Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
058: Phoenix Api


__ADS_3

Aura mencekam dari Tombak Golok Harimau Hitam, sempat membuat Hao Tian tercekat untuk sesaat.


Selama hidupnya, belum pernah Ia merasakan aura membunuh yang sekuat ini dari sebuah senjata pusaka selain senjata miliknya.


“Pedang Phoenix Api, Tunjukkan kekuatanmu!”


Selepas Hao Tian berteriak demikian, Pedang di tangannya pun membara dan mengeluarkan hawa panas yang segera menyebar hingga radius puluhan meter disertai api lidah api yang menjilati udara.


Tong Tse menyeringai seraya memutar Tombak Goloknya di udara. Gumpalan asap hitam segera keluar dan membesar dengan cepat, membentuk seekor harimau hitam berukuran raksasa.


Burung Phoenix Api yang tercipta dari Pedang Hao Tian melesat cepat ke arah harimau hitam yang tengah bersiap menyerang ke arahnya.


BLAAM


Dentuman menggelegar saat kedua energi itu bertemu di udara dan membuat udara bergetar hebat seolah terjadi badai tornado yang memporak-porandakan bangunan di sekitar arena pertarungan.


Hao Bai dan keempat adiknya pun terlempar hingga beberapa meter. Sementara Xi Hai, terjajar tiga langkah ke belakang seraya menatap ke arah dua energi yang baru saja beradu itu.


Asap yang semula hancur tak berbentuk, kembali menjadi wujud harimau hitam dengan mata merah menyala dan kepala yang kini memiliki dua tanduk.


Melihat wujud harimau yang bertanduk itu, Pedang Phoenix di tangan Hao Tian bergetar hebat dan bergerak sendiri yang membuat Hao Tian terkejut bukan kepalang.


Pedang itu pun terlepas dari tangannya dan melesat ke udara. Pedang yang telah diselimuti api itu, berbalik arah seraya melepaskan petir yang dahsyat ke arah harimau hitam.


JEDAR!


Ledakan petir yang menggelegar, membuat Harimau hitam bertanduk dua itu, terlempar. Namun kali ini tidak berubah menjadi asap seperti sebelumnya.


Tiba-tiba saja, tombak golok melesat ke arah Pedang Phoenix. Dentingan suara besi yang beradu, segera terdengar dengan keras.


Hao Tian terbelalak lebar dengan wajah yang memucat. “Tidak mungkin!! Bagaimana bisa?!” Setelah berseru demikian, Hao Tian melesat ke udara.


Dari Pedang Phoenix Api yang telah patah menjadi dua, melesat sesosok burung Phoenix Api yang segera mengepakan sayapnya, seolah senang dengan apa yang sedang Ia alami.


Aura membunuh yang jauh lebih kuat, memenuhi udara. Tong Tse yang kini tercekat merasakan aura tersebut. Ia menggenggam Tombak Goloknya dengan sangat kuat. Energi besar segera merayap masuk kedalam tubuhnya.

__ADS_1


“Phoenix Api! Berani sekali Kau melawanku!”


Suara Tong Tse berubah menjadi serak-serak kering. Dengan mata yang merah, Ia menatap tajam ke arah phoenix Api yang terbelalak setelah mengetahui siapa sebenarnya yang Ia lawan.


“Maafkan Aku Panglima Iblis.”


Hao Tian terperangah saat melihat burung Phoenix Api melesat ke arah barat, meninggalkan dirinya yang kini harus bertarung dengan Tong Tse yang telah dirasuki oleh Roh Panglima Iblis.


“Manusia, sudah saatnya kau pergi meninggalkan dunia ini.” Selepas berkata demikian, tubuh Tong Tse menghilang.


PLAK DUAGH


Hao Tian yang telah waspada berhasil menahan tamparan keras Tong Tse ke arah kepalanya, namun tendangan lawan bersarang telah di perutnya.


“Kurang Ajar!” Hao Tian bangkit dengan amarah yang meledak. Ia segera merapatkan kedua tangannya di atas kepala.


JEDAR JEDAR


Beberapa petir sangat besar, melesat ke arah tubuh Tong Tse yang dengan cepat menghindarinya. Hal itu berlangsung hingga beberapa tarikan nafas, sebelum akhirnya serangan Hao Tian terhenti.


“Tidak! … Jangan Bunuh!” Teriakan Hao Bai terlambat, karena tubuh Hao Tian telah tertembus Tombak Golok milik Tong Tse yang juga mampu bergerak sendiri.


***


“Aku merasakan Aura energi dari saudaraku Phoenix Api. Sepertinya Ia tengah menuju kemari.”


