
BUM
Li Annchi mengibas tangannya, melesatkan energi dingin yang membuat tentakel raksasa itu terpental dengan kondisi membeku.
Terlihat raut wajah gurita itu berubah terkejut karena tidak bisa lagi menggerakkan Tentakelnya. Ia menatap Li Annchi dengan amarah yang besar.
Tujuh Tentakel melesat bersamaan ke arah Li Annchi, namun Hao Long telah melesat lebih dulu seraya mencabut Pedang Api Emas.
WHUSSTT
CRASSSSH
Tujuh Tentakel putus, masing-masing menjadi dua bagian setelah terhantam energi berbentuk pedang sepanjang dua puluh meter.
Wajah Gurita Raksasa itu terlihat panik, Ia lalu menyemburkan cairan hitam pekat ke udara membuat tubuhnya tidak terlihat oleh Hao Long yang telah bersiap menyerangnya lagi.
Hao Long mengibaskan tangan kirinya, gumpalan cairan hitam itu pun jatuh dengan cepat, membuat Hao Long bisa melihat Gurita raksasa itu telah bergerak menjauhinya.
Saat berhasil menyusulnya, Gurita itu telah berada di tepi sungai besar. Ia melesat ke dalam air sungai tepat saat Hao Long melepaskan energi Pedang Api Emas.
“Annchi! Bekukan Air sungai ini!” Li Annchi pun melesat ke permukaan sungai lalu mengerahkan energi dalam jumlah besar saat tapaknya menyentuh permukaan air.
Kurang dari satu menit, terdengar suara retakan dan gemuruh pada jarak lima puluh meter dari Li Annchi.
Suara yang berasal dari bongkahan air sungai yang telah menjadi es dan pecah karena keluarnya Gurita raksasa dari dalam sungai besar tersebut.
Hao long yang sudah menanti keluarnya makhluk Beast itu, segera melesatkan energi berbentuk Pedang sepanjang dua puluh meter tepat saat tubuh gurita itu tiba di tanah.
CRAAASHHH
Terdengar Raungan panjang mengiringi kematian Gurita raksasa yang tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.
__ADS_1
Hao Long kembali melepaskan energi pedang yang membuat tubuh gurita itu hancur menjadi butiran kecil sebesar kepalan tangan.
Keduanya lalu kembali ke tempat di mana Huang Bao dan yang lainnya, terlihat takjub dengan kekuatan yang Hao Long tunjukkan. Begitu mudahnya Hao Long membunuh beast itu, padahal mereka hampir binasa saat melawannya.
***
“Begitu rupanya, mereka sedang mencari kami berdua.” Hao Long berkata setelah mendengar situasi daratan kuno yang telah tiga bulan Ia tinggalkan.
“Selain itu, mereka juga memajang lukisan wajah anda berdua di setiap tempat di kota-kota yang mereka kuasai.” Fu Xia menambahkan informasi seraya mengeluarkan selembar kertas berisi sketsa wajah Hao Long dan Li Annchi.
“Ternyata di masa ini sudah ada manusia yang mampu melukis sehebat ini.” Gumam Hao Long setelah melihat lukisan di kertas tersebut.
“Orang yang melukis anda dijuluki sebagai Pelukis Malam. Seorang Kultivator yang kabarnya sangat kejam. Ia bisa membunuh lawan dengan hanya melukisnya saat mereka sedang bertarung. Dia tidak berasal dari dunia kita.”
Penjelasan panjang dari Fu Xia itu membuat suasana menjadi hening, menyadari situasi telah menjadi sangat berbahaya. Terutama kedatangan para kultivator dari dunia lain yang memiliki kultivasi di atas Tingkat Dewa Tahap Akhir.
Hao Long tersenyum kecut melihat suasana di ruangan ini. Rasa Jerih terlihat jelas di raut wajah lebih dari dua puluh orang Ketua dan Tetua Sekte Aliansi Aliran putih yang berada di dalam ruangan.
Saat ini Hanya Patriark Ou Yang saja yang telah berada di Tingkat Antara dan hanya butuh sedikit waktu lagi untuk memasuki Tingkat Dewa Sejati Level Satu.
Hao Long lalu meminta Fu Xia untuk membuatkan catatan dan denah dari tujuh Kota besar yang telah dikuasai oleh Aliran Hitam.
Ia juga meminta kepada Huang Bao agar mengerahkan orang untuk mencari tahu, di mana adanya logam yang seperti logam Liontin yang Ia dapatkan dari masa depan, seraya menunjukkan kepada mereka Liontin tersebut.
