan mematung di udara dengan hati yang berdebar-debar.


DUAAR

__ADS_1


Suara menggelegar terdengar saat Ge Riong melsatkan sebuah serangan Tinju berbentuk energi yang sangat kuat dan melesat sangat cepat.


Namun Hao long dengan kaki awannya berhasil menghindari serangan tersebut, hingga puncak bukit di belakangnya yang hancur terkena hantaman energi berbentuk tinju raksasa itu.


Ge Riong terlihat sangat kesal dengan kecepatan Hao Long yang dengan mudah menghindari serangannya. Ia pun kembali melesatakan Tinju Tangan Kristalnya secara berturut-turut.


BLAAAR –BLAAR


Ledakan energi yang beruntun, terdengar saat pepohonan terhantam serangan energi Ge Riong. “Apa hanya menghindar saja kemampuan mu bocah?!”


Ge Riong berkata dengan gusar, sebelum akhirnya berteriak keras untuk melepaskan serangan energi suara dari mulutnya.


Energi raungan Ge Riong menerpa tubuh Hao Long yang tidak menduga akan diserang dengan cara seperti itu. Tubuhnya pun terpental kuat hingga membentur sebuah dahan pohon yang seketika tumbang.


Melihat serangannya berhasil mengenai Hao Long yang selalu berhasil menghindari serangannya tadi, Ge Riong pun terkekeh senang.


Tidak memberi kesempatan pada lawannya, Ge riong kembali melesatkan ratusan energi berbentuk pedang yang melesat saat hao Long baru saja kembali ke udara.


Hao Long melesat lebih tinggi lagi, namun ratusan pedang itu mengejarnya seolah memiliki nyawa sendiri. Kesal dirinya diburu, Hao Long tiba-tiba berbalik dengan Tangan Kanan yang telah berubah biru dengan Lima Cincin energi melingkar di lengannya.


WHUSSS ..... JEDAAAAAR


BLAAAAMM


Belasan energi berbentuk pedang itu hancur dan membuat udara di sekitar mereka berfluktuasi dengan hebat hingga radius ratusan meter.


Energi dari ledakan serangan keduanya itu, juga menerpa belasan Kultivator di Ranah Bumi yang baru saja tiba di tempat itu. Mereka pun berdecak kagum akan kekuatan mereka berdua.


Hao Long yang akan melesatkan serangan ke arah Ge Riong berada, seketika terkesiap melihat puluhan sosok Ge Riong muncul dari balik asap yang tercipta dari ledakan energi mereka.


“Aih jurus apalagi ini?”


Walau Hao Long terkejut, namun Ia tetap melesatkan serangannya ke arah puluhan sosok Ge Riong yang tersenyum mengejeknya.

__ADS_1


Hao Long terkesiap saat puluhan petir besarnya, tidak mampu membuat sosok-sosok duplikat Ge Riong itu musnah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2