Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Mendatangi Goa


__ADS_3

Tempat bernama Istana Siluman, adalah sebuah tempat yang tersusun dari batu-batu besar yang membentuk bulatan dengan diameter lebih dari lima belas meter.


Ditengah tumpukan batu itu, terdapat sebuah batu besar di mana seekor Singa Hitam bertubuh sepanjang tiga meter, terlihat sedang tidur diatasnya.


Berjarak tiga puluh meter dari bebatuan tersebut, terlihat sebuah Pohon Raksasa yang memiliki diameter lebih dari dua puluh meter dengan tinggi mencapai dua ratus meter.


Pada pohon yang memiliki nama Pohon Abadi itu, di ketinggian seratus lima puluh meter, terlihat satu-satunya Bunga yang ada di pohon tersebut.


Bunga berwarna seputih salju itu, telah ada sejak ribuan tahun lalu dan tak pernah layu sedikitpun. Hal itu membuat para siluman memuja Pohon dan Bunga tersebut sebagai tempat tinggal Leluhur Semua Bangsa Siluman.


Singa hitam itu adalah Raja Singa Hitam, Penguasa Dunia Siluman yang merebut kekuasaan dari Annabi dengan bantuan Seorang manusia dari Dunia Kristal bernama Buha. Ia segera menyadari kedatangan Raja Elang Hitam.


“Ada apa Raja Elang? Kenapa Kau terlihat panik?” Sosok Raja Singa Hitam yang bertubuh setinggi dua meter dengan tubuh dan seluruh bulunya berwarna Hitam legam, bangkit dan menatap Siluman burung elang sepanjang empat meter di depannya itu.


“Yang Mulia Raja ... Aku mendapat Berita dari Siluman Bunglon, bahwa Ia melihat Annabi bersama lima makhluk seperti Tuan Buhao, telah membunuh ratusan Siluman Laba-laba di wilayah utara dan juga telah membunuh Tuan Labasha.”


Raja Singa Hitam tersentak kaget, Ia yang selama ini merasa khawatir karena Annabi belum tertangkap, terlihat panik. “Raja Elang, Kau temui Tuan Buhao di Hutan Barat dan sampaikan berita ini. Minta Ia secepatnya kembali ke Istana Siluman.”


Raja Elang Hitam segera melesat ke arah barat dengan kecepatan penuh, meninggalkan Raja Singa Hitam yang berjalan-mondar-mandir dengan gelisah.


Ia lalu memerintahkan siluman tupai untuk memanggil para pemimpin Siluman dari berbagai jenis siluman di hutan tersebut. Dalam sekejap, Istana Siluman dipenuhi oleh para Raja dan Ratu Siluman dari berbagai jenis.


Sesaat kemudian, Buhao datang bersama Raja Elang Hitam. Raja Singa Hitam lalu memberitahukan bahwa Annabi telah kembali bersama Lima makhluk seperti Buhao.


Tentu saja hal itu, mengejutkan para raja dan ratu siluman lainnya. Namun sebagian yang lain, merasa senang mendnegar berita tersebut. Mereka adalah para raja dan ratu Siluman yang masih setia kepada Ratu Annabi.


Setelah itu disusunlah sebuah rencana, untuk menangkap mereka. Rencana itu diutarakan oleh Buhao, yang merasa bersemangat karena akan bertarung dengan sosok sekuat dirinya, setelah sekian tahun tidak pernah bertarung sama sekali.


Setelah itu, Buhao pun pergi ke sebuah tempat, tepatnya sebuah goa besar yang selama ini menjadi kediamannya. Ia memiliki tiga siluman sebagai pelayannya.


Namun Raja Singa Hitam tidak mengetahui jika ketiga siluman itu adalah rekan Buhao dari Dunia Kristal yang bertugas mengawasi dirinya sekaligus mencari Kristal Darah.


Dengan Batu Sihir pemberian dari seorang Penyihir Bangsa Org, mereka mengubah wujudnya menjadi siluman kelelawar, siluman Trenggiliing dan siluman Burung Hantu.