“Jika besi seperti ini yang kau cari, wilayah kita sangat kaya sekali dengan butiran besi seperti ini.” Jawaban Biksu Chang Lin, membuat Hao Long tertegun.
Setelah berpikir cukup lama, barulah Hao Long menyadari sesuatu yang membuat wajahnya terlihat lebih cerah. Hal itu membuat yang lainnya bertanya-tanya apa yang sedang Hao long pikirkan.
“Kakek Huang, satu-satunya alasan yang mungkin, kenapa Aliansi Aliran Hitam belum menyerang wilayah kita, itu karena besi ini. Besi yang mampu meredam kekuatan mereka yang berasal dari Dunia lain dan juga senjata pusaka milik Xiong Hu.”
Keterkejutan terlihat di wajah semua orang. Hao Long pun meminta mereka untuk tidak keluar dari wilayah di mana mereka saat ini berada.
__ADS_1
Hao long lalu membagikan puluhan Buah Apel Dewa yang tersimpan di dalam Cincin Ruangnya. Ia meminta mereka untuk meningkatkan kekuatan, selama Ia dan Li Annchi pergi untuk menyelidiki kekuatan lawan di tujuh kota besar tersebut.
Hao Long pun menerima denah dan catatan tentang nama dan letak tujuh kota besar itu dari Fu Xia. “Tetua Fu, apakah Anda mengetahui seseorang yang ahli dalam membuat sebuah topeng?”
Fu Xia tersenyum. “Kau sedang bertanya pada orang itu sendiri Long’er”. Patriark Ou Yang tertawa setelah berkata demikian. Wajah Hao Long terlihat senang.
Lalu meminta Tetua Fu untuk membuatkan beberapa topeng yang berbeda untuk Ia dan Li Annchi. Dengan penuh semangat , Tetua Fu segera mengajak Hao Long dan Li Annchi ke ruang pribadinya.
Satu Jam berlalu, semua orang terlihat kagum dengan kemampuan Fu Xia yang telah membuat wajah Hao long dan Li Annchi, kini terlihat sangat berbeda. Keduanya terlihat berusia lebih dari tiga puluh tahun.
“Long’er hati-hatilah!” Huang Bao adalah orang terakhir yang berpesan kepadanya sebelum Hao Long dan Li Annchi melayang ke arah timur untuk memulai rencana di kepalanya.
“Long … Kau tidak benar-benar bermaksud menyelidiki mereka bukan? Kau Ingin membantai mereka sendirian kan?!” Hao Long tersenyum mendapati rencananya diketahui oleh Li Annchi.
“Melibatkan mereka, hanya akan membuat semuanya mati sia-sia.” Jawab Hao Long santai. “Tentang besi itu bisa meredam kekuatan lawan, apakah itu juga sebuah rencana palsu mu untuk membuat mereka tidak keluar menyerang?”
“Bukan … Aku baru menyadari jika besi baja hitam itu mengandung magnet. Walau tidak sekuat magnet asli, namun karena dalam jumlah banyak, membuat udara di wilayah ini dipenuhi oleh Medan Magnet.”
Hao Long juga mengatakan, jika Ia menjelaskan hal ini pada Kakek Huang Bao dan lainnya, tentu saja mereka tidak mengerti apa itu medan magnet. Li Annchi pun menganggukkan kepalanya.
Setelah satu jam melayang, Hao Long membuka kembali selembar kain berisi denah kota dan namanya yang di buat oleh Tetua Fu Xia.
Setelah melihat peta, Hao Long memutuskan turun di balik bukit berjarak satu kilometer dari gerbang kota bernama Kaiping. Mereka memutuskan berjalan menuju kota dengan menyembunyikan kekuatannya.
Dengan menyamar sebagai suami isteri yang hendak berdagang di kota Kaiping, keduanya berhasil melewati gerbang kota dengan mudah, apalagi wajah mereka telah berbeda dari sketsa wajah yang dibuat oleh Pelukis Malam.
“Long sepertinya, ada keributan di bawah.” Li Annchi yang baru selesai mengemas bawaan mereka di dalam sebuah ruang penginapan di lantai tiga, membatalkan niatnya untuk duduk.
“Sepertinya terjadi keributan di ruang makan penginapan ini. Annchi sebaiknya kita tidak ikut campur dal …”
BLAAAMMM
__ADS_1
Suara menggelegar terdengar keras, lalu terdengar suara berderak dari bangunan di seberang mereka yang perlahan runtuh, karena terhantam energi dari orang yang sedang bertarung di lantai satu penginapan tersebut.
---------------------------O-----------------------------