Setelah terdiam sesaat, Phoenix Es menjelaskan bahwa saudara lelakinya itu, disegel dalam sebuah pedang yang bernama Pedang Phoenix Api.


“Pedang itu bukannya milik Hao Tian?” Huang Bao berkata yang membuat Hao Long tersentak.


“Apakah telah terjadi sesuatu pada Kakek Tian? Bukankah Phoenix Api bisa terbebas dari segelnya jika Pedang itu telah patah?” Dewa Tongkat Merah Qiu Heng mengiyakan perkataan Hao Long.


Aura Burung Phoenix Api semakin mendekati mereka yang telah berada di alun-alun Sekte Kipas Pelangi. “Rupanya aura yang kurasakan benar milikmu adik Phoenix Es.”


Phoenix Es terlihat gembira melihat sang Kakak telah berada di hadapannya. Lalu Phoenix Api menjelaskan apa yang baru saja terjadi padanya.

__ADS_1


“Lalu bagaimana kondisi Kakek Hao Tian?” Tanya Hao Long dengan cemas. “Mungkin sekarang Ia telah tewas melawan manusia yang telah dirasuki oleh Panglima Perang Bangsa Iblis itu.”


Rahang Hao Long menggembung keras. “Long … Sebaiknya kita kesana melihat situasi Kakek Tian.” Ajakan Li Annchi segera disetujui oleh Hao Long.


Keduanya segera berpamitan dan meninggalkan Sekte Kipas Pelangi bersama kedua burung Phoenix tersebut.


***


Setelah selesai memakamkan Hao Tian, di dalam Aula Klan Hao terlihat Hao Bai dan ke empat adiknya, sedang berbincang serius dengan Tong Tse dan Xi Hai.


“Mengenai dua bocah itu, Anda jangan khawatir Ketua Bai. Biar kami yang akan mengurusnya.” Perkataan Tong Tse membuat Hao Bai menjadi terdiam senang.


Dirinya yang kini telah menjadi Ketua Klan Hao terlihat bersemangat dengan rencana mereka untuk menyerang Sekte Kipas Pelangi.


Dengan dibantu oleh Tong Tse dan Xi Hai, dirinya merasa yakin, bisa menghancurkan Sekte yang selama ini selalu menjadi penghalang mereka untuk mengusai wilayah barat.


“Tiga hari lagi kami akan kembali ke sini, Ketua Bai. Untuk saat ini Kami permisi dulu. Ada hal lain yang ingin kami urus.”


Tong Tse berdiri diikuti oleh yang lainnya. Ia meninggalkan Klan Hao bersama Xi Hai. Keduanya pun melayang ke arah tenggara.


Satu jam setelah kepergian Tong Tse, Hao Long dan Li Annchi tiba di pusat Klan Hao. Mereka sedikit terkejut setelah melihat nuansa putih memenuhi area Klan Leluhur Hao Long tersebut.


“Oh rupanya Kau!” Huang Bai dan Hao Jian melesat ke udara setelah merasakan kehadiran mereka berempat.


“Benar Kakek Bai, Kami kesini ingin mengunjungi Kakek Tian.” Hao Long menjawab dengan cepat karena firasat buruk tiba-tiba memenuhi benaknya.


Hao Bai Lalu Ia mengajak Hao Long ke tempat di mana Nisan Hao Tian berada. Setelah memberikan doa dengan raut wajah yang terlihat sedih, Hao Long pun meminta penjelasan kepada Hao Bai tentang apa yang telah terjadi.


Hao Bai lalu menjelaskan semuanya kecuali identitas Tong Tse dan Xi Hai yang mereka sembunyikan.


Penjelasan itu, telah mereka persiapkan sebelumnya, jika saja Hao Long mendatangi Klan Hao sebelum hari penyerangan terhadap Sekte Kipas Pelangi.


Dalam penjelasannya, Hao Bai mengatakan jika yang membunuh ayah mereka adalah Pang Hu yang juga Ketua Sekte Tombak Dewa. Sementara satu orang yang lain adalah Qiang Lun, Ketua Sekte Roda Emas.


Terlihat kemarahan di wajah Hao Long dengan rahangnya yang menggembung keras. Setelah mendapat penjelasan di mana lokasi kedua Sekte itu, Hao Long dan Li Annchi segera melesat pergi bersama kedua burung Phoenix.

__ADS_1


“Hahahaha … Sepertinya rencana kita akan berjalan sesuai harapan, Kakak.” Hao Jian tertawa setelah tubuh Hao Long lenyap di kejauhan.


---------------------------O----------------------------


__ADS_2