“Bagaimana Buhao? Apakah Kau telah menemukan keberadaan Kristal Darah?” Sosok yang berujud Siluman Burung hantu bertanya pada Buhao.


“Belum, Bagaimana dengan kalian?” Ketiganya menggeleng sebagai jawaban kepada Buhao yang lalu menceritakan tentang kedatangan Annabi dan Lima manusia dari Dunia lain.

__ADS_1


***


“Ratu Annabi, Anda masih Hidup?” Sesosok Siluman Ular kobra sepanjang sepuluh meter dan berwarna hitam legam, menyambut kedatangan Annabi bersama Hao Long dan lainnya, dengan wajah yang terlihat gembira.


LI Annchi bergidik ngeri melihat wujud Ular King Cobra yang sebesar itu. Ia mulai merasa tidak nyaman berada di tempat tersebut.


Hao Long yang menyadari hal tersebut, segera meminta kepada Annabi untuk menjelaskan tujuan mereka. Siluman Ular Cobra itu, terdiam sesaat setelah Annabi bertanya padanya.


“Ratu Annabi, Aku tidak pernah mendengar tentang Bunga Roh Suci. Mungkin Ratu Siluman Kupu-kupu Merah mengetahuinya. Ia berada di tenggara dari tempat ini. Anda bisa bertanya kepadanya.”


Setelah mendapat penjelasan dari King Cobra tentang Ratu Siluman Kupu Merah, Keenamnya segera melesat ke arah tenggara dengan kecepatan penuhnya.


Saat telah satu jam menempuh perjalanan, Tiba-tiba mereka mendengar suara pertempuran yang berasal dari dalam hutan tepat di bawah mereka.


“Bukankah itu kelompok Siluman Kupu-Kupu Merah? Aku akan membantunya dari serangan kelompok siluman Kucing Hutan itu!”


Annabi segera melesat ke tengah-tengah pertempuran, dimana puluhan Kucinh Hutan sepanjang hampir satu meter dan setinggi setengah meter, sedang menyerang ratusan kupu-kupu berwarna merah.


Kedatangan Annabi membuat para siluman Kucing lari terbirit-birit. Terlihat Ratu Siluman Kupu-kupu merah, memberi hormat dan mengucapkan terimakasih kepada Annabi dengan memanggilnya ”Yang Mulia Ratu.”


“Ratu Kupu Merah, apakah Kau tahu tentang keberadaan Bunga Roh Suci?” Tanya Annabi setelah berbasa-basi sejenak. Terlihat wajah Siluman Kupu Merah yang terkejut mendengar pertanyaan Annabi.


Annabi terlihat kesal, karena jawaban Ratu Kupu Merah, membuatnya harus berpikir keras untuk menjawabnya. “Sesepuh, tidak ada salahnya kita melihat vunga itu terlebuh dahulu.”


Annabi pun terlihat setuju dengan pendapat dari Hao Long. “Ratu Kupu Merah, Antarkan Kami ke goa yang kau temukan itu sekarang juga.”


“Baik yang Yang Mulia Ratu!” Ratu Siluman Kupu Merah, tentu saja tidak berani membantah perintah dari Annabi itu. Ia pun memandu mereka ke arah barat daya dari tempat tersebut.


“Yang Mulia Ratu, goa yang kumaksud berada di bawah lembah itu. Kita harus turun untuk menemukannya.”


Ratu Siluman Kupu Merah segera melesat turun setelah Annabi menyetujui perkataannya.


Saat baru di dasar lembah, dan mereka akan mendekati goa, tiba-tiba mereka merasakan jika tempat itu telah dikepung oleh Siluman Kuda Merah dan Siluman Serigala Api.


“Ah Aku baru sadar jika lembah ini adalah perbatasan antara Wilayah Siluman Kuda dan Siluman Serigala Api.” Annabi segera memandangi Seekor Kuda setinggi tiga meter dan memiliki bulu yang berwarna merah darah.


“Raja Kuda Poni, Raja Serigala Api! Apa maksud kalian dengan datang mengepung kami!” Tanya Annabi dengan suara lantang.

__ADS_1


“Annabi! Mengapa Kau kembali dan mendatangi Wilayah kami?! Pergilah dari Goa Suci Bangsa Siluman Kuda Merah, jika tidak ...”


“Jika Tidak kenapa? Kalian ingin melawanku?!” Tanya Annabi yang kesal mendengar perkataan Raja Siluman Kuda Merah.


“Pergilah dari tempat ini Annabi! Kami tidak ingin berurusan dengan mu lagi!” Raja Siluman Serigala Api berteriak kepada Annabi yang seketika menjadi murka.


Namun sebelum Ia sempat bergerak, Li Annchi yang mendapat persetujuan Hao Long untuk membantai mereka dan akan menyerap energi Rohnya, segera melesat dengan Pedang Inti Es di tangannya.


Li annchi membuat udara seketika menurun drastis. Butiran hujan salju, membuat para siluman itu kesulitan melihat pergerakan Li Annchi yang snagat cpeat dan tanpa belas kasihan membunuhi mereka.


Dalam sekejap, puluhan siluman kuda dan puluhan Siluman serigala yang berada di level Enam Tingkat Dewa sejati, berhasil di bantai semua oleh Li Annchi.


Hao Long pun membantu Li Annchi dalam menyerap Energi Roh meraka yang cukup besar itu. Hingga tiga jam kemudian, Li Annchi baru selesai menyerap energi roh para siluman itu dan kekuatan Li Annchi berhasil menembus Level tujuh Tingkat Dewa Sejati.


Hal itu membuat Hao Long gembira, namun tidak dengan Li Annchi. “Aku masih tertingal jauh darimu Long, bagaimana Aku bisa gembira.”


Hao Long hanya tertawa kecil. “Sabarlah Annchi akan tiba bagimu memilki Tanda Ular Naga Es di keningmu.” Li Annchi terdiam sebelum berrtanya bagaimana Hao Long mengetahui hal tersebut.


Hao Long lalu menjelaskan informasi yang Ia peroleh dari Sosok misterius yang memberi arahan saat Ia jatuh tak sadarkan diri ketika menyerap Energi Roh dari Delaba.


Di isis lain, Annabi menatap curiga kepada Ratu Siluman Kupu Merah yang terlihat pucat dan ketakutan. “Mengapa Kau terlihat ketakutan Ratu Kupu Merah?!”


Ratu Kupu Merah terkesiap. Ia terdiam sejenak mencari jawaban agar dirnya tidak dicurigai oleh Annabi.


“Yang Mulia Ratu Annabi, Aku merasa takut pada teman Anda yang begitu kejam membunuh Kuda Merah dan Serigala Api.”


“Benarkah begitu?” Annabi menatap tajam wajah Ratu Kupu Merah yang merasa lega karena Annabi memintanya segera memandu mereka memasuki goa tersebut.


“Seingatku, Goa ini beberapa tahun lalu tidak ada, bagaimana bisa sekarang ada goa sebesar ini disini?” Dalam benaknya Annabi yang mulai curiga, Ia mengawasi gerak-gerik Ratu Kupu Merah dengann seksama.


Semakin jauh mereka memasuki Goa yang menuju ke dalam bumi, perasaan Annabi semakin gelisah. Ia mencium sesuatu bebauan yang membuatnya merasa lemas.


“Ratu Kupu Merah, tempat apa ini sebenarnya?!” Annabi bertanya dengan suara yang sangat lantang, menunjukkan jika dirinya sedang marah.


Di luar dugaan semuanya, Ratu Siluman Kupu merah tertawa, sebelum akhirnya memasuki sebuah celah sempit dan melarikan diri dari tempat tersebut.


“Sial kita dijebak!” Fung Jie yang menyadari sesuatu yang aneh dari ruangan goa itu, mendadak terduduk lemas saat suara bergemuruh terdengar di telinga mereka.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2